Safa, wanita dari keluarga sederhana, memberikan makanan pada seorang pria yang dia anggap pengemis – ternyata adalah Riki, CEO perusahaan besar. Terharu dengan kebaikan Safa, Riki menyembunyikan statusnya, mereka jatuh cinta dan menikah.
Ketika Safa bekerja di kantor Riki, dia bertemu "Raka" – teknisi yang ternyata adalah Riki yang berpura-pura. Setelah menemukan kebenaran, Safa merasa kecewa, tapi Riki membuktikan cintanya tulus dengan memperkenalkannya pada keluarga aslinya. Mereka akhirnya memperpublikasikan pernikahan mereka dan hidup bahagia dengan cinta yang sejati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elrey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BANTUAN DI HARI RAYA
Beberapa minggu kemudian, hari raya Idul Fitri akan segera tiba. Safa sibuk membantu orang tuanya mempersiapkan acara hari raya di rumah – membersihkan rumah dari atas ke bawah, membuat kue-kue tradisional, dan menyiapkan makanan untuk keluarga besar yang akan datang berkunjung.
Riki yang melihat Safa begitu sibuk dan lelah segera menawarkan bantuan. "Saya mau bantu kamu bersiapin hari raya ya Saf? Kalau kamu butuh bantuan apa saja bilang aja!"
Safa merasa sangat senang mendengarnya. "Betul sekali ! Aku memang sedikit kesusahan sendiri mengurus semuanya. Ayah dan Ibu juga sudah mulai tua jadi tidak bisa terlalu banyak bekerja."
Sejak saat itu, setiap hari setelah bekerja Riki langsung datang ke rumah Safa untuk membantu mempersiapkan hari raya.
Dia belajar cara membuat kue kering dari Ibunya Safa – meskipun awalnya sering meskipun awalnya sering salah campur bahan dan membuat kue yang terlalu manis atau terlalu keras, tapi dia tidak menyerah dan terus berlatih sampai bisa membuatnya dengan baik.
"Aku tidak pernah berpikir bisa membuat kue sendiri lho Saf," ucap Riki sambil melihat hasil karya barunya yang sudah jauh lebih baik. "Terima kasih sudah mengajarkanku."
"Sama-sama," jawab Safa dengan tersenyum. "Kamu belajarnya cepat banget kok. Nanti kue yang kamu buat bisa kita berikan ke tetangga juga."
Selain membuat kue, Riki juga membantu membersihkan seluruh rumah – mulai dari mengecat tembok yang sudah kusam, membersihkan atap dari rerumputan, hingga mengecat pagar depan rumah yang sudah lapuk.
Tetangga sekitar yang melihatnya bekerja dengan giat sangat kagum dan sering memberikan pujian.
"Wah Safa, pacarmu itu anak baik banget ya!" ucap Bu Siti, tetangga sebelah yang sering membantu keluarga Safa. "Bisa memasak, bisa membersihkan rumah – sangat langka anak muda sekarang seperti dia!"
Safa merasa sangat bangga mendengar pujian tersebut. Dia melihat Riki yang sedang mengecat pagar dengan serius dan merasa bahwa dia telah menemukan orang yang tepat untuknya.
Hari sebelum hari raya, keluarga besar Safa mulai datang satu per satu. Riki dengan senang hati membantu menyambut mereka – membawa koper, menyiapkan minuman hangat, dan bahkan membantu memasak makanan untuk makan malam raya.
Ketika keluarga besar Safa mengetahui bahwa Riki adalah pacar Safa, mereka langsung menerimanya dengan sangat hangat.
Banyak yang bertanya tentang pekerjaannya dan keluarganya, dan Riki dengan lancar menjawabnya dengan cerita yang sudah dia siapkan sebelumnya.
"Aku bekerja sebagai karyawan kantoran saja Bu," ucap Riki sambil membantu menyajikan makanan. "Keluarga saya juga biasa-biasa saja, ayah saya bekerja sebagai petani di desa."
Keluarga Safa merasa puas dengan jawabannya dan semakin menyukai Riki karena sikapnya yang rendah hati dan suka membantu orang lain.
Pada hari raya itu sendiri, rumah Safa penuh dengan kedatangan tamu – mulai dari keluarga besar, tetangga, hingga teman-teman Safa dari warung.
Riki tetap berada di sana membantu segala sesuatunya – menjamu tamu, membersihkan meja, bahkan membantu mengasuh anak-anak yang datang berkunjung.
Saat acara makan siang raya dimulai, semua orang berkumpul di halaman rumah yang sudah dihiasi dengan dekorasi sederhana tapi cantik.
Makanan yang disajikan sangat banyak dan lezat – mulai dari rendang, opor ayam, hingga berbagai macam kue tradisional yang dibuat oleh Safa dan Riki bersama.
"Aku merasa sangat bahagia bisa merayakan hari raya bersama kamu semua," ucap Riki saat memberikan pidato singkat. "Terima kasih sudah menerima aku dengan tangan terbuka. Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan."
Semua orang memberikan tepuk tangan yang meriah. Ayah Safa berdiri dan memberikan ucapan terima kasihnya kepada Riki. "Kita sangat berterima kasih kepada kamu Riki. Kamu telah membantu kita banyak sekali dalam mempersiapkan hari raya ini. Semoga Tuhan selalu melindungi kamu dan memberimu kebaikan."
Saat malam menjelang dan tamu mulai pulang satu per satu, Riki tetap membantu membersihkan tempat dan merapikan rumah. Safa datang mendekatinya dengan membawa segelas jus mangga hangat.
"Terima kasih banyak ya," ucap Safa dengan suara lembut. "Tanpa bantuan kamu, hari raya tahun ini tidak akan bisa berjalan dengan begitu meriah."
Riki mengambil tangan Safa dan melihatnya dengan penuh cinta. "Saya hanya melakukan apa yang bisa saya lakukan Saf. Kamu dan keluarga kamu sudah seperti keluarga saya sendiri."
Mereka berdiri bersama di depan rumah, melihat langit yang mulai gelap dengan bintang-bintang yang mulai muncul.