"Jika dunia membuangmu, ingatlah ada satu orang yang akan menghancurkan dunia demi menjemputmu kembali."
Bagi Kyrania Ruella, masa kecil di desa Sukamaju adalah satu-satunya memori indah yang tersisa. Di sana ada Herjuno Allegra, bocah dekil pembawa ketapel yang selalu melindunginya dari nyamuk hingga anak-anak nakal. Namun, takdir memisahkan mereka secara paksa saat Kyra diseret kembali ke kota oleh ayahnya yang serakah. Hidup Kyra bak di neraka. Menjadi istri dari Nathan Sagara, pria kaya yang patriarki dan pelit, Kyra diperlakukan lebih rendah dari pelayan. Ia terjebak dalam pernikahan hampa, bahkan nyaris dijual oleh suaminya sendiri demi menutupi hutang keluarga.
Di saat Kyra nyaris menyerah pada hidupnya, Juno kembali. Namun, ia bukan lagi bocah desa pembawa ketapel. Ia kini adalah Herjuno Allegra, pewaris tunggal kerajaan bisnis raksasa yang dingin, berkuasa, dan sangat protektif.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aroma Kesetiaan dan Minyak Angin
Setelah drama di butik perhiasan tadi, Juno membawa Kyra ke lobi sebuah hotel mewah yang masih berada di kawasan yang sama. Juno tampak sibuk memeriksa ponselnya, menunggu kabar dari asistennya tentang kedatangan orang tuanya yang ia kira masih dalam perjalanan dari bandara.
"Jun, aku ke toilet sebentar ya," pamit Kyra.
"Jangan lama-lama, Ra. Nanti aku kangen," goda Juno dengan kedipan mata yang membuat Kyra tersenyum kecil.
Di dalam toilet eksklusif hotel berbintang lima itu, Kyra baru saja mencuci tangannya saat ia mendengar suara bentakan dari salah satu sudut dekat cermin rias.
"Aduh, Nenek! Bau apa ini? Kampungan sekali! Ini hotel internasional, bukan panti jompo di kampung!" seru seorang petugas kebersihan dengan wajah penuh penghinaan, sambil mengibas-ngibaskan tangannya di depan hidung.
Kyra menoleh. Di sana, seorang wanita paruh baya yang tetap terlihat anggun meski mengenakan pakaian yang tidak terlalu mencolok, sedang memegang botol kecil minyak angin. Wajah wanita itu tampak terkejut dan sedikit terluka.
"Maaf... Saya pusing, jadi saya pakai ini sedikit di pelipis..." ucap wanita itu dengan suara lembut.
"Tetap saja bau! Tamu-tamu lain nanti protes. Kalau mau pakai minyak angin murah begitu, jangan di toilet ini, Nek! Pergi sana ke pasar!" petugas itu terus mengomel, bahkan ia mulai mengambil semprotan pengharum ruangan dan menyemprotkannya secara kasar di sekitar wanita itu.
Darah Kyra mendidih. Ia teringat ibunya yang juga sering dihina. Dengan langkah tegas, Kyra menghampiri petugas itu dan langsung merebut semprotan pengharum ruangan dari tangannya.
"Cukup!" bentak Kyra. Matanya berkilat tajam. "Kamu ini petugas kebersihan atau petugas penghina tamu? Apa hak kamu bicara begitu?"
"Tapi Mbak, bau minyak angin ini bikin pusing, kampungan banget—"
"Kampungan?" Kyra memotong kalimatnya dengan nada dingin yang meniru gaya Juno. "Minyak angin ini aromaterapi khas Indonesia. Ini kekayaan budaya kita. Tidak ada yang salah dengan bau ini. Bahkan jauh lebih segar daripada bau pengharum ruangan kimia yang kamu semprotkan sembarangan ini!"
Kyra merogoh tas tangan mahalnya yang baru saja dibelikan Juno, lalu mengeluarkan sebuah botol minyak angin yang sama persis. "Lihat? Aku juga pakai. Apa aku juga kamu anggap kampungan? Apa kamu mau mengusirku juga?"
