NovelToon NovelToon
Kutukar Mantan Dengan Kakak Ipar

Kutukar Mantan Dengan Kakak Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Balas Dendam
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Mom_cgs

Beberapa hari menjelang pernikahan, Yumna mengetahui perselingkuhan Desta, tunangannya, dengan Cindy, atasan mereka sekaligus adik angkat dari CEO kejam, Evander Sky Moreno.

...

​Kecewa lalu mabuk, Yumna melabrak sang CEO di sebuah bar.

​"Gara-gara adikmu, aku batal nikah! Aku bakal jadi bahan ejekan tetangga! Kamu harus tanggung jawab, Bos Brengsek!" teriak Yumna sambil menarik kerah kemeja mahal Evander.


​Evander menatapnya dingin, lalu berbisik di telinga Yumna, "Jika posisi mempelai pria kosong, biar aku yang mengisinya."

...

​Kini, Yumna datang ke gedung pernikahan bukan sebagai pengantin yang terbuang, melainkan sebagai istri dari pria yang paling ditakuti Desta dan Cindy.

​"Desta, perkenalkan... ini suamiku. Mulai sekarang, panggil aku Kakak Ipar."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom_cgs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akad Dan Resepsi

Yumna melangkah keluar dari kamar dengan gerakan yang sangat hati-hati. Di belakangnya, Clarissa sigap mendampingi, tangannya hampir menempel di punggung Yumna, jaga-jaga kalau calon istri bosnya itu tiba-tiba kepeleset atau oleng karena belum terbiasa memakai sepatu hak tinggi setinggi sepuluh sentimeter dan kain kebaya yang melilit ketat.

Evander yang sedang berdiri membelakangi pintu sambil memeriksa jam tangan pintarnya, perlahan memutar tubuh. Saat ia mendongakkan wajahnya, dunia seolah berhenti berputar.

Mata tajam Evander terkunci pada sosok di depannya. Yumna tampak luar biasa. Kebaya putih gading itu melekat sempurna di tubuhnya, memberikan kesan kurva yang elegan namun tetap sopan. Riasan wajahnya yang bertema bold-elegant membuat matanya terlihat dalam dan misterius, sementara bibirnya yang merah ranum memberikan kesan berani. Keharuman melati asli yang terselip di sanggulnya memenuhi koridor mewah itu.

Evander terpaku. Satu detik... dua detik... lima detik... sepuluh detik berlalu tanpa satu patah kata pun keluar dari mulut sang CEO dingin itu. Ia biasanya paling anti terpana pada wanita, tapi kali ini, ia seperti lupa cara berkedip. Ada desiran aneh yang lebih kuat dari sekadar rasa puas karena "proyek" ini berjalan lancar.

Yumna yang menyadari tatapan intens bosnya itu, bukannya tersipu malu, malah mengeluarkan sifat aslinya. Ia sedikit memiringkan kepala, lalu menyeringai nakal ke arah Evander.

"Gimana Pak Bos? Udah cantik belum?" tanya Yumna dengan nada tengil, merusak suasana romantis yang hampir saja tercipta. "Nggak bakal malu-maluin kan kalau jalan di sebelah Kulkas Dua Pintu kayak Bapak?"

Evander tersentak dari lamunannya. Ia berdehem keras, mencoba menutupi kegugupan yang jarang sekali ia alami. Ia merapikan jasnya, mengembalikan wajah kaku andalannya.

"Ehem. Lumayan," jawab Evander pendek, sangat pelit pujian. "Setidaknya tim MUA saya tidak sia-sia membuang tenaga untuk mengubah staf marketing yang kucel menjadi manusia normal."

Yumna mencibir, "Halah, tadi aja ngelihatinnya sampai nggak kedip. Bilang aja kalau Mas terpana sama pesonaku."

Evander tidak membalas. Ia melangkah mendekat, lalu dengan gerakan yang tak terduga, ia menekuk lengannya, memberi isyarat agar Yumna menggandengnya.

