NovelToon NovelToon
Gerhana Sembilan Langit

Gerhana Sembilan Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Masuk ke dalam novel / Fantasi Timur
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Kokop Gann

Seorang pembaca muak dengan novel bacaannya yang dimana para antagonis jenius dengan latar belakang tragis selalu kalah konyol oleh Long Tian, protagonis yang menang hanya bermodal "Keberuntungan Langit".

Saat bertransmigrasi ke dalam novel, dia menjadi Han Luo, NPC tanpa nama yang ditakdirkan mati di bab awal, ia menolak mengikuti naskah. Berbekal pengetahuan masa depan, Han Luo mendirikan "Aliansi Gerhana". Ia tidak memilih jalan pahlawan. Ia mengumpulkan para villain yang seharusnya mati dan mengubah mereka menjadi senjata mematikan.

Tujuannya satu: Mencuri setiap peluang, harta, dan sekutu Long Tian sebelum sang protagonis menyadarinya.

"Jika Langit bertindak tidak adil, maka kami akan menjadi Gerhana yang menelan Langit itu sendiri." Ini adalah kisah tentang strategi melawan takdir, di mana Penjahat menjadi Pahlawan bagi satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kokop Gann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kambing Hitam di Kebun Herbal

Pagi di Sekte Pedang Awan tidak disambut dengan kicauan burung, melainkan dengan suara langkah kaki pasukan patroli yang menyisir setiap jengkal tanah. Suasana tegang. Pencurian di Gudang Senjata Divisi Penegakan Hukum adalah tamparan keras bagi wajah sekte.

Han Luo keluar dari gubuknya dengan wajah yang sudah disesuaikan oleh Sutra Seribu Wajah. Dia tidak menggunakan wajah aslinya, juga bukan wajah tampan. Dia membuat wajahnya sedikit lebih pucat, dengan kantung mata hitam yang tebal—wajah seorang murid yang sakit-sakitan karena "keracunan obat".

Dia berjalan menuju kantin murid luar, tempat terbaik untuk mengumpulkan informasi.

"Kudengar yang hilang adalah Pedang Darah Iblis yang disegel di lantai bawah tanah," bisik seorang murid sambil menyantap bubur.

"Bukan! Aku dengar itu adalah Peta Kuno!" bantah yang lain.

Han Luo menyuap buburnya pelan-pelan. Matanya tidak fokus, tapi telinganya menangkap setiap kata.

Pedang Darah Iblis? Han Luo mengingat inventaris novel. Pedang itu adalah senjata terkutuk yang akan muncul di Perang Sekte . Kenapa muncul sekarang?

"Kecuali..." Han Luo menyipitkan mata. "Kecuali pencurinya bukan orang dalam, tapi penyusup yang tahu letak barang itu."

Jika penyusup itu terluka saat melarikan diri (karena formasi pelindung gudang senjata sangat kuat), dia pasti mencari tempat persembunyian yang memiliki energi Yin untuk menekan luka Yang (api) dari formasi sekte.

Di sekte ini, hanya ada dua tempat dengan energi Yin kuat:

Kolam Beku di Puncak Hukuman (Terlalu banyak penjaga).

Mata Air di Kebun Herbal Divisi Barat (Wilayah Long Tian).

"Kebun Herbal lagi," batin Han Luo. "Sepertinya takdir selalu bermuara ke sana."

Han Luo menghabiskan buburnya dan bergerak. Dia tidak bisa membiarkan Long Tian mendapatkan "pertemuan takdir" dengan si pencuri (misalnya: pencuri itu ternyata wanita cantik yang terluka, lalu Long Tian menolongnya dan dapat teknik).

Han Luo harus memotong jalur itu.

Hutan Perbatasan Kebun Herbal.

Han Luo mengaktifkan Langkah Hantu Tanpa Jejak. Dia bergerak di antara pepohonan rimbun yang membatasi area hutan liar dan kebun herbal.

