Slamet, seorang pengangguran yang hobi main game dan punya utang pinjol (pinjaman online) di 12 aplikasi berbeda, saking frustasinya, dia mencoba melakukan ritual pesugihan yang dia temukan di grup Facebook "Cepat Kaya Tanpa Kerja".
Bukannya dapat emas setumpuk, Slamet malah salah kirim sesajen. Dia malah melakukan kontrak kerja dengan Koperasi Makhluk Halus Nasional. Ternyata, dunia ghaib sedang mengalami krisis eksistensi karena manusia zaman sekarang sudah tidak takut setan (lebih takut tagihan cicilan).Slamet tidak jadi tumbal, tapi dipekerjakan sebagai "Manager Citra & Viralitas" untuk hantu-hantu lokal supaya mereka bisa eksis lagi di TikTok dan menakuti manusia modern. Komedinya muncul dari Slamet yang harus mengajari Kuntilanak cara skincare-an biar nggak kusam saat live streaming, atau Pocong yang minta dicarikan jasa lari maraton karena bosan lompat terus.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saytama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Efek samping
Kemenangan di Teluk Jakarta ternyata memiliki "biaya admin" yang sangat mahal. Slamet mengira setelah menghancurkan perwakilan Kementerian Takdir, dia bisa hidup tenang sambil berjualan kopi. Namun, alam semesta punya cara unik untuk menagih hutang budi.
Pagi itu, saat Slamet baru saja mau mengoleskan margarin ke roti bakarnya, seluruh peralatan elektronik di rumahnya mendadak menampilkan satu pesan yang sama "CRITICAL ERROR Keseimbangan Dimensi Terganggu. Mohon Tunggu Teknisi Langit Datang."
"Mas Slamet, kenapa TV-nya berubah jadi warna emas semua?" tanya Arini yang sedang mencoba menyalakan mixer untuk bikin adonan donat. "Terus ini mixer-nya kok malah ngeluarin suara nyanyian choir gereja?"
Slamet melihat ke jendela. Langit Jakarta tidak lagi berwarna abu-abu polusi, melainkan berwarna putih mutiara yang sangat terang sampai-sampai tukang ojek di depan gang harus pakai kacamata las.
"Rin, kayaknya kita nggak cuma nge hack sistem pinjol kemarin. Kita nge hack sistem operasional takdir secara keseluruhan," bisik Slamet.
Tiba-tiba, atap rumah Slamet terbuka perlahan bukan karena rusak, tapi karena ruang dan waktu di sana melengkung. Turunlah sesosok pria dengan setelan jas putih yang sangat rapi, memegang sebuah tablet yang terbuat dari cahaya bening. Di dadanya ada tag nama bertuliskan Gabriel (Divisi Quality Control & Compliance).
"Saudara Slamet Sudjatmiko," suara pria itu lembut namun terasa seperti ribuan subwoofer yang bergetar serentak. "Anda telah melakukan tindakan 'Arbitrase Takdir' yang tidak sah. Anda menghapus hutang ribuan orang tanpa melalui prosedur 'Penyucian Melalui Penderitaan' yang sudah diatur dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) Kehidupan."
Slamet meletakkan roti bakarnya. Dia tahu, ini bukan lagi lawan setan kelas teri. Ini adalah 'Orang Pusat'.
"Maaf, Pak Gabriel," kata Slamet mencoba tenang. "SOP yang Bapak maksud itu bikin rakyat saya mati konyol gara-gara lintah darat ghaib. Saya cuma melakukan koreksi pasar. Bukankah langit suka dengan keadilan?"
Gabriel menghela napas, jemarinya menggeser layar tablet cahayanya. "Keadilan itu relatif, Slamet. Secara matematis, Anda baru saja membuat lubang hitam di neraca pahala dan dosa. Karena ribuan orang tidak lagi merasa tertekan oleh utang, tingkat doa darurat turun sebanyak 70%. Langit kekurangan suplai energi spiritual dari permohonan manusia yang putus asa. Kami butuh energi itu untuk menjaga rotasi bumi."
Arini melongo. "Jadi maksud Bapak, kami harus menderita supaya bumi tetep muter? Itu jahat banget, Pak!"
Gabriel menatap Arini dengan tatapan datar. "Itu namanya manajemen sumber daya, Nona. Tapi, karena Slamet sekarang menyandang status sebagai Menteri Kominfo Ghaib yang diakui oleh Nyi Blorong, kami memberikan opsi. Kami tidak akan me-reset Jakarta, asalkan Slamet bisa mengganti kerugian energi itu melalui program 'Inovasi Ibadah Digital'."
Slamet mulai menangkap arah pembicaraan ini. "Jadi, Bapak mau saya bikin orang rajin doa tanpa harus dikasih musibah dulu?"
"Tepat," jawab Gabriel. "Tugas Anda dalam tiga bulan ke depan: Naikkan tingkat kebahagiaan sekaligus tingkat spiritualitas tanpa melibatkan penderitaan finansial. Jika gagal, kami akan mengaktifkan fitur 'Recall'. Anda, Arini, dan Ibu Anda akan dipindahkan ke dimensi 'Admin Tanpa Cuti' selamanya."
