NovelToon NovelToon
Antagonis Cantik Tawanan Mafia Kejam

Antagonis Cantik Tawanan Mafia Kejam

Status: tamat
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Wanita / Mafia / Obsesi / Fantasi Isekai / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 5
Nama Author: MTMH18

Lala mengalami kecelakaan yang membuat jiwanya terjebak di dalam raga seorang antagonis di dalam novel dark romance, ia menjadi Clara Shamora yang akan mati di tangan seorang mafia kejam yang mencintai protagonis wanita secara diam-diam.

Untuk menghindari nasib yang sama dengan Clara di dalam novel, Lala bertekad untuk tidak mengganggu sang protagonis wanita. Namun, ternyata ia salah langkah dan membuatnya diincar oleh malaikat mautnya sendiri—Sean Verren Dominic.

“Sekalinya milik Grey, maka hanya Grey yang bisa memilikinya.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MTMH18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian enam

Clara diantar oleh sopir pribadi Sean, mulai sekarang gadis itu tidak perlu menaiki taksi untuk pergi ke mana-mana.

Meskipun semuanya terlihat berjalan dengan mulus, tetap saja Clara masih belum bisa tenang.

Siapa juga yang akan tenang kalau berdekatan dengan malaikat mautnya sendiri?

“Nona Clara, kita sudah sampai,” suara Joseph menyadarkannya dari lamunan.

Clara masih berada di universitas yang sebelum, tetapi jurusannya berbeda. Gadis itu tidak masalah kalau harus mengulang dari awal lagi, karena keinginannya untuk menjadi dokter tidak bisa diubah.

“Clara?” Lagi-lagi ada yang memanggil namanya, dan Clara tidak mengenali wajah dari lelaki yang kini berjalan ke arahnya.

Tidak ada ingatan yang tersisa, jadi gadis itu tidak tahu siapa lagi yang menghalangi jalannya.

“Kau kenapa ke sini?” Tanya lelaki tersebut dengan tatapan penuh selidik.

“Kuliah,” jawab Clara.

“Tapi tempatmu bukan di sini—”

“Clara?” Kali Aaron yang menghampirinya, tentu saja lelaki itu datang bersama Bella.

Clara memejamkan matanya sejenak, ia paling malas bertemu dengan dua orang itu.

“Kenapa kau ke sini?” Pertanyaan yang sama.

“Aku ada kelas, jadi kalian minggir!” Clara mendorong bahu Aaron dan lelaki yang tidak diketahui namanya.

“Akh!” Tiba-tiba suara pekikan Bella membuat Clara menghentikan langkahnya.

“CLARA!” Bentakan itu berasal dari Aaron yang tidak terima Bella terjatuh, karena ikut tersenggol bahu Eiden—teman Aaron.

Clara langsung menahan tangan Aaron yang hendak menamparnya, ia tidak akan membiarkan wajah cantiknya lecet.

“Itu bukan salahku, salah dia yang memiliki tubuh lemah,” bisik Clara sambil mendorong tubuh Aaron agar menjauh darinya.

Clara mengabaikan teriakan Aaron yang terus memakinya, padahal banyak pasang mata yang sedang menyaksikan mereka… namun Aaron tidak bisa menahan amarahnya.

“Bella, kau tidak apa-apa?” Tanya Aaron sambil melihat telapak tangan Bella yang tergores oleh batu tajam.

Lelaki itu menahan geramannya, karena Bella kembali terluka.

“Aaron, aku baik-baik saja,” jawab gadis itu dengan mata berkaca-kaca.

Aaron segera menggendongnya, membawanya ke ruang kesehatan. Lelaki itu akan membalas Clara nanti, karena saat ini keadaan Bella lebih penting.

Eiden tidak bisa ikut keduanya, karena ia ada kelas.

“Clara?” Kaget Eiden saat melihat Clara duduk di kursi paling depan.

Lelaki itu tidak bisa bertanya kepada Clara, karena dokter sudah memasuki ruangan untuk memulai pertemuan hari ini.

