NovelToon NovelToon
BALAS DENDAM

BALAS DENDAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata-mata/Agen / Bullying dan Balas Dendam / Dendam Kesumat
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumi

Darren adalah anak yatim piatu yang diangkat anak oleh Jhon Meyer, Owner XpostOne. Prestasinya sangat gemilang sehingga dia sering di perintahkan oleh Jhon Meyer untuk bertugas di daerah konflik.

Umurnya sudah dua puluh delapan tahun dan belum menikah. Ia berjanji sebelum bisa membalaskan sakit hatinya kepada keluarga Blossom, ia tak mau menikah. Dulu saat berumur sepuluh tahun orang tua dan kakaknya di bakar hidup-hidup oleh keluarga Blossom.

Suatu hari ia di perintahkan oleh Jhon Meyer untuk menyelamatkan tiga orang gadis yang terperangkap didesa Beduwi. Dengan berat hati ia pergi ke Bali, tapi apa yang dia temukan di desa itu? Ilmu hitam atau Le-ak. Sangat mengerikan dan hampir saja ia menjadi tumbal.

Saat mengetahui salah satu dari ke tiga gadis itu adalah putri keluarga Blossom, ia pun membuat rencana jahat untuk menyiksa gadis itu.

Apakah yang direncanakan oleh Darren? silahkan baca sampai tamat.

Trimakasih, jangan lupa like, coment***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB.18. BERTEMU INTAN

Semenjak Aluna menghilang nyonya Yunita terus menangis, ia begitu sedih. Separuh nyawanya seolah menghilang, untung sekarang ada Intan yang selalu berada disisinya, perasaan sedih sedikit terkikis.

"Tante...kalau Aluna tidak muncul dalam sebulan ini, maukah tante mengangkat aku sebagai anak?"

Wajah nyonya Yunita memucat, ada bening disudut matanya. Kadang Intan tidak tau etika kalau bicara, bukannya bantu doa supaya Aluna cepat ketemu, malah merasa euphoria kalau Aluna tidak bisa muncul. Bathin nyonya Yunita.

"Intan, ini adalah hotel milik Aluna, nanti ia akan menjadi owner di hotel ini. Tante harap ia cepat bisa ditemukan." ucap nyonya Yunita mengalihkan pembicaraan.

"Hotelnya bagus sekali tante, alangkah bahagianya Luna punya mama yang kaya raya dan baik. Aku dan Yudi berjanji akan mencari Luna." kata Intan lembut seolah tau bahwa nyonya Yunita tersinggung.

Intan dari dulu merasa iri kepada Aluna, banyak perbedaan di antara mereka, Aluna cantik, sexy dan kaya raya, selalu mendapat kemewahan dari orang tua dan keluarga besar Blossom, maklum Aluna wanita satu-satunya di kluarga Blossom.

Ketiga saudara papanya hanya memiliki anak laki-laki.

"Intan, tante minta kalau bisa segera cari putri tante, rasanya tante tidak kuat menahan derita ini." ucap nyonya Yunita sedih.

"Jangan khawatir tante, aku dan Yudi akan segera mencari Luna. Seandainya mami ku masih hidup, hidupku juga bahagia seperti Luna..."

"Sudahlah jangan bersedih, sekarang ada tante, apapun yang kamu inginkan bilang saja." potong nyonya Yunita.

Perasaan Intan berbunga-bunga, ingin rasanya ia membunbun Aluna supaya semua kekayaan Blossom pindah kepada dirinya. Tapi pelan-pelan saja, pekerjaan ini harus rapi, tanla cela.

"Tante cuci muka dulu dari tadi menangis terus, tunggu disini ya Intan..." ucap nyonya Yunita berdiri. Ia berjalan gontai menuju toilet.,

"Silahkan tante..."

Intan lalu berdiri dengan angkuhnya saat dua orang waitress membawa pesanan nyonya Yunita.

"Permisi nona, ini pesanan nyonya." ucap waitress itu sopan.