Hidungnya—yang sensinya ditingkatkan oleh Pil Pembersih Sumsum—mencium bau samar. Bukan bau herbal, tapi bau besi berkarat.

Darah.

Han Luo mengikuti bau itu hingga ke sebuah semak berduri lebat.

Di sana, tergeletak sesosok tubuh berpakaian hitam ketat. Seorang pria. Wajahnya tertutup masker, tapi matanya melotot kaku. Dia sudah mati. Ada lubang hangus besar di dadanya—bekas serangan formasi pelindung sekte.

"Mati," Han Luo menghela napas lega. "Bagus. Tidak ada plot 'menolong wanita cantik terluka' untuk Long Tian hari ini."

Han Luo berjongkok dan mulai menggeledah mayat itu dengan cepat dan efisien.

Cincin Penyimpanan

Han Luo mengambilnya. Dia mencoba mengalirkan sedikit Qi untuk membukanya. Segelnya lemah karena pemiliknya sudah mati.

Isinya beberapa batu roh, pakaian ganti, dan sebuah kotak hitam logam.

Han Luo membuka kotak itu. Di dalamnya ada sebuah pecahan logam berkarat yang memancarkan aura haus darah.

Pecahan Pedang Darah Iblis.

"Sampah," desis Han Luo. "Benda ini memiliki pelacak aura. Jika aku menyimpannya, Penegak Hukum akan menemukanku dalam satu jam."

Pencuri ini bodoh. Dia mencuri barang yang memiliki GPS magis.

Tapi tunggu...

Han Luo meraba saku dada mayat itu. Ada sesuatu yang dijahit di lapisan dalam bajunya. Han Luo merobek kain itu.

Sebuah gulungan kulit tua jatuh ke tangannya.

[Peta Rute Rahasia Sekte Pedang Awan]

Mata Han Luo berbinar. Ini harta karun yang sebenarnya! Peta ini menunjukkan jalur-jalur tikus, celah formasi, dan jalan rahasia yang bahkan Tetua Sekte mungkin tidak tahu. Pencuri ini pasti mata-mata yang sudah lama menyusup.

"Aku ambil peta dan cincinnya," putus Han Luo. Dia memindahkan isi cincin itu ke sakunya sendiri, lalu mengantongi peta itu.

Sekarang, apa yang harus dilakukan dengan mayat dan Pecahan Pedang ini?

Han Luo mendengar suara langkah kaki dari arah kebun herbal. Itu langkah kaki Long Tian yang sedang berpatroli pagi.

Han Luo tersenyum licik.

"Long Tian, kau butuh poin kontribusi untuk naik pangkat, kan? Biar kuberikan 'jasa besar' padamu."

Han Luo menyeret mayat itu mendekati pagar pembatas kebun herbal. Dia meletakkan kotak hitam berisi Pecahan Pedang itu di tangan mayat, seolah-olah mayat itu mati saat mencoba menyembunyikan barang curiannya di kebun.

Lalu, Han Luo menendang semak-semak dengan keras untuk membuat keributan.

Krak!

"Siapa?!" Teriakan Long Tian terdengar dari kejauhan.

Han Luo segera melesat mundur, menggunakan Pernapasan Kayu Mati untuk menghilangkan jejaknya, dan memanjat pohon tinggi di kejauhan untuk menonton pertunjukan.

Long Tian berlari datang dengan cangkul di tangan. Dia melihat mayat berpakaian hitam itu. Wajahnya pucat, tapi dia tidak lari. Dia mendekat, memeriksa nadi, lalu melihat kotak hitam di tangan mayat.

Long Tian, dengan kenaifan "Orang Baik"-nya, tidak mengambil kotak itu. Dia justru mundur, lalu mengambil peluit peringatan dari pinggangnya (alat standar murid pekerja).

Priiit!

Suara peluit melengking memecah keheningan pagi.

Dalam hitungan menit, tiga sinar pedang terbang mendarat. Pasukan Penegak Hukum tiba.

"Ada apa?!" bentak ketua regu.

