NovelToon NovelToon
ASI Untuk HOT CEO

ASI Untuk HOT CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama
Popularitas:227.3k
Nilai: 5
Nama Author: Arran Lim

Alur cerita ringan...
Dan novel ini berisi beberapa cerita dengan karakter yang berbeda-beda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arran Lim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Setibanya di sana, Nicholas memarkirkan mobilnya. Ia menoleh ke arah Anna.

"Baby, kamu masuk duluan ke ruangan Miss Dahlia, ya. Aku mau ke toilet sebentar," ucap Nicholas. Ia lalu mengecup kening Anna dengan sayang, memastikan Anna merasa nyaman, sebelum beranjak pergi.

"Oke, Kak," jawab Anna. Ia segera berjalan menuju ruangan Miss Dahlia, desainer dekorasi pelaminan mereka.

Anna melangkah masuk ke ruangan pertemuan beraroma bunga segar itu. Namun bukannya melihat Miss Dahlia, ia malah menemukan seorang pria tampan duduk menunggu di kursi tamu, mengenakan kemeja putih dan celana kain hitam.

Pria itu menoleh menatap Anna, dan sekian detik kemudian, ia tampak tertegun, matanya membesar karena terkejut. Ia berdiri dengan tergesa-gesa.

"Loh... Kamu Anna Marie, kan?" ucap pria itu sumringah, senyumnya tampak familiar namun Anna tidak bisa mengingatnya.

"Iya..." ucap Anna, keningnya sedikit berkerut bingung. Ia benar-benar tidak mengingat ataupun mengenal pria tampan di hadapannya ini.

"Kamu enggak ingat aku?" tanyanya sambil melangkah mendekat ke arah Anna, memberikan jarak yang sopan namun cukup dekat. "Aku Bima, kakak kelas kamu! Aku dua tingkat di atas kamu. Aku wakil ketua OSIS juga dulu di SMA Pelita."

Baru saat pria itu menyebutkan nama sekolah dan jabatannya, ingatan Anna kembali. Nama pria itu adalah Bima.

"Ohhh, iya kah? Maaf, Kak Bima, aku lupa," Anna menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, merasa enggak enak.

"Lama banget ya kita enggak ketemu! Kamu makin cantik aja, Na," puji Bima tulus. "Btw, kamu enggak pernah balas DM di sosial media, ya? Aku udah berapa kali DM kamu, loh, tapi enggak ada balasan sama sekali. Aku enggak semenarik itu ya, haha?" canda pria itu, mencoba mencairkan suasana.

"Ah, maaf, Kak. Saya memang jarang buka sosial media, Kak. Palingan kalau buka ya buat up foto aja, sudah," ucap Anna tak enak hati.

"Pasti yang DM kamu banyak, ya, sampai kamu enggak buka DM sama sekali," balas Bima, tatapannya lekat. "Tapi senang banget bisa ketemu kamu di sini. Kalau boleh, aku bisa enggak minta nomor kamu?" tanya pria itu to the point. "Kali aja kita bisa membangun pertemanan, atau lebih dari itu," ucap pria itu sambil tersenyum penuh harap.

"Tidak bisa!"

Suara dingin dan datar, nyaris seperti gertakan dari arah pintu, membuat pria itu dan juga Anna sontak menoleh.

Di ambang pintu, Nicholas berdiri tegak. Ekspresinya tampak beku, mata elangnya menatap mantan kakak kelas Anna itu dengan tatapan tajam, mengancam. Aura gelap dan dingin seketika memenuhi ruangan, seolah suhu udara turun drastis.

"Kak!" gumam Anna sembari menelan ludahnya, cemas melihat wajah Nicholas yang sudah tegang.

Nicholas melangkah maju, perlahan, mengikis jarak antara dirinya, Anna, dan Bima. Ia berbicara tanpa ada nada basa-basi yang manis.

“Seharusnya Anda sudah bisa tahu,” ujar Nicholas dingin. “Orang-orang yang datang ke sini itu udah pasti mau nikah. Tempat ini wedding organizer. Dan Anda masih berani minta nomor HP klien di sini?”

Pria bernama Bima itu tampak tertegun. Ia langsung menatap Anna, wajahnya memancarkan rasa bersalah yang mendalam.

