NovelToon NovelToon
The Gangster Boy

The Gangster Boy

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romantis / Komedi / Badboy
Popularitas:2M
Nilai: 4.8
Nama Author: RuangTilyt

Indira Necelia Mahatma seorang gadis yang baik, periang dan pemberani yang bisa meluluhkan hati Andris sang ketua dan pendiri gangster Hellboy. Gangster Hellboy yang suka bertarung dan balap dengan geng lainnya termasuk dengan Logitacht yang notebenya dalah musuh terbesarnya.

Andris Matteo ketua gangster Hellboy yang disegani dan ditakuti. Dia adalah lelaki tampan yang digilai para siswi disekolah. Andris yang susah didekati dan susah meluluhkan hatinya kini menjadi kekasih Indira yang lembut terhadapnya saja.

Apa yang terjadi dalam cerita cinta mereka nantinya?
Ketika rahasia yang menyakitkan akan terungkap berlahan dan akan mengores sedikit demi sedikit hati keduanya. Tetapkah mereka akan bersama atau malah memutuskan cerita cinta mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RuangTilyt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keinginan Andris 2

“Pesan makanmu, mba pesanan biasa ya.” Ucap Andris yang sudah menjadi pelangan tetap.

“Baik mas, mba mau pesan apa?” Tanya pelayan sambil menulis pesanan Andris.

“Samai saja mba biar cepat.” Kata Indira yang nggak mau ambil pusing.

“Baik, silahkan tunggu ya mas, mba.” Kata pelayan dan pergi.

Ketika pelayan pergi Andris mengambil bungkus rokoknya, dan menghidupkan rokoknya. Asap rokok yang berterbangan kesana-sini menganggung pernafasan Indira apalagi Indira benci dengan asap rokok. Melihat Andris yang tak peka membuat Indira semakin jengkel.

“Biasa matikan rokoknya tidak? Kalau mau merokok disana bukan disini. Itu asap rokok bisa buat orang gangguan pernafasan dan kalau kau mau menyakiti tubuhmu cukup tubuh saja bukan menyakiti sekitar dengan asap membahayakan itu.” Ucap Indira yang dikit menjauh dari tempat duduknya tadi.

Melihat Indira dikit menjauh dan mendengar ucapan Indira tadi membuat Andris mematikan rokoknya dan membuang ketong sampah. Hening, setelah kejadian tadi bukannya melawan ucapan Indira, Andris hanya mengikuti apa katanya. Mungkin dipikirannya benar. Setelah beberapa saat hening pelayan tadi pun datang membawa pesanan mereka.

“Silahkan nikmati mas, mba. Kalau ada pesanan lagi silahkan panggil.” Ucap pelayan dan meletakan pesanan.

“Terimakasih mba.” Ucap Indira manis dan melihat Andris hanya diam dan langsung makan. “Kau ya nggak ada sopannya, biarpun pelayan tetap harus terimakasih tahu. Ngucapi satu kalimat saja susah amat itu mulut.” Sambung Indira menatap Andris dengan kemarahannya.

Bukan menjawab Andris hanya membalas dengan tatapan mata tajamnya yang membuat Indira ciut begitu saja.

Dasar horror bukan menjawab iya, baik, ok ini main tatap mata saja. Emang hantu apa. Indira menggumat dalam hati.

“Dris boleh tidak aku minta satu permintaan saja samamu?” Tanya Indira selesai makan.

Bukan menjawab Andris masih tetap menatap layar ponselnya. Dengan kesalnya Indira menendang kaki Andris. Andris menatap tajam Indira.

“Makannya kalau orang bicara didengar, ini malah asik sendiri.” Sahut Indira sambil menunduk. “Boleh tidak sih?” Sambung Indira lagi.

“Jadi cewek sopan.” Jawab Andris masih menatap layar HP.

“Akukan sudah sopan tapi kaunya saja nggak mau dengar. Apa coba keselahanku” Sahut Indira.

“Gimana cara kau panggil yang lebih tua.” Tegas Andris.

