NovelToon NovelToon
Liburan Terakhir Suami Dan Keluarganya

Liburan Terakhir Suami Dan Keluarganya

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Leni Anita

Naila Maharani, menikah selama 3 tahun hanya di jadikan pembantu gratisan di rumah nya sendiri.

Setiap tahun sang suami membawa seluruh keluarga nya berlibur ke pulau Bali saat tahun baru. Sedangkan Naila, dia tidak pernah di ajak.

Pada tahun ke tiga, Naila menyadari bahwa dia hanya di manfaat kan oleh suami nya dan juga keluarga nya.

Naila menjual rumah nya sendiri, agar mereka tidak bisa lagi pulang ke sana. Tidak hanya itu, Naila pun menyiapkan banyak kejutan untuk mereka semua.

Kejutan demi kejutan yang di berikan oleh Naila pada akhir nya membuat keluarga sombong itu hancur, ikuti kisah selengkap nya di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11

Mobil angkot tua yang di tumpangi oleh Rivan dan keluarga nya tiba di depan rumah lama mereka, Rivan sengaja meminta pada sopir nya agar mengantar mereka hingga ke depan rumah. Mengingat mereka membawa barang yang cukup banyak, jadi Rivan harus membayar lebih sopir angkutan itu.

"Rivan, yakin kita mau tinggal di sini?" Tanya Yuni sambil memandangi rumah tua di hadapan mereka.

"Mau tinggal di mana lagi? Jika tidak tinggal di sini?" Rivan balik bertanya.

"Tapi mungkin lebih baik jika kita tinggal di kontrakan saja, rumah ini sudah lama tidak di tempati. Jika hujan deras pasti atap nya bocor semua!" Ujar Yuni lagi.

"Kalau kau punya uang silahkan saja, tapi aku tidak punya uang lagi. Uang ku sudah habis untuk biaya liburan kita di Bali!" Jawab Rivan lagi.

Rivan tidak ingin bicara lagi, dia segera menyeret koper nya memasuki rumah itu. Pintu nya berderit saat di buka, menandakan rumah itu sudah cukup tua. Atap rumah sudah bocor di semua bagian, begitu pun dinding nya sudah mengelupas semua.

Debu menempel tebal di peralatan rumah yang ada di sana, rumah itu sangat kotor dan menjadi sarang tikus liar di sana. Mau tidak mau mereka harus tinggal di sini malam ini dan seterusnya, tidak ada yang tahu sampai kapan.

"Rivan, rumah ini sudah tidak layak untuk di tempati. Bagai mana jika hujan nak, kita akan basah. Lihat lah atap nya sudah bocor dan di tumbuh lumut!" Bu Rima berkata pada anak nya.

"Mau bagai mana lagi bu? Aku tidak punya uang lagi, uang ku sudah habis untuk biaya liburan kita kemarin. Kita akan tetap tinggal di sini, sampai aku berhasil menemukan keberadaan Naila. Kita kan meminta pertanggung jawaban pada Naila!" Rivan kembali berkata.

"Van, mbak tidak bisa tinggal di tempat kumuh ini!" Kembali Yuni protes pada Rivan.

"Kalau begitu silahkan mbak pergi, mbak kan masih punya suami. Minta suami mbak untuk menyiapkan tempat tinggal untuk mbak dan juga anak mbak!" Jawab Rivan dengan ketus.

Yuni mengerucutkan bibir nya mendengar ucapan Rivan, sedangkan Alan, suami nya Yuni tidak berkomentar apapun. Dia tampak sibuk dengan ponsel nya, tidak perduli dengan masalah yang tengah mereka hadapi saat ini.

"Van, kira - kira di mana Naila tinggal saat ini?" Tanya bu Rima pada putra nya.

"Entah lah bu, aku juga tidak tahu!" Jawab Rivan sambil menggelengkan kepala nya.

"Apa mungkin dia tinggal di rumah teman nya?. Apakah kau mengenal siapa teman nya Naila?" Tanya bu Rima lagi.

