NovelToon NovelToon
Takdir Abadi: Dua Jiwa, Satu Jalan Pedang

Takdir Abadi: Dua Jiwa, Satu Jalan Pedang

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:48.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Seorang murid sekte luar yang dianggap tidak berguna karena memiliki "Akar Spiritual Terkutuk" tanpa sengaja membangkitkan jiwa seorang jenius dari era kuno yang terperangkap dalam artefak misterius. Bersama, mereka merintis teknik kultivasi kuno yang membutuhkan perpaduan dua elemen yang saling bertentangan, menuntut mereka untuk menyatukan kekuatan dan hati

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Sisa Napas di Tepi Sungai Iblis

​Suara gemercik air sungai yang menghantam bebatuan tajam adalah satu-satunya melodi yang menemani kesadaran Li Jian yang timbul tenggelam. Tubuhnya terkapar di atas kerikil kasar, jubah putih kebanggaan Sekte Dalam kini tak lebih dari kain perca merah yang melekat pada luka-lukanya.

​Setiap inci dagingnya terasa seperti ditusuk ribuan jarum panas. Meridian utamanya, yang biasanya dialiri Qi perak yang tenang, kini tampak seperti saluran air yang retak akibat gempa bumi. Efek samping dari membiarkan kekuatan jiwa Yueyin mengalir terlalu besar telah menghancurkan fondasi fisiknya.

​"Bocah... bangun... jika kau tertidur sekarang, kau akan menjadi santapan ikan silet di sungai ini," suara Yueyin terdengar sangat redup, jauh lebih lemah dari biasanya. Ia juga telah menghabiskan esensi jiwanya untuk membelah formasi sekte.

​Li Jian mengerang, rasa pahit darah memenuhi mulutnya. Dengan sisa tekad yang hampir mustahil, ia menggerakkan ujung jarinya. Dinginnya air sungai yang mengenai tangannya memberikan kejutan kecil pada sarafnya.

​"Aku... belum... mati..." bisik Li Jian, suaranya lebih mirip desisan angin.

​Ia memaksakan kepalanya menoleh. Di sampingnya, Gerhana tergeletak separuh terendam air. Pedang hitam itu tampak kusam, seolah ikut kelelahan setelah membelah langit. Li Jian merangkak perlahan, menyeret tubuhnya menjauh dari tepian air yang terbuka menuju celah di antara akar pohon raksasa yang menjuntai.

​Setiap inci pergerakan adalah siksaan. Namun, ia tahu para pengejar dari Sekte Pedang Awan mungkin sudah mengirimkan unit pelacak tercepat mereka.

​Tiba-tiba, telinganya yang tajam menangkap suara langkah kaki yang ringan di atas dedaunan kering. Bukan langkah berat monster, melainkan langkah manusia yang terukur.

​Li Jian membeku. Tangannya yang gemetar berusaha meraih gagang Gerhana, namun otot lengannya menolak untuk patuh.

​Dari balik kabut tipis hutan, muncul sesosok gadis remaja mengenakan pakaian kulit binatang yang praktis. Di punggungnya terdapat busur kayu hitam, dan di pinggangnya tergantung beberapa kantung tanaman herbal. Wajahnya manis namun memiliki sorot mata yang waspada, ciri khas mereka yang tumbuh di alam liar Pegunungan Ratusan Iblis.

​Gadis itu berhenti lima langkah dari Li Jian. Matanya membelalak melihat kondisi pemuda yang bersimbah darah itu.

​"Jubah Sekte Pedang Awan?" gumam gadis itu, suaranya jernih namun penuh kecurigaan. Ia mencabut sebuah pisau kecil dari sepatunya. "Apa yang dilakukan seorang murid sekte besar di wilayah terlarang seperti ini? Dan... luka-luka ini... kau seperti baru saja dihantam petir kesengsaraan."

​Li Jian menatap gadis itu dengan mata peraknya yang mulai meredup. "Pergi... atau aku akan membunuhmu," ancam Li Jian, meski ia tahu ia bahkan tidak bisa membunuh seekor serangga saat ini.

​Gadis itu tertawa kecil, suara tawanya seperti dentingan perak. "Membunuhku? Kau bahkan tidak bisa mengusir lalat dari hidungmu, Tuan Muda Sekte. Tapi lihatlah pedang ini..." Ia melirik Gerhana dengan rasa ingin tahu yang besar. "Berat sekali aura yang dikeluarkannya."