Mata Eiden tidak bisa lepas dari sosok Clara yang duduk cukup jauh darinya, ia masih tidak percaya kalau Clara pindah jurusan.

“Dia benar-benar gila, bisa-bisanya pindah jurusan untuk mencari perhatian Aaron,” gumam Eiden yang sangat paham sifat gadis itu.

Lelaki itu mengira kalau Clara pindah jurusan, agar bisa berdekatan dengan Aaron. Padahal gadis itu sudah tidak peduli lagi dengan Aaron maupun siapapun, ia hanya ingin menjadi dokter.

“Percuma saja cantik, kalau sifat dan hatinya busuk,” Eiden tidak menyukai sikap Clara yang terlalu berlebihan, berbanding terbalik dengan sifat Bella.

...***...

Sean kembali ke kantor, karena ia tidak bisa meninggalkan kantor lebih dari satu hari.

Ada yang berbeda dari pria itu, di mana wajah Sean terlihat sedikit cerah dan Elios menyadari siapa yang sudah membuat sang atasan merasa senang.

Tentu saja sosok Clara pelakunya, di mana tadi pagi Sean tidak sarapan sendirian, seperti sebelum-sebelumnya. Bahkan pria itu jarang sarapan, karena sangat malas.

“Tuan Sean, sepertinya keluarga Nona Clara sudah mulai bergerak untuk mencari tahu tentang saya,” ucap Elios.

Sean memang menyuruh Elios untuk menaruh beberapa orangnya di Mansion Lexander, jadi sangat mudah bagi Elios untuk mendapatkan informasi lebih cepat.

“Biarkan saja,” jawab Sean yang masih belum ingin menampakkan diri di hadapan mereka, biarkan mereka sibuk mencari informasi tentang Elios yang memang tidak pernah muncul di depan publik.

Sean sengaja menaruh Elios di balik layar, Elios hanya akan muncul saat pertemuan penting saja—itu pun hanya beberapa orang tertentu yang tahu tentang Elios yang merupakan tangan kanan Sean.

“Jangan biarkan mereka menemui Clara dengan mudah!” Perintah Sean.

“Saya mengerti.” Elios menundukkan kepalanya.

“Tuan, tapi Anda yakin? Membiarkan Nona Clara tetap bertemu dengan Aaron?” Tanya Elios yang baru mendapatkan informasi tentang kejadian di depan fakultas kedokteran.

“Apa yang terjadi?” Tanya balik Sean.

“Dia hampir menampar Nona Clara, tetapi Nona lebih cepat menahan tangannya,” jelas Elios.

Sean menarik sudut bibirnya, ternyata dugaannya benar… Clara sudah tidak mencintai tunangannya sendiri. Meskipun gadis itu masih mencintai Aaron, tentu saja Sean tidak akan tinggal diam.

Sean akan melenyapkan Aaron, sehingga tidak ada lagi yang dicintai oleh gadis kecilnya.

“Kau bisa kembali ke ruanganmu!” Sean mengusir Elios.

Elios menganggukkan kepalanya dan berlalu keluar.

“Bagus Clara! Jangan biarkan mereka menyentuhmu atau melukaimu lagi, karena tubuhmu sudah menjadi milik Grey.”

Mata biru itu terlihat menggelap, karena mengingat perlakuan kasar yang didapatkan gadis kecilnya.

Kali ini Sean tidak akan tinggal diam, kalau mereka berani melukai Clara. Pria itu akan membalasnya, bahkan lebih kejam dari apa yang didapatkan gadis kecilnya.

...***...

Clara memasukkan beberapa buku ke dalam tasnya, ia menoleh saat seorang gadis manis duduk di kursi kosong di sebelahnya.

“Namaku Zelin, aku baru melihatmu di sini. Apa kau baru pindah ke sini?” Tanya gadis yang bernama Zelin.

“Aku pindah jurusan,” jawab Clara.

