NovelToon NovelToon
Agen Paling Dingin

Agen Paling Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Gangster / Action / Komedi
Popularitas:510
Nilai: 5
Nama Author: Di Persingkat Saja DPS

Mengisahkan seorang agen kocak tapi cool

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Di Persingkat Saja DPS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Satu bulan pelatihan

Waktu berlalu cukup banyak.

Tepatnya satu bulan telah berlalu sejak Wawan mulai berlatih dengan para senior dan kini ia menjadi semakin ahli saja.

Kini, Wawan bahkan bisa bertahan sangat lama ketika adu mekanik dengan mentor ilmu beladiri yaitu agen Kepala Botak.

Memang masih agak jauh bagi Wawan kalau mau mengalahkan mentornya itu, tapi.

Sepertinya sampai sini saja sudah cukup untuk bekal Wawan dalam menjalani misi-misi berbahaya di kemudian hari.

"Baiklah. Kita akhiri pelatihan sampai di sini saja!" Kata agen Kepala Botak menghentikan lati tanding mereka.

Wawan segera berhenti dan akhirnya ia menghela nafas panjang karena lega.

"Kerja bagus, nak. Tidak di sangka perkembangan kamu begitu pesat hanya dalam waktu satu bulan!" Puji agen Kepala Botak.

Dua agen mentor Wawan menghampiri dan mereka tersenyum bangga karena Wawan akhirnya cukup memadai untuk menjalankan misi yang sangat sulit.

"Ngomong-ngomong. Misi selanjutnya akan di langsungkan dalam waktu tiga hari, jadi kamu bisa pulang untuk hari ini!" Kata agen Rambut Panjang.

"Kamu istirahat saja sampai misi di berikan!" Timpal agen Penembak Jitu.

Wawan tak banyak bicara dan hanya mengangguk sebelum akhirnya Wawan pergi meninggalkan tiga agen itu.

Setelah Wawan pergi, para agen senior itu mengobrol.

"Anak ini punya bakat dan ketekunan tingkat tinggi, bulan!?" Kata agen Rambut Panjang dengan nada yang bijak.

"Ya. Aku yakin dia akan menjadi agen yang lebih hebat dari kita suatu hari nanti!" Timpal agen Penembak Jitu.

Ketiganya kemudian mengangguk puas atas kerja keras Wawan selama satu bulan ini.

Di mata mereka, Wawan adalah murid yang baik yang tidak banyak bicara dan hanya melakukan latihan saja tanpa pernah mengeluh.

Kembali pada Wawan yang sudah dekat dengan rumahnya.

Ia berjalan kaki mulai dari awal masuk komplek hingga sekarang sudah setengah jalan ke rumahnya.

Wawan tampak mengenakan pakaian rapih yang di sediakan oleh markas yang mana pakaian itu di penuhi senjata rahasia.

Di sini, banyak orang yang memperhatikan Wawan karena mereka merasa melihat Wawan menjadi pangling serta bingung.

"Eh! Itu si Wawan kan!?" Tanya seorang ibu-ibu pada suaminya yang sedang ngopi dan membaca koran di teras rumah.

Sang suami yang tadinya hanya memperhatikan koran tiba-tiba saja memandang ke arah jalan, tempat di mana ia melihat Wawan.

"Hm... Kayaknya iya... Tapi kok, si Wawan kayak berubah banyak, ya!?" Gumam si suami sambil mengelus-elus jenggot tipisnya.

"Iya, kan. Dia jadi berubah banyak setelah tidak kelihatan selama satu bulan!" Tampal si istri.

Tak lama, anak perempuan mereka tiba-tiba saja muncul dari dalam rumah karena ia penasaran dengan seorang pria gagah dan tampan yang lewat.

"Wah... Ngapain cowok tampan jalan masuk ke komplek rumah kita?!" Ucapnya penuh rasa kagum dan wajahnya merona.

"Kemungkinan itu si Wawan, tetangga kita yang tinggal sendirian itu!" Kata si ibu pada anaknya itu.

Anak gadis itu terkejut hebat hingga matanya terbelalak. "Hah?! Serius itu Wawan!?"

Keterkejutan si anak itu dapat di pahami oleh ibunya karena ia juga merasakan hal yang sama pada saat ini.

Kembali pada Wawan yang akhirnya tiba di rumahnya yang sudah ia tinggalkan selama satu bulan karena latihan yang begitu ketat.

Setibanya di halaman Wawan tampak murung karena melihat sayur-sayuran yang ia tanam mulai layu dan halamannya juga penuh dengan rumput liar.

