NovelToon NovelToon
Pembalasan Dendam Si Ibu Susu

Pembalasan Dendam Si Ibu Susu

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu susu / Reinkarnasi
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: emmarisma

Queenza Celeste tidak pernah menyangka suami yang selama ini dia cintai, tega menduakan cintanya. Di detik terakhir hidupnya dia baru sadar jika selama ini Xavier hanya memanfaatkan dirinya saja untuk menghancurkan keluarganya. Saat Queenza terbangun kembali, dia memutuskan untuk membalas semuanya.

Bagaimana kisah selengkapnya? Simak kisahnya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon emmarisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Empat. Kedatangan Mia

"Saya belum memberitahu keluarga saya mengenai hal ini, tetapi saya yakin mereka tidak akan menentang rencana saya. Jadi sebelum mengambil langkah ini, aku harus berbicara terlebih dahulu dengan keluarga saya. Jika dari pihak kalian setuju, maka saya akan membuatkan surat perjanjian tertulis nanti."

"Tidak perlu ada surat perjanjian. Begitu hasil sampel darah ini keluar dan hasilnya cocok, saya yang akan atur semuanya. Anda hanya perlu mengatakan apa yang anda inginkan, maka saya akan mewujudkannya untuk anda."

Queenza menarik kedua sudut bibirnya, ia mengangguk puas. Queen lalu masuk ke kamarnya dan mengambil satu kotak ASI yang sudah dia perah sebelumnya.

"Jika nanti hasilnya sudah keluar dan ternyata cocok. Anda bisa memberikan ini kepada putri anda. Minta perawat untuk mengajari caranya memanaskan ASI itu. Semoga putrimu selalu diberi kesehatan."

Bryan melirik kotak yang berisi beberapa pack asi beku. Meski golongan darah Queen belum diketahui, dia merasa sedikit tersentuh dengan tindakan tulus wanita ini.

Ethan merapikan lagi alat-alatnya. Sampel darah sudah tersimpan dengan aman. Bryan mengucapkan terima kasih sebelum akhirnya meninggalkan villa itu bersama Ethan.

Di dalam mobil yang melaju tenang, Ethan sesekali melirik tuannya dari spion tengah. Bryan yang tadinya menunduk langsung mengangkat wajahnya. "Ada pertanyaan?"

"Tuan, menurut anda kenapa nyonya Queenza meminta hal itu pada anda?"

"Aku juga masih belum yakin, tetapi mungkin ini ada kaitannya dengan suaminya. Aku pernah mendengar dulu dia nikah lari dengan suaminya, bahkan dia secara terang-terangan memberikan sahamnya sebesar 10 persen dari kakeknya pada suaminya itu. Hal itu membuat ayahnya dan juga Blake Celeste marah besar."

Meski Bryan tidak pernah berhubungan langsung dengan perusahaan milik keluarga Celeste, tetapi sebagai salah satu orang berpengaruh di Negara ini, dia tahu berita berita dan gosip mengenai beberapa keluarga kaya tersohor di negara ini.

Ethan cukup terkejut mendengar informasi yang dikatakan oleh Bryan. Selain karena perusahaan Celestial tidak bergerak di bidang yang sama dengan perusahaan milik Grup Lewis, Selama ini Ethan sudah sangat sibuk dengan urusannya di perusahaan, jadi tidak sempat memperhatikan perusahaan lain. Dia tidak menyangka bosnya bahkan tahu detail masalah ini.

Bryan mengalihkan tatapannya. Dia menatap ke luar jendela mobilnya dengan tatapan kosong. Kenapa sejak tadi bayangan Queenza yang terus menghantuinya.

Meski Bryan pernah menikah, ia tidak pernah mencintai istri kontraknya, walaupun wanita itu telah melahirkan anak untuknya. Dulu Bryan menikah karena dipaksa oleh kakeknya, jika saja kakeknya tidak memaksa untuk memiliki cucu, dia tidak akan repot repot melakukan pengambilan sampel sperma untuk inseminasi buatan pada perempuan itu. Bahkan setelah sekian lama menjalin hubungan, dia merasa tidak memiliki perasaan intim dengan mendiang istrinya. Yang ada Brian tampak begitu menghindari wanita itu.

