NovelToon NovelToon
Variabel Yang Mencari Nilai Sejati

Variabel Yang Mencari Nilai Sejati

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Ketos
Popularitas:296
Nilai: 5
Nama Author: Erna Lestari

Oskar Biru Arkais sorang pemuda yang berusaha mencari arti cinta Sejati,
Dan Si Mahira Elona Luis si Gadis Tomboy yang Tak Pernah Percaya akan Adanya cinta Sejati

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

"Bukan karena rupa,tapi karena caramu membuat senyap,menjadi musik dan udara tiba tiba terasa bergetar lembut setiap kali keberadaanmu singgah"

 

DI JALAN KE SEKOLAH

Mobil Rekai melaju dengan ceria di jalan raya yang mulai ramai. Elona duduk di kursi depan dengan wajah yang masih menunjukkan bekas kemerahan di pipinya, namun sudah lebih rileks setelah mendapatkan dukungan dari keluarga Rekai.

“Elona, kamu tahu nggak?” ujar Rekai dengan suara penuh canda sambil menunjuk ke luar jendela. “Ada orang yang bilang kalau kamu tuh semakin cantik aja setiap hari. Apalagi pas kamu senyum, kayak bintang jatuh dari langit lho!”

Elona langsung memukul bahu Rekai dengan lembut sambil tertawa. “Kamu lagi ngomong apa sih Kak Rekai? Sudah pagi-pagi aja ngomong hal aneh!”

“Bukan omong kosong dong!” balik Rekai dengan senyum menyeringai. “Kalau kamu tidak percaya, tanya aja sama Kalash atau bahkan Pak Ketua. Mereka pasti bilang juga sama!”

Elona hanya bisa menggelengkan kepala sambil terus tertawa. Namun tawa mereka tiba-tiba terhenti saat melihat sosok Biru yang sedang berdiri di dekat gerbang sekolah dengan wajah yang sedikit tegang.

“Waduh, mampus pak ketu,"gumam Rakai dalam hatinya

mobil akhirnya terparkir rapi, Rakai dan Elona Keluar dari mobil ,mereka bercanda ria Rakai dengan sengaja merangkul Elona membuat sang ketos cemburu

DI HALAMAN SEKOLAH

Biru berdiri di halaman sekolah dengan wajah yang semakin tegang. Dia melihat bagaimana Rekai dan Elona berjalan bersama dengan akrab, bahkan terkadang saling tertawa bersama. Perasaan cemburu mulai muncul di dalam hatinya, namun dia berusaha untuk menahannya.

“Pak Ketua, lagi apa tuh?” tanya Kalash yang tiba-tiba muncul di belakangnya. “Kelihatan kayak lagi merenung besar aja.”

Biru segera berbalik dengan ekspresi yang kembali normal. “Tidak ada apa-apa Kalash. Cuma berpikir tentang pekerjaan OSIS yang semakin banyak aja.”

“Ya udah lah Pak Ketua,” ujar Kalash dengan suara penuh canda. “ngga usah bohong kali pak ketu tau banget guee lagi cemburu kan liat Elona sama Rekai yang semakin akrab aja. Kan udah bilang padamu, kalau kamu tidak cepat-cepat mengambil langkah, Elona bakal jadi milik orang lain aja!”

Biru hanya bisa menghela napas. “saya sudah mencoba beberapa kali untuk mengungkapkan perasaanku pada Elona, tapi selalu ada halangan yang muncul. Entah itu dari keluarga, dari Luna, atau bahkan dari Elona sendiri yang terus menjaga jarak.”

“Kalau begitu, kamu harus lebih tegas aja Pak Ketua!” dorong Kalash dengan semangat. “Elona itu anak yang baik dan pantas mendapatkan orang yang bisa menghargainya dengan benar. Kalau pak ketu tidak berani, babang kalish nih bakal yang maju duluan ya!”

