NovelToon NovelToon
Air Mata Seorang Istri: Kakakku, Perebut Suamiku

Air Mata Seorang Istri: Kakakku, Perebut Suamiku

Status: tamat
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Teman lama bertemu kembali / Romansa / Konflik etika / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Berawal dari selembar struk pembayaran sebuah tas branded yang harganya mahal, Kirana mencurigai Rafka sudah berselingkuh di belakangnya. Dia pun mulai memantau suaminya secara diam-diam.

Sampai suatu hari Kirana sadar Rafka lebih mengutamakan Kinanti dan putrinya, Ara, dibandingkan dengan dirinya dan Gita, putri kandungnya sendiri.

"Bukannya Mas sudah janji sama Gita, lalu kenapa Mas malah pergi ke wahana bermain sama Ara? Sungguh, Mas tega menyakiti perasaan anak sendiri dan membahagiakan anak orang lain!" ucap Kirana dengan berderai air mata.

"Ma, Papa sudah tidak sayang lagi sama aku, ya?" tanya Gita lirih, menahan isak tangis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Langkah Kirana terburu-buru menyusuri trotoar depan kantor kecamatan. Napasnya sedikit tersengal, bukan semata karena langkah yang dipercepat, melainkan karena pikirannya yang tak kunjung tenang. Sejak pertemuannya dengan Dina dan Meli, kepalanya terasa penuh potongan-potongan kebenaran yang tak lagi bisa ia abaikan.

Jam di ponselnya menunjukkan waktu pulang sekolah hampir tiba. Dia takut Gita dan Ara nekad pulang sendiri jika terlambat menjemput.

“Aku tidak boleh telat menjemput Gita dan Ara,” batinnya, memeluk tas kain yang diselempangkan di bahu.

Saat hendak menyeberang jalan, Kirana melangkah terlalu cepat. Pandangannya tidak fokus ke kanan dan kiri, pikirannya melayang pada wajah Gita yang akhir-akhir ini lebih sering diam. Baru setengah langkah kakinya menapak aspal, suara deru mesin motor yang melaju kencang membuatnya membeku.

“Awasss!”

Semuanya terjadi begitu cepat.

Sebuah motor melintas hanya beberapa senti dari tubuhnya. Angin yang tercipta dari laju kendaraan itu membuat ujung rok Kirana berkibar. Tubuhnya kehilangan keseimbangan, kakinya terpeleset di pembatas jalan.

“Aaaaa!”

Kirana merasa tubuhnya melayang, jantungnya seperti copot dari tempatnya. Dalam sepersekian detik, bayangan terburuk melintas di kepalanya, Gita, Ara, darah, jalanan. Namun, sebelum tubuhnya benar-benar jatuh, sebuah tangan kuat menarik lengannya ke belakang. Kirana terhuyung dan langsung ditarik ke dada seseorang.

“Awas, Ki!” Terdengar suara teriakan yang sarat akan cemas, napasnya berat.

Kirana terdiam, tubuhnya gemetar hebat. Telapak tangannya mencengkeram baju orang yang menolongnya tanpa sadar. Dunia terasa berputar, suara bising jalanan berubah seperti dengungan jauh.

“Kamu tidak apa-apa?” Orang itu memegang kedua lengan Kirana, memastikan tubuhnya berdiri stabil. “Ada yang sakit? Kakimu apa keseleo?”

Kirana mengangkat wajahnya perlahan. Matanya yang masih berkaca-kaca bertemu dengan sepasang mata yang asing tapi juga tidak sepenuhnya asing.

“Alga?” gumamnya lirih.

Algara menatapnya dengan ekspresi campur aduk, ada rasa lega, khawatir, sekaligus heran. “Kamu hampir tertabrak, Ki. Kenapa nyebrang enggak lihat-lihat?”

Kirana mengatur napas, lalu melepaskan genggaman tangannya dari baju Algara. Ia mundur satu langkah, menjaga jarak. “A-ku baik-baik saja.”

Algara masih menelisik tubuhnya dengan cemas. “Bener? Enggak pusing? Enggak nyeri di mana pun?”

“Ya. Aku baik-baik saja,” ulang Kirana, kali ini lebih tegas. Ia menarik sudut bibirnya membentuk senyum tipis yang dipaksakan. “Terima kasih sudah menolong aku.”

Algara menghela napas pelan. “Lain kali hati-hati. Pikiranmu kelihatan sedang ke mana-mana.”

Kirana mengangguk singkat. “Aku harus jemput anak-anak.”

