NovelToon NovelToon
Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda Lumpuh

Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda Lumpuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / CEO / Orang Disabilitas
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sagitarius28

"Besok kamu harus menikah dengan putra dari keluarga He! Pokoknya Papa tidak mau tahu, setuju atau tidak kamu tetap harus menikah dengannya." Zhu Guan

"Tidak! Lian tidak mau Pa. Sampai kapanpun Lian tidak mau menikah dengan lelaki lumpuh itu. Lebih baik Yiyue saja yang Papa nikahkan dengan lelaki itu, jangan aku Pa!" Zhu Lian

"Kenapa harus aku? Bukankah kakak yang harus menikah, tapi kenapa semua orang menumbalkanku untuk menggantikannya?" Zhu Yiyue

Seorang pengusaha yang sedang terlilit hutang, tak ada opsi lain selain menuruti keinginan keluarga He yang merupakan keluarga konglomerat. Dengan teganya dia menumbalkan salah satu putrinya sebagai penebus hutangnya. Tanpa memikirkan perasaan putrinya, dia justru mendorong putrinya ke sebuah jurang keputusasaan.

Mampukah Yiyue menerima takdirnya sebagai alat penebus hutang? Menikah dengan seorang lelaki yang tak dia kenal, terlebih lelaki itu adalah Tuan Muda lumpuh yang terkenal sangat dingin seperti kulkas tujuh pintu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sagitarius28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DMDTML 11

"Buka mulutmu, Tuan!" seru Yiyue yang langsung menyodorkan sendok berisi makanan pada suaminya.

Dengan telaten gadis cantik itu menyuapi Qiaoyan, juga menahan rasa gugup yang menyeruak dalam hatinya. Tak hentinya Yiyue merutuki kebodohan yang dengan mudahnya dia membalas ciuman suami kulkasnya itu, yang berujung membuatnya merasa malu. Rasanya ingin sekali Yiyue menenggelamkan wajahnya ke dasar laut, agar Qiaoyan tak mengetahui perasaannya saat ini.

Qiaoyan menikmati makanan yang dibuat khusus oleh istrinya. Rasanya begitu lezat, terlebih istri kecilnya sendiri lah yang menyuapinya makan. Sekarang, Qiaoyan mulai terbiasa dengan segala apa yang diberikan istri kecilnya itu. Rasanya begitu nyaman saat dirinya berada di dekat sang istri.

Kedua netra Qiaoyan menatap wajah cantik istrinya yang dengan sabar melayaninya dengan baik. Seketika ada hal yang ingin Qiaoyan tanyakan pada sang istri, sesuatu yang telah menggelitiknya hingga membuatnya dilanda rasa penasaran yang membuncah.

"Mana obatku? Kenapa dari kemarin kau tidak memberikanku obat? Dan saat aku mencarinya kenapa obat itu tidak ada di tempatnya?" Qiaoyan menyorot Yiyue dengan tatapan mengintimidasi, seolah ingin menuntut penjelasan dari pertanyaannya itu.

"Maaf Tuan, aku sengaja tidak memberimu obat. Itu semua demi kebaikan mu, aku tidak ingin jika selamanya kau lumpuh dan berakhir duduk di atas kursi roda seumur hidup," jawab Yiyue yang membuat Qiaoyan menatap bingung dengan ucapan istrinya.

"Maksudmu apa?" Qiaoyan berkerut alis tak paham.

"Aku menemukan kejanggalan pada obat yang Tuan minum. Untuk sementara aku tidak memberimu obat, aku akan menyelidikinya dulu." Yiyue menjelaskan pada suami kulkasnya itu perihal kecurigaannya beberapa hari yang lalu.

DEG!

Qiaoyan tersentak kaget mendengar penuturan sang istri. Pasalnya bagaimana dia sendiri tak mengetahui hal itu, kenapa dia kalah dengan sosok istri kecilnya yang masih bau kencur, baru lulus SMA. Sungguh dia begitu bodoh tak menyadari hal tersebut.

Yiyue yang melihat mimik wajah suaminya berubah tampak gusar, segera mungkin dia menyentuh lengan Qiaoyan untuk menenangkan suami kulkasnya itu.

"Tenang saja Tuan. Meskipun kau tidak minum obat, aku akan meracikkan ramuan untukmu. Dengan begitu otot juga tulang mu dapat bereaksi kembali dan membuat mu bisa pulih seperti sedia kala," terang Yiyue menyemangati suami kulkasnya.

