Dara memimpikan indahnya kehidupan setelah menikah. Dara mengira menikah dengan orang yang di cintai akan membuat hidupnya bahagia. namun kenyataannya nasib buruk yang didapatkan di rumah suaminya. dia dilakukan bak babu bahkan sering dara mendapatkan caci maki dari mertua ketika pekerjaan rumah ada yang terlewatkan. tidak hanya diperlakukan seperti babu, ketika dara ada selisih paham dengan mertua nya suaminya tidak membela dara bahkan ikut menyudutkan Dara. hal yang paling menyakitkan lagi ketika dara mendapatkan kabar dari temannya jika suaminya selingkuh dibelakang nya. bagaimana kisah Dara selanjutnya. yuk mampir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jihan Fahera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dara Dituduh Mertuanya Mandul
"mas mau izin nikah lagi bolehkan dek?" Tanya Bagas dengan entengnya.
"Kalau mas izin ingin nikah lagi, berarti aku juga punya pilihan, mau jadi istri pertama atau mantan istri" jawab Dara santai.
"Ya gak boleh gitu dong dek,, kamu ya harus mau dipoligami, toh di dalam agama kita gak papa berpoligami" sahut Bagas yang mulai membawa bawa agama.
"Iya mas, aku tau kok kalau berpoligami diperbolehkan, tapi aku juga.." ucap Dara yang terputus.
"Itu kamu tau, kalau berpoligami diperbolehkan yang penting tidak lebih dari empat istri. Jadi kamu harus izinin mas buat nikah lagi sama Dita" kata Bagas dengan cepat.
"Dengerin aku bicara, aku belum selesai bicara. Pokoknya kalau mas mau nikah lagi. aku juga bisa pilih salah satu dari dua pilihan" ucap Dara dengan tegas.
"Kamu itu jangan egois jadi orang , apa susahnya jawab iya boleh, lagian kalau aku nikah lagi aku juga bisa adil. Lagian kalau kamu pilih jadi mantan istri emang kamu bisa apa?, ingat dar kamu tanpa aku itu bagaikan Upik abu abu" ucap Bagas dengan tega nya.
"Aku egois?, egois mana yang mas maksud?, mas tau gak disini yang egois itu kamu, pengen dibolehin nikah lagi tanpa ada syarat. Terus dengan enteng bilang bisa adil,, haha, kayak nya sih gak bakal bisa adil, istri satu aja dijadiin babu, apalagi istri dua pasti berat sebelah" kata Dara.
"Cukup ... Disini tanpa izin atau adanya izin dari mu aku tetap akan nikah lagi dan kamu tetap jadi istri pertama ku" sentak Bagas. Dara memperhatikan suaminya dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Oke,, aku izinin mas buat nikah lagi" ucap Dara dengan senyum misterius.
"Nah gitu dong dari tadi susah amat bilang iya. Nanti malam Dita akan makan malam disini jadi kamu masak yang banyak oke" ucap Bagas dengan keadaan yang senang.
"Suruh masak banyak mana uangnya?" Ucap Dara sambil mengadakan tangannya. Bagas melihat tangan Dara yang mengadah seketika Bagas jadi teringat uang didompet yang hilang 5 lembar gambar Soekarno.
"Ohh, masih minta uang lagi?, kamu kan udah ngambil didompet mas 500 ribu kan? Masih kurang?, bulan ini berarti uang yang kamu pegang satu juta seratus ribu. Jadi itu uang untuk beli bahan masakan buat nanti malam" ucap Bagas yang tidak mempermasalahkan lagi uang yang diambil Dara tanpa izin karena sudah ditutupi dengan rasa senangnya yang sebentar lagi nikah dengan selingkuhannya.
"Haissh,,, pakai ketahuan kalau udah ambil uang di dompetnya. Untung mas Bagas gak marah, gara-gara aku izinin nikah lagi, kamu lihat mas dihari pernikahan mu akan aku kasih kejutan yang tak akan kamu lupakan seumur hidup mu" batin Dara. Dara tidak menjawab ucapan Bagas lagi. Dara lebih memilih merebahkan tubuhnya disamping Bagas selang beberapa menit Dara sudah tertidur terlelap.
Hoammm....
Pukul 13:00 Dara terbangun. Dara melihat kesampingnya ternyata sudah tidak ada suaminya. Dara melaksanakan shalat dhuhur setelah sholat Dara memutuskan keluar kamar
Untuk makan siang karena bunyi perutnya yang terus meronta-ronta minta di isi. Di ruang makan ternyata sudah ada ibu Dewi dan mas Bagas yang sedang bicara serius. Dara menghampiri mereka lalu duduk disamping suaminya.
