NovelToon NovelToon
Liburan Berunjung Dapat Jodoh

Liburan Berunjung Dapat Jodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:12.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sayida

seorang wanita dari Negara Asia, memutuskan untuk berlibur ke Negara terpencil di bagian timur tengah, hanya untuk bisa melupakan Mantan pacarnya yang berselingkuh dengan sahabatnya sendiri.

Yang dia pikir hanya akan mendapatkan pengalaman baru, tapi ternyata malah menemukan pasangan hidupnya, seorang pria pemilik kafe.

Walau begitu, wanita dari Asia itu tidak mengetahui bahwa pria tersebut, merupakan seorang penerus atau Pangeran mahkota di negara itu.

bisa dikatakan, di buang batu jalanan, malah dapat pengganti batu zamrud di negara asing.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sayida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 13

Ashan dengan sabar mulai menjelaskan semua seluk beluk istana, dan Tiffany hanya bisa takjub dengan betapa indahnya seisi istana Al-Khansa. Di dalam istana yang megah dan mewah, terdapat ruangan-ruangan yang luas dan elegan. Dinding-dindingnya dihiasi dengan motif-motif tulisan melingkar yang khas. Lantai-lantainya terbuat dari marmer yang berkilau, dengan warna-warna yang cerah dan mengkilap.

Di tengah-tengah ruangan, terdapat kolam-kolam air mancur yang jernih dan tenang, dengan air yang mengalir dari mulut singa-singa batu yang megah. Di sekitar kolam, terdapat tanaman-tanaman hijau yang rimbun dan segar, dengan bunga-bunga yang berwarna-warni dan harum. Di atas ruangan, terdapat kubah-kubah yang tinggi dan melengkung, dengan warna-warna yang cerah dan mengkilap. Di dalam kubah, terdapat lampu-lampu yang tergantung dan berkilau, dengan cahaya yang lembut dan hangat.

Di sekitar istana, terdapat taman-taman yang luas dan indah, dengan pohon-pohon yang rimbun dan segar, serta bunga-bunga yang berwarna-warni dan harum. Di tengah-tengah taman, terdapat jalan-jalan yang berliku-liku dan dihiasi dengan lampu-lampu yang tergantung dan berkilau.

Banyak pelayan wanita menyapa dan menyambut Tiffany dengan berbagai gaya khas mereka. Istana ini benar-benar merupakan sebuah surga di tengah-tengah padang pasir yang luas dan panas.

"Selamat datang di aula istana dan singgasanaku, nona Tiffany," ucap Ashan sambil membuka tangannya dan menuju tepat di kursi singgasananya yang begitu mewah.

"Wah... Aku merasa seperti masuk ke tempat makan bangsawan Timur," seru Tiffany, mengagumi tempat itu sambil melihat seluruh aula istana dengan seksama.

Aula istana merupakan ruangan yang paling megah di seluruh istana. Ruangan tersebut memiliki ukuran yang sangat luas, dengan langit-langit yang tinggi dan melengkung seperti kubah. Dinding-dindingnya dihiasi dengan ukiran-ukiran yang indah dan rumit.

Di tengah-tengah ruangan, terdapat singgasana yang megah dan mewah, dengan ukiran-ukiran yang indah dan rumit. Singgasana itu terbuat dari kayu yang berharga dan dihiasi dengan permata-permata yang berkilau. Di atas singgasana, terdapat kanopi yang tinggi dan melengkung.

"Kemari, saya tunjukkan lebih dekat lagi singgasana saya," ucap Ashan sambil menarik tangan Tiffany, yang masih mengagumi tempat tersebut.

"Eh?" Ashan membawa Tiffany tepat di atas singgasananya. "Duduklah," pinta Ashan, langsung menduduki Tiffany di atas singgasananya.

"Ya ampun, Ashan? Apakah boleh?" kejut Tiffany saat menduduki singgasana tersebut.

"Tentu saja boleh, kamu sangat cocok dengan singgasana saya. Apa mau saya ambilkan gambar nona?" tanya Ashan sangat kagum melihat Tiffany duduk di sana.

"Mau! Aku mau! Dimana ponselku?" saat mendengar itu, langsung saja Tiffany menjawabnya dengan cepat dan penuh semangat.

"Sebentar, kamu tunggu di sini, akan saya ambil. Saya tidak akan lama," ucap Ashan, langsung pergi dari sana. Sebelum Tiffany menahannya, Ashan sudah lebih dulu pergi.