"Tidak bu, bukan kah selama ini kita tidak pernah sekalipun membiarkan Naila keluar untuk bertemu dengan teman nya. Naila hanya pergi keluar untuk ke pasar saja, selebihnya dia tidak pernah keluar!" Jawab Rivan lagi.

"Tapi aku yakin, Van. Pasti ada seseorang yang membantu Naila, kau tahu sendiri kan Naila tidak punya siapa - siapa di kota ini. Orang tua nya tinggal di kampung, begitu pun dengan keluarga nya!" Ujar Yuni ikut menimpali.

"Mungkin Naila saat ini berada di rumah orang tua nya?" Tebak bu Rima.

"Ibu benar, Van. Mungkin saja saat ini Naila pulang ke rumah orang tua nya, karena dia tidak punya siapa - siapa di kota ini. Kemana lagi dia akan pulang jika tidak ke rumah orang tua nya!" Yuni berkata pada Rivan.

"Mungkin saja, aku akan telepon dan tanyakan pada mereka apakah saat ini Naila ada di sana!" Rivan pun berkata sambil tersenyum.

Rivan langsung mengeluarkan ponsel nya, dan dia menelepon orang tua nya Naila. Padahal selama 3 tahun menikah dengan Naila, sekalipun tidak pernah Rivan menelepon orang tua nya Naila.

"Hallo pak, apa kabar?" Tanya Rivan berbasa - basi saat panggilan nya di jawab oleh pak Doni.

"Hallo nak Rivan, kabar kami baik kok. Nak Rivan apa kabar nya?" Pak Doni balik bertanya.

"Saya juga baik - baik saja, Pak. Oh ya pak, saya mau tanya sama bapak!" Rivan mulai pada tujuan nya.

"Silahkan tanyakan nak!" Ujar pak Doni dari seberang sana.

"Pak, apakah Naila saat ini ada di sana?" Tanya Rivan lagi.

"Tidak ada nak, Bukan kah Naila saat ini ada bersama kalian?" Pak Doni berpura - pura tidak mengetahui semua nya.

"Iya pak, saya cuma mau tanya saja pak. Naila pernah cerita sama saya, kata nya dia mau menjenguk bapak. Jadi sebab itu lah saya bertanya!" Rivan memberikan alasan agar pak Doni tidak curiga.

"Oh, begitu ya. Naila tidak ada di sini nak. Dia juga tidak pernah datang kemari!" Ucap Pak Doni dari seberang sana.

"Ya sudah pak, terima kasih!" Rivan pun memutuskan sambungan telepon dengan mertua nya.

"Bagai mana Van, di mana Naila?" Tanya bu Rima.

"Naila tidak ada di sana bu, dan Naila juga tidak pernah datang ke rumah orang tua nya!" Rivan bisa sedikit lebih lega karena orang tua nya Naila tidak tahu jika Naila tidak bersama nya lagi.

"Kalau begitu, itu artinya Naila masih berada di kota ini. Kau harus menemukan Naila Van, dan Naila harus mempertanggung jawab kan semua perbuatan nya pada kita!" Bu Rima mulai menghasut anak nya.

Suara perut Rivan berbunyi hingga yang lain mendengar nya, mereka memang lapar sejak tadi. Tapi sebisa mungkin mereka menahan nya, karena mereka ingin menemukan Naila secepat nya.

"Kalian tunggu di sini, aku akan keluar sebentar untuk membeli makanan!" Rivan berkata pada semua orang.

Dengan sisa uang tabungan nya yang tidak seberapa, Rivan pun bergegas keluar untuk membeli makanan. Dia sendiri merasa lapar, terakhir mereka makan sebelum pesawat lepas landas, dan sampai sekarang mereka belum bertemu dengan makanan lagi.

Rivan mencari warung makan, kini dia terpaksa harus mencari warung makan murah. Karena jika dia membeli makanan mahal, mereka semua terancam akan kelaparan sebelum Rivan gajian bulan depan.

