Dylan adalah seorang dokter bedah ilegal. Banyak orang di dunia bawah tanah mengandalkannya ketika ada anggota kelompok mereka yang terluka.
Masa kecilnya begitu kelam, seluruh harta kekayaan ibunya dijual oleh ayahnya untuk membangun sebuah perusahaan. Tapi ternyata, pengorbanan ibunya dibalas dengan pengkhianatan yang sangat menyakitkan.
Setelah ibunya meninggal, ayahnya terpaksa harus membuang Dylan, karena selingkuhannya tidak mau menerima kehadirannya.
Dylan berjanji, suatu hari nanti dia akan membalas perbuatan ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
Dylan yang awalnya ingin menjadi seorang pahlawan, seketika wajahnya memucat. Dia refleks ikut merasa ngilu saat melihat Bianca yang sedang memelintirkan tangan Baron lalu menendang area vi-talnya membuat pria itu meringis kesakitan.
Baron sangat tidak terima dengan perlakuan Bianca kepadanya, dia segera berdiri, menatap Bianca dengan penuh amarah. "Berani sekali kamu memperlakukan aku seperti ini!"
Baron ingin menyerang Bianca, namun dengan cepat Dylan segera menghalanginya, dia menendang perut pria itu dengan keras.
Bugh!
Tubuh Baron terjungkal kembali.
"Brengsek!" Baron mengumpat dengan penuh amarah.
Dia langsung menarik ponsel dari saku celananya, lalu segera mengirim pesan pada seseorang.
Tak lama kemudian, terdengar suara kegaduhan di lantai empat, membuat Bianca dan Dylan terkejut.
Baron pun tersenyum sinis. "Kalian pikir aku main-main dengan ucapanku? Sudah aku katakan, aku adalah penguasa di daerah sini."
Ternyata Baron masih memiliki anak buah yang cukup banyak. Dia sengaja menyuruh mereka untuk mengobrak-abrik semua barang yang ada di mal tersebut.
Banyak para pengunjung menjerit ketakutan, mereka berlarian untuk keluar dari mal.
Bianca semakin geram. "Tapi kamu telah berurusan dengan orang yang salah. Kamu sudah berani mengusikku."
Dylan menghela napas dalam-dalam. Dia tidak boleh membiarkan anak buahnya Baron membuat kekacauan di mal ini, karena itu dia terpaksa menyerah. "Kita bisa selesaikan masalah ini di luar. Jadi jangan membuat kekacauan disini!"
Baron pun tersenyum penuh kemenangan. "Seharusnya dari awal kamu tidak perlu berlagak sok pahlawan dengan mencampuri bisnisku, dokter gadungan."
Baron pun segera mengirim pesan pada anak buahnya untuk berhenti mengobrak-abrik barang di lantai empat. Lalu dia memberikan isyarat pada salah satu anak buahnya untuk menangkap Dylan.
Kedua anak buahnya segera berjalan mendekati Dylan, mereka menangkap pria itu. Dylan memilih pasrah, bukan karena dia menyerah pada mereka. Tapi dia memilih untuk bertarung dengan mereka di luar mal, tidak ingin gara-gara dirinya, merugikan orang lain.
Namun, tiba-tiba terdengar suara sirine mobil polisi dari kejauhan.
Wiuw...
Wiuw...
Wiuw...
Hal tersebut membuat Baron dan anak buahnya menjadi panik.
"Sial! Ada polisi!"
Ternyata diam-diam Bianca menekan tombol panggilan pada ponsel di saku roknya, lalu terhubung dengan Asisten Fara. Sehingga, Asisten Fara bisa mendengar percakapan Bianca dengan para gangster itu.
Menyadari sang nona muda sedang dalam situasi berbahaya, Asisten Fara segera menelpon polisi dan memanggil security.
Kemudian terlihat beberapa security keluar dari lift, mereka berlarian untuk menangkap Baron dan anak buahnya.
Baron dan anak buahnya memutuskan untuk segera melarikan diri. Mereka terpaksa harus melepaskan Dylan.
Tapi Dylan tidak akan membiarkan Baron melarikan diri begitu saja. Dia segera menendang punggung Baron dengan keras, membuat Baron terjungkal. Sedangkan anak buahnya sudah melarikan diri melewati tangga darurat.
Baron mendesis kesal. "Ternyata kamu masih tidak ada kapoknya mencari gara-gara dengan ku!"