"Waktunya pergi. Desta dan adik saya sudah ada di aula. Pastikan kamu tidak tersandung saat melihat wajah bodoh mereka nanti," ucap Evander datar, namun ada nada protektif dalam suaranya.

"Siap, Mas Bos!" Yumna melingkarkan tangannya di lengan kekar Evander.

Aula utama Hotel Grand Hyatt sudah disulap menjadi taman bunga dalam ruangan yang sangat mewah. Ribuan mawar putih dan lili menghiasi setiap sudut. Tamu-tamu undangan dari kalangan elite bisnis sudah hadir, termasuk keluarga besar Moreno yang duduk di barisan depan.

Di barisan kursi keluarga, Cindy duduk dengan gelisah sambil terus membetulkan gaun mahalnya. Di sampingnya, Desta tampak gagah dengan jas yang dibelikan Cindy, meski hatinya sedikit gusar karena merasa seperti pengantin pengganti yang tidak dianggap.

"Sayang, kamu lihat nggak siapa pengantin wanitanya?" bisik Desta pada Cindy.

"Belum. Kak Evander benar-benar gila, merahasiakan ini sampai detik terakhir. Bahkan kabarnya Kakek pun belum melihat pengantinnya pagi ini," jawab Cindy kesal.

Tiba-tiba, pintu besar aula terbuka. Suara alunan harpa yang lembut berubah menjadi musik wedding march yang megah. Semua tamu berdiri, termasuk Kakek Moreno yang berdiri paling depan dengan tongkat kayunya.

Evander masuk dengan gagah, namun yang menjadi pusat perhatian adalah wanita yang menggandeng lengannya.

Desta menyipitkan mata. Postur

itu... cara jalannya... Saat Yumna dan Evander semakin mendekat ke arah pelaminan melewati kursi Desta dan Cindy, Yumna sengaja menoleh sedikit ke arah kiri. Ia memberikan senyum paling manis sekaligus paling mematikan tepat ke arah mata Desta.

Deg.

Desta bagaikan disambar petir di siang bolong. "Y-Yumna?!" desisnya hampir tak terdengar. Jantungnya serasa berhenti berdetak. Kakinya lemas seketika.

Cindy yang mendengar itu langsung melotot. "Apa?! Nggak mungkin! Itu pasti model yang mirip Yumna! Nggak mungkin gadis miskin itu yang..."

Kata-kata Cindy terhenti saat Yumna melewatinya dan memberikan kedipan mata yang sangat provokatif.

Kakek Moreno yang berdiri di ujung karpet merah tampak tersenyum puas. Ia melihat cucunya membawa wanita yang semalam "bersin" di depannya, wanita yang menurutnya memiliki nyali paling besar untuk mendampingi cucunya yang beku.

Yumna berbisik pelan di telinga Evander saat mereka sampai di depan penghulu, "Mas, lihat deh wajah mantan aku. Persis kayak cicak kejepit pintu. Puas banget!"

Evander hanya bergumam pelan, hampir tak terdengar, "Fokus, Yumna. Setelah akad ini, kamu bukan lagi staf marketing. Kamu adalah Nyonya Moreno."

"SAH!"

Teriakan para saksi dan tamu undangan membahana di seluruh penjuru ballroom, diikuti dengan doa yang dipimpin oleh penghulu. Namun, bagi dua orang yang duduk di barisan keluarga, kata itu terdengar seperti lonceng kematian bagi harga diri mereka.

Desta duduk mematung dengan mulut sedikit menganga. Dunianya serasa dijungkirbalikkan dalam hitungan detik. Jantungnya bukan lagi sekadar copot, tapi serasa dilesakkan ke dasar bumi. Pria yang tadinya merasa di atas angin karena berhasil membuang Yumna demi karier, kini harus menerima kenyataan pahit: mantan tunangannya baru saja dinikahi oleh pria paling berkuasa di gedung ini.

"Enggak... enggak mungkin. Itu pasti bukan Yumna. Yumna nggak punya baju semewah itu. Yumna nggak secantik itu..." gumam Desta, suaranya bergetar hebat. Matanya terus mengikuti gerakan Yumna yang kini sedang mencium punggung tangan Evander dengan sangat anggun, akting yang dipelajarinya dari Clarissa selama perjalanan di lift tadi.

