NovelToon NovelToon
Cinta Ugal Ugalan Mas Kades

Cinta Ugal Ugalan Mas Kades

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Dokter Genius / Cinta pada Pandangan Pertama / Suami ideal / Istri ideal
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Arunika Nrityabhumi adalah gadis cantik berusia dua puluh tujuh tahun. Ia berprofesi sebagai dokter di salah satu rumah sakit besar yang ada di kotanya.
Gadis cantik itu sedang di paksa menikah oleh papanya melalu perjodohan yang di buat oleh sang papa. Akhirnya, ia pun memilih untuk melakukan tugas pengabdian di sebuah desa terpencil untuk menghindari perjodohan itu.
Abimanyu Rakasiwi adalah seorang pria tampan berusia dua puluh delapan tahun yang digadang - gadang menjadi penerus kepala desa yang masih menganut sistem trah atau keturunan. Ia sendiri adalah pria yang cerdas, santun dan ramah. Abi, sempat bekerja di kota sebelum diminta pulang oleh keluarganya guna meneruskan jabatan bapaknya sebagai Kepala Desa.
Bagaimana interaksi antara Abi dan Runi?
Akankah keduanya menjalin hubungan spesial?
Bisakah Runi menghindari perjodohan dan mampukah Abi mengemban tugas turun temurun yang di wariskan padanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. Akan Ku Perjuangkan

"Ini, Mas. Sudah..." Kata Runi sembari memberikan ponselnya pada Abi.

"Kenapa kok kusut gitu wajahnya?" Tanya Abi.

"Abang mau menikah minggu depan." Jawab Runi.

"Memang iya, kan? Kamu sudah cerita sama Mas. Terus, kenapa kok wajahmu kusut? Seharusnya kan bahagia?" kata Abi sembari mengajak Runi duduk di sofa.

"Aku takut pulang, Mas." jawab Runi dengan mata berkaca - kaca.

"Eh loh, kenapa to sayang? Coba cerita sama Mas." Pinta Abi dengan lembut.

Ia tau kalau mood Runi sedang tidak baik, di tambah kondisinya yang sedang haid. Jika tak berhati - hati, bidadari nya ini bisa langsung berubah menjadi singo barong.

"Kok Abang bisa telfon ke hape Mas? Itu tadi nomor Abang, bukan papa." tanya Runi.

"Abang telfon ke hapemu tapi gak di angkat - angkat. Lalu Abang telfon Mas, kamu gak tau, kalau abang memang simpan nomor Mas?." tanya Abi yang mendapat gelengan dari Runi.

"Abang dan Mas sudah berkomunikasi dari sebelum kamu sampai di desa malah. Kan di formulirmu, yang kamu berikan nomor abang sebagai wali. Jadi ya Mas menghubungi abang sebagai walimu." Jelas Abi.

"Papa atau abang ada bilang sesuatu sama Mas?" tanya Runi.

"Enggak, dek. Cuma tanya, kenapa kok kamu gak bisa di hubungin. Lalu Mas jelasin semua." jawab Abi.

"Mas, tau gak kalau sebenarnya tujuan utama aku datang pengabdian di desa itu untuk menghindari perjodohan." Runi memulai pengakuannya.

Duuuaaaaarrrrrr!!!!!!!

Bak di hantam merecon, hati Abi justru yang kini terasa resah. Namun, sebisa mungkin ia mengontrol ekspresi kekagetannya dengan raut wajah yang kembali tenang.

"Lalu?" tanya Abi sembari mengusap kepala kekasihnya.

"Aku takut, kalau aku pulang nanti, papa akan menahan aku, Mas. Lalu memaksaku menikah dengan pria pilihannya." Cerita Runi.

Abi menghembuskan nafas panjang melihat kegelisahan Arunika. Ia terdiam dan berfikir sejenak. Abi tak mau membuat Runi semakin cemas dan tak akan juga merelakan Runi menikah dengan pria lain.

"Mas temani kamu pulang, ya? Mas akan lamar kamu setelah acara pernikahan abang." tawar Abi.

"Tapi, Mas..." Runi tampak ragu.

"Kenapa, sayang? Gak mau Mas lamar?" Goda Abi sembari menjawil dagu Runi.

"Bukan gitu, Mas. Emangnya Mas gak keberatan? Gak terlalu cepet untuk Mas? Kenapa Mas mau ngelakuin itu? Bapak dan Ibu gimana?" Tanya Runi beruntun.

"Mas gak mau ngelepasin kamu, apa lagi untuk laki - laki lain. Mas gak rela, dek. Walaupun hubungan kita terhitung masih baru, tapi Mas bener - bener yakin sama kamu. Mas gak akan keberatan perjuangin kamu, selama kamu ada di samping Mas. Bapak dan Ibu pasti gak akan ngelarang. Kamu tau sendiri, gimana sayangnya bapak dan ibu ke kamu, kan?" Jelas Abi.

"Iya, Mas. Mas, tapi kalau papa menolak, gimana?" tanya Runi ragu. Ia mengenal dengan baik bagaimana keras kepala papanya itu.

"Mas akan berusaha sampai papa, mama dan abangmu kasih restu ke kita." Tegas Abi tanpa ragu.

"Makasih, Mas. Udah mau perjuangin aku." Kata Runi.

"Pasti, dek. Selama kamu gak minta Mas buat lepasin kamu, Mas gak akan lepasin sesulit apapun ujiannya." Ujar Abi.

"Jangan sedih lagi, ya. Cerita sama Mas apapun masalahmu." Pesan Abi yang di jawab anggukan oleh Runi.

