NovelToon NovelToon
Lima Sekawan Ginza

Lima Sekawan Ginza

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bulan Separuh

"Dunia ini memang nggak adil, Hana. Tapi, malam ini kita yang akan membajak mesinnya."

Kalimat dingin Kaito Fujiwara memecah kesunyian di atap sekolah. Tokyo tahun 2026 telah menjadi penjara bagi mereka yang kalah dalam undian kelahiran. Hana Tanaka, siswi pintar yang menyembunyikan kemiskinannya, harus menghadapi kenyataan pahit saat dana beasiswanya dicuri untuk kampanye politik kotor. Bersama Akane si aktivis digital, Ren sang mantan atlet yang cacat, Yuki si peretas jenius, dan Kaito sang putra politisi yang pemberontak, mereka membentuk aliansi rahasia.

Dari gang gelap Shinjuku hingga pembajakan layar raksasa di persimpangan Shibuya, lima remaja ini mempertaruhkan nyawa untuk meruntuhkan sistem yang bobrok. Di dunia yang diyakini bahwa nasib orang ditentukan sejak lahir, mampukah mereka memutar balik roda takdir? Ataukah mereka hanya akan menjadi tumbal berikutnya dari keserakahan para penguasa? Persahabatan ini adalah satu-satunya senjata mereka dalam melawan ‘gelapnya kota’.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bulan Separuh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10. Guncangan di Jantung Shibuya

Jarum jam di dinding gedung Shibuya 109 bergerak dengan sangat lambat menuju angka dua belas. Angin pagi yang dingin berembus kencang dan menusuk kulit wajah Hana Tanaka yang pucat. Ribuan orang sudah memadati persimpangan jalan paling sibuk di seluruh dunia tersebut. Mereka semua sedang sibuk dengan urusan dan juga pikiran mereka masing-masing.

Hana menarik napas panjang dan menatap layar raksasa yang ada di depannya. Detik-detik yang menentukan nasib mereka berlima akhirnya tiba sekarang juga. Hana bisa merasakan getaran kecil di saku jaketnya yang berasal dari perangkat komunikasi. Yuki Nakamura memberikan isyarat bahwa semua sistem sudah berada dalam kendalinya sepenuhnya.

Tepat pada pukul tujuh pagi, suasana di persimpangan Shibuya mendadak berubah secara total. Layar-layar digital raksasa yang biasanya menampilkan iklan produk mewah tiba-tiba mati serentak.

Orang-orang berhenti melangkah dan menatap ke arah langit dengan perasaan yang sangat heran. Keheningan yang sangat janggal menyelimuti area yang biasanya sangat bising dan riuh itu. Detik berikutnya, layar-layar tersebut kembali menyala dengan warna merah yang sangat mencolok mata.

Data-data mengenai korupsi dana beasiswa muncul dengan ukuran huruf yang sangat besar sekali. Nama-nama politisi dan juga jumlah uang yang mereka curi terpampang secara sangat jelas. Masyarakat mulai mengeluarkan ponsel mereka dan mulai mengambil foto serta video kejadian tersebut.

Suara statis terdengar sejenak dari pengeras suara kota yang tersebar di seluruh area. Hana Tanaka menarik masker medisnya dan mulai berbicara melalui mikrofon kecil yang tersembunyi. Suaranya menggema dengan sangat lantang dan juga sangat penuh dengan emosi yang mendalam.

Dia menceritakan tentang penderitaan para siswa yang hak pendidikannya telah dirampas secara paksa. Hana menyebutkan bahwa sistem gacha kehidupan adalah sebuah kebohongan yang diciptakan penguasa. Dia mengatakan bahwa kemiskinan bukanlah sebuah takdir yang harus diterima secara pasrah saja. Ribuan pasang mata kini tertuju pada sosok gadis kecil yang berdiri di tengah persimpangan.

"Kami adalah manusia dan kami menolak untuk menjadi angka dalam permainan kalian," tegas Hana.

Massa remaja yang sudah berkumpul sejak tadi mulai bergerak secara bersama-sama sekarang. Mereka melepaskan jaket mereka dan menunjukkan pita hitam yang terikat di lengan kanan.

Suasana yang awalnya tenang berubah menjadi sebuah aksi unjuk rasa yang sangat masif. Para remaja itu mulai meneriakkan slogan-slogan keadilan dengan suara yang sangat bergemuruh tinggi. Mereka membentuk barisan yang sangat rapi dan mulai menutup akses jalan utama di Shibuya.

Hana merasa haru melihat begitu banyak orang yang ternyata mendukung perjuangan kelompok mereka. Dia menyadari bahwa benih keberanian yang dia tanam telah tumbuh menjadi pohon yang kuat.