"Oke, taruh saja di sana!" sahut Intan tanpa menoleh, ia sibuk mantengin hape mencari tas-tas branded keluaran terbaru.

"Kringg...Kringg..."

Intan terlonjak, suara hape nyonya Yûnita mengagetkannya. Ia cepat merogoh tas nyonya Yunita.

[Hallo maa...]

Hampir hape terlepas, ia kaget saat mendengar suara Aluna. Buru-buru ia menanyakan keberadaan Aluna.

[Luna, aku intan. Diam diposisimu aku akan menjemputmu]

[Intan kamu selamat? Syukurlah...aku kangen padamu. Jemput aku disini]

[Aku secepatnya akan meluncur kesana, jangan menelpon siapapun karena banyak mata-mata yang ingin menangkapmu]

[Baik Tan, trimakasih]

Aluna senang mendengar kalau Intan selamat, padahal ia sudah putus asa saat melihat Intan dan Katrin tergantung di kuburan. Trauma berat saat mengingat peristiwa itu.

Aluna kemudian memberi alamatnya dan menjelaskan kalau saat ini ia tak punya kartu penduduk dan semua indetitasnya hilang, termasuk ATMnya.

Intan cepat memindahkan nomer kontak Aluna ke hapenya dan menghapus nomor Aluna di hape nyonya Yunita. Ia juga memblokirnya. Tentu ia tak ingin nyonya Yunita mengetahui kalau Aluna masih hidup dan tadi menghubunginya.

"Mari kita pulang, Jenderal Managernya tidak kunjung datang." ucap nyonya Yunita saat keluar dari toilet.

Untung intan cepat menaruh hape nyonya di tasnya. Hampir saja, bathinnya. Dadanya berdebar keras saat nyonya Yunita memandangnya.

"Silahkan makan dulu tante, sekalian menunggu Yudi." ajak Intan ramah.

"Baiklah..."

"Tante, saya dan Yudi tidak akan pulang kita akan langsung ke Bali. Kami berdua akan mencari Aluna, menurut perkiraan saya Aluna masih hidup." ucap Intan.

"Ya ampun Intan, semoga firasatmu benar. Kalau sampai kamu menemukan Aluna, apapun kamu minta saya akan berikan. Terimakasih sayang atas kepedulianmu kepada kami." ucap nyonya Yunita terharu, ia lalu mengeluarkan segepok uang untuk membeli tiket dan keperluan lainnya.

Yudi datang tergesa-gesa, ia sudah di chat oleh Intan dan diajak berangkat ke Bali.

"Yud..silahkan duduk, kita makan dulu." ajak nyonya Yunita.

"Baik nyonya."

Mereka makan sambil mengobrol panjang lebar. Kemudian Intan dan Yudi berangkat ke Bandara. Mereka naik pesawat ke Bali dan pulangnya akan naik travel.

PASCA DITINGGAL DARREN

Setelah ditinggal oleh Darren ke Jakarta, Aluna pergi ke Hotel Blossom yang dekat dengan pantai Kuta. Sampai di hotel ia bingung karena tidak ada mengenalnya. Tak ada tanda pengenal yang meyakinkan selain itu pakaian Aluna sederhana tidak mencerminkan anak konglomerat.

Security dan resepsionis malah menghina dan mengusirnya. Tidak ada yang mau mendengar penjelasannya. Kalau dipikir mereka tidak bersalah, siapa yang bisa percaya kepadanya?

Itulah yang menyebabkan Aluna mau ke Jakarta untuk membuat KTP, SIM dan mengurus ATM. Sayang sekali mamanya tidak bisa dihubungi, tapi untung Intan mau menjemputnya.

Tak ada koper atau tas branded, ia hanya membawa tas murah dan beberapa helai baju. Seandainya ia menolak saat Intan memaksa mengajak pergi ke Bali, tentu tidak ada tragedi ini. Ia menyesal dan berharap bisa melupakan peristiwa itu.

Darren sengaja membelikannya hape baru untuk menemaninya, sebenarnya ia bosan bohong kepada Darren tentang jati dirinya gara-gara dipandang miskin, barang yang dibeli semua murahan.