"Eh? Kenapa ia membiarkan aku sendirian di ruangan sebesar ini..." kesal Tiffany, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa. Ia merasa senang Ashan berinisiatif sendiri memberikan ponselnya kembali, apalagi ia akan mengambil gambar di singgasana kerajaan Timur yang sangat langka ini. Ia begitu sangat senang.

Saat Tiffany masih sendirian, Yamin dan dua Menteri kerajaan sedang berjalan dan terlihat membahas sesuatu. Waktu itu mereka melewati aula istana tersebut. Mereka seperti menyadari ada seseorang yang sedang duduk di singgasana, awalnya mereka pikir itu adalah Ashan, jadi mereka bertiga berinisiatif ingin memberi salam kepada Ashan dan mencoba menanyakan pendapatnya.

Semakin mereka mendekati singgasana tersebut, semakin mereka tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. "Yamin! Itu bukan Pangeran Ashan, melainkan seorang wanita! Siapa wanita itu? Ia berani sekali duduk di singgasana Pangeran kami yang terhormat!" ucap seorang pria. Ia marah saat melihat wanita asing menduduki singgasana tersebut, sehingga ia ingin menghampirinya dan menghukumnya. Tapi sebelum itu terjadi, Yamin terlebih dahulu menarik tangan pria tersebut untuk kembali.

"Eh! Apa yang kamu lakukan? Siapa yang ingin kamu marahi? Wanita di sana? Apa kamu gila!!?" sentak Yamin.

"Apa maksudmu, Yamin? Siapa wanita itu?" tanya pria lain.

"Hah... Kemari, akan aku perkenalkan kalian kepadanya. Tapi kalian harus menahan diri kalian, jika kalian masih ingin menjadi menteri," ucap Yamin memperingati mereka.

Yamin mengatakan hal seperti itu karena sedari tadi Tiffany sudah menyadari keberadaan mereka. Jika mereka bertiga lama berdiri di sana, Tiffany akan mencurigai mereka sedang membicarakan dirinya. Itu yang sedang ditakuti Yamin.

Kedua orang pria yang tidak mengerti ucapan Yamin hanya setuju karena mereka berdua penasaran. Akhirnya, ketiga pria yang dipimpin Yamin berjalan ke arah Tiffany yang masih nyaman duduk di singgasana tersebut.

Tiffany yang menyadari mereka ingin menghampirinya langsung berdiri. Yamin yang melihat Tiffany berdiri langsung mempercepat langkahnya. Ia takut Ashan mengetahui wanitanya berdiri dari sana karena mereka bertiga.

"Eh! Nona, kembalilah duduk. Kami kesini hanya ingin menyapa," ucap Yamin dengan wajah panik.

"Hm? Baiklah..." lirih Tiffany tidak paham dengan tingkah Yamin.

"Saya belum memperkenalkan diri saya dengan baik semalam? Maafkan saya, nona. Perkenalkan, nama saya Yamin. Saya merupakan asisten dan kepercayaan nomor satu Pangeran Ashan. Dan mereka berdua merupakan Menteri-menteri pilihan kerajaan kami. Yang ini Menteri Pendidikan bernama Tuan Zainal, dan yang di sebelah saya bernama Tuan Alik," ujar Yamin dengan sopan memperkenalkan dirinya dan juga kedua pria tadi.

"Dan kalian berdua, perkenalkan. Wanita yang duduk di hadapan kalian merupakan Ratu masa depan Kerajaan Al-Khansa, Nona Tiffany, wanita yang sangat dicintai oleh Pangeran Ashan," sambungnya lagi, mulai kembali memperkenalkan Tiffany kepada mereka yang tadi hampir memarahi Tiffany.

Mendengar seruan dari Yamin, kedua pria tadi langsung berlutut di hadapan Tiffany, membuat Tiffany langsung berdiri dari sana.

"Eh, ada apa ini? Kenapa mereka berdua berlutut, Yamin? Kamu sih berlebihan dalam memperkenalkan diriku," ketus Tiffany merasa kesal atas sikap orang-orang tersebut.

"Tidak, nona, maafkan kami. Nona bisa duduk di singgasana Pangeran kami, berarti nona benar-benar wanita pilihan Pangeran Mahkota. Maaf kami telah lancang kepada nona," ucap Alik tegas.

"Berdirilah... Jangan seperti itu!" pinta Tiffany, meminta dengan sangat agar kedua pria tersebut berdiri.

"Dimana Pangeran Ashan, nona?" tanya Yamin.

