NovelToon NovelToon
LENTERA SERAPHINE

LENTERA SERAPHINE

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Percintaan Konglomerat / Anak Genius / Cintapertama
Popularitas:70
Nilai: 5
Nama Author: pupybear

Dunia terlalu kejam untuk dia yang hanya terus menangis.
Bumi ini sangat jahat untuk wanita yang hanya mengandalkan dirinya sendiri, berbekalkan keberanian dan tekad untuk bisa bertahan hidup di tengah tengah gempuran kesulitan.

Haeyla Seraphine layak mendapatkan kemenangan atas hidup nya, cinta dan ketulusan layak untuk dia menangkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pupybear, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 4.

20:00

Sejuk nya malam ini, lupa udah hampir berapa lama aku gak libur kerja ya, buat me time pun jarang banget, sekalinya bisa me time begini rasanya itu senang sekali.

Haeyla berjalan kaki menyusuri jalanan yang terlihat sepi, malam ini habis hujan, karena itu jalanan tampak sedikit sepi.

Telpon Haeyla berdering.

" La, gue lagi nunggu Arbian jemput nih, doain lancar ya. "

" Exited banget kamu Cil, tenang aja, aku pasti doain. "

" Oke byee. "

Kenapa orang orang punya energi untuk dekat dan menjalin hubungan sama orang lain ya?, kalau aku rasanya bisa bertahan hidup saja sudah bersyukur banget.

Di dalam kehidupan ini Haeyla sama sekali belum pernah menjalani hubungan dengan siapa pun, kalaupun ada itu hanya sekedar berteman biasa.

Haeyla menelpon Shiren.

" Halo Shiren, lagi dimana? "

" Haeyla, gue lagi jualan nih, lo mau kesini?"

" Rencana nya sih begitu, yaudah aku jalan kesana ya. "

Shiren juga adalah teman Haeyla, satu sekolah dengan dia, Shiren berjualan angkringan di Jalan Melati tak jauh dari rumah Haeyla.

Rumah Cila 20:30

Ini kok Arbian gak dateng dateng ya, apa jangan jangan dia gak dateng lagi. Aduh kacau dong kalau gitu, tapi masa dia bohong sih sama gue, dia bilang kan sampe ketemu nanti malam tadi.

Rumah Arbian.

Sebenarnya aku malas banget dinner bareng Cila, tapi gak enak juga kalau nolak ajakan dia, tapi jujur aku sama sekali gak ada ketertarikan apapun sama Cila, gimana dinner nanti berjalan kalau aku sama sekali gak tertarik.

" Mau kemana Bian? "

" Eh ma, itu aku rencana tadi mau makan malam di luar, tapi kaya nya gak jadi deh."

" Loh, kenapa? "

" Aku tiba tiba malas ma. "

" Kamu udah janji sama temen kamu? "

" Gak janji sih ma, aku cuma bilang sampe ketemu nanti malam. "

"Yah itu sama aja sama kamu janji ke dia kalau kamu bakal datang, pergi gih, jangan buat orang lain nunggu kamu. "

" Tapi ma, jujur aku sama sekali gak tertarik sama dia. "

" Ini cuma makan malam Bian, gak ada yang suruh kamu buat tertarik, kamu hanya perlu datang dan makan. "

" Bener juga kata mama, yaudah aku jalan dulu ya ma, bye. "

Benar kata mama, aku cuma perlu datang dan makan, kenapa juga aku harus tertarik, itu sama sekali gak di perlukan.

Angkringan 21:00

" Hai haii, rame banget nih keliatan nya. "

" Eh Haeyla, akhirnya dateng juga lo, duduk sana gih, mau pesan apa nih? "

" Biasa, nasi bakar plus sate sate an nya, dan wedang jahe satu ya. "

" Siap, di tunggu ya. "

Baru saja Haeyla akan memilih tempat duduk, tiba tiba matanya tertuju pada seseorang.

" Duduk disini aja La, bareng. " yap, itu adalah Divo, dia datang ke angkringan bersama teman teman nya.

" Cantik banget kamu La, darimana emang? " ucap Bento

" Mulut lo di jaga. " bentak Divo

Haduh, kok bisa ada mereka sih, tapi ini kan tempat umum siapa aja bisa datang kesini.

" Aku duduk disana aja, duluan ya. "

Haeyla duduk di pojok lesehan, dia tidak menerima ajakan dari Divo sama sekali.

" Tadaaa, ini dia sudah siap, makanan spesial untuk nona yang cantik. " Shiren datanf membawa pesanan Haeyla.

" Kamu ini bisa aja, makasih ya. "

Haeyla memakan pesanan nya sambil melihat lihat ponsel miliknya, dia sama sekali tidak menghiraukan keberadaan Divo dan yang lain.

Se indah dan se cantik itu lo Haeyla, kenapa manusia se indah lo bahkan gak punya sisi kebahagian yang pantes lo dapetin di dunia ini. (gumam Divo).