“Jika kau membutuhkan catatan, aku bisa meminjamkan catatanku. Anggap saja sebagai tanda pertemanan kita,” ujar Zelin.

Clara memperhatikan Zelin, ia melihat ketulusan dari mata cokelat Zelin.

“Boleh,” kata Clara yang merasa tidak masalah kalau memiliki satu teman.

Zelin melebarkan senyumannya, bukan tanpa alasan ia mendekati Clara. Zelin adalah adiknya Elios dan ia ditugaskan kakaknya untuk menjaga Clara dari dekat, tadi Zelin hanya berpura-pura tidak tahu kalau Clara pindah jurusan.

“Mau ke kantin? Makanan di kantin sangat enak, aku bisa merekomendasikan yang paling best seller!” Seru Zelin dengan penuh semangat.

Clara menganggukkan kepalanya, ia merasa sedikit lapar. Lagipula Zelin terlihat cukup asyik orangnya.

“Clara!” Aaron kembali menghalanginya.

“Kita perlu bicara!” Lelaki itu meraih tangan Clara.

“Hei! Lepaskan temanku! Dia tidak mau bicara denganmu!” Zelin tidak akan membiarkan Aaron untuk membawa Clara, karena tugas utamanya adalah menjauhkan Clara dari Aaron.

“Jangan ikut campur!” Aaron menatap tajam Zelin yang hendak menghalanginya.

“Zelin benar, aku tidak memiliki waktu untuk membicarakan hal yang tidak penting,” Clara menyentak tangan Aaron, bahkan gadis itu mengusap pergelangan tangannya menggunakan tisu basah yang sengaja dibawa.

Aaron menggeram marah saat melihat tindakan tunangannya, tetapi suara Bella membuatnya tidak bisa mengejar Clara yang sudah pergi dengan Zelin menuju kantin.

“Awas kau, Clara!”

Bersambung.

1
Amiera Syaqilla
hello author🔥
Hariyanti
thanks Thor 🥰🥰🙏 ceritanya penuh warna
Erna Masliana
Elios cinta Clara tapi dia diam tidak obsesi tidak pula ngobrol berlebihan atau so akrab..soal cinta mana bisa diatur hati milih sendiri kok
Erna Masliana
Clara tidak beruntung Clara asli tetap mati...ini jiwa Lavanya jadi hasilnya beda bisa bales dendam
Erna Masliana
satukan dg napi yang guy
Erna Masliana
makanya kudu dibunuh
Erna Masliana
eta paehan heula s Joan..sok dagorkn huluna nepi ka bocor.. minimal hiji biang masalah paeh
Erna Masliana
nya salah s Olivia anj.. pelakor gak tau diri.. sakit jiwa
Erna Masliana
atuh bikin pingsan dulu s Joan nya atau langsung bunuh kalo bisa baru megang pintu
Erna Masliana
bawa mobil tabrak mereka
Erna Masliana
udah ketebak
Erna Masliana
oh gitu... memang keluarga Lexander harus hancur sehancur hancurnya kalo gitu
Erna Masliana
itu pasti salah satu pegawai rumah mu .. tidak mungkin batu terbang dari lingkungan luar..rumahmu berupa Mansion kan pasti dikelilingi halaman
Erna Masliana
heh .. nanti ketemu anak aslimu disana Jes
Erna Masliana
ngeunah ngomong kesempatan kedua..nyeri hate 10th masa iya poho kitu bae.. mana maraneh kan geus ngusir
Erna Masliana
belom 10th.. Clara aja sanggup sampe 10th dihina diabaikan ditampar difitnah kalian..
Erna Masliana
pengkhianat kah
Erna Masliana
memang Grey yang cinta Clara bukan Sean kayaknya.. otaknya Sean isinya Luna 😛
Erna Masliana
betul sangat tidak masuk akal
Erna Masliana
hoax banget... terlalu berlebihan hanya karena Laluna mati semuanya harus mati aneh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!