Bryan bukan orang yang gampang jatuh hati. Pria itu memiliki hati sekeras batu. Dalam kamusnya wanita hanyalah sosok yang merepotkan dan sumber masalah. Jika saja kondisi putrinya tidak seperti ini, mungkin dia juga tidak akan pernah berurusan dengan Queen.

Queenza bersandar di sofa setelah bertemu dengan Bryan. Di dalam ingatannya, Bryan merupakan sosok yang dingin dan menyendiri, tetapi, saat dia melihat Sofia putrinya, perlahan ekspresinya melembut.

Queenza tidak tahu, apakah ini takdir dia bertemu lagi dengan Bryan. Yang jelas dia akan memanfaatkan Bryan untuk membalas dendam pada Xavier dan Mia. Mengingat kedua orang itu, api kebencian di hati Queen kembali menyala. Dia akan membalas semua rasa sakitnya di masa lalu. Terlebih orang-orang itu telah membunuh putrinya tanpa ampun.

Sementara itu di sebuah apartemen mewah, Xavier sedang begitu sibuk menggauli Mia. Keduanya berbagi peluh dengan napas terengah engah. Wajah Mia tampak begitu bahagia dengan rona merah di pipinya, sesekali terdengar rintihan manja saat Xavier menghentak dengan keras. Xavier jatuh di atas tubuh Mia setelah mencapai kenikmatannya. Napas keduanya memburu, Xavier lalu berguling ke samping dan lalu memeluk tubuh Mia yang polos.

"Besok datanglah ke rumah. Kalau bisa menginaplah. Ini sekarang giliranmu untuk menguras harta simpanan Queen."

Mia mengangguk. Dia menatap Xavier dengan tatapan penuh cinta. "Kamu juga jangan terlalu lama. Buat dia menyerahkan sahamnya, lalu kita kuasai Celestial Corporation."

"Tentu saja, Sayang." Xavier kembali memagut bibir Mia, mereka sekali lagi melakukannya, tanpa tahu jika kehancuran mereka tinggal menunggu waktu.

Mia begitu menikmati berhubungan dengan Xavier. Dia merasa puas telah berhasil merebut hati dan tubuh Xavier dari Queen. Selama ini dia selalu iri pada perempuan itu yang begitu dimanja oleh keluarganya, tetapi sejak Xavier bertekuk lutut padanya, ada kebanggaan tersendiri dihatinya.

Mia tahu Queen sangat mencintai Xavier. Dia bisa membayangkan wajah terluka Queen saat mengetahui hubungannya dengan Xavier.

Di villa, Queen sedang duduk ketika seorang kurir datang mengetuk pintu. Dia menerima paketnya dan kemudian masuk lagi ke dalam rumah. Dia membongkar paket itu dengan sangat hati-hati.

Paket itu berisi beberapa kamera canggih. Dia memesannya dari pasar gelap. Queen membaca serangkaian petunjuk penggunaan kamera yang besarnya hanya sebesar kancing baju. Saat Queen mencoba menghidupkannya, Queen mendapati gambarnya begitu jelas seperti menonton layar HD. Dia menghubungkan sepuluh kamera itu ke ponselnya.

Dikatakan bahwa selagi ponselnya tidak mati kehabisan daya, Kamera itu akan merekam semuanya dengan lancar. Queen begitu puas dengan barangnya. Dia benar-benar mengacungi jempol pada pembuatnya.

Queen meletakkan kamera itu di tempat tersembunyi di luar jangkauan Xavier. Dia menaruh satu kamera di dapur, dua di kamar tamu, satu di kamarnya sendiri dan ruang ganti, tetapi kameranya hanya mengarah ke brankas. Satu di boks bayi putrinya dan lainnya dia meletakkan kamera itu di ruang makan, halaman belakang dan nanti dia akan meletakkan satu di dalam mobil Xavier. Setelah mengatur semua kamera, ekspresi Queen terlihat sangat puas.

