Aluza, seorang Office girl cantik di Bandara, terjebak dalam kenangan Ivan mantan kekasihnya yang sudah lama meninggal.
Namun di hari pertama Aluza bekerja ia di pertemukan kembali dengan seorang pilot bernama Bara yang wajahnya sangat mirip sekali dengan Ivan
Tapi Bara yang mirip Ivan itu ternyata memiliki kepribadian yang sangat berbeda. Dia kasar, angkuh, dan tidak peduli dengan perasaan orang lain.
Aluza terjebak dalam dilema, apakah dia bisa melupakan Ivan dan jatuh cinta dengan Bara, atau justru Bara akan menjadi racun yang menghancurkan hatinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elzaluza2549, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menghemat
Kakek duduk sendirian di ruangan utama lantas hendak berdiri ketika melihat kedatangan Bara.“Kamu sudah pulang cucu ku..?”
Bara menghampiri kakek dan membantunya menyangga lengan kakek.“Ini sudah malam kek, kenapa kakek belum tidur?” Bara bertanya sambil membantu kakek untuk duduk kembali.
Kakek tersenyum tipis.“Kakek merasa tidak tenang Bar, kakek masih memikirkan wanita itu, wanita yang akan menjadi takdir mu”
Bara menatap kakek dengan ekspresi serius.“kakek jangan bahas itu lagi, aku tidak percaya takdir. aku akan menentukan jalan hidup ku sendiri kek.”
kakek tertawa pelan sambil mengusap-usap punggung cucunya.“sepertinya jadwal penerbangan mu hari ini cukup padat yah”
“Iya kek, besok pagi dan siang jadwal ku kosong mungkin malam aku ada jadwal penerbangan lagi”
Kakek menghela nafas panjang sambil menyentuh wajah Bara yang masih ada bekas merah."Apa yang terjadi, Bara? Siapa yang melakukannya?" Kakek bertanya dengan nada yang lembut, tapi seulas senyum terlukis di sudut bibirnya.
Bara berdiam diri sambil memegangi wajah nya sendiri.Bukan hanya kakek yang bertanya soal wajahnya memerah tapi rekan kerja Bara juga banyak menanyakan hal yang sama terlebih setelah isu itu viral di media sosial.
“Tentang berita viral itu sebenarnya kakek sudah mengetahui nya Bar, tapi kakek ingin mendengar lansung dari kamu. apa yang sebenarnya terjadi?"
Bara menarik nafas dalam-dalam.“Wanita itu hanya seorang ob yang bekerja di bandara tapi wanita itu tidak tau aturan kek, dia tidak menghormati aku sebagai atasan nya,dan dia merasa punya kuasa sendiri atas posisinya"
Mendengar hal itu kakek hanya tertawa.“Mungkin kamu menyakiti hatinya makanya dia menampar mu Bar.”
“Kek, aku sama sekali tak menyakiti hatinya mungkin dia saja yang sedikit baperan! Kek sudah lah Jangan membahas ini lagi, lebih baik kakek tidur sekarang”
“Bara akhirnya kamu pulang juga..”Seruh Vina sambil berjalan cepat ke arah Bara yang tenga duduk bersama kakek.
Tanpa sepatah katapun Vina langsung Duduk di samping Bara dan memegangi wajah Bara.“Astaga ini pasti menyakit kan sampai-sampai bekasnya masih ada”
“Ma, apa sih.”Bara merasa risih dan menyingkirkan tangan mamanya yang mendarat di wajahnya.
“Katakan sama mama di mana rumah wanita yang sudah menampar mu ini! berani sekali dia menampar kamu. Tapi yang mama tahu dari komentar netizen wanita itu bekerja sebagai Ob di bandara tapi sekarang sudah tidak lagi karena di pecat!”
"Ma, sudahlah. Aku tidak ingin membahas ini lagi. Aku sudah baik-baik saja."
“Benar kata Bara, kamu tidak perlu membahas tentang wanita itu”Kata kakek membela.
“Sudahlah ayah mending diam saja, aku begini karena aku tidak ingin melihat Bara kenapa-kenapa”
“Betul ma kata kakek"
Mama Bara tidak puas dengan jawaban Bara, "Tidak baik-baik saja! Mama tidak akan biarkan dia lolos begitu saja! Katakan di mana rumah nya Mama akan pergi ke sana untuk melaporkan nya ke polisi"
Bara semakin panik, "Ma, tidak! Jangan ke polisi, Ma. Aku tidak ingin masalah ini semakin besar!"
Mama Bara menatap Bara dengan mata yang masih berkobar, "Kalau begitu, kamu harus beritahu Mama siapa orangnya! Katakan siapa dia, Bara!"
Bara lantas berdiri.“Tidak ma, aku sama sekali tidak tau di mana letak rumah nya karena aku sama sekali tidak peduli dengan wanita itu, jadi untuk apa aku mengetahui latar belakang tentang nya!"Bara berjalan menjauh dari ibunya, "Aku ke kamar dulu, Ma. Aku lelah."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah tak lagi bekerja di bandara Aluza menghemat keuangan nya hanya untuk sekedar bertahan hidup selama ia belum mendapatkan pekerjaan lain.Aluza membuka tabungannya, menghitung uang yang tersisa. “Sepertinya makan mie instan cukup untuk menghemat pengeluaran..”
Aluza tersenyum kecil, "Mie instan lagi, mie instan lagi..." sambil membuka bungkus mie instan yang sudah menjadi sahabatnya belakangan ini.
Tepat ketika Aluza hendak menyeduh mie instan, suara pintu diketuk. "Siapa ya?" dia bertanya sambil menuju pintu.
“Hay, Aluza apa kabar..?”
“Diana..”Seruh Aluza ketika untuk yang pertama kalinya melihat diana datang mengunjunginya ke kontrakan.
Mereka berdua saling berpelukan.“Di kok kamu tau kontrakan aku?”
“Kamu gimana sih Al, kan waktu itu kamu yang cerita kalau kontrakan kamu tak jauh dari bandara lagian kontrakan di sini banyak di kenalin banyak orang kok.”
“Oh yaudah ayo masuk,kita bicara lagi di dalam"Kata Aluza.
“Hmm kamu masak mie instan yah?”Tanya Diana yang tak bisa menyembunyikan aroma yang menusuk hidungnya.
Aluza tersenyum memalukan, "Haha, iya. Aku lagi penghematan nih. Mie instan saja dulu."
“Tapi ini aku bawa makan siang untuk kamu Al"Diana mengeluarkan beberapa bungkus makanan dari tasnya, "Aku bawa nasi ayam, sama nasi rendang 2. kita makan ini saja yah”
Aluza memandangi bungkusan yang mulai Diana letakan di atas meja.“Terimakasih yah Diana"
“Iya sama-sama lagian yah Za, ayo buruan kita makan bersama”
“hMm baiklah kamu tunggu di sini sebentar yah, aku mau ambil sendok sama piring”
Diana mengangguk, "Oke, aku tunggu sini. Jangan lupa ambil air minum juga, ya!"
...****************...