NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Berondong

Terjerat Cinta Berondong

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Berondong / Crazy Rich/Konglomerat / Keluarga / Komedi
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Noorinor

Lydia tidak pernah menyangka, setelah dipecat dan membatalkan petunangan, ia dicintai ugal-ugalan oleh keponakan mantan bosnya.

Rico Arion Wijaya, keturunan dari dua keluarga kaya, yang mencintainya dengan cara istimewa.

Apakah mereka akan bersama, atau berpisah karena status di antara mereka? ikuti terus kisahnya ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noorinor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Rina yang mengambil ancang-ancang, Lydia yang mengeksekusi. Begitulah kira-kira ungkapan yang tepat.

Jika tadi Rina tidak berhasil menjambak Wulan karena Liam yang terus menghalanginya, Lydia justru bisa melakukannya dengan sangat mudah. Bahkan Arion yang berada di sampingnya tidak cukup cepat untuk mencegahnya.

"Kalau kamu se peduli itu dengan Marvin, kenapa tidak kamu saja yang menemaninya, hah?" tanya Lydia sambil menarik rambut Wulan.

Ia bukan perempuan lemah yang akan diam saja saat disudutkan. Jika diperlukan, ia bisa menggunakan kekerasan seperti sekarang. Lagipula, berani sekali Wulan yang hanya mengetahui sepenggal kisah berkomentar.

"Tidak perlu datang ke sini. Rawat saja Marvin sampai dia sembuh," tambahnya tanpa melepas cengkeraman pada rambut Wulan.

Arion, Rina dan Liam terdiam di tempat masing-masing, mereka tidak percaya Lydia bisa menjambak rambut orang seperti itu.

Wulan berusaha melepaskan tangan Lydia dari rambutnya. Namun, sayangnya cengkeraman itu terlalu kuat.

"Lepas," ucap Wulan, masih berusaha melepaskan rambutnya dari tangan Lydia.

Namun, ternyata tenaga Lydia lebih kuat dari dugaannya. Tangan itu tidak terlepas, meski ia sudah berusaha keras.

"Kamu saja tidak dengar saat saya menyuruh kamu pergi, kenapa sekarang saya harus mendengarkan kamu?" balas Lydia.

Wulan meringis merasakan sakit di kulit kepalanya. Cengkeraman Lydia di rambutnya tidak main-main, bahkan ada beberapa helai yang rontok.

Beruntung, pihak keamanan yang sempat Liam panggil akhirnya datang melerai mereka. Arion, Liam maupun Rina tidak bisa diharapan. Mereka terlalu shock hingga tidak melakukan apa-apa.

"Saya akan membawa dia pergi, Bu. Tolong lepaskan tangan Anda," ucap penjaga keamanan.

Arion, Rina, dan Liam baru bergerak setelah tersadar oleh kehadiran penjaga keamanan. Dengan kerja sama mereka, rambut Wulan akhirnya terlepas dari cengkeraman tangan Lydia.

Arion langsung menarik Lydia ke dalam pelukannya untuk menenangkan perempuan itu. Sementara yang lain fokus pada pelaku keributan.

"Lihat baik-baik wajahnya, pastikan dia tidak pernah datang lagi ke sini," ucap Liam pada penjaga keamanan.

“Baik, Tuan Muda,” ujar penjaga keamanan sebelum membawa Wulan pergi dari sana.

Gedung apartemen tersebut merupakan salah satu properti milik Adhivara Grup, sehingga Liam sangat disegani dan bahkan dipanggil Tuan Muda oleh jajaran staff di sana, termasuk penjaga keamanan.

Setelah kepergian penjaga keamanan dan Wulan, kini perhatian tertuju pada Lydia yang masih berada di pelukan Arion. Perempuan itu sudah terlihat lebih tenang sekarang.

"Apa tangan Kakak sakit?" tanya Arion sambil meraih tangan Lydia yang sudah menjambak Wulan.

Liam dan Rina tidak menyangka Arion justru lebih peduli dengan tangan Lydia setelah perempuan itu menjambak orang lain.

“Tangan Kakak baik-baik saja,” jawab Lydia, lalu mengangkat wajahnya dan menatap laki-laki yang masih memeluknya itu. “Kamu mau kembali ke Adhivara setelah ini?”

Arion membalas tatapan itu. "Iya, aku masih ada kerjaan di Adhivara setelah ini. Kenapa, Kak?"

"Kakak antar kamu makan di lobi saja ya?" ujar Lydia.

Ia mendadak tidak nafsu makan. Namun, ia juga tidak bisa membiarkan Arion kembali ke Adhivara Grup dengan perut kosong, sehingga menyarankan agar laki-laki itu makan di lobi apartemen dan akan menemaninya.

"Terus bagaimana dengan Kakak?" tanya Arion sambil melepaskan pelukannya. "Aku sudah berjanji mengajak Kakak makan di luar."

"Kakak mendadak tidak nafsu makan, jadi kamu saja yang makan. Lagipula, kamu juga harus segera kembali ke Adhivara, kan?" jelas Lydia.

Arion terdiam sesaat sebelum bicara.

“Kakak harus makan. Aku bisa kembali ke Adhivara setelah makan bersama Kakak,” ujarnya. Dari nadanya terdengar bahwa ia tidak terima ditolak.

