NovelToon NovelToon
Mustika Terkutuk

Mustika Terkutuk

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Horor
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Abdul Rizqi

Menceritakan kisah seorang pemuda desa yang tidak bisa berbicara atau bisu... kehidupannya yang miskin secara perlahan berubah setelah menemukan sebuah batu mustika indah berwarna jingga. bisu yang di alami pemuda itu seketika sembuh tidak hanya itu batu itu juga memiliki kekuatan yang di idam idamkan kebanyakan laki-laki yaitu membuat tubuh penggunanya tak dapat terlihat atau kasat mata.. namun di balik semua keistimewan batu jingga itu menyimpan sebuah misteri dan kutukan yang secara perlahan mendorong pemuda tersebut memasuki dunia gelap yang sesungguhnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdul Rizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kebodohan Sugeng

"Mbaaahhh...!!!" Teriak kedua anak perempuan Budi sembari berlari dan memeluk Mbah Suro yang sedang duduk di kursi menonton televisi.

"Weh putu (cucu) kakung (kakek) udah gede gede ya, mana ibuk kok ngga diajak?" Tanya Mbah Suro.

"Lagi nonton sinetron kesukannya Pak, gak mau ikut dia. Itu siapa pak yang barusan dateng?" Tanya Budi.

Budi dan Mbah Suro mengobrol di kursi dengan kedua anak mbah Suro yang kini duduk lesehan di bawah sembari menonton kartun di tv.

"Wanto, orang kampung sebelah yang punya warung tenda itu..."

"Emangnya mau apa dia pak?"

"Mau cari tahu pelaku yang ngambil uangnya."

"Ohh... terus siapa pelakunya Pak?"

"Bapak belum tau siapa orangnya Bud. Ada kejadian aneh yang bapak alami sehabis maghrib tadi bud. Bapak di temui ngga tau medi, manusia atau siluman, wujudnya ngga kelihatan tapi suaranya kedengeran. Dia ngancem bapak untuk ngga ikut campur urusan orang itu."

"Hah? Yang bener pak?"

"Iya bapak takut, di tambah lagi dia kayaknya kenal kamu Bud. Dia bilang kalau bapak sampai cari tau tentangnya dia bakal bunuh kedua anak kamu."

Budi bingung dan terkejut mendengar penuturan ayahnya.

"Terus bapak gimana?"

"Ya bapak ngga akan cari tahu, bapak ngga mau kenapa napa sama kedua anakmu Bud. Mereka masih kecil masa depannya masih panjang, apalagi kayaknya pelakunya itu bukan sosok sembarangan. Dia hanya bisa di ketahui identitasnya harus di malam jum'at kliwon di malam lainnya ngga bisa kayak ada dinding ghaib nutupin pelaku itu."

"Bagus! Bilang aja sama Wanto kalau pelakunya udah mati, selesai urusan. Bapak ngga usah cari masalah, pokoknya kalau ada apa apa sama anakku bapak yang harus bertanggung jawab!"

"Iya Bud, tenang aja bapak ngga bakalan cari tahu tentang orang itu."

Pukul setengah delapan Budi pulang kerumahnya bersama dengan kedua anaknya.

"Hati hati di jalan ya bud." Ucap Mbah Suro sembari melambaikan tangannya.

"Iya pak..." ucap Budi kemudian pergi begitu saja.

Mbah Suro kembali masuk dan menuju dapur, membuat kopi dan duduk termenung sembari merokok di amben teras rumahnya.

Sugeng masih berada di sana, ia memperhatikan setiap gerak gerik Mbah Suro yang hanya duduk melamun dan merokok sesekali menyeruput kopinya.

Sugeng yang merasa dirinya sudah aman kemudian mulai berjalan menjauh, namun entah mengapa firasatnya masih terasa tidak enak dan bisikan 'bunuh' dalam lubuk hatinya yang terdalam kembali terdengar.

Mbah Suro tersenyum samar hampir tak terlihat ketika melihat rumput rumput di kejauhan gepeng dan merunduk seolah ada telapak kaki yang menginjaknya.

"Dia pasti sudah pergi..." batinnya.

Sugeng berjalan menjauh sesekali menoleh ke belakang menatap Mbah Suro yang masih melamun.

"Kenapa firasatku ngga enak ya? Apa ada sesuatu yang kelewat? Tapi apa..." batin Sugeng sembari berjalan menjauh.

Setelah tiba di halaman mushola, Sugeng melebarkan matanya ketika mengetahui sesuatu, "sialan..!!! Mbah itu pasti mau cari tau siapa aku! Iya syarat itu kenapa ngga di pulangin ke Wanto. Buat apa dia syarat itu? Mau di simpen gitu aja? Gak mungkin, dia pasti mau cari tau tentang aku kalau ngga mau nyantet aku!" Batin Sugeng ia langsung berbalik menuju kerumah Mbah Suro dengan bisikan 'bunuh' yang terus terdengar di lubuk hatinya.