Di sampingnya, Cindy jauh lebih parah. Wajahnya yang sudah dipoles makeup mahal kini pucat pasi, persis seperti kertas HVS. Napasnya memburu. "Kak Evander... nikah sama staf marketing itu? Perempuan yang aku hina sampah kemarin? Bagaimana bisa?!"

Cindy ingin berdiri dan berteriak bahwa ini pasti lelucon, tapi tatapan tajam Kakek Moreno yang duduk di depannya membuatnya membeku. Kakek Moreno tampak mengangguk puas, bahkan terlihat memberikan senyum tipis, sesuatu yang sangat jarang terjadi.

Sesi bersalaman dimulai. Ini adalah momen yang paling ditunggu-tunggu Yumna. Di atas pelaminan yang didekorasi dengan bunga-bunga impor seharga miliaran rupiah, Yumna berdiri tegak di samping Evander. Pria itu tampak sangat dominan dengan jas hitamnya, tangannya sesekali menyentuh pinggang Yumna secara protektif, sebuah gestur yang membuat Yumna merinding sekaligus merasa menang.

Satu per satu tamu menyalami mereka. Hingga tibalah giliran keluarga inti.

Cindy melangkah naik ke pelaminan dengan kaki gemetar. Di belakangnya, Desta mengekor dengan wajah menunduk, tak berani menatap mata Evander.

Saat Cindy sampai di depan Yumna, Yumna menyunggingkan senyum paling "manis" yang pernah ia miliki.

"Selamat ya, Kakak Ipar," ucap Cindy dengan suara yang dipaksakan keluar, meskipun rasanya seperti menelan duri ikan bandeng. Matanya berkaca-kaca karena marah dan malu.

Yumna memegang tangan Cindy saat bersalaman, lalu mendekatkan wajahnya ke telinga adik ipar barunya itu. "Terima kasih, Cindy Sayang. Oh iya, lain kali kalau mau menghina orang, pastikan orang itu nggak bakal jadi atasan dari atasanmu ya. Sekarang, panggil aku 'Kakak', yang sopan."

Cindy hampir saja meledak, tapi tatapan dingin Evander yang berdiri di samping Yumna membuatnya menelan kembali makiannya. "I-iya... Kak Yumna."

Lalu tibalah giliran Desta.

Pria itu berdiri di depan Yumna. Harum melati dari sanggul Yumna yang dulu sangat ia sukai, kini terasa seperti bau racun yang mematikan. Desta memberanikan diri mendongak.

"Yumna... kamu..." Desta terbata-bata.

"Lho, Mas Desta? Kok pucat banget? Belum makan kateringnya ya? Tenang saja, katering hari ini bukan ayam bakar biasa, tapi Wagyu A5. Makan yang banyak ya, biar nggak pingsan lihat kenyataan," ucap Yumna dengan nada sangat riang, namun matanya memancarkan kepuasan yang luar biasa.

1
Shyfa Andira Rahmi
yayasan kucing terlantar🤪🤪🤪
Shyfa Andira Rahmi
🤦🤦🤦
Shyfa Andira Rahmi
ngga usah main bentak bisa ngga siihh kan aq nya juga jadi ikutan kaget🤪
diajarin lah biar c,Yumna nya rada anggunan kalo di bentak mulu bukannya anggun yg ada malah ciut...
Mom_cgs: Evander-nya suka gitu ya Kak😄
total 1 replies
Shyfa Andira Rahmi
puas banget ya Yum👏👏👏
Mom_cgs: Iya Kak, kita pun ikut puas Kak😄
total 1 replies
falea sezi
ortunya pasti syok lahh
Mom_cgs: Syok kesenengan ya Kak😅
total 1 replies
falea sezi
nyaman ya bau cogan kaya raya /Curse/
Mom_cgs: Bener banget Kak 🤣
total 1 replies
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2 👍👌
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Mom_cgs: Siap Kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!