"Udah makan mas?" Ucap Dara yang basa basi.
"Belum ini masih bicara dengan ibu rencana untuk melamar Dita dan menentukan hari pernikahan" ucap Bagas jujur.
"Ohh" ucap singkat dara.
"Nanti kamu gak usah masak buat makan malam. Nanti ibu mau pesan catering aja. Nanti kalau kamu yang masak takutnya Dita gak doyan masakan kamu, secara masakanmu rasanya hambar" kata Bu Dewi. membuat Dara langsung terkejut.
"Lah kalau masakannya hambar kenapa baru omong setelah 2 tahun aku jadi mantu ibu. Padahal kalau kalau aku perhatikan ketika makan ibu sama mas Bagas lahap banget loh" ucap Dara.
"Selama ini makan masakan kamu ya terpaksa karena yang ada cuma ini" sahut Bu Dewi dengan sewot.
"Oh,, kalau masakan aku gak enak berarti aku mulai besok gak perlu repot-repot masak" ucap Dara enteng.
"Heh, enteng banget kalau omong. Besok kamu tetap masak, mau ngapain kamu kalau gak masak. Tugas kamu itu mengurus rumah soalnya kamu itu gak kerja, paham kamu!" Ucap Bu Dewi dengan berteriak.
"Lah,,, katanya masakan aku rasanya hambar Bu, jadi nanti bisa mubazir kalau sudah dimasak tapi gak dimakan. Lagian aku disini bukan babu Bu tapi aku disini istrinya mas Bagas menantu ibu. Lagian aku enggak kerja juga disuruh mas Bagas biar ibu ada temennya dirumah" ucap Dara yang terus menjawab ucapan mertuanya.
"Iya ibu tau kalau kamu istrinya Bagas tapi bukan berarti kamu berleha-leha tugas kamu cuma mengurus rumah. lagian Bagas nyuruh kamu gak kerja soalnya dia malu kalau punya istri hanya pegawai cafe biasa jadi tugas kamu ya ngurus rumah. Nanti kalau kamu ibu suruh kasih ibu cucu kan gak bisa soalnya kamu mandul" ucap Bu Dewi yang mengetahui sebelum menikah Dara bekerja sebagai pegawai cafe biasa yang gajinya tidak seberapa.
"Aku mandul?, tau darimana ibu?, padahal aku sama mas Bagas belum cek kesehatan loh Bu. Aku sama mas Bagas juga udah berusaha selama 2 tahun emang belum dikasih aja. Atau jangan-jangan yang mandul mas Bagas" ucap Dara tanpa takut.
"Buktinya kamu 2 tahun juga belum hamil kan berarti yang mandul itu kamu bukan Bagas. Lihat aja nanti kalau Bagas nikah sama Dita pasti setelah nikah gak lama akan hamil" ucap Bu Dewi.
"Kamu itu ngatain mas mandul. Kamu itu yang mandul, mas itu sehat" sahut Bagas yang tidak terima dikatain mandul.
"Hayuk Bu kita makan diluar sekalian pesan catering gak selera Bagas makan dirumah" ajak Bagas kepada ibunya.
"Ayo , istrimu kayak gini enaknya ditukar tambah. Tapi kalau kamu ceraikan nanti dirumah gak ada yang masak dan beres- beres rumah" ucap Bu Dewi kepada anaknya.
"Heh Bu aku bukan babu ya, mas mending aku kamu ceraikan aku sekarang, aku udah gak mau jadi istrimu" ucap Dara yang berteriak.
"Jangan mimpi kamu Dar, kamu akan tetap jadi istriku sampai kapan pun. Kalau kamu tetep cerai ya udah kamu urus surat suratnya ke kantor pengadilan agama. Emangnya kamu punya uang buat urus surat penceraian. Enggak kan?. Jadi jangan mimpi bisa cerai dari aku" ucap Bagas sambil teriak.
"Sudah, ayo kita keluar. Nanti bisa bisa darah tinggi ibu kumat lagi" ucap Bu Dewi yang mulai pusing melihat anak dan menantunya berdebat dengan suara yang keras.
"Gak papa Bu kalau darah tinggi ibu kumat. Nanti aku bantu cek out in kain kafan di aplikasi tok tok. Atau mau aku cek out in sekarang kain kafan nya" goda Dara.
"Heh, kamu nyumpahi ibu cepet ninggal, dasar mantu kurang ajar" ucap Bu Dewi sambil melotot.
"Lah abis ibu punya mulut kok gak bisa dijaga. Minimal itu direm Bu kalau omong, apalagi ngatain mantu ibu mandul. Nanti bisa jadi anak ibu loh yang mandul" ucap Dara dengan santai.