Sebelum Biru bisa menjawab, suara peluit guru berkumandang menandakan waktu masuk kelas sudah tiba. Mereka berdua segera bergegas menuju kelas masing-masing, menyisakan Biru yang masih berdiri dengan wajah yang penuh perjuangan.

 

DI KELAS XI IPS 2

Elona duduk di tempat duduknya dengan wajah yang semakin ceria. Dia baru saja selesai membantu teman-teman menyelesaikan tugas kelompok dan kini sedang membaca buku pelajaran dengan fokus.

“Elona, kamu tahu nggak?” ujar salah satu teman sekelasnya dengan suara rendah. “Ada kabar kalau Pak Ketua Biru bakal jadi bagian dari acara pramuka kita minggu depan. Katanya dia mau membantu mengatur segala sesuatunya agar lebih lancar.”

Elona hanya mengangguk tanpa menghiraukan perkataan teman tersebut. Dia sedang sibuk dengan pikiran tentang bagaimana cara menyelesaikan semua masalah yang terjadi padanya. Namun tiba-tiba, pintu kelas terbuka dan masuklah Biru dengan wajah yang semakin tegas.

“Permisi, Bu Guru,” ujar Biru dengan sopan. “Ada sesuatu yang perlu saya sampaikan pada seluruh siswa kelas ini.”

Guru kelas mengangguk dengan senyum. “Silakan saja Nak Biru. Kita semua siap mendengarkan apa yang kamu mau katakan.”

Biru berdiri di depan kelas dengan sikap yang mantap. “Saya ingin memberitahu bahwa mulai hari ini, saya akan lebih sering membantu dalam kegiatan pramuka dan juga dalam pengelolaan acara sekolah. Saya berharap dengan adanya partisipasi saya yang lebih aktif, semua kegiatan bisa berjalan dengan lebih lancar dan tidak ada lagi masalah yang terjadi seperti sebelumnya.”

Setelah itu, dia menoleh ke arah Elona dengan ekspresi yang lebih lembut. “Terutama untuk kamu, Elona. Jangan pernah ragu untuk mencari bantuan jika ada kesulitan ya.

Elona hanya bisa mengangguk dengan senyum yang sedikit malu. Dia merasa hati semakin terasa hangat setiap kali melihat sosok Biru yang selalu ada untuknya. Namun dia tetap berusaha untuk menjaga jarak agar tidak ada kesalahpahaman lagi.

 

DI HALAMAN SEKOLAH SAAT ISTIRAHAT

Suasana halaman sekolah ramai dengan suara bercanda dan tertawa. Biru sedang berjalan menyusuri lorong dengan langkah yang mantap. Tiba-tiba dia melihat Elona yang sedang berbicara dengan Rekai dan Kalash di dekat taman kecil.

Tanpa berpikir panjang, Biru mendekat dengan langkah yang semakin cepat. “Elona, ada sesuatu yang perlu saya bicarakan denganmu,” ujarnya dengan suara yang sedikit terengah-engah.

Elona menoleh dengan wajah yang sedikit terkejut. “Ada apa Pak Ketua? Apakah ada masalah lagi?”

Biru menggelengkan kepala dengan cepat. “Tidak ada masalah Elona. Cuma ingin bilang kalau kamu harus lebih hati-hati aja. Jangan sampai ada hal lain yang terjadi padamu ya.”

Sebelum mereka bisa berbicara lebih jauh, suara bell kelas g terdengar lagi menandakan waktu istirahat sudah berakhir. Mereka berdua segera bergegas menuju kelas masing-masing, menyisakan rasa ingin tahu yang semakin besar di hati Elona tentang apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh Biru.

Di sisi lain, Luna yang sedang melihat dari kejauhan dengan ekspresi yang semakin marah melihat bagaimana Biru dan Elona bisa begitu akrab. Dia menggeram dalam hati dan bertekad untuk tidak menyerah sebelum mencoba segala cara yang mungkin untuk mendapatkan cinta Biru.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!