"Yaudah, kamu mandi dulu, terus kita sarapan di bawah. Itu bajumu sudah datang tadi." kata Abi sembari menunjuk beberapa papper bag yang berjejer.

"Banyak banget, Mas? Mas mau nyuruh aku buka toko baju atau gimana?" Tanya Runi yang kaget melihat deretan papper bag.

"Ya masukin ke dalam lemari kamarmu, dek. Jadi kalau mendadak kita harus ke Kabupaten, gak bingung lagi walau gak bawa pakaian." Jawab Abi.

"Bisa - bisanya kepikiran sampe sana Mas.. Mas..." Ujar Runi geleng - geleng kepala.

"Mas bantu bawa masuk ke kamar barang - barangmu, setelah itu Mas tunggu di sini. Jangan lama - lama mandinya, dek. Mas sudah lapar." kata Abi.

"Siap, Mas! Terima kasih banyak, Mas." jawab Runi.

"Eeh stop! Tunggu dulu!" Runi menahan Abi yang hendak beranjak.

"Kenapa lagi? Ada yang mau di sampein ke Mas?" Tanya Abi.

"Mas punya hutang penjelasan sama aku!" Tagih Runi.

"Oo hotel ini? Iya, di sini Mas adalah salah satu investor. Sedangkan penthouse ini, memang Mas beli khusus untuk Mas. Ini tidak boleh di sewakan." Jawab Abi.

"Hanya di cabang ini?" tanya Runi. Karena hotel ternama ini memang memiliki cabang hampir di setiap daerah.

"Investor secara menyeluruh, dek. Bukan hanya di cabang A atau B. Mas taunya hanya menanamkan modal, tetapi untuk pelaksanaannya, bukan lagi urusan Mas. Tapi, Mas akan di beri laba setiap enam bulan sekali." Jelas Abi yang di jawab anggukan oleh Runi.

"Sudah? Ada yang mau di tanya lagi?" Tanya Abi.

"Hehehehe. Udah, Mas." Jawab Runi.

"Yasudah, cepat mandu dan siap - siap. Setelah sarapan kita langsung ke kantor Pemda. Masih ada waktu satu setengah jam." Titah Abi sembari melihat jam tangannya.

"Oke Mas!" Sahut Runi.

...****************...

"Sepi sekali, aaarrgghh jadi bosan. Mas Abi pergi sama Bapak. Ica ada janji dengan teman - temannya, mau ikut tapi malu." Lirih Runi yang mengomel sendiri.

"Cari ibu aja, ah." Putus Runi pada akhirnya.

Runi yang tadi sedang duduk - duduk di teras, kemudian mulai melangkah menuju ke rumah utama.

"Mau kemana, Gil? Tanya Runi saat melihat Agil mengeluarkan motor trailnya.

"Tracking, mbak. Mbak Runi mau kemana?" tanya Agil.

"Cari ibu. Ibu mana?" kata Runi.

"Ada di dalam, lagi bikin kue. Besok cucunya mau datang." jelas Agil.

"Mbak Wulan dan Almira jadi kesini?" Runi memastikan.

"Iya, mbak." jawab Agil.

"Gil, kamu mau tracking di mana?" Runi kini malah tertarik untuk ikut anak bungsu pak Kades itu.

"Di dekat rawa itu loh, mbak. Kan ada jalur tracking motor yang baru di buka tuh, nah di situ." jelas Agil.

"Sendiri?" tanya Runi lagi.

"Enggak, sama temen - temen trail." jawab Agil.

"Ikutan dong, Gil." Pinta Runi.

"Emang mbak Runi bisa bawa motor trail?" Tanya Agil.

"Bisalah! Mbak juga dulu sering ikut abang main trail gini. Abang kan anak trail juga!" Cerita Runi.

"Nanti di marah Mas Abi?" Agil sedikit khawatir.

"Tenang aja, aman. Bosen Gil, libur gini di rumah aja." Kata Runi dengan wajah memelas, membuat Agil tak tega.

"Izin dulu lah sama Ibu. Kalau boleh, nanti tak siapin motor trailnya Mas." putus Agil.

"Oke!" Seru Runi yang kemudian berlari mencari bu Lastri.

Setelah merayu calon ibu mertuanya itu, akhirnya Runi mendapatkan izin untuk ikut bersama Agil.

"Hati - hati lho, nduk. Masmu marah nanti kalau kamu sampe lecet." pesan bu Lastri pada Runi.

"Siap, bu." jawab Runi yang tampak sumringah.

"Gil, di awasi mbaknya. Ojo tok tinggal - tinggal, tanggung jawabmu pokok e. (Jangan kamu tinggal - tinggal, tanggung jawabmu pokoknya.)" Ujar bu Lasti pada putra bungsunya.

"Njih, bu. Wes aman pokoknya kalau sama Agil." ujar Agil jumawa.

"Berangkat dulu ya bu, doakan anak - anakmu ini. Assalamualaikum." Pamit Agil.

"Heleeh nggaya polahanmu Gil, Gil! koyok arep perang wae!. (Halah, gaya tingkahmu, Gil, Gil! Kayak mau perang saja.)" jawab bu Lastri dengan bibir yang mencebik, melihat tingkah putra bungsunya.

1
Ani
😆😆😆😆😆😆 pada rebutan status padahal belum sah
Syakira
saya suka dengan cerita nya
Kiran Kiran
Gemesin!
Giselle Bustamante
Siapin tisu buat nangis 😭
Gadislpg: Gak bikin banyak air mata kok, kak ✌
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!