"Ah, dia sedang pergi sebentar, katanya dia akan kembali tidak lama lagi," ujar Tiffany.

Dan, belum lama mereka membicarakan Ashan, Ashan pun datang.

"Salam, Pangeran," ucap mereka bertiga serentak memberikan hormat.

"Hm? Ada apa ini? Kenapa kalian berada di sini?" tanya Ashan dengan tatapan curiga.

"Apa mereka bertiga mengganggumu, nona? Apa keberadaan mereka membuatmu tidak nyaman?" tanya Ashan kepada Tiffany.

Membuat mereka bertiga langsung panik.

"Tidak, mereka hanya ingin menyapa diriku. Kenapa kamu lama sekali, sih? Aku hampir mati karena bosan. Untung saja ada mereka, para kakak ini," ucap Tiffany sambil menekukkan wajahnya.

"Haha, apa kamu benar-benar menunggu saya? Saya senang mendengarnya," ucap Ashan sambil tersenyum.

Mereka bertiga yang melihat Ashan tersenyum, bukannya senang, malah merinding.

"Yamin, kamu melihat Pangeran tersenyum? Aku pikir Pangeran anti dengan senyuman. Selama 3 tahun aku menjabat, baru kali ini aku bisa lihat senyuman Pangeran," bisik Zainal di samping Yamin dan juga Alik.

"Sudahlah, kamu bukan Nona Tiffany. Pangeran tidak akan pernah tersenyum padamu," celetuk Yamin, membuat hati Zainal langsung teriris.

"Dimana ponselku, Ashan?" tanya Tiffany sangat berantusias.

Ashan yang mendengar itu, langsung kembali menunjukkan wajah murung. Ia tahu, jika ponsel Tiffany ia dapatkan, ia pasti akan menghubungi keluarganya dan dia akan kembali pulang. Walau begitu, Ashan tidak bisa berbuat apa-apa. Ia tahu, ia adalah Pangeran di negara tersebut, tapi Tiffany bukan rakyatnya. Ia tidak bisa apa-apa, hanya bisa mengembalikan ponsel Tiffany, sebelum Tiffany mengamuk lagi.

Saat Ashan memberikan ponsel Tiffany menggunakan tangan kanannya, terlihat di tangan Ashan seperti ada bercak darah. Tiffany yang melihat itu sontak kaget dan merebut tangan Ashan dibanding ponselnya.

"Ashan? Ada apa dengan tanganmu? Apa kamu terluka?"tanya Tiffany dengan nada panik.

Ketiga pria yang melihat itu juga langsung terdiam karena ketakutan. Mereka tahu mengapa Ashan terluka. Ashan memiliki kebiasaan yang sangat menakutkan. Jika ia sedang marah, ia akan melampiaskan amarahnya kepada para penjahat di dalam jeruji. Ia bisa mencambuk, membunuh mereka tanpa ampun, apalagi para koruptor atau orang-orang yang memberontak di negaranya demi harta. Ia tidak segan-segan memperlakukan mereka seperti hewan.

Mereka sadar pada saat itu bahwa Ashan sedang marah, tapi mereka tidak menyadarinya dari awal. Ashan menyimpan amarahnya dalam-dalam agar Tiffany tidak merasakan apapun.

"Ah, ini saya tidak sengaja menyentuh benda tajam, tidak usah khawatir, saya bisa mengobatinya," ucap Ashan.

"Tidak... Kamu harus mengobatinya sekarang. Biar aku bantu, dimana tempat obatmu?" tanya Tiffany begitu khawatir.

Melihat ada seseorang yang sangat khawatir kepadanya membuat Ashan tersenyum merasa senang.

"Kenapa kamu tersenyum, Ashan? Aku menanyakan bagaimana aku bisa mendapatkan obatmu," tanya Tiffany lagi.

"Ada di ruang tabib. Yamin, tolong ambilkan obat untuk Nona Tiffany," perintah Ashan kepada Yamin.

"Baiklah, Pangeran. Tunggu sebentar. Ayo, kalian berdua ikut aku, jangan menganggu sepasang kekasih," ucap Yamin langsung menarik tangan Zainal dan juga Alik secara bersamaan.

Setelah mereka bertiga pergi, Ashan meminta Tiffany untuk kembali duduk di singgasana bersama dengan dirinya. Kebetulan singgasana tersebut sangatlah lebar, bisa untuk mereka berdua duduki.

