NovelToon NovelToon
Mustika Terkutuk

Mustika Terkutuk

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Horor
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Abdul Rizqi

Menceritakan kisah seorang pemuda desa yang tidak bisa berbicara atau bisu... kehidupannya yang miskin secara perlahan berubah setelah menemukan sebuah batu mustika indah berwarna jingga. bisu yang di alami pemuda itu seketika sembuh tidak hanya itu batu itu juga memiliki kekuatan yang di idam idamkan kebanyakan laki-laki yaitu membuat tubuh penggunanya tak dapat terlihat atau kasat mata.. namun di balik semua keistimewan batu jingga itu menyimpan sebuah misteri dan kutukan yang secara perlahan mendorong pemuda tersebut memasuki dunia gelap yang sesungguhnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdul Rizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bersih tanpa kecurigaan

Sementara itu Sugeng yang sudah tidak berada di TKP (Tempat Kejadian Perkara) tersenyum puas. Ia dapat menilai bahwa para polisi tersebut tidak menemukan petunjuk apapun.

Sugeng kemudian mengajak pulang Fatur dengan alasan belum memberikan makan ikan ikannya.

"Weh, siapa ya Tur yang bunuh Mbah Suro? Pasti ada unsur dendamnya, pelakunya kayaknya juga hati hati banget, soalnya ngga di temukan barang apapun yang hilang." Ujar Fatur.

"Bisa jadi Tur, dia kan dukun pasti ada pihak yang merasa di rugikan ntah karena apa kita ngga tau."

"Iya Geng, pasti itu pembunuh bayaran begitu. Bersih banget soalnya pelakunya itu."

"Hmm... ngga tau aku soal itu Tur, mungkin bisa jadi. Tunggu aja pasti polisi bisa nangkap pelakunya."

"Kolam ikan kamu rapi banget geng, bisa buat ternyata kamu ini ya? Tak kirain cuma bisa makani kambing aja... hahaha.."

"Hahaha... ya bisa lah tur, gampang buat kolam cuma ya tetep aja cape."

"Ngomong ngomong kamu dapet duit dari mana geng bisa buat kolam? Kamu kan punya utang sama Linda?"

"duit jual dua kambing sama Pak Drajad. Soal utang sama Linda udah lunas Tur."

"Hah??" Fatur tercengang, "kok bisa? Bukannya utangnya sama Linda kamu banyak banget ya Geng?" Tanya Fatur.

"Iya, emang banyak. Tapi sebenarnya aku punya banyak uang Tur, cuma ya aku ngga pernah pamer. Ini aku cuma kasih tau kamu, kalau aku sebenarnya itu author novel online tur.. selama ini bayarannya saya tabung dan ketika udah pas sama hutangnya Linda baru aku tarik." Bohong Sugeng.

"Hahahaha...!!!" Fatur tertawa terbahak bahak, "kamu jadi author? Hahaha... novel apa yang kamu tulis Geng? Novel bok*p pasti ya? Makannya bayarannya banyak? Ngga takut dosa jariyahnya kamu geng? Hahaha..."

"Matamu loh Tur... jangan kasih tau sama siapa siapa ya Tur.."

"Iya aman..."

Mereka berdua sampai di rumah Sugeng.

"Tak terus ya Geng." Ujar Fatur langsung pergi setelah Sugeng turun dari sepeda motornya.

Sugeng segera menuju samping rumah memberi makan ikan nilanya dan menuju halaman belakang memberikan makan kambing kambingnya.

Setelah memberi makan semua hewan ternaknya, Sugeng termenung duduk di kursi bawah pohon nangka sembari menghisap rokoknya dalam dalam. Adakah hal yang terlewat dari kasus itu yang bisa membuat kecurigaan warga terhadapnya.

Sugeng memilih untuk tidak mencuri uang terlebih dahulu, uangnya masih cukup banyak dan agar dirinya tak di curigai. Sugeng memang sangat pandai mengatur strategi agar segala urusannya tidak dapat terendus oleh siapapun termasuk warga sekitar.

"Hmm... kayaknya kalau buat warung kecil kecilan bisa ini... hmm.. aku buat warungnya tunggu panen nila aja, biar warga ngga curiga aku dapet uang dari mana. Kayaknya aku juga harus nambah ternak lagi, burung aja apa ya? Kalau ada warga yang tanya tinggal ngomong nangkep di hutan." Batin Sugeng.

Seharian penuh Sugeng sibukan dengan mencari rumput untuk kambing agar stoknya banyak, dan membuat kandang burung dengan kawat ram, kandang umbaran dengan lebar 1×3 meter tersebut rencananya ia akan beternak burung kenari.

Malam hari di kantor polisi...

Tampak Budi duduk di interogasi oleh penyelidik.

"Tadi di TKP kamu ngga ngomong apa apa, ngga taunya kamu semalam kerumah bapak kamu kan?"