"Kita ikhtiar pakai ramuan herbal, semoga ada hasil." Lanjutnya yang kemudian tersenyum pada suami kulkasnya.

Setiap kata yang meluncur dari bibir mungil istrinya seolah menjadi jemari hangat yang membasuh luka di hati Qiaoyan. Matanya mendadak buram, bukan karena pandangan yang memudar, melainkan oleh genangan air mata yang dipaksa bertahan agar tidak tumpah. Di balik dadanya yang sesak, ada kehangatan yang menjalar. Sebuah harapan yang dia kubur dalam-dalam, kini kembali berdenyut hanya karena satu sentuhan kasih yang tulus.

Sungguh Qiaoyan tak menyangka jika dia akan mendapat perhatian dari istri kecilnya. Keluarganya sendiri saja tak pernah memperhatikannya, mereka hanya memberikan pengobatan medis sesuai dengan arahan Dokter. Dan saat Dokter memvonis Qiaoyan lumpuh permanen, orangtuanya pun hanya pasrah tanpa berusaha mencari alternatif lain demi kesembuhan putranya. Sampai sekarang pun, Qiaoyan masih menjalani pengobatan medis namun tetap saja hasilnya nihil.

"Terima kasih," ucap Qiaoyan dengan mata berkaca-kaca. Secepat kilat lelaki itu membuang muka, berusaha keras menjaga sisa-sisa harga dirinya agar air mata itu tidak membasahi wajahnya.

Jujur saja Qiaoyan tak dapat berkata-kata, melihat sang istri yang begitu gigihnya mengupayakan kesembuhan untuk dirinya.

"Jangan berterima kasih dulu Tuan. Ini juga belum ada hasilnya, dan sudah sepantasnya aku mengupayakan kesembuhan mu karena bagaimanapun aku adalah istrimu. Itu juga bagian dari tugasku untuk merawatmu sesuai di surat perjanjian."

"Eh, maaf maksudku pelayanmu Tuan." Segera mungkin Yiyue meralat ucapannya.

Tanpa Yiyue tahu, Qiaoyan tersenyum miring mendengar ucapan istri kecilnya itu. Sebegitu menakutkannnya kah dirinya ini, sampai-sampai istrinya segera meralat ucapannya. Hatinya tiba-tiba mencelos saat mendengar sang istri mengatakan dirinya sebagai pelayan. Kembali dirinya dibuat sesak atas apa yang dikatakan sang istri barusan.

"Tuan, ayo habiskan makanannya. Supaya tubuhmu tidak lemah dan ada stamina," seru Yiyue yang berusaha mencairkan suasana. Kini gadis cantik itu kembali menyuapi suami kulkasnya.

"Kau tidak makan?" tanya Qiaoyan berkerut alis, menatap heran karena dari tadi istrinya hanya menyuapinya saja.

"Nanti saja Tuan. Yang penting kau harus makan dulu," jawab Yiyue tersenyum manis.

"Makanlah sekarang," seru Qiaoyan yang tak ingin dibantah.

"Iya Tuan nanti ...." Yiyue belum selesai bicara namun segera dipotong oleh suami kulkasnya itu.

"Kau mau makan atau aku yang akan menyuapi mu dengan caraku sendiri. Memindahkan makanan dari mulutku ke mulutmu?" kecam Qiaoyan menyorot tajam khas predator yang ingin menerkam mangsanya.

Kini piring yang dipegang Yiyue telah berpindah tempat di tangan besar Qiaoyan.

Yiyue menghela napasnya pelan. "Baiklah." Dengan cepat Yiyue mengambil makanan dari tangan suaminya.

Sementara Qiaoyan berusaha menyembunyikan senyumnya. Dia tak menyangka jika istrinya itu akan sepolos itu. Umur pun terpaut sepuluh tahun lebih muda dari Qiaoyan.

"Cepat habiskan!" Titahnya dengan tegas yang kembali menyuapi istri kecilnya itu.

Yiyue hanya menunduk pasrah, menuruti segala ucapan suaminya. Sebelum kemudian, Yiyue memberanikan diri mengangkat wajahnya menatap suami kulkasnya itu.