"Ah, maaf, Anna, kamu sudah mau menikah, ya? Maaf, aku enggak kepikiran ke sana sama sekali. Aku benar-benar minta maaf," kata Bima tulus, menghela napas. "Jadi, kalian klien yang mau konsultasi mengenai desain dekorasi wedding sama Miss Dahlia?" tanya pria itu lagi, mencoba mengalihkan suasana canggung.

Bima lalu beralih menatap Nicholas, yang wajahnya masih terlihat tidak bersahabat. "Saya minta maaf, Pak. Saya tidak kepikiran bahwa Anna adalah klien saya, dan saya juga tidak tahu bahwa Anna akan menikah dalam waktu dekat. Saya adalah sekretaris Miss Dahlia, dan saya yang menggantikan beliau hari ini, karena beliau lagi ada urusan mendadak di luar kota," jelas Bima, mencoba meredakan kemarahan Nicholas.

"Jika berkenan dimaafkan, mari kita langsung mulai saja membahas desain dekorasi-nya. Miss Dahlia sudah hampir menyelesaikan desain dekorasi pelaminan kalian," ucap pria itu, mencoba profesional dan kembali ke tujuan utama mereka datang.

Nicholas mendengus kesal, namun ia menahan amarahnya. Tidak profesional jika ia membuat keributan di tempat yang merupakan rekanan kerja mereka. Ia lalu menuntun Anna duduk di sofa konsultasi, posisinya sangat dekat dengan Anna, seolah ingin menunjukkan bahwa Anna sepenuhnya adalah miliknya.

Pembahasan mengenai desain pun dimulai. Bima menunjukkan desain-desain yang dibuat Miss Dahlia dengan profesional. Anna sesekali memberikan masukan dan tanggapan, namun selama pembicaraan, wajah Nicholas tampak tidak bersahabat, tatapannya sesekali mengarah pada Bima dengan penuh kekesalan. Ia tidak suka ada pria lain yang secara terang-terangan mendekati calon istrinya, apalagi di depan matanya.

Dua puluh menit berlalu, dan mereka pun sepakat dengan revisi desain dekorasi yang akan dilakukan. Mereka segera meninggalkan gedung wedding organizer itu.

Saat berada di mobil, Nicholas langsung menggenggam erat tangan Anna. "Aku enggak suka," katanya pendek, suaranya masih berat.

Anna menghela nafas panjang, ia mengelus tangan Nicholas dengan lembut mencoba memberi ketenangan. "Iya kak, aku ngerti. Tapi jujur aku nggak ingat sama dia, aku ga terlalu dekat dan aku ga akrab sama lawan jenis pas masa-masa sekolah."

"Iya aku tahu, sayang." ujar Nicholas, mencium punggung tangan Anna. "Aku nggak bakal biarin siapa pun ngerebut apa yang udah jadi milik aku. Kamu tuh harus lebih sering buka sosmed, Sayang, harus sering juga upload foto yang bareng aku, biar semua orang tahu kalo kamu punya aku," tambahnya, nada posesif-nya kembali muncul.

Anna tersenyum. Ia merasa geli, terharu, dan sedikit frustrasi dengan sikap Nicholas, namun ia tahu ini adalah bentuk cintanya yang berlebihan.

"Iya, Kak, enggak usah khawatir. Aku cuma milik Kakak se-orang. Jangan cemberut terus, dong..." Anna meraih wajah Nicholas, memberinya kecupan ringan di bibir. "Gimana kalau kita lunch di tempat favorit Kakak? Aku yang traktir, deh," bujuk Anna.

“Tapi, sebagai hukuman karena bikin aku cemburu, kamu harus makan satu piring berdua sama aku.” ujar Nicholas, kembali dengan sifat manjanya.

Anna tertawa lepas. "Dasar! Ya udah, ayo!"

1
D_wiwied
ga takut hamil apa kamu Gab
D_wiwied
aduuh licik jg ya kamu Gab.. 😆😆cuus lgs gas aja Lang 🤭
D_wiwied
lanjut kak
Elsker
🙈🙈🙈🙈🙈🙈
mil_oy cantik
up terus thor
Elsker
makasih udah kembali update
Elsker
Anna adalah mangsa yang empuk 🙈🙈🙈
sahabat pena
Luar biasa
yulia afadz
kpn up lagi ka
panjul man09
pasti ulah sepupunya nico
panjul man09
cinta dalam diam
J
kak lanjut dong kak
Arbaati
sampai sini belum ada kabar si sopir yg dulu katanya sama" krisis.
Niken Dwi Handayani
Leo ember ach
Maya Lara Faderik
🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!