Keesokan harinya Xavier kembali dengan membawa oleh oleh untuk Queen. Dia seolah memperlihatkan jika baru saja kembali dari perjalanan bisnis. Akan tetapi, hal itu sama sekali tidak menarik perhatian Queen. Wanita itu justru sedang tertegun menatap bekas lipstik di ujung kemeja Xavier. Dia berpikir pasti Mia sengaja melakukannya.

"Sayang, apa kamu tidak merindukanku?" Xavier awalnya ingin memeluk Queen, tetapi wanita itu menghindar dan berpura pura menjauh.

"Aku berkeringat. Aku baru saja selesai memasak. Aku akan mandi dulu," ujar Queen dengan wajah merona. Dia harus tampak malu malu di depan Xavier.

Begitu Queen berbalik, dia menyeringai. "Dasar pria menjijikkan."

Malam harinya, Mia benar-benar datang. Wajahnya sembab dan penampilannya agak berantakan. Wanita itu seperti baru saja diterjang badai.

Saat melihat Queen membuka pintu, Mia langsung menghambur memeluk ke arah Queen. Dia memeluk Queen dengan erat seolah ketakutan.

Meski jijik, tetapi Queen harus menahan perasaannya. Dia tidak boleh menunjukkan ekspresi tidak sukanya. Dia membalas pelukan Mia dan bertanya, "Ada apa, Mia? Siapa yang menyakitimu?"

"Queen, ayahku benar-benar keterlaluan, dia memukulku. Dia terlibat judi dan hutangnya banyak sekali, aku tidak sanggup hidup lagi, Queen. Aku lelah."

Queen tersenyum miring di balik punggung Mia. Jika dia Queen yang dulu, mungkin dia akan luluh dengan kata kata itu. Queen paling membenci orang-orang yang memiliki pikiran untuk bunuh diri. Makanya dulu dia dengan setulus hati membantu melunasi hutang yang disebut Mia.

Akan tetapi, dia tidak menyangka semua kebaikannya justru dibalas dengan penghianatan yang menyakitkan.

"Ayo masuk dulu. Kita bicara di dalam. Di luar dingin."

Queen menuntun Mia, sedangkan Xavier duduk di ruang tamu seolah dia tidak ada hubungannya dengan Mia. Namun, keduanya sempat saling memandang dan memberi isyarat satu sama lain. Mereka berdua pikir Queen tidak melihat semuanya, tetapi dari awal hingga akhir tingkah mereka tidak ada yang luput dari pengawasan wanita itu.

1
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Hubungi saja terus sampai kau bosan😏
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Bangun woii, jangan ngimpi/Curse/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Hihh udah gedeg rasanya sama pasangan ular ini/Hammer/
🇦 🇵 🇷 🇾👎
cpt hmpaskn mokondo tu
🇦 🇵 🇷 🇾👎
💪💪💪💪💪💪moga lncr semua
🇦 🇵 🇷 🇾👎
kebtln cincin ny sm bryan.. apakh....??
Cindy
lanjut
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Semangat... Semoga rencana kalian berjalan dengan baik
Cindy
lanjut
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Cieee ada yg udah nggak sabar nunggu status jandanya Queen ini mah🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Dihh ngaca woii, ngaca/Curse/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Berasa kek anak kembar, jangan² benar lagi kalo mereka dari bibit cebong yg sama😄
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Cihh bilang saja kamu sibuk dengan j4l4ng itu kan😏
Apthiana Devi
cerita nya selalu bagus2
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next ahhh🤣🤣🤣🤣🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mcm ank kmbr mog xan tmbh mnjd ank yg baik slig pengrtian
🇦 🇵 🇷 🇾👎
menjijikn x gy kau tu
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Kalo status Queen sudah jelas, coba minta Bryan untuk menikahinya, kek😄
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Semangat Queen
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!