“Emang kau sudah tua ya, aku lupa.” Canda Indira

Andris bangkit dari tempat duduknya lalu dicegah Indira. “Eh tunggu, main pergi saja. Aku belum selesai ngomong dan ini makanan belum dibayar.” Kata Indira.

“Toilet.” Kata Andris dan pergi meninggalkan Indira.

Dia mau ketoilet atau mau pergi ninggali aku ya. Dasar senior horror yang tak bertanggungjawab. Indira membantin.

“Kukira ditinggal biar aku yang bayar.” Kata Indira yang elihat Andris sudah duduk dihadapannya.

“Kau yang bayar.” Sahut Andris.

“Ok aku yang bayar tapi pergi sekolah setiap pagi aku nggak usah dijemput cuma pulang sekolah kita barengan.” Indira memberanikan diri.

“Tidak.” Sahut Andirs.

“Pliss, kamu tambah satu lagi deh keinginanmu pasti kukabuli.” Mohon Indira.

“Ok.” Kata Andris dan bangkit dari kursinya.

Melihat Andris yang sudah bangkit membuat Indira berniat membayar tagihan makanan yang belum dibayar. Indira mengangkat tangannya memanggil pelayan.

“Iya mba, ada pesan?” Tanya pelayan tersebut.

“Tidak mba, saya mau bayar tagihannya. Bilnya mana?” Sahut Indira sambil mengeluarkan dompet.

“Maaf mba, tagihannya sudah dibayar mas yang tadi.” Kata pelayan tersebut.

“Makasi mba.” Indira pergi mengejar Andris yang sudah menunggu diluar. “Bilang sudah dibayar apa susahnya sih, ini main tinggal saja.” Gumam Indira.

Setelah makan, Andris mengantar pulang Indira dengan motor kesayangan. Ini baru pertama sekali Indira diboceng oleh senior horror dan akan menjadi rutinitasnya untuk kedepannya. Kepala Indira penuh dengan kejadian sehari ini yang telah ia lalui disekolah.

Dimana Indira harus bertanggungjawab dengan mengabulkan beberapa keinginan Andris, semakin dipikir apakan hari esok akan menjadi sejarah baru yang harus dilalui bersama senior horror ini. Dan Indira semakin memikirkan gimana dengan sesosok Delvin, dimana Indira mau membuka hatinya dengan Delvin.

“Turun.” Kata Andris

Indira yang melamun akan dirinya terkejut mendengar suara yang begitu horror. Melihat mereka sudah dihalte tempat tadi pagi ia bertemu dengan Delvin, Indira langsung turun dari motor Andris. Tanpa aba-aba Andris langsung tacap gas meninggalkan Indira seorang diri.

“Perilakunya nggak ada baiknya, sanggup nggak aku hadapi tingkah senior horror itu? Tapi bagus seperti itu jadi tak banyak nanya-nanya.” Gumam Indira dan mengambil HP untuk menghubungi abangnya.

Indira masih menunggu dihalte dan memandangi langit yang kini semakin gelap. Suasana dijalan raya yang dipadati kendaraan, terdengar suara-suara klaksion seakan mengadu dengan sesaknya jalan raya.

Tin Tin…

Indira melihat mobil yang ada dihadapnya dan langsung masuk kedalam mobil tersebut. Indira tersenyum melihat sosok abangnya yang selalu mengerti adeknya.

“Makasi bang mau direpoti terus sama adeknya.” Kata Indira sambil memasang satbet.

“Makanya pakai kendaraan sendiri biar nggak repoti lagi dek.” Sahut Andra sambil melajukan mobil.

“Kenapa sih bukan bang Andra yang jemput padahal aku chatnya bang Andro bukan abang durrr haresss ini.” Ucap Indira yang baru menyadari kembaran abangnya.

“Adek sendiri masa sih nggak bisa bedai mana Andro dan yang mana Andra, padahal Andra lebih guanteeng. Dan yang durhaleks disini siapa ya, yang nggak kenal abang kandungnya?” Tanya Andra dengan candanya.

“Ihhhh, bukan nggak kenal kan masih sekilas tadi. Lagian yang kuhubungi bukan bang Andra makanya aku pikir ini bang Andro gitu loh.” Elak Indira.