Gabriel menghilang dalam sekejap mata, meninggalkan bau parfum yang aromanya seperti hujan di pagi hari yang sangat mahal.
Slamet terduduk. "Gila. Baru selesai perang sama setan, sekarang ditagih sama manajemen langit. Rin, kita butuh strategi baru. Kita nggak bisa cuma main horor lagi."
"Mas," Arini mendekat, matanya berbinar. "Kalau mereka mau energi dari doa dan kebahagiaan, kenapa kita nggak bikin 'Super App' ghaib? Kita gabungin sistem K.MN sama sistem ibadah. Kita kasih reward buat setiap tindakan baik. 'Pahala Cashback'!"
Slamet menatap Arini. "Pahala Cashback? Rin, itu jenius! Kita bikin aplikasi bernama BERKAH-GO. Setiap kali orang sedekah, setiap kali orang bantu kucing di jalan, atau hantu nge bantuin manusia yang kesasar, mereka dapet poin. Poinnya bisa dituker sama kelancaran rejeki atau tambahan umur tipis-tipis."
"Tapi kita butuh infrastruktur yang lebih gede dari Tol Langit, Mas," Arini mengingatkan. "Kita butuh akses ke 'Server Utama Takdir'. Dan satu-satunya yang punya akses ke sana cuma... Sang Raja di Gunung Lawu yang kemarin kita temui."
Maka, rencana besar itu dimulai. Slamet kembali memanggil timnya. Bang Omen dari Ghaib-Net, Sugeng si Pocong, dan Kunti Sari. Mereka berkumpul di penthouse K.MN yang sekarang sudah diperluas menjadi 'Markas Besar Inovasi Dua Dunia'.
"Men," kata Slamet pada Bang Omen. "Bisa nggak lo bikin coding yang menyambung antara niat baik manusia sama database K.MN?"
Bang Omen menggaruk kepalanya yang mulai botak ghaib. "Bisa aja, Met. Tapi gue butuh 'Hardware' yang kuat. Kita butuh kabel serat optik yang terbuat dari 'Rambut Nenek Lampir' dan server yang didinginkan pake 'Es Abadi Puncak Jaya'. Itu bahan-bahan yang nggak ada di pasar gelap."
"Gue bakal cari bahannya," kata Slamet mantap. "Sari, lo tugasnya jadi Brand Ambassador aplikasi ini. Lo harus ubah image lo dari Hantu Glowing' jadi 'Hantu Philan tropi'. Sugeng, lo urus logistik. Pake semua armada skateboard lo buat distribusi sinyal di daerah pelosok."
Namun, di tengah kesibukan itu, sebuah ancaman baru muncul dari bayangan. Serikat Pinjol yang sudah bangkrut ternyata tidak benar-benar mati. Mereka melakukan rebranding menjadi "Koperasi Berkah Gelap" . Mereka mulai menyusup ke aplikasi Berkah-Go milik Slamet, memberikan "Pahala Palsu" yang ternyata adalah jebakan hutang karma yang lebih sadis.
"Slamet harus jatuh," bisik sesosok bayangan di sebuah ruangan gelap di bawah tanah Jakarta. "Kalau manusia mulai bahagia tanpa utang, kita tidak akan punya tempat lagi di dunia ini. Panggil 'Dukun Deep Web' dari luar negeri. Kita lakukan serangan 'SOL Injection' ke pintu surga!"
Slamet tidak menyadari bahwa program Berkah-Go miliknya akan memicu perang dingin antara Langit, Bumi, dan Neraka yang sesungguhnya. Dia hanya tahu satu hal: Dia ingin ibunya bisa tidur nyenyak, dan dia ingin Arini tetap bangga padanya.
"Mas Slamet," Arini memegang tangan Slamet saat mereka melihat matahari terbenam dari balkon penthouse. "Kamu sadar kan, kita sekarang lagi main-main sama aturan Tuhan?"
Slamet mengangguk pelan. "Iya, Rin. Tapi bukankah Tuhan itu Maha Inovatif? Kalau sistem yang lama sudah banyak disalahgunakan sama oknum setan, masa kita diem aja? Kita cuma bantu merapikan administrasinya sedikit."
Malam itu, aplikasi Berkah-Go resmi di-launching secara beta di Jakarta. Dalam satu jam pertama, tingkat kejahatan di Jakarta turun 15% karena semua orang sibuk "farming" pahala demi mendapatkan voucher diskon makan siang dari malaikat.
Namun, di perbatasan langit ke-tujuh, sebuah alarm berbunyi. Auditor Gabriel melihat layarnya dengan cemas. "Slamet... kamu terlalu cepat. Kamu membuat sistem pahala kami mengalami inflasi. Jika ini terus berlanjut, Surga akan penuh sebelum waktunya, dan kita nggak punya budget buat nambah kavling!"
masalah besar ini baru saja dimulai. Dari urusan pinjol 10 juta, Slamet kini berurusan dengan masalah "Over populasi Akhirat" dan "Inflasi Pahala". Inilah langkah pertamanya menuju bab-bab selanjutnya yang lebih epik.