"Naila, aku pasti akan menemukan mu. Kau tidak akan bisa lari dari ku, Naila. Bisa apa kau tanpa ku, kau hanya ibu rumah tangga biasa. Tanpa uang dari ku, kau akan kelaparan di luar sana!" Guman Rivan sambil tersenyum licik.

Tanpa Rivan sadari, Naila sebenar nya bukan lah wanita bodoh dan miskin. Setiap bulan orang tua nya selalu mengirim kan uang dalam jumlah besar pada nya, perkebunan milik pak Doni bagi 2 untuk Naila dan juga kakak nya.

Uang bagian Naila setiap bulan di transfer ke rekening nya tanpa sepengetahuan Rivan dan keluarga nya, uang itu juga lah yang di gunakan Naila untuk menutupi semua kebutuhan rumah tangga mereka.

1
Fitriyazahra
muter² alurnya terus ngulang²😵
Turi77 Turi77
yg bodoh it km, Naila melakukan pekerjaan rumah tangga,bakti nya sbgai seorang istri mu revan
🤦
Turi77 Turi77
gk udh sedih lg nai,menggugat suami mokondo macam Revan dan keluarga benalu hempaskan mereka semua 😡🫣
Visitor0915
hebat brp usia Naylla? sebelum menikah sdh 5 th jd manajer. mulai kerja selesai S1 minimal bbrp tahun baru bisa jd manajer. kalau menikah selama 3 th.
Ning Suswati
ahhh jadi malas bacanya kok itu2 aja yg di ulang2 🙏🙏🙏
Ning Suswati
apa gk pusing nailanya kok selalu dilayani telp dri keluarga rivan, ganti nomir aja napa sih, sama2 kaleng rombeng
Ning Suswati
udah nai viralkan aja, alan dg selingkuhannya, biar tau rsa tuh si nenek kunti sekeluarga, apa.mereka masih mau menyalahkan naila kalau suami yuni selingkuh dan hamil
Ning Suswati
kayanya semua laki2 dirumah keluarga itu banci kaleng, aneh2 aja ceritanya terlalu ngawur awur
Ning Suswati
apa ada manusia dablek, ngaku2 sdh jelas2 bukan rumah mereka, apa terlalu halu ya athornya, yg masuk akal sehatlah
Ning Suswati
jgn biarkan rivan sekeluarga menghancurkan naila dg drama baby ngepet begitu, ayo hadapi dg tangan besi juga, rivan sekeluarga itu bukan manusia
Ning Suswati
percaya diri amat si.laki goblok, masa gk tau sepak terjang isteri, cuma sibuk dg ibu dan saudaranya, malah sdh punya suami lagi, jgn2 karmanya si rivan sdh dirasa oleh sdinya, punya suami tdk bertanggung jawab
Ning Suswati
apa ada y manusia me ngaku2 yg bukan hak nya, apa otaknya sdh pindah ke dengkul atau ke pantat🤭
Ning Suswati
hhhhhhh semakin seru kayanya si penumpang yg gk tau diri malah mau ngancam
Ning Suswati
doa orang teraniaya, malah dipermudahkan segala langkahnya
Ning Suswati
gas pollll nai, jgn takut ada aq dibelakangmu
Ning Suswati
sangat bagus, rumahnya dijual, kalau dilawan secara fisik naila gk akan menang
Ning Suswati
3 thn bukan waktu yg singkat, tabpa sadar kungkin karena cinta otaknya jadi error, diperbudak dan dihinakan, sedangkan rumah milik nya, masa selama itu otaknya tidur, kelamaan, ayo bangun, aq dukung sepenuhnya naila
baba
bukankah sudah tau waktu ketemu pertama?
Dini
gemes banget sm c naila,,udh tau kluarga toxic malah d biarkan bgtu sj
Dini
bodoh banget naila knpa mobil nya ga d ganti,,lahhh bikin darting aja ni cerita,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!