"I.. iya pak, bapak saya ngga ngomong apa apa. Ya saya cuma nanya keperluan orang berkunjung nemuin bapak saya ya udah itu aja. Saya ngga lama mungkin cuma setengah jam, anak saya minta pulang." Jawab Budi.

"Lalu kenapa kamu di TKP diem aja? Apa jangan jangan kamu tau sesuatu?"

"Bapak saya sempat cerita, Pak. Dia di datangi sosok tanpa wujud, sosok itu ngancem akan bunuh kedua anak saya jika mbah ikut campur urusan dia. Katanya Mbah saya dia ngga jadi nyelidiki pelaku itu, tapi kayaknya dia bohong sama saya dan tetap menyelidiki orang itu pelakunya tahu dan langsung bunuh mbah saya. Saya ngga berani ngomong apa apa di tkp karena takut pelaku itu ada di sana." Ujar Budi.

Polisi penyelidik itu mengerutkan keningnya.

"Menurut penuturan Budi ini sangat masuk akal, kemungkinan yang membunuh Mbah Suro adalah orang yang sudah mengambil uang Wanto. Hmm, jadi kasus ini saling berhubungan dan pelakunya satu orang yang sama. Kemungkinan pelakunya adalah orang di sekitar daerah itu."

Polisi di buat bingung dengan dua kasus yang saling berhubungan ini, mereka semua di buat bingung karena kekurangan petunjuk dan berakhir buntu. Sugeng benar benar bersih dalam melakukan setiap tindak kejahatannya.

Sedangkan Sugeng hidup seperti biasa, pagi sampai sore ia mencari rumput, dan memberikan makan hewan ternaknya.

Saat ini Sugeng memang memegang kendali atas kasus itu, ia yakin bahwa kedua kasus itu tak akan pernah terkuak. Dirinya aman tanpa tuduhan dan kecurigaan.

Satu bulan kemudian...

Di pagi hari, Sugeng tampak sedang memberikan makan ikan ikan nilanya.

"Weh geng, cepet banget ikan ikan kamu gedenya. Belum ada dua bulan padahal." Ujar ibunya.

"Iya Nek, ngga telat kasih makannya.. jadi cepet gede. Bulan depan aku panen Nek, kalau terlalu besar susah lakunya. Aku udah tanya sama tukang ikan mereka terimanya ukuran sekilo isi 8-12 ekor, kurang atau lebih dari itu mereka ngga mau terima. Susah jualnya, katanya."

"Uang hasil panen ikan nanti mau aku beliin pasir, semen, asbes sama kayu. Aku mau buat warung di halaman depan aku juga mau jual satu kambing lagi nek, buat tambah modal. Kan warungnya Lek Parman jauh dari sekitar sini, Nek. Di sekitar sini ngga ada warung rumahan, cuma ada warung pecel Mbak Lasmi sama bengkel motor Mas Sodri aja."

"Amiinn, nenek Doain semua urusanmu lancar Geng."

"Iya Nek."

"Tapi sisahin buat beli bibit ikan lagi."

"Iya Nek, ngga banyak bibit kayaknya, ikannya banyak yang beranak aku lihat tadi."

Setelah memberi makan semua ikan ikan itu Sugeng kemudian menuju tempat burung burung kenarinya.

Tidak lama kemudian Sodri datang dengan motor RX KINGnya ia sengaja menggeber geberkan motornya.

"Cok...!! suara motormu nakut nakutin burungku, parkir halaman depan aja! Ngapain kamu bawa kesini?" Hardik Sugeng kepada Sodri.

"Hehehehe... manuk (burung) kan ngga punya kuping, geng." Ujar Sodri.

"Punya....!!! Daun telinga yang ngga punya..!!! Ngapain kamu pagi pagi kesini, Mas? Ngga buka bengkel kamu?"

"Nggak... budrek (pusing) aku ribut sama istriku."

"Apa hubungannya sama bengkelmu? Ribut ya ribut, nafkah harus tetap jalan lah, kok libur."

"Males... sepi buka bengkel di kampung kayak begini, mau cari sewa di jalan lintas yang agak rame aku, geng."

"Ya udah cari aja, duitmu kan banyak."

"Asemm....!!! Sawang sinawang (saling memandang) Geng. Kamu lihatnya kayak enak. Aku loh ngga ada tabungan, di tambah ruko kalau yang nyewa tau mau buat buka bengkel pasti di tolak, alesannya lantai sama halamannya kotor kena oli."

1
Tini Nurhenti
se7 geng,kek Q bgt
Tini Nurhenti
lanjut thor
Tini Nurhenti
s7 geng
Tini Nurhenti
hadir thor,nyimak dlu seru thor up nya byk jdi smgat bacanya.😄😄💪💪
bedul: siap, udah 56 bab terjadwal
total 1 replies
Afri
semoga ceritanya bagus .. aku suka yg misteri gini thor
bedul: siap, baca sampe selesai ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!