NovelToon NovelToon
Senyuman Fatimah

Senyuman Fatimah

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Cintapertama / Balas Dendam / Aliansi Pernikahan / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Qinan

Harap bijak dalam memilih bacaan, sebagian konten ini berunsur dewasa 21+

Demi menyelamatkan panti asuhan yang akan di gusur, Fatimah rela menikah dengan pria setengah baya berusia 50 tahun. Tetapi laki - laki itu sama sekali tak pernah menyentuhnya. Kenapa ? dan ada rahasia apa di balik pernikahannya....

Lalu bagaimana reaksi Glenn Wijaya Liem yang melihat Ayahnya sendiri menikahi wanita yang diam-diam ia cintai sejak tiga tahun yang lalu.... kuy ikutin kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qinan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari pertama kerja

Sebulan kemudian

Pagi ini adalah hari pertama Fatimah bekerja setelah menamatkan kuliahnya, tak terasa sudah hampir empat bulan ia menjadi istri tuan Candra. Selama itu pula laki-laki yang sudah menjadi suaminya itu sama sekali belum pernah menyentuhnya, sebenarnya pernikahan macam apa yang ia jalani. Meski ia tidak mempunyai perasaan apapun terhadap laki-laki itu tapi ia merasa tidak pantas menjadi seorang istri.

Sedangkan Glenn, lelaki itupun masih sama sangat menyebalkan. Setiap hari selalu mengerjainya, sepertinya membuatnya kesal adalah kepuasan bagi Glenn.

Hari ini Fatimah terlihat berbeda, biasanya ia hanya memakai gamis beserta hijabnya tapi kini ia memakai celana bahan yang di padukan kemeja kerja serta hijab yang setia menutupi kepalanya.

Ia masih mengingat betul lembaran kertas yang di berikan oleh Glenn beberapa hari sebelumnya, semua berisi tentang peraturan di kantor termasuk tidak boleh memakai gamis di kantornya.

Dengan high heels lima sentinya ia melangkahkan kakinya memasuki sebuah gedung pencakar langit.

"Pagi Pak." Sapa Fatimah dengan senyum manisnya pada security yang berdiri di dekat pintu masuk.

Security itu hanya bisa memandang takjub wanita yang menyapanya itu, meski ia berpakaian sangat tertutup tapi pesonanya bagaikan magnet apalagi jika tersenyum nampak kedua lesung pipitnya yang membuatnya semakin cantik.

"Pagi mbak." sapa Fatimah ketika berada di meja resepsionis.

"Selamat pagi. Selamat datang di PT Liem Wijaya, ada yang bisa kami bantu ?" tanya seorang wanita yang sedang duduk di belakang meja resepsionis.

"Saya ingin bertemu dengan Glenn." ucap Fatimah yang lolos begitu saja dari bibir tipisnya,.

"Pak Glenn Wijaya ?" tanya wanita itu lagi yang di ketahui bernama Dewi, dahinya sedikit mengkerut. Karena di kantor tersebut hanya ada nama Glenn seorang.

"Oh ya Pak Glenn Wijaya." Bibir Fatimah terasa keluh ketika menyebut nama Glenn dengan awalan Pak, terasa aneh. Karena biasanya ia hanya menyebut nama saja, bahkan pertengkaran mereka setiap hari membuat Fatimah menjadikan Glenn layaknya musuh.

"Apa anda sudah membuat janji ?" tanya wanita itu memastikan.

"Belum."

"Anda harus membuat janji dulu sebelum bertemu beliau." Wanita itu menyerahkan selembar kertas formulir untuk Fatimah isi.

Setelah mengisi formulir tersebut, Fatimah di persilakan untuk menunggu di ruang tunggu yang bersebelahan dengan pintu masuk kantor tersebut.

Sedangkan di lantai 15 dimana ruangan Glenn berada, ia sedang gelisah menunggu Fatimah. Karena yang ia tahu hari ini gadis itu mulai bekerja menjadi sekretarisnya, menggantikan Santy yang sengaja ia pindahkan ke kantor cabang.

"Sialan, dimana dia." Glenn nampak kesal ketika gadis mainannya itu tak kunjung datang.

Jarum jam menunjukkan pukul sepuluh pagi, itu berarti sudah dua jam Fatimah menunggu. Beberapa kali Ia bertanya ke meja resepsionis tapi mereka hanya mengatakan kalau Glenn belum bisa menerima tamu.

"Astaghfirullah, apa dia sengaja mengerjaiku. Ya Allah ingin sekali aku mengumpatnya." gerutu Fatimah dalam hati, ia terlihat sangat kesal.

Fatimah mengambil ponsel dalam tasnya, tapi ponselnya mati sepertinya kehabisan batere. Ponsel yang sudah menemaninya lebih dari lima tahun itu sepertinya sudah sangat lelah menemani Sang pemiliknya.

Pukul sebelas siang, Glenn melangkahkan kakinya menuju lobby kantornya. Saat ini ia merasa tak bersemangat, padahal semalam ia sudah membayangkan betapa menyenangkan bisa mengerjai Fatimah seharian tapi harapan itu sirna ketika wanita yang ia tunggu tak kunjung muncul.

Sepatu pantofelnya menghentakkan lantai dengan keras, hingga membuat setiap karyawan yang melihatnya segera menunduk. Glenn terkenal sangat dingin dan irit bicara saat di kantor. Berbeda dengan Ayahnya yang sedikit lebih ramah.

Fatimah nampak tersenyum ketika melihat Glenn berjalan ke arahnya, entah karena faktor kelelahan menunggu ia melakukan itu. Karena biasanya ia selalu bersikap jutek pada Laki-laki itu.