Petugas itu terdiam, nyalinya menciut melihat Kyra yang memakai perhiasan mewah dan pakaian dari butik ternama. "M-maaf, Mbak... saya tidak tahu..."
"Minta maaf pada beliau, bukan padaku!" perintah Kyra mutlak.
Setelah petugas itu meminta maaf dengan gemetar dan pergi, Kyra segera merangkul bahu wanita paruh baya tadi. "Ibu tidak apa-apa? Jangan didengarkan ya, Bu. Orang seperti itu memang tidak punya tata krama. Mari, saya gandeng keluar."
Wanita itu, yang ternyata adalah Nyonya Sarah Allegra, menatap Kyra dengan binar mata yang penuh rasa bangga dan haru. Ia sudah mengenali wajah ini dari foto-foto yang dikirim Bram, tapi melihat kepribadian Kyra secara langsung jauh lebih mengesankan.
"Terima kasih, Nak. Kamu baik sekali," ucap Sarah sambil menepuk tangan Kyra.
"Sama-sama, Bu. Ibu pusing ya? Pelan-pelan jalannya," Kyra dengan sabar menuntun Sarah keluar dari toilet sambil terus mengomel kecil tentang petugas tadi. "Zaman sekarang kok masih ada ya yang membeda-bedakan orang hanya karena bau minyak angin. Padahal ini obat paling ampuh kalau masuk angin..."
Begitu keluar ke arah lobi utama, langkah Kyra terhenti. Di depannya, Juno berdiri bersama seorang pria paruh baya berwajah tegas namun terlihat sedang menahan tawa.
"Ibu? Ayah?" Juno terbelalak. "Kapan sampai? Kenapa tidak memberitahu Juno?"
Kyra mematung. Tangannya yang masih menggandeng Sarah mendadak kaku. "I-ibu? Jadi... beliau..."
Nyonya Sarah tertawa renyah, ia justru semakin erat memeluk lengan Kyra. "Iya, Juno. Kenalkan, ini teman baru Ibu. Dia yang membela Ibu saat Ibu dibilang kampungan gara-gara pakai minyak angin kesukaan Ibu."
Ayah Juno, Tuan Hermawan, melangkah maju dan menatap Kyra dengan senyum lebar. "Jadi ini Kyrania? Ternyata seleramu luar biasa, Juno. Bukan cuma cantik, tapi dia juga penjaga budaya yang galak," godanya sambil tertawa.
Juno mengusap tengkuknya, ia tertawa geli melihat calon istrinya dan ibunya sudah langsung akrab karena masalah minyak angin. "Aku tidak menyangka kalian akan bertemu di toilet. Ra, kenalkan... ini Ibu dan Ayahku."
Kyra menunduk sopan, wajahnya memerah karena malu sekaligus lega. "Mohon maaf, Om... Tante... tadi saya tidak tahu..."
"Panggil Ibu dan Ayah saja, Sayang," potong Sarah lembut. "Setelah melihat cara kamu membelaku tadi, aku sudah tahu kalau Juno tidak salah memilih 'rumah'. Kamu persis seperti yang Juno ceritakan, bahkan lebih baik."
Hermawan menepuk bahu Juno. "Kamu benar, Jun. Alasan 'tidak normal' itu memang layak digunakan kalau hadiahnya adalah wanita seperti dia. Selamat datang di keluarga Allegra, Kyra."
Kyra menatap Juno, yang sedang menatapnya dengan rasa bangga yang luar biasa. Ketakutan Kyra tentang restu orang tua Juno hilang seketika, digantikan oleh aroma hangat minyak angin dan pelukan seorang ibu yang sudah lama tidak ia rasakan.
😍😍😍
didunia nyata ada gak sihh cowok kayak juno 🤭🤭🤭
kasihan kyra udah terlalu banyak menderita apalagi lg hamil skrng 🥹🙏
cintanya ugal-ugalan bet daahh....
baguslah.... buang eek ayam dapet berlian nih si Kyra.. /Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
daripada sama cowok pelit/Bye-Bye/