Wanita itu melangkah pergi tanpa menoleh lagi. Namun, Algara tetap berdiri di tempatnya, menatap punggung Kirana yang menjauh dengan sorot mata yang sulit dijelaskan, campuran kekhawatiran dan sesuatu yang lebih dalam, sesuatu yang tidak berani ia beri nama.

Selesai jam sekolah, Gita langsung berlari kecil menghampiri Kirana. Senyumnya mengembang, namun terlihat kelelahan di balik gestur tubuh anak itu.

“Ma!” seru Gita, memeluk kaki Kirana.

Ara menyusul di belakang, wajahnya ceria seperti biasa.

“Mama, hari ini semua nilai ku dapat bintang lima," ucap Gita dengan penuh bangga.

“Putri Mama memang hebat!” puji Kirana.

“Katanya kalau nilai aku bagus semua Mama akan beli es krim, kan?” ucap Gita riang menagih janji.

“Boleh. Tapi, satu, ya?”

“Asyik!" Gita melompat ceria.

Ara ikut menimpali, “Aku juga mau, Tante.”

Kirana mengangguk. “Iya, tapi satu-satu, ya.”

Mereka berhenti di gerobak es krim pinggir jalan. Kirana membeli dua es krim ukuran kecil. Ara langsung cemberut saat menerimanya.

“Kenapa kecil?” protes Ara. “Om Rafka biasanya beliin aku yang besar.”

Kalimat itu jatuh seperti batu ke dada Kirana.

“Kapan Papa beliin kamu es krim?” Gita menoleh cepat ke arah Ara, alisnya mengernyit.

“Kemarin. Terus kemarinnya lagi,” jawab Ara polos. “Kalau Om Rafka datang ke rumah, aku selalu dibawain es krim besar sama banyak snack.”

Gita terdiam. Tangannya yang memegang es krim mengepal pelan. Kirana merasakan tenggorokannya tercekat.

“Om Rafka sering datang ke rumah Ara?” tanya Kirana, berusaha menjaga suaranya tetap netral.

Ara mengangguk antusias. “Sering! Kadang main sama aku juga.”

Kirana menunduk, menelan ludah. Di sampingnya, Gita tidak lagi menyentuh es krimnya. Anak itu menunduk, bahunya turun, wajahnya kehilangan keceriaan.

Hati Kirana terasa teriris. Ia tidak tahu mana yang lebih menyakitkan. Apakah pengkhianatan suaminya atau luka kecil yang mulai tumbuh di hati anaknya.

Sore itu, Rafka pulang lebih cepat dari biasanya. Wajahnya terlihat lelah, tapi matanya langsung mencari Gita begitu masuk rumah.

“Papa!” Gita berdiri dari duduknya.

Rafka tersenyum, lalu berjongkok. “Ah, putri papa.”

Rafka merentangkan kedua tangannya. Dia merasa heran ketika Gita tidak langsung memeluknya.

Anak itu menatap ayahnya ragu, lalu bertanya dengan suara pelan, “Papa, apa benar Papa sering beliin es krim besar buat Ara?”

Rafka tertegun. Senyumnya memudar seketika. Ia melirik Kirana yang sedang melipat pakaian di sudut ruangan. Wajah istrinya datar, tetapi matanya tajam.

“Siapa yang bilang begitu?” tanya Rafka, suaranya sedikit terguncang.

“Ara,” jawab Gita jujur. “Katanya Papa sering datang ke rumahnya.”

Rafka menarik napas dalam-dalam. Ia meraih Gita dan memeluknya erat. “Maafin Papa, ya, Sayang. Kemarin Ara nangis, jadi papa belikan es krim agar berhenti menangis.”

Gita terdiam di pelukan itu. “Papa sayang enggak sama aku?” tanyanya lirih, nyaris berbisik.

Pertanyaan itu menusuk lebih dalam daripada tuduhan apa pun. Baik Rafka atau Kirana, sama-sama merasakan kesedihan Gita.

“Tentu Papa sayang,” jawab Rafka cepat. Ia menangkup wajah Gita. “Papa paling sayang sama kamu.”

Kirana menghentikan aktivitasnya. “Jangan terlalu royal sama anak orang lain,” ucapnya datar tanpa menoleh. “Masa Ara dapat lebih dari Gita yang merupakan anak kamu sendiri, Mas?”

Kalimat itu melayang di udara, berat dan penuh sindiran.

Rafka terdiam. “Aku enggak bermaksud begitu.”

“Kalau enggak bermaksud, ya jangan dibiasakan,” balas Kirana pelan.