Di halaman Mbah Suro sudah tidak ada dan pintu rumahnya tertutup.

Sugeng berjalan menuju ke pinggiran rumah bagian kanan dan mengintip melalui celah celah papan. Ia tidak melihat ada Mbah Suro di sana, Sugeng kembali berpindah menuju dinding luar ruang dan mengintip tidak ada mbah Suro juga di sana.

"Sialan kemana dia?"

Sugeng kembali mengelilingi rumah itu dan kembali mengintip di samping rumah bagian kiri, ia melihat Mbah Suro sedang duduk lesehan di kamar itu yang tampak kosong hanya ada beberapa lukisan yang terpajang di dinding, sangat temaram tanpa penerangan. Hanya cahaya senter dan cahaya api dari dupa yang ia bakar.

Mulut Mbah Suro tampak komat kamit membaca mantra dengan mata yang terpejam dan tangan yang memegang kunci lemari.

Sugeng menggertakan giginya melihat itu, bisikan 'bunuh' semakin terdengar jelas di dalam benaknya.

Sugeng tidak punya pilihan lain selain membunuh Mbah Suro. Sugeng langsung menuju ke belakang rumah kemudian berniat memotong tali tambang jemuran.

"Hmm... sidik jari ya... aku harus berhati hati." Batin Sugeng.

Sugeng memotong tali jemuran itu tanpa memegangnya, menggunakan belati yang ia bawa. Ia mengambil sekitar satu meter tali tambang itu.

Sugeng memasuki rumah melalui pintu belakang yang belum di tutup. Perlahan ia mendekati kamar tanpa daun pintu, hanya tertutup gorden usang berwarna merah maron yang tampak sudah usang dengan model jadul.

Perlahan Sugeng membuka gorden itu dan melihat Mbah Suro masih dalam posisi yang sama.

Di dalam alam bawah sadarnya Mbah Suro kini menatap gumpalan awan hitam, Mbah Suro semakin fokus ketika melihat gumpalan awan itu secara perlahan menyingkir seolah tertiup angin.

Matanya melebar ketika melihat kilas balik Sugeng yang sedang mengambil uang Wanto di lemari, namun yang membuat ia begitu terkejut bukanlah Sugeng itu sendiri melainkan mustika berwarna jingga yang sedang di gigit Sugeng.

"Mustika Condrokinasih.... mustika terkutuk itu, Sugeng aku harus memberitahunya mustika itu sangat berba-- aaarrrgghhh..." ucapan Mbah Suro terhenti kala tali tambang menjerat lehernya.

Mata Mbah Suro melotot ia tahu Sugeng berada di dekatnya, ia berniat untuk berteriak dan meminta Sugeng melepaskan jeratannya dan mendengarkan penjelasannya tentang mustika terkutuk itu, namun jeratan Sugeng sangat erat membuat tidak ada suara yang lolos dari tenggorokannya.

Mbah Suro hanya bisa berontak tak karuan. Sugeng yang tenaganya sangat besar, menarik sekuat tenaga kedua ujung tambang itu. Hingga ia mendengar bunyi 'kreak'. Ya tulang tenggorokan mbah Suro patah.

Tak lama kemudian hanya sekitar 5 menit tubuh Mbah Suro kejang sangat kuat seperti kaku lalu perlahan lunglai lemas, ya Mbah Suro tewas malam itu, dengan mata melotot terbelalak.

Sugeng diam ia lemas karena mengeluarkan banyak tenaga untuk membunuh mbah Suro. Ia segera mengambil semua persyaratan itu, dupa, lembaran daun pisang raja, kunci lemari dan gorden lusuh itu, Sugeng juga mengambil plastik kresek berisi uang 10 juta yang ternyata di simpan di kamar itu.

Ia membakar barang bukti di belakang rumah itu kecuali kunci pintu lemari, dan plastik berisi uang. Sugeng berniat untuk membuang kunci itu di sungai karena Sugeng fikir kunci tidak akan bisa terbakar menjadi abu.

Sugeng termenung menatap kobaran api yang perlahan menghanguskan barang bukti. Ia tampak sangat menyesal karena harus membunuh seseorang.

"Aku tidak punya pilihan lain..." batinnya.

Apa yang tidak di ketahui Sugeng, sosok wanita cantik dengan kebaya jingga dan tangan sangat panjang menyeringai menatapnya dari balik pohon karet.

Sayang sekali Sugeng membunuh Mbah Suro sebelum ia mendengar penjelasan Mbah Suro tentang mustika terkutuk yang saat ini ia gigit.

1
Tini Nurhenti
se7 geng,kek Q bgt
Tini Nurhenti
lanjut thor
Tini Nurhenti
s7 geng
Tini Nurhenti
hadir thor,nyimak dlu seru thor up nya byk jdi smgat bacanya.😄😄💪💪
bedul: siap, udah 56 bab terjadwal
total 1 replies
Afri
semoga ceritanya bagus .. aku suka yg misteri gini thor
bedul: siap, baca sampe selesai ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!