NovelToon NovelToon
Pemberontak Para Dewa Season 2

Pemberontak Para Dewa Season 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Keluarga / Action / Persahabatan / Mengubah sejarah / Mengubah Takdir
Popularitas:43.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah menyelamatkan Alam Dewa dan mencapai ranah Dewa Sejati, Shi Hao terpaksa meninggalkan rumah dan orang-orang yang dicintainya demi mencegah kehancuran dimensi akibat kekuatannya yang terlalu besar.

Namun, saat melangkah keluar ke Alam Semesta Luar, Shi Hao menyadari kenyataan yang kejam. Di lautan bintang yang tak bertepi ini, Ranah "Dewa" hanyalah titik awal, dan planet tempat tinggalnya hanyalah butiran debu. Tanpa sekte pelindung, tanpa kekayaan, dan diburu oleh Hukum Langit yang menganggap keberadaannya sebagai "Ancaman", Shi Hao harus bertahan hidup sebagai seorang pengembara tak bernama.

Menggunakan identitas baru sebagai "Feng", Shi Hao memulai perjalanan dari planet sampah. Bersama Nana gadis budak Ras Kucing yang menyimpan rahasia navigasi kuno ia mengikat kontrak dengan Nyonya Zhu, Ratu Dunia Bawah Tanah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 224

Tepian Danau Roh – Detik-Detik Terakhir.

Ujung pedang Leviathan Asura dingin menempel di kulit dahi Pangeran Jin.

Pangeran yang dulunya sombong itu kini gemetar hebat. Dia bisa melihat pantulan kematian di mata Shi Hao. Tidak ada keraguan, tidak ada belas kasihan.

"Tunggu..." Jin tergagap, air danau bercampur darah menetes dari dagunya. "Kau... Kau tidak mengerti..."

"Ayahku... Dia adalah Kaisar Gagak Emas. Dia adalah Raja Dewa (God King)!"

Jin mencoba tersenyum, senyum yang penuh keputusasaan dan ancaman.

"Jika kau membunuhku... Tanda Jiwa di darahku akan aktif. Dia akan tahu. Dia akan datang."

"Dia akan membakar seluruh sektor ini menjadi abu! Kau, teman-temanmu, planet ini... semuanya akan mati!"

Shi Hao menatap Jin datar. Dia memiringkan kepalanya sedikit.

"Kau tahu, Jin?" kata Shi Hao pelan.

"Aku paling benci dua hal."

"Satu, orang yang menyakiti milikku."

"Dua, orang yang mengancamku dengan nama ayahnya."

Tangan Shi Hao bergerak. Cepat. Tegas. Tanpa ragu.

"Kirim salamku pada Ayahmu."

SRET.

Suara daging dan tulang yang terpisah terdengar basah.

Kepala Pangeran Jin dengan mata melotot kaget terpisah dari lehernya. Tubuhnya ambruk ke lumpur, darah emas menyembur deras.

Hening.

Seluruh medan perang, dari Pasukan Titan yang memberontak hingga Wuming di gerbang luar, terdiam.

Dia benar-benar melakukannya. Dia memenggal putra kesayangan seorang Raja Dewa.

Namun, kematian Jin bukanlah akhir. Itu adalah pemicu.

Sinyal Kematian.

Dari leher Pangeran Jin yang buntung, darah emas itu tidak mengalir ke tanah. Darah itu menguap dan terbang ke langit.

Darah itu berkumpul membentuk simbol kuno raksasa di udara: Mata Gagak Berdarah.

SCREEEEEEEEECH!

Suara jeritan burung hantu kematian terdengar, bukan di telinga, tapi langsung di dalam jiwa setiap makhluk hidup di sistem bintang itu.

Simbol itu menembakkan energi merah lurus ke angkasa luar, menembus atmosfer planet buatan, menembus ruang hampa, memanggil tuannya di galaksi yang jauh.

Lalu... Langit berubah warna.

Bintang-bintang menghilang. Langit biru berubah menjadi Emas Terbakar.

Tekanan atmosfer meningkat sejuta kali lipat.