Ketenangan aksi protes tersebut tidak berlangsung lama karena sirine polisi mulai terdengar mendekat. Puluhan mobil van hitam milik kepolisian pusat mulai mengepung area persimpangan dari segala arah.

Pasukan anti huru-hara turun dengan mengenakan seragam lengkap dan juga membawa perisai baja. Mereka membentuk barisan barikade untuk mencoba membubarkan kerumunan massa yang semakin banyak. Ren Ishida segera bergerak ke posisi paling depan untuk melindungi Hana dan juga Akane.

Dia menatap para petugas dengan tatapan mata yang sangat tajam dan juga penuh kewaspadaan. Ren tahu bahwa situasi ini akan segera berubah menjadi sebuah kerusuhan yang sangat berbahaya.

Polisi mulai memberikan peringatan melalui pengeras suara agar massa segera membubarkan diri sekarang. Namun para remaja tersebut tetap berdiri diam dan tidak menunjukkan rasa takut sedikit pun. Mereka justru duduk bersila di atas aspal jalanan yang dingin sebagai bentuk protes damai.

Tindakan ini membuat pihak kepolisian merasa sangat tertekan karena sorotan kamera warga sangat banyak. Akane Sato terus melakukan siaran langsung melalui akun media sosial miliknya dengan sangat tenang.

Dia memperlihatkan kepada dunia betapa represifnya tindakan pemerintah terhadap aspirasi para remaja. Jutaan orang di seluruh dunia mulai memberikan komentar dukungan secara langsung di internet.

Tiba-tiba, seorang petugas memberikan perintah untuk menembakkan gas air mata ke arah massa. Asap putih mulai memenuhi udara di persimpangan Shibuya dalam waktu yang sangat singkat sekali.

Orang-orang mulai berlarian dengan panik karena mata mereka terasa sangat perih dan juga panas. Suasana menjadi sangat kacau karena suara teriakan dan juga suara tangisan terdengar di mana-mana. Ren Ishida segera menarik tangan Hana dan mengajaknya untuk segera mencari tempat yang aman.

Dia menggunakan kain basah untuk menutupi hidung dan juga mulut Hana agar tidak pingsan. Mereka harus tetap berada di area terbuka agar tidak terinjak-injak oleh massa yang panik.

Dari atap gedung komersial yang tinggi, Kaito Fujiwara terus mengarahkan lensanya ke bawah. Dia merekam setiap momen kekerasan yang dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap teman-temannya tersebut.

Kaito melihat ayahnya sedang memberikan instruksi melalui telepon di layar televisi helikopter berita. Dia merasa sangat sedih melihat ayahnya lebih memilih kekuasaan daripada keselamatan rakyatnya sendiri. Kaito segera mengirimkan rekaman video mentah tersebut ke server pusat yang dikelola oleh Yuki.

Dia ingin memastikan bahwa bukti kekerasan ini tidak akan pernah bisa dihapus oleh pemerintah. Kaito meneteskan air mata saat melihat Hana terjatuh di tengah kepulan asap gas air mata.

"Ayah, kau sudah kalah karena kau tidak pernah memiliki hati nurani," bisik Kaito sendirian.

Kaito menyadari bahwa posisinya di atas gedung mulai terdeteksi oleh drone pengintai milik polisi. Dia segera mengemasi peralatannya dan mulai bergerak menuju pintu keluar darurat di atap. Dia harus segera bergabung kembali dengan tim untuk melakukan tahap pelarian yang terakhir.

Kaito menggunakan tali pendaki untuk turun ke lantai bawah melalui celah ventilasi gedung yang sempit. Dia bergerak dengan sangat cepat karena dia tidak ingin tertangkap oleh unit intelijen negara.

Keberanian Kaito telah memberikan sudut pandang visual yang sangat kuat bagi perjuangan mereka hari ini. Dunia kini memiliki bukti yang tidak terbantahkan mengenai kejahatan rezim yang sedang berkuasa.

Ren Ishida terpaksa harus menggunakan keahlian bela dirinya saat beberapa petugas mencoba menangkap Hana. Dia menangkis serangan tongkat pemukul dengan tangan kosong dan melakukan gerakan bantingan yang cepat.

Ren tidak memiliki niat untuk melukai para petugas tersebut secara sengaja atau pun fatal. Dia hanya ingin memberikan ruang bagi Hana agar bisa melarikan diri menuju arah stasiun. Gerakan kaki Ren masih terlihat sangat lincah meskipun lututnya mulai terasa sangat nyeri kembali.

Dia terus memberikan perlindungan fisik yang sangat luar biasa bagi seluruh anggota timnya. Hana menatap punggung Ren dan merasa sangat bersyukur memiliki sahabat yang sangat setia.

