Charlotte, gadis yatim piatu ini tiba-tiba ditemukan oleh keluarganya dan dibawa pulang ke kerajaan Matahari, tempat kelahirannya. Alih-alih bahagia setelah ditemukan oleh keluarganya, gadis empat belas tahun justru mengalami kehidupan yang menyedihkan dibandingkan kehidupannya sebelumnya, sebagai tuna wisma di kerajaan cosmos dimana dia tinggal sebelumnya karena tak memiliki kekuatan dalam tubuhnya sehingga dianggap sampah dan aib bagi keluarganya.
Untungnya, ketika tengah berada diambang maut, ia tak sengaja bertemu dengan penyihir Beatrix yang juga mengalami nasib sama sepertinya.
Penyihir Beatrix yang tak ingin meninggal sia-sia dan ingin ada yang membalaskan dendamnya, memilih Charlotte sebagai orang yang dia warisi semua kekuatan hebat didalam tubuhnya.
Setelah diwarisi kekuatan dari penyihir Beatrix, bagaimana kehidupan Charlotte selanjutnya?
Apakah ia mampu mengubah garis takdirnya?
Ikuti semua kisahnya dalam cerita ini
Happy Reading...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AWAL PERUBAHAN
Charlotte de Fleur merupakan putri bungsu dari Duke Aslan de Fleur dan Dunchess Ariana de Fleur yang telah menghilang sejak usia satu tahun dan baru ditemukan tiga bulan kemarin secara tak sengaja di kerajaan Cosmos ketika Dunchess Ariana tengah berkunjung kesana.
Melihat gadis muda berusia empat belas tahun yang memiliki wajah mirip dengannya, Dunchess Ariana yang merasa memiliki ikatan batin dengan gadis itupun segera melakukan tes darah dan hasilnya, gadis berusia empat belas tahun itu memang putrinya yang telah hilang dan dicarinya selama ini.
Putri yang hilang di culik ketika keluarga kecil mereka tengah berkunjung ke kerajaan Bintang, untuk menghadiri pernikahan sang putra mahkota kerajaan tersebut, pada waktu itu.
Sayangnya, kebahagiaan keluarga de Fleur harus terusik ketika mengetahui jika sang putri yang sangat dirindukan oleh semua orang tersebut tak dapat membangkitkan kekuatan apapun dalam tubuhnya.
Di dunia ini, orang yang tak bisa membangkitkan kekuatan dalam tubuhnya dianggap sampah dan aib keluarga sehingga niat keluarga de Fleur untuk membuat pesta perkenalan sang putri, agar semua orang di kerajaan Matahari bisa mengetahui identitasnya, terpaksa di undur untuk waktu yang tak bisa dipastikan sambil mereka mencari cara agar kekuatan dalam diri putri bungsu mereka bisa bangkit dan tak membuat kelurga besar de Fleur malu.
Namun sekeras apapun kabar tersebut berusaha di tutup-tutupi, bangsawan di ibukota kerajaan Matahari pada akhirnya tahu juga mengenai sosok putri sampah yang baru saja di temukan itu.
Bahkan wajah sang putri bungsu keluarga de Flour yang baru ditemukan juga ikut tersebar, membuat Duke Aslan dan Dunchess Ariana merasa cemas, takut sang anak akan mendapatkan perundungan di masayarakat sehingga mereka pun melarangnya untuk keluar dari kediaman demi keselamatannya.
Untuk Duke Aslan dan Dunchess Ariana sendiri sebenarnya tak mempermasalahkan kekurangan yang dimiliki putri mereka, selama Charlotte menjalani hidup dengan baik itu sudah lebih dari cukup.
Tapi hal itu tak berlaku pada yang lainnya, terutama para pelayan yang menganggap jika gadis yang baru saja dibawa pulang itu tak seharusnya ada karena keberadaannya dianggap telah mencoreng nama besar keluarga de Fleur yang terkenal akan kekuatan hebatnya sehingga pihak kerajaan sangat menghargainya.
Kedua kakak lelaki Charlotte pun merasa tak puas sehingga mengabaikan keberadaan gadis itu karena keberadaannya dianggap sebagai aib yang seharusnya dihilangkan, tapi sayangnya kedua orang tua mereka terlihat begitu melindungi sang adik yang baru ditemukan itu sehingga mereka tak bisa berlaku terlalu kejam terhadapnya.
