Survive Game adalah permainan dimana semua pemain nya harus bertahan hidup hingga dia menjadi orang terakhir, para pemain di bolehkan saling membunuh ataupun kerja sama. Dan siapapun yang berhasil bertahan sampai akhir, akan mendapatkan hadiah berubah hal untuk meminta satu permintaan apapun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rider1049v, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tim Yang Berbahaya.
Sky terus berlari hingga benar-benar jauh dari mereka berdua, ketika sudah cukup jauh, Sky berhenti.
"Sepertinya ini sudah cukup jauh, mereka juga pasti sudah masuk ke dalam pintu." kata Sky.
Mhopeus datang dengan cepat dan menyambar Sky, tapi Sky berhasil menghindari nya.
"Sebenarnya aku tidak mau melakukan ini, tapi mau bagaimana lagi." gumam Sky.
Sky menutup matanya dan di dalam dirinya terlihat sebuah segel, segel itu Perlahan-lahan mulai terbuka, energi sihir Sky meningkatkan drastis, bahkan Mhopeus terkejut dengan perubahan Sky dan tidak berani lagi mendekat, di saat segel itu hampir terbuka, Sky merasakan ada yang mendekat ke arah nya, dengan cepat Sky menutup kembali segel itu.
Secara tiba-tiba, Mhopeus di hantam oleh cahaya kuning yang sangat cepat, Mhopeus langsung terlempar ke kanan dan terguling di lantai, cahaya kuning itu perlahan mulai membentuk wujud manusia, dia adalah gadis yang di muncul dari pintu tadi.
"Siapa kau?" tanya Sky.
Gadis itu tersenyum sombong dengan tatapan tajam.
"Melawan monster seperti itu saja kalian sudah kewalahan, benar-benar lemah." ejek gadis itu.
Sky merasa kesal dan menatap gadis itu dengan tajam, Mhopeus perlahan mulai bangkit kembali dan menjadi lebih kuat.
"Jadi begitu, setiap serangan yang dia Terima akan membuatnya menjadi lebih kuat dan lebih kuat lagi, salah satu tipe monster yang menyebalkan." kata gadis itu.
Mhopeus terbang dan menyambar gadis itu dengan kepalanya nya, tapi dia menahan tubuh Mhopeus dengan tangan kanan nya yang berbentuk seperti monster dengan satu mata, Mhopeus terlihat terkejut dan tidak bisa bergerak.
"Yuri!! Cepat!!!" teriak gadis itu.
Seorang gadis kecil dengan rambut warna hitam yang panjang nya sebahu, memakai baju kaos celana pendek Adidas, dan sendal. Datang ke arah Amara dengan santai dan mengantuk.
"Amara berisik." kata nya.
"Sudah cepatlah ambil kunci nya!" kata Amara dengan tegas.
"Baik-baik," kata Yuri.
Yuri segera menggunakan kekuatan cara nya, dia mematahkan rahang Mhopeus dan mengambil kunci itu dari tenggorokan nya hanya dalam waktu 1 detik.
"Aku sudah dapat," kata Yuri.
Mhopeus langsung terjatuh dengan kulit yang pucat, dia perlahan mulai mengecil hingga ke ukuran laba-laba.
"Dengan ini kita bisa keluar dari sini," kata Amara.
"Ahahahaha....... Terima kasih karena sudah mengambilkan kunci itu untuk ku, sekarang, aku bisa keluar dari dalam neraka ini." kata suara di perekam suara yang tiba-tiba saja muncul di dekat Amara, Yuri, dan Sky.
"Apa maksud mu?" tanya Amara sambil menatap tajam.
"Sky!!!" teriak Xander.
Xander berlari ke arah Sky sambil menggendong putri Nocturne yang masih belum bisa bergerak.
Sky melihat ke arah Xander, dan tepat beberapa meter di belakang Xander banyak tengkorak yang sedang mengejarnya.
"Jiwa ku saat ini ada di neraka, aku membutuhkan inang untuk kembali ke dunia ini, karena itu aku meminta bantuan Sela untuk mencarikan ku inang, terima kasih atas kerja sama kalian." kata Suara itu.
"Lalu, apa kau pikir kami akan menyerahkan tubuh kami dengan percuma? Konyol!" kata Amara dengan kesal.
Amara menitipkan kunci itu ke Yuri dan bergerak dengan kecepatan yang hampir melebihi kecepatan cahaya, dan hanya dalam sekejap seluruh tengkorak yang mengejar Xander langsung hancur.
Xander terkejut dan berhenti.
"Hahahaha..... Kau pikir akan semudah itu mengalahkan tengkorak ku?" tanya suara itu.
Tengkorak yang hancur tadi langsung kembali seperti semula, dan semua tengkorak itu langsung menangkap Amara, Amara terkejut dan tidak sempat menghindar.
"Satu tertangkap." kata Suara itu.
Suara itu tertawa dengan sangat senang, putri Nocturne akhirnya terbangun dari tidur siang nya, dia melihat situasi dan mencoba memahami apa yang terjadi, dia melihat ke arah Yuri yang memegang kunci nya.