Akane Sato terus berteriak memberikan instruksi kepada massa agar tetap tenang dan tidak terprovokasi. Dia ingin mempertahankan citra aksi damai agar pemerintah tidak memiliki alasan untuk menembak.

Akane menyadari bahwa opini publik adalah senjata utama mereka dalam pertempuran yang sangat tidak seimbang ini. Dia melihat beberapa fotografer internasional mulai datang dan mengambil gambar kejadian di lapangan. Ini adalah tanda bahwa isu gacha kehidupan sudah menjadi perhatian besar bagi dunia internasional.

Akane merasa sangat lelah tapi dia terus memaksakan dirinya untuk tetap berdiri tegak. Dia adalah komandan lapangan yang harus tetap terlihat kuat di depan ribuan pengikutnya.

Yuki Nakamura yang berada di dalam van mulai merasa sangat panik karena sistemnya diserang balik. Tim peretas pemerintah mulai melakukan serangan penolakan layanan atau DDoS ke arah server miliknya.

Yuki harus bekerja ekstra keras untuk mengalihkan lalu lintas data ke jalur cadangan yang aman. Dia berkeringat dingin karena jika sistem ini mati, maka suara Hana tidak akan terdengar lagi. Yuki memasukkan kode-kode perlindungan baru yang dia ciptakan secara spontan pada saat itu juga.

Dia merasa sedang bertarung di dalam sebuah labirin digital yang sangat luas dan juga gelap. Namun dia tidak akan menyerah karena dia tahu teman-temannya sedang mempertaruhkan nyawa di luar.

Situasi di Shibuya semakin tidak terkendali karena polisi mulai menggunakan mobil meriam air sekarang. Pancaran air bertekanan tinggi menghantam tubuh para remaja hingga mereka terpental ke atas aspal.

Hana Tanaka mencoba untuk bangkit kembali tapi kakinya terasa sangat lemas dan juga gemetar. Ren segera menggendong Hana di punggungnya dan mulai berlari menuju arah gang sempit di samping gedung.

Akane mengikuti dari belakang sambil terus memegang ponselnya yang masih menyiarkan video secara langsung. Mereka harus segera mencapai titik penjemputan sebelum seluruh area Shibuya ditutup secara total oleh tentara. Suara helikopter polisi terdengar sangat bising tepat di atas kepala mereka semua sekarang.

Mereka berhasil mencapai sebuah pintu kecil yang menuju ke ruang bawah tanah sebuah pusat perbelanjaan. Kaito sudah menunggu di sana dengan napas yang terengah-engah dan juga wajah yang sangat kotor.

Mereka segera masuk ke dalam dan mengunci pintu besi tersebut dengan sangat rapat sekali. Suara keributan di luar terdengar semakin menjauh namun ketegangan di dalam ruangan tetap sangat tinggi. Hana mengatur napasnya yang sesak dan mencoba untuk melihat kondisi teman-temannya yang lain.

Mereka semua selamat meskipun pakaian mereka sudah basah kuyup dan juga robek di beberapa bagian. Hana merasa sangat lega karena tidak ada satu pun dari mereka yang tertangkap oleh polisi.

"Kita sudah melakukan tugas kita dengan sangat baik hari ini," ujar Hana dengan suara lirih.

Mereka duduk bersandar di dinding beton yang dingin sambil mencoba untuk mengumpulkan tenaga kembali. Yuki memberikan informasi melalui perangkat telinga bahwa video aksi mereka sudah ditonton oleh seratus juta orang.

Dukungan internasional mulai mengalir dari berbagai negara yang menuntut transparansi dari pemerintah Jepang. Perdana Menteri dikabarkan sedang melakukan rapat darurat untuk menanggapi tuntutan para remaja tersebut. Keberhasilan aksi di Shibuya ini merupakan sebuah tamparan keras bagi para penguasa yang korup.

Gacha kehidupan kini bukan lagi sebuah sistem yang tidak bisa diganggu gugat oleh rakyat kecil. Mereka telah membuktikan bahwa persatuan dan juga kejujuran adalah kekuatan yang sangat luar biasa.

Cahaya lampu neon di ruang bawah tanah tersebut mulai berkedip-kedip karena ada gangguan listrik. Hana menatap wajah teman-temannya satu per satu dengan perasaan sayang yang sangat mendalam sekali.

Mereka adalah lima orang asing yang dipertemukan oleh nasib buruk di atap sekolah menengah. Namun, sekarang mereka adalah sebuah keluarga yang sudah berjuang bersama di tengah badai besar. Hana menyadari bahwa masa depan mereka tidak akan pernah sama lagi setelah kejadian hari ini.