Karena baru ditemukan dan tak menjalani kehidupan yang baik, tubuh Charlotte sangat kurus dan ringkih sehingga mudah untuk dijadikan bulan-bulanan para pelayan.
Apalagi Charlotte tak memiliki kekuatan apapun sehingga ia bisa dengan mudah di tindas oleh semua orang yang rata-rata memiliki kekuatan meski itu hanya ditingkat dasar.
Charlotte yang baru datang dan tak ingin menyinggung semua orang berusaha menahan semua hal buruk itu seorang diri.
Tapi sangat disayangkan gadis itu tak dapat menahan siksaan yang terus dilakukan oleh para pelayan di Kediaman de Fleur yang kerap memperlakukannya seperti seorang budak yang selalu mendapat perlakuan kasar dan semena-mena.
Tindakan para pelayan itu tak pernah diketahui oleh Duke Aslan serta Dunchess Ariana karena kedua kakak laki-laki Charlotte, yang merasa kecewa dan malu memiliki adik yang tak berguna seperti itupun selalu berusaha menutupi perbuatan buruk pelayan di Kediaman de Fleur hingga malam naas itu pun terjadi.
Charlotte yang tak tahan disiksa pun jatuh tak sadarkan diri bersimbah darah ketika salah satu pelayan tanpa sengaja membuatnya terjatuh hingga kepalanya terantuk sudut meja hingga berdarah dan pingsan.
Takut Charlotte mati di kamarnya, para pelayan yang di komandoi oleh Samantha, pelayan senior yang didapuk sebagai pelayan pribadi Charlotte oleh Dunchess Ariana, seorang pelayan yang selama ini bermimpi agar putri semata wayangnya menjadi bagian dari Keluarga de Flour memerintahkan tiga pelayan yang dibawanya malam ini untuk membully Charlotte, membuang tubuh Charlotte yang lemah akibat kehabisan darah ke hutan melalui pintu belakang yang minim penjagaan.
Saat ini, diwaktu yang sama, begitu Charlotte yang tak sadarkan diri dibuang begitu saja di tepi hutan, seorang penyihir kegelapan bernama Beatrix tengah berlari sambil memegangi dadanya yang terasa sangat sakit dan beberapa kali memuntahkan darah segar dari mulutnya akibat dikejar oleh para penyihir suci yang berhasil melemahkannya.
“Sial! Aku lengah! Aku tak menyangka jika mereka akan melakukan cara kotor untuk menyingkirkanku”, gumannya penuh amarah.
Beatrix yang merasa jika nyawanya sudah berada di ujung tanduk tanpa sengaja melihat keberadaan Charlotte yang tergeletak di tanah bersimbah darah, secercah harapan dalam hatinya pun muncul.
“Akhirnya, semesta masih berbaik hati mengirimkan bantuan diwaktu yang tepat”, gumannya merasa lega.
Tak memiliki banyak waktu, Beatrix pun segera membuat pola sihir yang mengelilingi tubuh Charlotte, kemudian iapun duduk di tengah-tengah, disamping tubuh Charlotte yang tak sadarkan diri dan segera mentransfer kekuatan tubuhnya kedalam tubuh Charlotte tanpa ijin dan juga tak lupa ia juga memberikan seluruh ingatan yang dimilikinya kepada gadis berusia empat belas tahun itu agar gadis itu bisa membalaskan dendamnya.
Setelah melakukan semuanya dengan sisa kekuatan yang ada dalam tubuhnya kepada gadis yang ditunjuknya secara sepihak sebagai penerusnya, tubuh Beatrix pun perlahan menjadi asap hitam yang langsung membumbung tinggi, menyatu dengan kegelapan malam yang pekat.
Beberapa menit setelah asap hitam yang membawa sosok Beatrix lenyap, Charlotte mulai sadarkan diri.
“Aduh kepalaku!”, adu Cahrlotte setelah terbangun dan merasa sakit yang teramat sangat di kepalanya.
Ingatan terakhir mengenai pembulian didalam kamarnya kembali terulang. Memori tersebut ditumpuk oleh ingatan barus, sebuah ingatan asing yang diberikan Betarix kepadanya.
“Apa ini? ingatan siapa yang ada dalam benakku ini?”, gumannya bingung.