Baron yang hendak berdiri, dia dibuat tumbang kembali saat Dylan menendang wajahnya.
Bugh!
Mulut Baron mengeluarkan darah, dia semakin meradang.
"Orang sepertimu memang tidak boleh dibiarkan berkeliaran bebas," ucap Dylan sambil tersenyum sinis. Dia tidak ingin lagi ada anak-anak yang menjadi korban penculikan seperti dirinya.
Tak lama kemudian empat security datang, mereka segera menangkap Baron. Baron yang tengah terluka tak bisa berkutik, dia hanya menatap tajam pada Dylan.
Begitu pula dengan semua anak buahnya Baron di mal tersebut, mereka telah berhasil di tangkap oleh polisi.
...****************...
Setelah situasi aman, Bianca berbicara empat mata dengan Dylan di ruangan direktur, dia memberikan satu lembar kertas pada pria itu, membuat Dylan terkejut melihatnya.
"Itu adalah catatan kerugian yang mal ini dapatkan. Gara-gara kamu, para gangster itu telah merusak toko perhiasan, toko pakaian, dan toko furniture. Total kerugiannya mencapai 500 juta."
Dylan menghela napas dalam-dalam. "Tapi yang merusak itu bukan aku, mereka..."
Bianca memotong perkataan Dylan, "Mereka tidak akan masuk ke mal ini jika seandainya kamu tidak berlari kesini."
Melihat tatapan Bianca yang begitu tajam, membuat Dylan merinding. Dia juga menyadari bahwa semua ini memang berawal kecerobohannya.
Bianca pun memperingatkan, "Aku berikan waktu satu bulan untuk kamu melunasi hutangmu itu."
Dylan memilih untuk pasrah. Dia berharap bisa menemukan cara untuk mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu satu bulan, meskipun hal itu sangat mustahil baginya. Dan dia berharap setelah hutangnya lunas, dia tidak akan berurusan lagi dengan gadis angkuh itu.
Ternyata benar kata Yoga, gadis yang ada di hadapannya itu sangat mengerikan.
Selamat menunaikan ibadah puasa juga yaa buat othor..
Semoga masih diberi kesehatan dan usia yang berkah..
Bisa kagak sih otaknya lempeng dikit biar tetap eling 😅...
Memangnya Bianca mengajakmu ke kamarnya buat ngapain...
Dia sekedar mau bilang jangan sampai salah masuk kamar, kalau nasibmu masih pengen hidup lebih lama Dy 😅😅..
Seru juga kalau dihadirkan pihak ketiga ala khodamnya mereka berdua yang ngereog 😅😅...
Tentu lebih berpengalaman bin friendly 😅😅....
Harap maklum inner child mereka berdua masih terbawa sampai dewasa /Sob/...
Ada satu kepingan puzle tidak sempurna bahkan hilang yang seharusnya melengkapi masa kecil mereka 🤧...
Bagian yang bilang itu baru ditemukan setelah mereka dewasa...
Meski mereka berdua belum menyadarinya...
Enaknya dimulai dari mana dulu Dy 😅...
Dia punya mata lhoo Bi, makanya memanfaatkan kesempatan dalam kelonggaran melihat dirimu 😅😅...
Mbok yang manis gitu lhoohh sama suami 😅...
Ini bukan kisah tentang Cinderella yang kehilangan sepatu kaca /Sob//Facepalm/..
Jangan2 sandal jepitnya jadi mahar juga 😅😅..
Atau malah seserahan untuk mempelai perempuan 😅😅😅😅...
Biar anti mainstream /Sob/...
Buruan pamerin ke Yoga tapi jangan pamer ke Author DF_14 😅...
Buruan tobat giihh sebelum pindah alam /Sob/...
Mumpung masih ada kesempatan dalam kelonggaran...
Dengan tidak memilih Pram sebagai calon menantu, telah menyelamatkan jalan hidup Bianca di masa depan..
Sekaligus melindungi aset Keluarga Antonio 🙌...
Dylan kandidat calon suami yang mendekati kriteria paling sempurna diantara yang lain...
Dan perlu diingat rival terpilih adalah putra kandung semata wayangmu Bob 👌...
Sempatnya jadi stalker ...
Jangan suka ingin tahu urusan orang lain, itu bisa membu-nuhmu 🤸♀️...
Sebatas mantan yang harus dibuang di tempat sampah yee 😝...