"Hey Bodoh. Kamu lihat ini jam berapa, apa kamu tidak niat bekerja ?" bentak Glenn ketika melihat Fatimah sedang duduk di ruang tunggu.

Teriakan Glenn yang begitu nyaring membuat beberapa karyawan yang di sana langsung memperhatikan Fatimah, wanita yang mendapatkan sasaran empuk dari kemarahan bossnya.

Fatimah hanya bisa diam mematung mendengar perkataan Glenn yang begitu menusuk hatinya, apa mempermalukannya juga bagian dari cara laki-laki itu menindasnya. Pikir Fatimah.

Bukannya laki-laki itu juga yang tidak mau bertemu dengannya hingga membuatnya menunggu berjam-jam. okeyyy fix, boss memang tidak pernah salah. Perlahan senyum Fatimah mulai surut dan berganti dengan kemurungan.

Melihat perubahan wajah Fatimah yang murung, seketika Glenn menarik paksa tangannya dan membawanya menuju lift khusus petinggi perusahaan.

Karyawan yang melihatnya nampak terpaku dan penasaran dengan wanita tersebut dan itu akan menjadi gosip terhangat ketika makan siang nanti. Karena baru kali bossnya itu terlihat dekat dengan seorang wanita, meski dekat dalam artian lain menurut mereka.

"Lepaskan !!" Fatimah berusaha melepaskan tangannya dari cengkeraman Glenn.

Sedangkan laki-laki itu sedikitpun tak bergeming, ada perasaan marah sekaligus bersalah dalam hatinya. Tangannya terus mencengkeram lengan Fatimah yang tanpa ia tahu itu sangat menyakitkan bagi gadis itu.

Hingga lift itu terbuka, Glenn masih mencengkeram lengan Fatimah dan segera membawanya ke dalam ruangannya.

Sesampainya di dalam Glenn langsung menghempaskan tangannya hingga Fatimah terhuyung dan jatuh ke sofa. Fatimah sama sekali tidak memperdulikan kemarahan laki-laki itu, kini ia hanya memandangi pergelangan tangannya yang terlihat merah dan memar.

Glenn yang melihat itu, segera melangkahkan kakinya menuju lemari pendingin. Diambilnya bantalan kompres dan melemparkan ke pangkuan Fatimah.

"Pakai itu untuk mengompres." perintah Glenn lalu melangkahkan kakinya ke meja kerjanya lalu duduk.

Tanpa menjawab, Fatimah segera mengompres pergelangan tangannya itu. "Kenapa kamu terlambat, bukannya di peraturan sudah jelas tertulis. Setiap karyawan harus sampai di meja kerjanya tepat jam delapan pagi, apa kamu tidak membacanya ?" ujar Glenn dengan meninggikan intonasinya.

"Aku sudah membacanya, bahkan sudah hafal diluar kepala." sahut Fatimah tanpa melihat kearah Glenn, ia terlihat masih sibuk mengompres pergelangan tangannya.

"Lalu kenapa kamu terlambat ?" tanya Glenn.

"Aku sudah datang dari pagi, tapi aku tidak tahu kalau bertemu Direktur harus membuat janji dulu." ucap Fatimah.

Glenn teringat tadi pagi ketika baru menginjakkan kakinya di kantornya, ia berpesan pada penjaga resepsionis kalau tidak akan menerima tamu hingga makan siang. Sekarang ia merutuki kebodohannya, tapi ia juga menyalahkan Sang resepsionisnya yang tidak memberitahu siapa tamunya.

Glenn mengambil ponsel diatas meja kerjanya, ia terlihat mengirim pesan pada seseorang, setelah itu ia menaruh lagi ponselnya ke tempat semula

"Dimana ponselmu, kenapa tidak aktif ?" tanya Glenn masih dari kursi singgasananya.

"Ponselku mati, mungkin kehabisan baterai." Fatimah mengambil ponselnya dalam tas lalu menunjukkan pada Glenn, ia malas sekali kalau harus berdebat sekarang.

1
love_me🧡
lukisan wajah Glenn kah
love_me🧡
firasat Glenn memang kuat & benar Fatimah masih hidup
love_me🧡
waduh, ada preman ya suruhan bapaknya
love_me🧡
mas bule ikutan tender nih
love_me🧡
Fatimah hamil ya thor
love_me🧡
yah nanti bakal ketahuan ya thor waktu glenn datang menyelamatkan kalau Fatimah pakai kalung pemberian glenn dulu
love_me🧡
ayo Jo selidiki
love_me🧡
nah bener kan mereka kakak adik beda emak kali ya
love_me🧡
jangan" masih saudara
love_me🧡
kukira glenn fatimah hihihi🤭
love_me🧡
pasti si ibu" ngira Fatimah selingkuh pacarnya udah ganteng eeeh jalan sama cwok ganteng lain lagi 🤣🤣🤣
love_me🧡
kog aku jadi curiga ya mereka dulu bersahabat trs jadi cinta segitiga, Chandra mengalah menikah dg orang lain trs menetap diluar negeri lalu ibunya fatimah hamil dg Juan tanpa Juan tau lalu Fatimah dititipkan di panti entah karna keluarga Juan tidak setuju karna ibu Fatimah orang miskin atau apapun itu alasannya belum tau ya
love_me🧡
David kah ?
love_me🧡
apakah Fatimah & glen berjodoh ?
Endang Sulistia
waduh...ni mulut si Abah perlu si tampol 😤😤😤
Endang Sulistia
🤦
Endang Sulistia
🤣🤣🤣🤣 mantap gio..
Endang Sulistia
🤦🤣🤣🤣
Endang Sulistia
ini ibu ibu penunggu halte kayaknya...🤔🤣🤣🤣
Endang Sulistia
ini ibu ibu kok ada aja ya..🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!