​Gadis itu mendekat, namun bukannya menyerang, ia merogoh kantungnya dan mengeluarkan sebutir buah berwarna biru gelap yang memancarkan aroma dingin yang segar.

​"Makan ini. Buah Embun Jiwa. Jika kau mati di sini, bau mayatmu akan mengundang Serigala Bayangan, dan aku tidak ingin mereka berkumpul di dekat jalur berburuku."

​Gadis itu melemparkan buah tersebut tepat ke dada Li Jian. Tanpa pilihan lain, dan merasakan dorongan insting dari Yueyin, Li Jian mengunyah buah itu. Rasa dingin yang luar biasa langsung mengalir ke perutnya, sedikit meredakan panas membara di meridiannya yang rusak.

​"Siapa... kau?" tanya Li Jian setelah energinya sedikit pulih untuk bicara.

​"Namaku Xiao Ling. Hanya seorang pengumpul herbal yang mencoba bertahan hidup," jawabnya sambil memasukkan kembali pisaunya. "Ikutlah denganku jika kau ingin hidup. Para tetua berjubah putih yang kau benci itu sedang menyisir hutan di bagian utara. Dalam satu jam, mereka akan sampai di sini."

​Li Jian menatap langit yang mulai gelap. Ia tidak punya pilihan. Jika ia tetap di sini, ia tertangkap. Jika ia ikut gadis asing ini, ada kemungkinan ia selamat atau setidaknya memiliki tempat untuk memulihkan diri.

​"Kenapa... kau membantuku?"

​Xiao Ling tersenyum misterius, matanya melirik giok hitam di dada Li Jian yang berkedip redup. "Anggap saja aku suka bertaruh pada sesuatu yang terlihat mustahil. Dan kau... kau terlihat seperti badai yang sedang beristirahat."

1
YaN Nie
MC mulai sombong 😜
YaN Nie
Mantaaaappppp Betuuuuuuulllllll Hihihihihihihihi
YaN Nie
Akhirnya BiNa MaRGa turun tangan 😛
YaN Nie
Menyamar dengan identitas aslinya.. Kocaaaaaaaakkkk 😜🤪
☠️⃝🖌️M⃤eko
ayoooo bantaaaaaaaiiiiii lahap semua
Amir Hamzah
masa uda di selamatkan tapi sang penyelamat malah di jadikan pelayannya,, gak masuk😄
Mbah Haryo
knapa dpasangkan sbagai tuan & pelayan...
dg mengembara bersama.akan lbih owh yess jika diseting sbagai pasangan dao..
jd ada adegan basah"nya sdikit..
biar dunia tampak smangkin indah kawan..
waaakkk...!!!🤭
Mbah Haryo
anueh...tp mnarek...
ceritanya similar dg cerita dsamping..tp dg element yg berbeda...
tp mungkin kdepang cerita bisa berkembang kemane"...

oke gass...
Mbah Haryo
agak aneh jg ini plotnya..satu sisi berahasia aka menyamar..disatu sisi kudu buka penyamaran...
waktunya pas bareng..beuh..hhh
Mbah Haryo
trus. itu cw nya si suing itu dpt apa di makam pedang. ?
Mbah Haryo
mosok naga dunia bawaĥ yg sdh ribuan taon.. kultivasinya stingkat tetua sekte sj.. di level bina marga thok...?
🤭
Samadi Kelana
tamat ???
Mbah Haryo
baru level 6...dah sumbungnya ampun" mas mc nya..hhhh
☠️⃝🖌️M⃤eko
waktunya panen
Mbah Haryo
wah..kedzams...hhh
Mbah Haryo
😄mc nya cukup kezam..kalo dtambah ngacengan jg...bakal tambah rame nih ceritanya...waaakakkk..

lanjooouuttss.
☠️⃝🖌️M⃤eko
ayoooo bantaaaaaaaiiiiii
Mbah Haryo
beih...mulai songong Mc nya..wekkkekekk
☠️⃝🖌️M⃤eko
hahahaha tetua SU yang licik
Mbah Haryo
anu.. aku coment...🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!