Rafka kembali fokus ke Gita. “Sebagai permintaan maaf, gimana kalau hari Minggu nanti kita jalan-jalan?”

Mata Gita langsung berbinar. “Beneran, Pa?”

“Beneran,” sahut Rafka. “Kamu mau ke mana?”

“Timezone!” seru Gita riang.

“Baik. Kita ke Timezone,” kata Rafka sambil memeluk putrinya.

Tawa Gita memenuhi ruangan. Rafka ikut tertawa. Pemandangan itu tampak hangat, terasa sempurna jika saja Kirana tidak tahu kenyataan di baliknya.

Kirana berdiri mematung, dadanya terasa sesak. Ia menatap suami dan anaknya dengan perasaan campur aduk. Bahagia karena melihat Gita tersenyum, sekaligus hancur karena tahu kebahagiaan itu berdiri di atas kebohongan.

“Bagaimana perasaan Gita nanti, kalau semua ini hancur?” batin Kirana, sesak.

Kirana memalingkan wajah, menyeka air mata yang nyaris jatuh. Di dalam hatinya, dia tahu dirinya tidak hanya sedang berjuang untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk hati kecil seorang anak yang belum mengerti arti pengkhianatan. Dan itu jauh lebih menyakitkan daripada luka mana pun yang pernah ia rasakan.