"Tookkk...Tookkk...Tookkk."

Aluna cepat menuju pintu, ia yakin Intan yang datang. Betul saja, tapi Aluna urung memeluknya. Mata Aluna tajam meneliti dari atas kebawah. Penampilan Intan yang glamour membuat Aluna bertanya dalam hati, ada apa ini?

"Aku pangling melihatmu, apa benar ini temanku yang dulu." ucap Aluna tersenyum.

"Ini aku, temanmu yang dulu miskin..." ucap Intak tertawa dingin.

"Kadang kita tidak tahu nasib kedepannya, yang miskin jadi kaya dan yang kaya jadi pengemis.." sambungnya lagi.

"Berarti kamu sekarang sudah kaya?" ucapan Aluna membuat Intan sadar, bahwa semua yang melekat ditubuhnya adalah milik Aluna

Buru-buru Intan memeluk Aluna dan Yudi yang berada di belakang Intan lega. Ia takut kalau Intan salah bicara merasa saat ini hidupnya banyak uang.

Walaupun memakai pakaian murah, Body language Aluna menggambarkan bahwa dia putri konglomerat. Begitu anggun dan berkharisma. Beda jauh dengan Aluna.

"Kenalkan ini Yudi orang yang berjasa menyelamatkan aku dari tragedi Beduwi. Aku hampir mati dan ingatanku tajam saat kamu melepaskan diri dari tiang eksekusi, dan kamu meninggalkan aku." sindir Intan.

"Maaf Intan saat itu aku tidak berdaya, suasananya sangat krodit, kalau aku menolongmu kita berdua bisa terbunuh."

"Tidak apa-apa Lun, itu pelajaran yang berharga bagiku, tidak semua teman bisa menolong di saat berbahaya."

"Aku jadi gak enak hati...."

"Untung aku masih hidup, Tuhan sangat baik mengirim Yudi untuk menolongku. Dia menggendongku dari desa Beduwi sampai desa Loloan. Sangat jauh sekali."

"Aku ikhlas, tidak usah diungkit lagi." ucap Yudi dari balik punggung Intan. Mata Yudi tidak mau lepas dari wajah cantik Aluna, ia terkesan saat pandangan pertama.

*****

1
❤ning🍀⃝⃟💙༄⃞⃟⚡
kabur gung 🤣🤣 itu juga kalo kamu masih ada tenaga buat kabur...
❤ning🍀⃝⃟💙༄⃞⃟⚡
serasa mau ke pesta Halloween👻🍬
❤ning🍀⃝⃟💙༄⃞⃟⚡
saking penasarannya plus tegangnya si Agung nungguin itu ilmu yg dibeli di olshop beneran ngepek apa ga 😅
❤️⃟Wᵃf Nesia
Aluna cepat cari bantuan untuk temanmu
❤️⃟Wᵃf Nesia
ratunya masa bisa salah si 🤣
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
kasian sekali hidupmu aluna terasa tertekan smaa dua org itu
❤ning🍀⃝⃟💙༄⃞⃟⚡
segala ada add on nya ilmu leak 🤣🤣 blm lagi ada diskonan juga... dukun jaman now 😅
❤ning🍀⃝⃟💙༄⃞⃟⚡
waduh Darren ini masuk golongan yang mn ya 🤔
❤ning🍀⃝⃟💙༄⃞⃟⚡
udah keburu nyebur ya sekalian aja nyelem ya😅
❤️⃟Wᵃf Nesia
kok makin penasaran yah ceritanya menarik
❤️⃟Wᵃf Nesia
ternyata sudah ada larangan keras dari polisi
❤️⃟Wᵃf Nesia
Prustaii ditinggal Pacar
❤️⃟Wᵃf Nesia
ceritanya mbah dukun
Anonymous71
mata-mata agensi
Anonymous70
lanjut thor semangat
Anonymous69
sakit banget pasti
Anonymous68
keren banget novelnya
Anonymous67
mantap daren
Anonymous66
lanjut
Anonymous65
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!