Mereka mungkin akan menjadi buronan untuk waktu yang cukup lama di negara mereka sendiri. Namun, mereka memiliki satu hal yang tidak dimiliki oleh para penguasa yaitu sebuah integritas.

Ren Ishida mulai memeriksa luka-luka ringan yang ada di tubuh teman-temannya dengan sangat teliti. Dia memberikan air minum dan juga beberapa potong cokelat untuk mengembalikan energi mereka yang hilang.

Kaito Fujiwara menunjukkan hasil rekaman fotonya yang terlihat sangat dramatis dan juga sangat kuat. Foto Hana yang sedang berdiri tegak di tengah asap gas air mata menjadi gambar yang ikonik. Foto itu akan menjadi simbol perlawanan remaja di seluruh dunia terhadap ketidakadilan sistem sosial.

Hana tersenyum kecil melihat foto tersebut dan merasa bahwa perjuangannya tidak sia-sia sama sekali. Dia telah berhasil mengubah rasa malunya menjadi sebuah kekuatan yang bisa menggerakkan ribuan orang.

Malam mulai turun menyelimuti kota Tokyo yang masih dalam keadaan siaga satu pasca kerusuhan tersebut. Lima remaja itu bersiap untuk berpindah ke tempat persembunyian berikutnya yang sudah disiapkan Yuki.

Mereka akan terus memantau perkembangan situasi politik melalui jaringan internet yang sangat rahasia. Perjuangan mereka masih sangat jauh dari kata selesai karena proses hukum baru saja dimulai sekarang. Namun, mereka sudah memiliki modal yang sangat kuat yaitu kepercayaan dari masyarakat luas di Jepang.

Cahaya harapan mulai terlihat menyelinap di antara celah gedung-gedung tinggi yang ada di Shibuya. Hari ini adalah hari di mana gacha kehidupan akhirnya berhasil dikalahkan oleh sebuah keberanian anak muda.

1
Filan
sudahlah Hana. Persahabatan tidak bisa dimulai dengan kebohongan. Lagipula pura-pura kaya itu sulit dibanding orang kaya pura-pura miskin.
Three Flowers
aduh kasihan... gak kebayang gimana malunya saat perut berbunyi. Terima saja Hana, lagian juga sudah ketahuan kalo kamu lapar🤣
Three Flowers
Karena di sekolah elit, kemiskinan adalah hal yang sensitif. Kalau ketahuan bisa dibully, ya..
Filan
ga dapat mbg dia?
Filan
duh kasihan. Tokyo kota mahal /Grimace/
PrettyDuck
iya sihh. takutnya nanti mereka dicap radikal.
akane mungkin gak terlalu terdampak, tapi hana kan bergantung sama beasiswa untuk sekolah.
PrettyDuck
tapi akane ini peduli loh sama keadaan negaranya
PrettyDuck
yaiyalahh. mereka gak terdesak.
masa depan mereka udah di setting semulus jalan tol
Mentariz
Ya ampun mirisnya 🥲
Mentariz
Bagus, gak usah gengsi, isi perut itu nomor satu 👍
Mentariz
Udah terima aja rotinya, han, lumayan loh
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
perut memang tidak bisa diajak kompromi. dia terlalu jujur, karena memang dia butuh asupan
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
tengah hari, lagi puasa. tentu lapar lah 🤭
˚₊· ͟͟͞͞➳❥𝐋𝐢𝐥𝐲 𝐕𝐞𝐲༉‧₊⁴.
Kayak kondisi dimana yaaa/Doge/
negara defisit, pajak dinaikin, yang kaya tambah kaya, yang miskin tambah miskin😂, si hana juga, kemiskinan bukan aib, jangan terlalu takut dulu, dia pasti ngiranya ga ada yang mau temenan sama dia kalo tau dia miskin🤭😭
-Thiea-
Akane gak mungkin ngejauhin Hana kan.. secara dia vokal banget sama urusan politik. dia kan juga pengen bantu orang-orang susah untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak..
-Thiea-
beruntung Hana punya teman kayak akane.. dia sangat perhatian .🥹
Miu Nuha.
dimana2 keadaan itu sama ya 😫
,, entah gaji rendah, pajak naik, barang2 mahal, kritik masyarakat... bahkan sirkel pertemanan yg canggung karena perbedaan ekonomi...
,, tapi buat Akane, semoga kamu bisa menjadi sahabat terbaik buat Hana 😌👍
😾🍟 𝒾Ř𝓪 𝐌𝐀ү𝓪 🐚
suka banget sama ceritanya. salut buat Hana. keren! tx kak bulan udah nulis cerita ini
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Semangat Kaito 💪🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Semoga akan menjadi sejarah yang baru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!