1
Sapna Anah
lgi aki"pengen daun muda sama ituma nidurin anak sendiri malukan jdinya mentang" kaya dan d hormati suka suka hati
Yuningsih Nining
Dasssar si Kinan Curut betina asyeeem masih niatnya goda suami calon anak sambung, Ngeriii Juwabpelakor mu Kinanti
Yuningsih Nining
akhirnya Alga ungkapin juga perasaan jg niat baiknya utk Kirana
Yuningsih Nining
Hugh sampe merinding jg nii
Kirana akhirnya melabuhkan Hidup kedepan ke algara
Gitaaa kaInginan mu terLaksana om Alga bakal jadi ayah sambung mu, smg kedepan hidupmu lebih berwarna jg bahagia
Yuningsih Nining
jangan salahin Kirana, itu kesahan. besar mu ogeb kinan, sukurin kena batunya jg akhir nya
Yuningsih Nining
loe sendiri kunan yang kirim. video busuk menjijikan sm si rafka , bener² picik playing victim pelakor menjijikan
Yuningsih Nining
kinara sbentar mungkin selangkah lg km dapat bukti, hari sabtu si rafka mu keluar dgn suatu alasan pastinya, dia nginep di rmhnkka mu kuntit lah dia Kirana video'in jg buat bukti ke ortu mu jg persidangan
Yuningsih Nining
kamu pasti bisa Kirana tnp si rafka asyeeemm, Kirana ada 2 tmn mu siap buat jadi spion 2 wujud manusia laku iblis rafka suamimu sm. Kka mu kinan
Sapna Anah
basib Kirana ga beda jauh dengan ku bedanya Kirana di selingkui dengan saudaranya klu aku dengan tetangga depan rmh miris bukan😭😭😭
Nova Meteng
mukanya mo taruh dmn??? anak kesayangan bumay
Nova Meteng
sp suruh kamu selingkuh,, apalagi dgn kakak ipar rrrrrrrrrt😡
Nova Meteng
yey syukurlah ketahuan,,buka aib sendiri rasakan dan nikmatilah apa yg kamu buat 😡
Nova Meteng
😡 ini sepertinya kisahku 😡🥺🥺😭?😭
🌸Santi Suki🌸: 🥺🥺🥺🥺🥺
total 1 replies
Nor Azlin
kalau mereka berdua tidak mau mendengarkan mu kamu ikut aja Kirana & tinggal lah sama nya pasti hidup mu akan bahagia biarkan Maya sama Kinati dengan angan-angan nya yang tinggi itu untuk menjadi kaya yah ...kamu akan tau nanti siapa AL yang sebenarnya 😂😂😂 sampai suatu saat nya nanti kamu akan hidup damai bersama AL juga Kirana juga Gita yah ...pokok nya kamu ikut aja Kirana sudah tentu kamu tidak dalam bahaya deh🤭🤭🤭 lanjutkan thor
Nor Azlin
itu pasti bu maya yah ibu nya kirana orang yang paling tidak becus menjadi ibu ...kenapa juga harus ketemu sama si nenek lampir deh 😂😂😂walau pun kenyataan nya dia ibu kandung kirana bagi aku dia seperti ibu angkat bagi kirana nya yah ...semoga di saat kamu bahagia lagi keluarga mu jangan ikut campur lagi deh ...terutama di saat kebahagian kecil akan di bina yah ...semoga berbahagialah Kirana Gita nya lanjutkan thor oh ya thor bagai mana khabar Kinati setelah di pindahkan yah pasti kali ini pun berilah lagi dengan gaya hidup nya yang glamor pasti akan mengait suami orang lagi tu 😏😏😏kali ini kalau dia berilah lagi bencana bagi diri nya deh kalau dia tidak berubah yah dulu adik mu cuman membongkarkan perselingkuhan nya bersama suami adik nya yah kali ini kalau dia berilah pasti kena keroyok ni🤭🤭
Nor Azlin
iya ni sekarang Kirana sudah cerai dari kamu wajar aja lah ada orang lain di samping nya ....tidak kayak kamu dulu masih suami Kirana malah jalan barang Kinati sama anak nya bukan hanya itu kamu sudah menggarap nya sampai kamu puas bersama2 nya yah ingat itu jangan sok pengertian sekarang ini ...ingat bagai mana janji2 kosong yang kamu berikan pada anak mu Gita hati dia hancur kerana kamu bohongi tau sudah nya dia juga tau kenapa kamu tidak jadi menepati janji mu kerana kamu berselingkuh bukan dengan wanita lain melainkan tante nya sendiri kakak kandung ibu nya lho ...kalau aku jadi Gita aku akan abaikan terus ni biar dia tau rasa yah 😂😂😂lanjutkan thor
Nor Azlin
kamu itu bego apa sih katanya orang pintar bukan nya kamu sendiri yang mengirim aib mu sendiri ....kamu pikir kirana akan diam gitu nah terbukti nya semua orang tau tu itu salah mu sendiri yang mengirim video nya pada Kirana kan jadi kamu sendiri yang menjual aib mu pada orang lain Tampa bersusah payah di cari tu😏😏😏berkat kamu terlalu gentel lubang & gatel Tangan jadi berkirim deh aib mu itu ...kamu ingin membuat Kirana mengamuk2 tapi tidak dia memperlihatkan pada keluarga suami nya sendiri lho🤣🤣🤣🤣ayo Kirana jangan nangis2 deh usahamu sudah mendapat rezeki menggunung tu lanjutkan dengan rasa gembira pasti rezeki mu mencanak naik bagai roket deh ...jadi lah pengusaha yang sukses yah aku dukung kamu ...biar banyak uwang & menjadi kaya raya bahagiakan Gita kalau sudah banyak uwang kamu bisa membawa Gita pergi kemana2 aja keluar negeri pun boleh aja tu😄😄lanjutkan thor
Nor Azlin
aku tuntut rumah itu yang kamu duduki sama Rafka itu biar dia memberikan & langsung kasih nama kamu di setifikat rumah nya untuk masa depan Gita yah pasti Rafka mau tu jangan kasih Kinati itu menduduki nya biar dia di tempatnya deh kalau perlu biar Rafka tau siapa yang tulus mencintai nya kan ...lanjutkan thor
Nor Azlin
sudah aku katakan pasti berilah dengan kehilangan itu semua kan ...nanti juga akan memberi alasan juga saat perselingkuhan nya terbongkar kan ...ayo kirana kamu kasih tahu aja deh biar dia terdiam atau atau tidak bukti nyata nya kamu sudah melihat mereka pergi ke hotel pandai2 lah kamu reka biar terkesan nyata kering juga kamu sudah tau lebih dalam lagi biar mati kutu tu si Rafka ...paksa aja mengaku atas nama anak mu Gita pasti mau tu 😂😂😂jangan kalah ekting dari Kinati gatel tu ...lanjutkan thor
Nor Azlin
ayo lah Ki kamu ambil semua nya jangan kasih ada uwang di tabungan nya lagi kamu simpan kan di tabungan peribadi mu itu uwang kamu juga kan namanya pun uwang bersama kamu lagi berhak atas tabungan itu dari si Kinati itu deh bahagian Rakan kan sudah habis di gunakan buat foya2 sama janda kegatalan itu deh 😂😂😂kamu berhak ambil semua pun tidak mengapa biar tau rasa ni ...apa Kinari akan mau sama Rafka lagi kalau keutuhan nya sudah tidak dipenuhi lagi ...aku percaya selagi ada uwang di rekening bersama itu Kinati menempel bagai lintah ...apa cinta nya itu tulus saat uwang tidak ada puii pasti tidak gitu kan ada uwang abang sayang tidak ada uwang abang boleh hilang deh 😂😂😂🤣🤣🤣lanjutkan thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!