KRAK... KRAK...

Benua terapung tempat mereka berdiri mulai retak. Gunung-gunung runtuh. Danau Roh menguap seketika.

"Apa... Apa ini..." Tie Shan jatuh telungkup, tidak bisa berdiri karena gravitasi yang mendadak berat.

Shi Hao mendongak, matanya menyipit menatap celah dimensi yang robek di langit.

Dari celah itu, sebuah tangan raksasa yang terbuat dari api matahari murni muncul. Tangan itu seukuran planet kecil.

Dan sebuah suara... suara yang terdengar seperti gesekan lempeng galaksi... bergema.

"SIAPA..."

"YANG BERANI..."

"MEMADAMKAN MATAHARIKU?!"

Sosok raksasa perlahan muncul dari balik robekan dimensi. Seorang pria paruh baya dengan mahkota sembilan matahari, duduk di atas singgasana yang terbuat dari bintang-bintang mati. Matanya membakar realitas.

Kaisar Gagak Emas (Golden Crow Emperor). Ranah: Raja Dewa (God King) - Tahap Puncak.

Hanya dengan kehadirannya, Planet Arena di bawah benua terapung itu mulai meleleh. Jutaan penonton di sana berteriak histeris saat perisai pelindung planet hancur seperti kaca.

Kaisar Gagak Emas melihat mayat putranya yang tanpa kepala di bawah sana.

Kesedihan di matanya hanya bertahan sesaat, digantikan oleh murka yang mutlak.

"MATILAH KALIAN SEMUA!"

Kaisar Gagak Emas menekan telapak tangannya ke bawah.

Langit benar-benar runtuh. Sebuah telapak tangan api seluas benua turun perlahan. Ini bukan serangan yang bisa ditangkis. Ini adalah Kiamat.

Shi Hao merasakan tulang-tulangnya berderit. Dewa Sejati sekalipun hanyalah semut di hadapan Raja Dewa yang marah.

"Sial," umpat Shi Hao. "Dia datang lebih cepat dari dugaan."

Shi Hao berbalik. Tidak ada waktu untuk heroisme bodoh.

"TIE SHAN! SHU LING! LUO TIAN! KE SINI!"

Shi Hao mengeluarkan Peta Bintang Kuno (Cakram yang sudah lengkap).

"WUMING!" teriak Shi Hao lewat telepati ke gerbang luar. "BUKA JALAN KELUAR! SEKARANG!"

Di gerbang luar, Wuming yang juga memuntahkan darah akibat tekanan Raja Dewa, mengangguk. Dia mengarahkan pedangnya ke langit.

"Satu Pedang... Membelah Jalan Hidup!"

Wuming menebas ruang hampa, menciptakan celah teleportasi darurat yang tidak stabil tepat di samping Shi Hao.

Shi Hao menyambar mayat Pangeran Jin (dia butuh cincin penyimpanannya), lalu menendang Tie Shan dan yang lainnya masuk ke dalam celah itu.

"Masuk! Cepat!"

Telapak tangan api Raja Dewa semakin dekat. Panasnya sudah membakar rambut perak Shi Hao.

Gorg (Kapten Titan) dan pasukannya melihat Shi Hao akan kabur. Mereka tahu mereka tidak akan selamat.

"PERGILAH, ASURA!" teriak Gorg sambil tertawa getir, mengangkat palunya ke arah Raja Dewa yang turun. "KAMI AKAN MENAHANNYA SELAMA SATU DETIK!"

Tiga ratus Titan melompat ke langit, mencoba menahan telapak tangan raksasa itu. Seperti ngengat yang terbang ke api.

SPLAT.

Mereka menguap dalam sekejap. Tapi itu memberi Shi Hao waktu satu kedipan mata.

Shi Hao melompat masuk ke dalam celah dimensi tepat saat telapak tangan itu menghantam benua terapung.

BOOOOOOM!

Benua terapung itu hancur total. Planet Arena di bawahnya retak menjadi dua bagian. Jutaan nyawa lenyap.