"Bagaimana? Mau saya ambilkan gambar untukmu?" tanya Ashan malu-malu.

"Tidak, obati dulu luka mu! Lebih baik kita selfie saja," seru Tiffany langsung menghidupkan ponselnya dan mencari aplikasi kamera.

"Selfie?" tanya Ashan.

"Iya... Ayooo, tersenyum, Ashan..." seru Tiffany langsung mengarahkan kamera depan ke mereka berdua, dan sekali tekanan, gambar berhasil diambil. Tiffany tidak hanya mengambil satu atau dua gambar, tapi berkali-kali. Ia sangat mengagumi wajah tampan Ashan, itu mengapa ia sangat bersemangat berfoto dengannya.

...----------------...

"Ibu, bagaimana kalau kita carikan wanita lain untuk Ashan? Aku pikir anak itu sepertinya sedang berada di fase kasmaran," celetuk Putri Nagia kepada sang Ratu. Mereka berdua yang seperti biasa sedang berlehai-lehai sambil menikmati semua fasilitas di dalam istana, tepatnya di ruangan Ratu, mulai menceritakan hubungan Ashan dan Tiffany.

"Wanita lain?" tanya Ratu yang masih belum mengerti dengan saran Putri Nagia.

"Iya! Bagaimana kita mencari seorang wanita yang mirip dengan Tiffany untuk diperkenalkan kepada Ashan. Ashan pasti akan melupakan Tiffany, dan wanita tersebut bisa kita perdayakan untuk memperdaya Ashan. Bagaimana, Ibu?"

"Hm... Ideamu cukup bagus, kamu lakukan saja, cari wanita yang mirip dengan Tiffany. Akan kubayar wanita itu," jawab Ratu menyetujui saran Putri Nagia tanpa berpikir panjang lagi.

...********BERSAMBUNG********...

1
Nur Adam
lnjur
kalea rizuky
berarti ratu emank jahat
Nur Adam
lnjut
Duwi Aminah
ini daerah turki ya
Mrs.Riozelino Fernandez
pantesan ditunggu gak up up kk Thor... gpp kk,tetap semangat ya...💪💞
Mrs.Riozelino Fernandez
😅😅😅😅
kan memank begitu status kalian Fany...
Ashan sudah memintamu pada keluarga mu di telpon tempo hari...
Mrs.Riozelino Fernandez
kereeeen 👍👍👍👍👍👍👍
Mrs.Riozelino Fernandez
Bagus Ashan....
jangan kasi peluang untuk mereka mengganggu Tiffany...
apalagi Cindy untuk mendekati mu...
Mrs.Riozelino Fernandez
any nih panggilannya kk Thor???
jadi ingat pelakor aku kk 😆😆😆🙏🙏🙏
N.Sayida: mohon maaf sebelumnya, cerita ini hanya fiktif belaka, apabila ada kesemaan tempat maupun nama, itu hanya kebetulan sematan/Bye-Bye/
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Sribundanya Gifran
mungkinkah ashan bukan anak ratu yg sekarang......
lanjut up lagi thor
Mrs.Riozelino Fernandez
Ratu yang bodoh,klo menantu mu yang jadi raja otomatis dia yang pegang kekuasaan,mank gak takut bakalan diambil kerajaan nya??
Mrs.Riozelino Fernandez
rubah donk panggilan nya Ashan...
Tiffany aja manggil Ashan tanpa embel2 pangeran,masa kamu masih panggil Nona...panggil nama aja lebih akrab nya
Sribundanya Gifran
lanjut up lagi thor
Mrs.Riozelino Fernandez
kenapa seorang raja tega membuang pangeran mahkota nya sendiri 🤔🤔
Mrs.Riozelino Fernandez: berarti watak keras kepalanya terbentuk karena keras didikan ya kk Thor 😒
N.Sayida: hm sepertinya untuk melatih mental bertahan hidup dan kekuatannya dari kecil. tapi walau raja begitu keras, ia diam" memperhatikan Putranya di hutan Magda tanpa Pangeran Ashan tau.../Cry/
sengaja thor g kasih tau sih soalnya nnti gak ada lagi yang jadi kasihan sama Ashan hehehe/Chuckle/
total 2 replies
Mrs.Riozelino Fernandez
menang banyak kamu Tiffany...
udah pangeran,brondong pula 😍😍😍
Tiara Bella
lanjut.....
Sribundanya Gifran
lanjut
Tiara Bella
lanjut ...
Tiara Bella
lanjut Thor....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!