Rina dan Liam mundur teratur. Mereka tidak ingin menjadi nyamuk di antara dua orang yang sedang jatuh cinta, sehingga memutuskan untuk pergi.

Liam mendapat gosip baru yang bisa ia bahas bersama sahabatnya nanti. Pawang Arion yang galak dan Arion yang memanggil pacarnya Kakak.

***

Arion memperhatikan Lydia yang sedang memakan kue ulang tahun. Tiba-tiba saja perempuan itu ingin memakannya, katanya untuk mengembalikan mood.

Mereka tetap makan siang di luar. Arion mengajak Lydia ke restoran milik Jevan, karena di sana ia bisa memesan kue ulang tahun yang Lydia inginkan.

“Wulan tahu Marvin selingkuh, bahkan sering mengurus selingkuhannya. Bisa-bisanya sekarang dia mengkritikku,” oceh Lydia sambil terus makan.

Arion tidak menyangka Lydia bisa mengomel seperti itu ketika marah. Ia mengira Lydia tidak bisa marah, karena dulu saja perempuan itu pasrah saat dipecat olehnya.

Arion pernah melihat Lydia bertengkar dengan Marvin, namun menurutnya itu reaksi wajar dari seseorang yang kecewa karena terlalu sering diselingkuhi. Berbeda dengan yang sedang ia lihat sekarang.

“Asal kamu tahu, Wulan pernah memesankan hotel untuk Marvin dan selingkuhannya,” ujar Lydia kembali mengoceh.

Kali ini, Arion nyaris tersedak mendengarnya. Ia teringat adiknya yang pernah menjadi selingkuhan Marvin.

Lydia berhenti memakan kuenya sejenak saat melihat Arion terbatuk.

“Kakak dan Marvin tidak pernah melakukannya. Itu sebabnya Marvin selingkuh dari Kakak,” jelasnya, mengira Arion tersedak karena hal itu.

Arion tidak menanggapi. Ia beranjak dari tempat duduknya, lalu mengambil kue ulang tahun yang masih Lydia makan.

“Aku harus menemui Airin. Kakak makan kuenya di mobil saja,” ucapnya sambil menarik tangan Lydia untuk mengajaknya pergi dari sana.

Arion mempercayai Lydia, tapi tidak dengan Airin, karena adiknya itu masih terlalu polos dan mudah terjerumus oleh rayuan Marvin.

Ia berniat pulang dan langsung menanyakan kepada Airin apa saja yang dilakukan adiknya itu selama pacaran dengan Marvin.

“Kenapa? Kamu pikir Airin dan Marvin…”

Lydia menggantungkan kalimatnya karena takut perkataannya itu menyakiti Arion.

Kakinya masih terus melangkah mengikuti langkah lebar Arion sampai mereka tiba di parkiran, meski harus tertatih karena perbedaan langkah mereka.

Arion menyadari itu, dan langsung memperlambat langkahnya. Lydia memakai sepatu hak tinggi sekarang, ia khawatir kaki perempuan itu lecet karena berlarian mengikutinya.

“Maaf… apa kaki Kakak baik-baik saja?” tanyanya, menatap Lydia dengan ekspresi menyesal karena telah menyeretnya.

Lydia tersenyum untuk menenangkan Arion.

"Tidak perlu khawatir, kaki Kakak baik-baik saja."

"Oh ya, kamu bawa saja mobil Kakak. Kamu mau pulang, kan? Biar Kakak naik taksi," lanjutnya mengerti situasi.

Mereka memang ke sana menaiki mobil Lydia. Lydia mengenakan dress, dan Arion tidak ingin paha perempuan itu terlihat orang lain jika harus menaiki motornya.

"Kakak tidak bisa naik taksi," ujar Arion tidak membiarkan Lydia menaiki taksi. Ia yang menjemput Lydia, jadi ia juga yang harus mengantarkannya pulang.

"Tapi kamu memiliki urusan penting sekarang," ucap Lydia mengingatkan. Kemudian ia mengambil kue ulang tahun dari tangan Arion untuk ia bawa bersamanya.

"Kakak juga penting bagiku," kata Arion menahan Lydia yang berniat pergi mencari taksi.

Lydia menoleh dan menatap wajah Arion dengan senyuman di bibirnya.

"Iya, Kakak tahu. Tapi Kakak juga tahu ada yang lebih penting dari Kakak."

Arion tampak tidak terlalu mendengarkannya.

"Masuk ke mobil. Aku akan mengantarkan Kakak," ujarnya, masih tidak membiarkan Lydia pulang sendirian. Apalagi dengan kue ulang tahun yang ada di tangannya.

Lydia menghela napas pelan. Ia tidak membantah, hanya berjalan menuju mobilnya yang terparkir tidak jauh dari sana, lalu duduk di bangku penumpang. Tidak lama, Arion menyusul dan duduk di bangku kemudi.

1
Resa05
ditunggu up nya kak
Resa05
wah makin penasaran nih
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Resa05
semangat up-nya thor!
Reverie Noor: terimakasih ❤
total 1 replies
Resa05
sayang banget cerita bagus kayak gini ga rame, semangat up terus thor!
Resa05: bakal jadi pembaca setia, semoga ceritanya seru terus ya thor
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!