“Hahhaha… pandainya ini bocah ain elak-elakan. Kenpa lama sekali pulang dek, baru sehari dijemput dan diantar langsung lama pulang. Gimana berbulan-bulan pasti nggak pulang-pulangkan!” Tanya Andra yang serius.

“Heee, bukan gitu bang. Tadi aku dihukum bersihkan perpus karena lupa bawa tugas dan singgah makan dulu karena lapar buanget. Lagian aku nggak diantar sama Delvin yang tadi pagi jemput.” Jelas Indira agar abangnya nggak salah paham.

“Sekali lagi jangan teledor dek, periksa lagi tasnya sebelum berangkat dan kalau ada yang ketinggalan bisa hubungi abang kembarmu. Percuma punya abang kembar yang bisa bantu. Itu lagi cowok yang tadi pagi namanya Delvin dan dia nggak antar kau pulang dek?” Kata Andra.

“Hehehe, lupa bang tapi lain kali ingat kok, janji. Iya bang namanya Delvin, kenapa bang?” Sahut Indira sambil dua jari berbentuk V.

“Masa jadi cowok nggak tanggungjawab sekali, pagi ajak bareng kesekolah aturan dia juga yang antar. Kalaupun kamu dihukum dianya sebagai cowok yang lagi pedekatean bisa bantu bersihkan perpus atau setidaknya nunggu kamu selesai biar pulang bareng. Itu baru cowok jetelmen. Jadi tadi siapa yang antar dek atau pulang sendiri? Kalau pulang sendiri minta jemput dek, lihat ini sudah maghrib.” Kata Andra yang terlihat kesal.

- - -

...Bagi pembaca yang baik hati tolong beri dukungan buat author ini dengan cara :...

...Vote...

...Like...

...Komen...

...Favorit...

...Vote...

...Bintang Lima/Rate 5...

...Terimakasih, Salam hangat dari The Gengster Boy❣️❣️...

1
Angela
halloo jangan lupa mampir di cerita Penatian Cinta Presdir Tampan💞
Felicia amira
Luar biasa
Resa Muhamad Faisal
setelah sekian lama menunggu akhirnya up juga,,dah lma gk up kk,,malahan hmpir lupa sama alurnya,,,

next kk semngt💪💪
Susi Hirawati
ceritanya seru tapi gaya penulisan kalimatnya kurang bgus,bnyk kata2 yng ssah di pahami,mngkin buat kedepean bisa lbih di perhatikan lagi kalimat2nya mbak🙏🙏
👁️‍🗨️eHa🦄
tega tuh si bayu meninggalkan tyas sendirian demi perempuan lain.berarti bayu memang tak pantas dipertahankan
Emhy Fadhyl
Lanjut thor
Pebrianti Siahaan
nextt thorr
👁️‍🗨️eHa🦄
sambung
Pebrianti Siahaan
thorrr ayo dong di lanjutin lgiii
Ay Jutex
musibah membawa berkah itu..
resaiza
Next kk,semangat kk
resaiza
sllu ku tunggu kk cerita andris dan indira,,mksih kk udah up lagi

Next kk,,,semangat kk buat nulisnya
ZNierahmi Rahmieka
cptnn aja alurnya dek..biar cpt kelarr konfliknya.blm lg misteri meninggalnya mikha (kkaknya andris )...ayooo ayoooo 💪
👁️‍🗨️eHa🦄
sambung
Ayu
lanjut thor
👁️‍🗨️eHa🦄
sambung ga pake lama thor.🤭
Tilyt🧚: terharu kakak masih setia 😭 makasiii kakak baikku😍❤️
total 1 replies
ZNierahmi Rahmieka
kagettttttttttt dpt notf....slseinn ini dluu bru buat baruu yaaa dedek uthor yg cantik plus plus 🤗🥰🥰
Tilyt🧚: terharu masih ada kakak yang setia mendukung aku😭 makasiii kakakkan baikku😍❤️
total 1 replies
Nada Az Zofiroh
author kpan up lgi padahl lgi seru"baca😔😫
Zian Alia
lanjutttttt
Rino
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!