Charlotte yang masih dalam kebingungan setelah mendapatkan ingatan kehidupan Beatrix, spontan bangkit dengan tatapan waspada begitu ia merasakan adanya bahaya disekitarnya.
Kekuatan yang Beatrix berikan kepada Charlotte cukup besar, gadis itu sudah seperti reankarnasi dirinya, dalam versi baru sehingga iapun memiliki kepekaan dan kemampuan sama besarnya dengan penyihir yang sudah berusia ratusan tahun itu.
Merasa ada bahaya yang mengancam, Charlotte yang entah sejak kapan memiliki kemampuan tiba-tiba saja berlari dengan cepat dan segera melompat melewati tembok belakang pembatas kediaman dengan hutan dan segera naik ke lantai dua dimana kamarnya berada, melalui jendela kamarnya yang masih terbuka lebar.
Charlotte yang bisa melompat ke lantai dua dengan mudah membelalakkan matanya.“Wow! Sejak kapan aku menjadi hebat seperti ini?”, gumannya takjub.
“Apakah ini kekuatan yang dimiliki oleh penyihir Beatrix?”, Charlotte kembali berguman sambil mulai memahami apa yang tengah terjadi pada dirinya.
Melihat kamarnya telah kembali bersih dengan posisi seperti sebelumnya, ekspresi penuh kebencian muncul diwajah cantiknya.
Charlotte yang samar-samar mendengar ucapan para pelayan sebelum ia sepenuhnya tak sadarkan diri, merasa sangat marah.
Ia sama sekali tak menyangka jika kedua kakak laki-laki yang baru ditemuinya, tega memperlakukannya seperti itu.
Bukan hanya tak menegur, mereka malah membiarkan sekelompok pelayan membully adik kandung mereka sendiri hingga diperlakukan lebih buruk dari seorang budak oleh sekelompok pelayan rendahan.
Karena kini ia sudah tak lagi lemah setelah mendapatkan limpahan kekuatan dari penyihir Beatrix beserta ingatan milik wanita muda itu yang kaya akan ilmu pengetahuan dan pemahaman yang selama ini tak pernah ia dapatkan, iapun bersumpah akan membalas dendam kepada semua orang yang telah menyakitinya.
Kekuatan dalam dirinya tak muncul bukan merupakan kesalahannya sehingga ia tak terima jika semua hal buruk itu, secara mentah-mentah dibebankan kepadanya.
Hidupnya selama tiga belas tahun, setelah berpisah dengan keluarganya sangatlah menderita. Dan jika setelah ditemukan dan dibawa pulang kerumah ia masih harus kembali menderita, bahkan lebih parah dari kehidupan sebelumnya, Charlotte tak akan sudi sehingga iapun bertekad untuk memutuskan hubungan kekeluargaan dengan kedua orang tua dan keluarganya jika perilaku mereka terhadapnya tetap sama seperti ini.
Kali ini, Charlotte yang sejak kecil terbiasa hidup mandiri tanpa orang tua dan saudara yang melindunginya bertekad untuk pergi jika memang kehadirannya tak diinginkan dalam Kedimana de Fleur.
“Kurasa, besok pagi aku akan pergi menemui Duke Aslan dan memperjelas semuanya. Jika memang mereka semua tak menginginkan keberadaanku maka aku akan pergi. Tiga bulan bukanlah waktu yang sebentar bagiku untuk menahan semuanya dan tindakan kejam para pelayan tadi malam membuatku tersadar sepenuhnya jika keluarga yang dulu sangat kuimpikan tak menginginkanku, maka akupun juga tak akan memaksa dengan tetap bertahan dalam neraka ini”, ujar Charlotte penuh dendam.
Gadis berusia empat belas tahun itu pun segera membersihkan diri agar bisa secepatnya beristirahat.
Luka dikepalanya telah kering dan menghilang setelah kekuatan milik penyihir Beatrix masuk dan menyatu kedalam tubuhnya.
Kini tak ada lagi Charlotte yang lemah dan tertindas, yang ada hanya Charlotte yang kuat, yang penuh dendam dan amarah. Yang akan membalas semua perbuatan buruk orang-orang kepadanya.
Dengan kekuatan besar yang dimilikinya, Charlotte bertekad untuk membahagiakan dirinya sendiri dan tak lagi mengharapkan kasih sayang keluarga yang semu seperti ini lagi.