"Kau salah Tuan, ini terbalik. Harusnya aku yang menyuapi mu, bukan malah kau yang menyuapiku," gerutu Yiyue yang berusaha mencegah suaminya agar tak menyuapinya lagi. Namun, tetap saja Qiaoyan bersikeras menyuapi istri kecilnya itu yang menurutnya butuh banyak energi agar sang istri bisa menandingi dirinya saat dia menginginkan sesuatu yang telah terekam di otaknya.

"Makan yang banyak, biar tubuhmu tidak kurus seperti itu." Qiaoyan terus menyuapi istrinya, tak memberinya kesempatan untuk protes.

Yiyue mendengus kesal karena suami kulkasnya itu ternyata pemaksa akut. Tentu saja dia tidak suka jika ada seseorang yang memaksanya. Bukan karena jijik atau apa makan satu piring dengan suaminya, tapi Yiyue hanya ingin mengutamakan sang suami agar lekas sembuh.

Beberapa menit kemudian keduanya pun selesai makan. Yiyue bergegas membereskan piring-piring kotor itu dan menyimpannya kembali ke dalam nampan.

"Jangan lupa minum susunya Tuan. Itu juga berguna untuk kesembuhan mu," ucap Yiyue sebelum melenggang pergi dari ruangan mewah itu.

"Kau mau kemana?" tanya Qiaoyan penasaran.

Entah kenapa mendadak lelaki itu seolah tidak ingin ditinggal pergi oleh istri kecilnya itu. Qiaoyan sudah terbiasa dengan kehadiran Yiyue dalam hidupnya, membuatnya tak bisa jika tak melihat istrinya barang sedetik pun.

"Aku mau taruh ini ke dapur Tuan. Sekalian membersihkannya," sahut Yiyue yang menghentikan langkahnya.

"Taruh saja disitu, biar Bi Nan yang ambil. Itu sudah tugas mereka untuk membersihkannya. Dan kau cukup mengurus diriku," balas Qiaoyan dengan nada tegas. Setiap kata yang meluncur dari bibir lelaki itu terdengar penuh penekanan.

"Tapi Tuan ...."

Qiaoyan menyorot tajam Yiyue. "Aku gerah. Cepat kau mandikan aku sekarang!"

.

.

.

🥕Bersambung🥕

"Hai Teman-teman Pembaca Setia! Akhirnya bulan suci yang dinanti-nanti tiba. Selamat menunaikan ibadah puasa 1447 H bagi yang menunaikan 😊🙏

Semoga Ramadan kali ini lebih tenang, lebih berkah, dan membuat kita menjadi manusia yang lebih baik, Amin 🤲 🤲 layaknya karakter utama yang berhasil menemukan cahaya di akhir kisah.

Marhaban ya Ramadan! Mohon maaf lahir dan batin." 😊🙏🙏

1
Kaizy celine
Lanjutttt😍😍
Kaizy celine
Nah gtu dongg 😍👍👍👍 panggilan sayang lebih enak didengar
Kaizy celine
😍😍😍😍😍😍
Kaizy celine
Ohhhh co cweett🥺🥺 tpi miris banget ya smoga happy ending
Yul Kin
ayo dong ungkapkan perasaan mu, ganti atuh panggilannya jgn tuan... 💪😄
Yul Kin
aku sampe nangis, terharu banget
Rara Kayla
jadi ikutan mewek🥺😢😭
Kaizy celine
Hem rasanya pengen pilih dokter aja, tapi lihat qioyan kasihan🥺
Kaizy celine
Naahhh ternyata dia cinta duluan tapi gengsi😍👍
Kaizy celine
Waduh siapaaa tuhhhh😍😍😍
Rara Kayla
nah loooh... kan...
Rara Kayla
waaaah.... ini nih bakal tantrum tuh si bayi gede😁
Rara Kayla
suamimu ngambek, awas tantrum loh🤣
Rara Kayla
yaela, pelit amat kau Bos! 🤣
Kaizy celine
Naah gtu dong🤣😍👍👍
Kaizy celine
Lanjutt thorrr tanggung thorr
Rara Kayla
fix bukan anaknya nih...
Rara Kayla
yuuuk gas lagi Thor babnya, semangat.. semangaat Thor😁
Rara Kayla
Bapak yg aneh bin kucluk, itu si Qiaoyan anak apa bukan sih? tega amat ma anak sendiri
Rara Kayla
Si mulut pedas😁, makan tuh, sakit hati kan lu. hahahahahaha...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!