"Sky, aku masih belum tau apa yang terjadi, tapi cepat ambil kunci itu." kata putri Nocturne.
Yuri langsung mengenggam kunci nya dengan kuat, tapi hanya dalam beberapa detik kunci itu hilang dari tangan Yuri dan muncul di tangan Sky.
"Sudah!" kata Sky.
Yuri terkejut dengan kecepatan Sky, tapi dia juga merasa terlalu lelah untuk mengambilnya kembali.
"Patahkan!" kata putri Nocturne.
Sky langsung mematahkan kunci itu dengan perlahan, saat kunci itu sedikit bengkok, suara itu kembali berbicara.
"Tunggu-tunggu-tunggu-tunggu!!!!" kata suara itu dengan panik.
Sky langsung melihat ke arah rekaman suara itu, dia tersenyum licik dan semakin membengkokkan kunci itu.
"Tunggu, jangan, baik-baik aku akan mengabulkan keinginan kalian! Kalian ingin keluar dari sini kan? Maka akan aku beritahu letak pintu keluar nya." kata Suara itu dengan sangat panik.
Sky semakin tersenyum licik dan bersemangat, dia mendekati perekam suara itu dan membelokkan dan meluruskan kunci itu berkali-kali.
"Sepertinya kunci ini sangat penting bagi mu ya?" tanya Sky.
"Jangan, jangan di buat seperti itu terus, nanti bisa patah!" kata Suara itu.
Dari suaranya, dia terlihat semakin panik dan khawatir saat Sky terus bermain dengan kunci itu.
"Berani sekali kau memanfaatkan diri ku ini ya.... Akan ku buat kau membayar harganya," kata Sky.
Putri Nocturne dan Yuri menatap Sky, dari tatapan mereka terpancar kata-kata "dasar iblis".
"Katakan, di mana jalan keluar nya?" tanya Sky.
Sebelum suara itu menjawab, kunci itu patah di tangan Sky, suasana menjadi hening selama beberapa detik, aula besar itu menghilang secara perlahan dan pemandangan berubah menjadi pemandangan sebuah pohon yang sangat besar.
Semuanya terdiam dan mengagumi pemandangan pohon besar itu untuk beberapa detik.
"Pada akhirnya, apa yang sebenar terjadi?" tanya Sky.
"Entah," jawab Xander.
"Nocturne, bagaimana kau tau tentang kunci itu?" tanya Sky.
"Aku juga kurang mengerti, hanya saja aku melihat sebuah jiwa yang bersemayam di kunci itu, jadi aku berpikir bahwa itu salah satu item yang di butuhkan untuk keluar dari ruangan ini." jawab putri Nocturne.
"Lalu kenapa kau suruh patahkan?" tanya Sky sekali lagi.
"Insting ku bilang begitu." jawab putri Nocturne.
"Hanya kebetulan toh," kata Sky.
"Lagian, mau sampai kapan aku harus menggendong mu?" tanya Xander dengan kesal. "Cepat turun, kau itu berat!" kata Xander.
Putri Nocturne langsung menatap Xander dengan mata merah dan tatapan seorang pembunuh.
"Ha?"
"Tidak, maafkan aku, aku berlebihan." jawab Xander sambil ketakutan.
Amara berjalan menuju ke arah Yuri.
"Kurasa kali ini kita impas, kalian menolong ku dan aku menolong kalian." kata Amara.
"Tunggu!" kata putri Nocturne.
Amara berbalik dan menatap putri Nocturne dengan tatapan tajamnya.
"Ada perlu apa lagi?" tanya Amara.
Sebelum putri Nocturne menjawab pertanyaan Amara, tekanan yang dasyat langsung muncul di tempat itu, mereka kesusahan bernafas, seperti di cekik oleh sesuatu.
"Selamat, karena kalian telah menjadi kelompok pertama yang lulus phase 1."
Sebuah bayangan hitam berbentuk manusia tiba-tiba muncul di tengah-tengah mereka.
"(Siapa orang ini? Dan, apa-apaan tekanan ini?)" pikir Amara.
Mereka semua kecuali Sky mulai berlutut dan merasakan kesadaran mereka perlahan menghilang.
"Sekarang ini kelompok yang satu lagi masih belum menyelesaikan rintangan ke 2, karena itu, aku mohon pada kalian untuk bersabar menunggu..... Kalau begitu, aku akan pergi dulu" kata nya.
"Tunggu!" kata Sky.
Dia langsung menatap Sky, Sky mendekati nya dan berhenti tepat di depannya.
"Boleh aku bertanya satu hal?" tanya Sky.
"Tentu saja." jawab nya.
Sky terdiam sejenak sebelum melontarkan pertanyaan.
"Apa, semuanya tidak bisa kembali seperti dulu?" tanya Sky dengan nada yang tulus.
Dia terdiam dengan pertanyaan Sky, kemudian pergi tanpa menjawab apapun, tekanan tadi juga menghilang dan yang lainnya mulai mengatur nafas mereka, Sky terdiam menatap langit dan mengepalkan tangannya dengan kesal.
"Dasar bodoh!" gumam Sky.