"Yah... Wajar sih, orang aku tinggalkan rumah ini selama sebulan dan tidak ada yang merawat rumah ini!" Wawan hanya bisa menghela nafas dan kemudian masuk ke rumah.

Kondisi rumah Wawan tampak sangat kotor.

Dabu dimana-mana dan jaring laba-laba juga terlihat di beberapa tempat.

Sebenarnya pada saat itu Wawan sangat amat lelah tapi karena keadaan rumahnya seperti ini Wawan tak punya pilihan lain selain menunda istirahatnya.

Setelah meletakkan koper Wawan langsung bersih-bersih seisi rumah sendirian.

Beberapa saat kemudian.

"Mm. Akhirnya rumah ini terlihat rapih juga!" Kata Wawan dengan sorot mata yang terlihat puas dengan penampakan rumahnya yang sudah bersih.

Barulah setelah itu Wawan bisa mandi karena badannya penuh debu.

Tepat ketika Wawan selesai mandi tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu.

Wawan yang kala itu belum sempat merapihkan bajunya langsung pergi keluar untuk melihat siapa yang datang.

"Ya, ada apa!?" Wawan membuka pintu.

Ternyata yang datang itu adalah Raisya yang datang hanya untuk berkunjung karena selama pelatihan ia tidak pernah lagi bertemu Wawan.

Raisya yang melihat penampilan Wawan yang sekarang terlihat sangat terpesona hingga wajahnya merah merona.

Kemeja putih Wawan terlihat tidak begitu bisa menutupi tubuhnya yang sudah sangat berotot karena kerasnya latihan.

"Ada apa Raisya? Apa ada masalah mendesak!?" Raisya tersentak ketika Wawan tiba-tiba saja bicara.

Dengan kata-kata yang terbata-bata Raisya berkata. "Ah... Ga-gak ada apa-apa, kok!"

"A-aku datang cuma mau memeriksa kondisi kamu sekaligus juga memberikan detail misi yang akan kamu jalani!" Sambil memalingkan wajahnya Raisya memberikan secarik kertas.

Wawan segera menerima kemudian membaca isi kertas itu secara singkat.

"Ka-kalau begitu aku pergi dulu!" Dengan terburu-buru Raisya balik badan dan berjalan cepat menjauhi Wawan.

"Eh!? Gak mau duduk minim dulu?..." Raisya tampaknya sudah terlalu jauh untuk bisa mendengar perkataan Wawan.

Wawan hanya bisa geleng-geleng kepala kemudian masuk lagi ke dalam rumah dan lanjut membaca detail misi.

Setelah selesai membaca detail misi Wawan terlihat agak mengerutkan keningnya karena menurut laporan ada banyak sekali orang yang perlu ia lawan.

Meksipun Wawan sudah menjalani latihan keras dan menjadi sangat ahli tapi itu saja tidak cukup untuk membuat Wawan menjadi orang pemberani.

Sifat pengecutnya itu masih sama saja.

Namun... Karena tidak ada pilihan lain jadinya apa boleh buat.

Selesai membaca detail misi Wawan kemudian pergi ke halaman untuk meredakan stres dan gelisahnya.

Yang Wawan lakukan pada saat itu adalah membersihkan halaman sekaligus merawat semua tanaman yang Wawan tanaman sepenuh hati.

Di tengah-tengah kegiatan itu tiba-tiba saja tamu lain datang secara tiba-tiba terduga.

"Loh! Kamu sudah pulang Wawan!?" Itu adalah pak RT yang terlihat terkejut ketika ia melihat Wawan.

"Kamu kemana saja Wawan? Kenal sebulan ini kamu tidak kelihatan!" Pak RT berdiri di sebrang pagar.

Wawan menghampiri pak RT dan menjawab. "Lagi sibuk, pak!"

"Saking sibuknya saya tidak bisa pulang ke rumah selama satu bulan ini!" Kata Wawan sambil membuka pintu pagar agar pak RT bisa masuk.

"Walah... Tidak di sangka, menjadi karyawan tempat fotokopi itu ternyata cukup sibuk dan berat, ya!"

"Itu wajar sih. Apalagi saya dengar tempat kerja kamu berkembang banyak belum lama ini!" Pak RT memasang wajah tersenyum karena ikut bahagia.

"Ngomong-ngomong, pak. Selama sebulan ini apa terjadi sesuatu yang aneh di komplek kita!?" Tanya Wawan.

"Tidak sih. Semuanya normal... Kalau kita membicarakan komplek kita!" Maksud pak RT itu hal yang normal di komplek ini setiap harinya ada saja keributan.

Bahkan perkelahian antara tetangga sudah biasa di sini.

1
Ai_Li
Saya mampir kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!