Di angkasa luar, di bekas tempat planet itu berada, kini hanya ada debu kosmik dan seorang Raja Dewa yang mengaum murka karena pembunuh anaknya lolos.

"KE UJUNG SEMESTA PUN AKAN KUKEJAR KAU!"

Di Dalam Lorong Void (Slipspace).

Bahtera Teratai Merah (yang sudah disiapkan Wuming) melesat di dalam terowongan dimensi yang tidak stabil.

Di geladak kapal, Shi Hao terbaring terengah-engah. Kulitnya melepuh parah hanya karena terpapar aura Raja Dewa selama beberapa detik.

Nana berlari memeluknya sambil menangis. "Tuan Feng!"

Shi Hao bangun, batuk darah. Dia melihat ke belakang. Terowongan dimensi di belakang mereka runtuh, dikejar oleh api emas.

"Kita belum aman," desis Shi Hao.

Dia melempar cincin penyimpanan Pangeran Jin ke Shu Ling.

"Buka itu! Cari bahan bakar atau artefak teleportasi jarak jauh! Kita harus melompat ke sektor lain sebelum ayahnya menyusul!"

Wuming, yang mengemudikan bahtera, berteriak dari anjungan. "Koordinat Peta Bintang sudah dimasukkan! Tapi kita butuh dorongan energi untuk menembus Tembok Sektor!"

Shi Hao memaksakan diri berdiri. Dia menyalurkan sisa Qi Nirwana-nya ke mesin kapal.

"Semuanya! Salurkan energi kalian!"

Bahtera Teratai Merah bersinar terang.

WUUUSH!

Kapal itu melesat, menembus dinding dimensi, menghilang dari Sektor Bimasakti Selatan, tepat sedetik sebelum cakar api Kaisar Gagak Emas merobek posisi mereka sebelumnya.

Mereka lolos. Tapi sekarang, mereka adalah buronan nomor satu di alam semesta.

Shi Hao duduk bersandar di tiang kapal, menatap bintang-bintang asing yang melintas cepat di luar jendela.

Dia tersenyum tipis, menyeka darah di bibirnya.

"Sekarang... Musim berburu dimulai."

1
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Tetap semangat Thor 💪💪
Eka suci
lanjuuut
Eko Lana
hahahaha...mulai melanjutkan petualangan baru mantap👍
Eka suci
asender dari bumi langsung ke dunia langit
Rhaka Kelana
cerita bagus, bahasa yang lugas...seru, tegang...romansa dalam bahasa yang halus , lanjutkan karya mu thor .....👍👍
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Hajar semua iblis🌟🐉🔥🔛
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Kepruk jadikan bothok🔝🌟🐉🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Tak ada wkt tnp pertarungan..
Muantebz 🔝🐉🔥🌟🔛
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Sarapan 🔝🐉🔥🌟
Harman Loke
bunuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhhh semuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaanyaaaaa jangan beri ampun bantaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaiiiiiiiiiiii
Harman Loke
bantaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaiiiiiiiiiiii rataaaaaaaaaaaaakaaaann dengaaaaaaaaaaaaaaannn tanaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahh
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
🔝🔛 🔝
Harman Loke
mantaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaappppp banget musuh musuhmu Zhu Shi Hao lari tunggang langgang3
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Seruuuuuuu 🔝⚔️❤️
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yuhuuuuu 🔥🐉🌟
Harman Loke
kuaaaaaaaaaaaaaaaaatkaaaaaaaannn tekaaaaaaaaaaaaaaaaadmuuuuuuuuuu Shen Zhu Shi Hao
Harman Loke
fokuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssss teruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssss
Harman Loke
kuaaaaaaaaaaaaaaaaatkaaaaaaaannn teruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssss tekaaaaaaaaaaaaaaaaadmuuuuuuuuuu Zhu Shi Hao
Harman Loke
matiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii kooooooooooooooooooooo semuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaanyaaaaa
Harman Loke
bunuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhhh bantaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaiiiiiiiiiiii habiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiissiiiiiiiiiiiii semuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaanyaaaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!