"Lapor! Saya menemukan mayat mencurigakan di perbatasan kebun!" lapor Long Tian tegas.

Penegak Hukum memeriksa mayat itu. Saat mereka melihat kotak hitam itu, wajah mereka berubah drastis.

"Itu barang buktinya! Pecahan Pedang Darah!" Ketua regu menatap Long Tian dengan pandangan baru. "Bocah, kau menemukannya?"

"Ya, Tetua. Dia sudah mati saat saya datang."

Ketua regu mengangguk. "Bagus. Kau tidak serakah menyentuhnya. Barang ini terkutuk, siapa pun yang menyentuhnya akan terinfeksi aura iblis. Kau menyelamatkan kami dari masalah besar pencarian."

Han Luo di atas pohon mengangkat alis. Oh? Terkutuk? Untung aku tidak langsung memegang pecahannya.

"Namamu Long Tian?" tanya Ketua Regu. "Kau berjasa. Aku akan melaporkan ini ke Tetua Agung. Kau berhak mendapatkan 100 Poin Kontribusi Sekte."

Long Tian membungkuk hormat, wajahnya berseri-seri. "Terima kasih, Tetua!"

Pasukan itu membawa mayat dan barang bukti pergi. Long Tian kembali ke gubuknya dengan hati riang, merasa bahwa keberuntungannya mulai kembali.

Han Luo turun dari pohon, mendarat tanpa suara.

"Saling menguntungkan," gumam Han Luo sambil menepuk dadanya yang kini berisi Peta Rute Rahasia dan Cincin Penyimpanan.

Long Tian mendapatkan: 100 Poin Kontribusi (Cukup untuk beli beras dan baju baru). Han Luo mendapatkan: Peta Rahasia Sekte (Akses ke seluruh area terlarang) & Cincin Spasial.

Han Luo berbalik. Saatnya pulang dan mempelajari peta baru ini.

Namun, sebelum dia melangkah jauh, dia merasakan getaran dari Anggrek Wajah Hantu di dalam gubuknya—jaraknya satu kilometer, tapi koneksinya jelas.

Tanaman itu... sedang mendeteksi "Wajah Lain" di dekatnya.

Han Luo berhenti. Dia menoleh ke sekeliling hutan.

Anggrek Wajah Hantu hanya bereaksi pada dua hal: Darah Han Luo, atau... seseorang yang juga menggunakan teknik penyamaran tingkat tinggi.

Mata Han Luo terkunci pada salah satu pohon besar di kejauhan. Tidak ada siapa-siapa di sana. Hanya bayangan dahan.

Tapi instingnya berteriak.

"Ada orang lain yang menonton Long Tian selain aku," batin Han Luo. "Dan orang itu memakai topeng yang sangat sempurna."

Apakah itu pelindung rahasia? Atau musuh lain?

Han Luo memutuskan untuk tidak mengambil risiko. Dia pura-pura batuk parah, membungkuk seperti orang sakit, dan berjalan pulang dengan langkah terseok-seok, menyembunyikan keterampilannya rapat-rapat.

Papan catur ini ternyata memiliki lebih dari dua pemain.

1
Jeffie Firmansyah
👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪
Budi Andrianto
g8
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Hentooopz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Cerdik🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yuhuuuuu 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
🔥🌽Yuhuuuuu 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yeaaah 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Njoooooost 🔥🌽
Jeffie Firmansyah
Ahhhh.... lagi seru seru nya .... abis cerita nya... tunggu update.. terimakasih Thor 💪💪💪💪
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yeaaah 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yuhuuuuu 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yuhuuuuu 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yup yup yup 🔥🌽
Jeffie Firmansyah
jadi tdk sabar tunggu update nya 😄👍💪
Jeffie Firmansyah
kasian amat Han luo..... pendekar miskin ,dan terpaksa menjarah kekayaan cincin orang 2 kaya🤣🤣🤣
Efendi Riyadi
cerita macam apa ini guru, season 1-3 sangat menarik knapa season ke 4 jdi gini ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!