" Huss, kedip lo Vo. " ganggu Bento

" Gue hajar lo nanti, jangan ganggu. " Divo hanya menatap Haeyla dari jauh tanpa ingin mendekati nya karena takut Haeyla pergi karena merasa tidak nyaman.

Rumah Cila 21:30

" Cila. "

Cila membuka pintu rumahnya.

" Arbian, sumpah gue kira lo gak akan dateng, udah jam segini. "

" Ya sory, ada urusan mendadak tadi. Ayo. "

Cila dan Arbian pun pergi menuju tempat Dinner yang sudah disiapkan oleh Cila.

" Lo ganteng malam ini Ar. "

" Thank you. "

cuma itu?, dia gak mau muji gue balik gitu?.

Cila dan Arbian sampai di sebuah Cafe yang sudah di siapkan Cila untuk Dinner mereka.

" Tempat nya gimana Ar? "

" Nice. "

" Oh ya kamu mau makan apa? "

" Coffe aja sih mungkin. "

" Engga mau makan sesuatu? "

" Gak usah deh kaya nya, aku gak biasa makan malam soalnya. "

" Oh okey. "

Ternyata sesulit ini dekat sama Arbian ya, tapi gue gak akan nyerah gitu aja, liat aja gue taklukin lo Ar.

Sementara itu Arbian sibuk dengan ponsel miliknya.

Pesan dari Arbian .

Arbian : lagi dimana La?

Loh ini Arbian chat aku?, bukannya dia lagi dinner bareng Cila ya?.

Haeyla : Lagi makan di luar

Arbian : Dimana kalau boleh tau?.

Haeyla : Angkringan nya Shiren

Arbian : Oke

" Oiya Cila, kaya nya aku ada urusan mendadak deh, aku harus pergi duluan kaya nya, gapapa kan ya? "

" O ohhh gitu?, yaudah yaudah pergi aja. "

Arbian pergi meninggalkan Cila sendiri.

Wahhh, gue di tinggal nih ceritanya.

Telpon Haeyla berdering.

" La, lo dimana?, gue mau kesana sekarang. "

" Aku di angkringan Shiren Cil. "

Cila juga bergegas pergi menuju angkringan Shiren menemui Haeyla.

Kenapa ya, apa mereka gak jadi dinner?.

" Haeyla. "

" Arbian? "

" Hai, boleh gabung kan? "

" Ya, boleh. "

" Udah lama? "

" Hampir setengah jam. "

" Kamu pesan apa?, recomend? "

" Eum?, ya aku suka ini. "

Tanpa lama lama Arbian langsung memesan makanan dan minum yang sama dengan Haeyla.

" Ada saingan nih. " ucap Dandi

" Bisa diem gak lo. "

" Santai santai, jangan marah. "

" Pada diem lo. "

Divo memperhatikan Haeyla dan Arbian dari kejauhan.

" Ohh, katanya lo gak biasa makan malam Ar?, katanya ada urusan mendadak, ternyata lo nemuin Haeyla. "

Haeyla dan Arbian terkejut mendengar suara tersebut.

" Cila, haii, kamu sama Arbian mau dinner disini juga? " ucap Haeyla tanpa tau apa yang terjadi.

" Gak usah sok baik deh lo La, gini cara lo ternyata. "

" Jaga ucapan kamu Cila. " jawab Arbian

" Kamu kenapa Cila?, kenapa bicara begitu? "

" Benci gue sama lo La, gue kira lo bakal dukung gue ternyata ini yang lo lakuin. "

" Kamu salah paham. " sahut Arbian

" Bela aja terus, congrats deh lo berdua. "

Cila pergi meninggalkan angkringan dan Haeyla masih mengejar Cila.

" Tunggu Cila, kamu kenapa?, aku bener gak tau apa pun! "

" Pergi lo, najis gue punya sahabat munafik kaya lo. "

Mendengar perkataan Cila barusan hati Haeyla seperti tertusuk pisau yang sangat dalam, rasanya sakit, sahabat satu satunya yang dia punya berbicara seperti itu pada dirinya.

" Cila, dengerin penjelasan aku dulu Cil, please. " Cila tetap pergi meninggalkan Haeyla.

Kamu kenapa Cila, kamu kenapa bicara seperti itu ke aku?, aku salah apa sama kamu?, aku sakit banget dengar kamu bicara begitu ke aku Cila.

Haeyla menangis sejadi jadi nya di tepi jalan, dia amat terkejut dengan apa yang baru saja terjadi.

" La, bangun, jangan begini, aku minta maaf. Ini salah aku. "

" Gak, kenapa jadi begini? "

" Maaf La, ini semua salah aku, aku janji akan perbaiki ini. "

" Kamu buat apa sama Cila sampai dia seperti itu Arbian? "

" Maaf. " Arbian menceritakan semuanya dengan lengkap dan jelas pada Haeyla.

" Maaf, tapi mulai sekarang tolong kamu jauhi aku. " Haeyla pergi meninggalkan Arbian tanpa mau mendengar apapun lagi dari laki laki itu.

Bersambung.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!