NovelToon NovelToon
My Girl

My Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:801
Nilai: 5
Nama Author: Helena Fox

Anindira Cewek yang dikenal “bar-bar”. Ceplas-ceplos, berani ribut kalau diremehin, dan gak pernah mau kalah. Di balik kerasnya, Dira cuma capek terus disalahpahami. Ia takut jadi lemah—padahal yang ia butuhin cuma dimengerti. Meskipun bar-bar dia juga memiliki sisi rasa penakut , terlebih pada hal - hal yang berbau horor

Elvan Bagaskara

CEO muda yang dingin di cap ceo dingin , rapi, dan perfeksionis. Hidupnya dikontrol logika. Emosi dianggap gangguan. Terlihat kuat, padahal ia memikul tanggung jawab terlalu berat di usia muda.

Albian Bagaskara
Adik Elvan Satu sekolah dengan Dira . Pendiam dingin, dan tertutup. Tidak suka konflik, tapi selalu ada di saat orang lain diserang. Cara pedulinya sunyi, itu yang membuat tidak terlihat .

Bagaimana jadinya .Dira cewek bar -bar bertemu Ceo dingin dan terjebak dalam kisah yang rumit antara Elvan dan Albian .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Helena Fox, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 28

Beberapa menit kemudian suasana gereja berubah sedikit lebih… kacau.

Bukan karena tamu.

Tapi karena pengantinnya.

Dira berdiri di depan altar sambil melihat dirinya sendiri dari pantulan kaca jendela gereja.

Ia menatap bajunya… yang sebenarnya hanya pakaian biasa yang ia pakai dari rumah.

Ia langsung memegang kepala. Masih begitu mendadak baginya.

“Ini serius banget ya… aku nikah pakai hoodie?”

Di sebelahnya Kenzo langsung tertawa. “Pengantin paling santai sepanjang sejarah.”

Dira menoleh kesal.

“Bang! Harusnya kamu kasih tahu dulu!”

“Kalau aku kasih tahu, kamu pasti kabur dari rumah,” jawab Kenzo santai.

Dira terdiam beberapa detik. “…iya sih.”

Kenzo tertawa lagi.

Sementara di depan altar Elvan berdiri dengan jas rapi seperti biasanya. Kontras sekali dengan Dira yang masih memakai hoodie dan sepatu sneakers.

Dira berjalan mendekat sambil mengeluh.

“Om tuh ya… kalau mau nikah minimal kasih waktu orang buat dandan.”

Elvan menatapnya sebentar. “Kamu tetap terlihat baik.”

Dira langsung menatapnya.

“Om baru saja bilang hoodie ini cocok buat nikah?”

Elvan menjawab tenang, “Aku bilang kamu terlihat baik.”

Pipi Dira sedikit memerah.

Kenzo yang melihat dari samping langsung berbisik,

“Wah… sudah mulai.”

Dira langsung menoleh cepat.

“DIEM!”

Pendeta akhirnya membuka kitab di tangannya.

“Kita akan memulai upacara pernikahan ini.”

Dira langsung mengangkat tangan.

“Tunggu.”

Semua orang menoleh.

Dira menatap Elvan. “Aku boleh nanya satu hal?”

Elvan mengangguk. “Apa?”

“Kalau nanti aku lapar di tengah malam, Om bakal marah nggak kalau aku bangunin om ?”

Kenzo langsung menutup wajahnya. Pendeta terlihat sangat bingung. Ia tahu kebiasaan dira yang sering terbangun tengah malam. Dan ia juga selama ini yang sering di bangunan oleh dira.

Elvan menjawab tanpa ragu, “Tidak.”

Dira mengangguk puas.

“Oke lanjut.”

Pendeta mencoba melanjutkan lagi. “Apakah kamu, Elvan—”

Dira mengangkat tangan lagi.“ Eh! Tunggu sebentar.”

Kenzo hampir jatuh dari kursinya.

“DIRA!”

Dira menoleh polos. “Apa?”

Pendeta berdehem.

“Ada yang ingin ditanyakan lagi?”

Dira menatap Elvan dengan serius.

“Kalau kita nikah… aku masih boleh makan pedas kan?”

Kenzo langsung tertawa keras. “Elvan, selamat. Hidupmu selesai.”

Elvan hanya menatap Dira dengan ekspresi tenang.

“Kamu boleh makan pedas.”

Dira langsung tersenyum lebar. “Oke sekarang beneran lanjut.”

Pendeta akhirnya berhasil melanjutkan upacara.

“Apakah kamu, Elvan, bersedia menjadikan Dira sebagai istrimu...…”

“Iya,” jawab Elvan tanpa ragu.

Pendeta lalu menoleh ke Dira.

“Apakah kamu, Dira—”

Dira mengangkat tangan lagi.

Kenzo langsung berteriak pelan, “JANGAN!”

Dira menoleh. “Apa?”

“Jawab saja!”

Dira kembali melihat pendeta. Dan pendeta melanjutkan nya......

“Oh iya.”

Ia menarik napas.

“…iya.”

Pendeta tersenyum lega.

“Dengan ini saya menyatakan kalian sah sebagai suami dan istri.”

Kenzo bertepuk tangan pelan. “Selesai juga akhirnya.”

Namun Dira tiba-tiba menatap Elvan dengan curiga.

“Tunggu.”

Elvan mengangkat alis. “Apa lagi?”

Dira menunjuk dirinya sendiri.

“Berarti sekarang aku… istri om ?”

“Iya.”

Dira terdiam beberapa detik.

Lalu berkata dengan santai,

“Berarti aku boleh pakai kartu kredit om dong?”

Kenzo langsung tertawa sampai hampir tersedak. Elvan hanya menatapnya sebentar… lalu berkata tenang,

“Nanti kita bahas.”

Dira langsung bersinar.

“YEAY!”

Kenzo menggeleng.

“El … hidupmu benar-benar berubah. Dan selamat kamu memiliki nya lagi ”

Elvan menatap Dira yang masih tersenyum puas. Ia tahu apa yang dikatakan kenzo. benar akhirnya ia mendapatkan kembali apa yang jadi miliknya , Namun belum sepenuhnya ia tahu diluar sana masih ada musuhnya.

Dan untuk pertama kalinya… ia merasa keputusan itu bukan kesalahan.

Karena mulai hari itu…

Hidupnya akan berubah.

hidupnya pasti akan jauh lebih ramai. 😅

***

Setelah perdebatan panjang di gereja .Karna ingin ikut pulang bersama kenzo. Tapi elvan tak membiarkannya pergi.

Malam itu Dira akhirnya sampai di rumah besar milik Elvan.

Begitu turun dari mobil, Dira langsung menatap rumah itu dengan mulut sedikit terbuka , Rasa kesalnya hilang begitu saja. Rumah yang sangat mewah bahkan ada lapangan basket di sampai rumah.

“Ini… rumah apa hotel om?”

Kenzo yang berdiri di belakangnya tertawa kecil.

“Selamat datang di rumah bosku. Eh bukan suamimu ”

Dira menoleh ke Elvan. “Om tinggal di sini sendirian?”

Elvan menjawab singkat. " Iya."

Dira langsung menggeleng. “Serem banget.”

Mereka masuk ke dalam rumah. Begitu pintu ditutup, suasana langsung sunyi.

Dira berdiri canggung di ruang tamu.

“Jadi…”

Ia menoleh ke Elvan.

“…sekarang aku harus ngapain?”

Kenzo yang masih berdiri di sana langsung berkata,

“Tenang saja, malam pertama kalian aku tidak mau ikut campur.”

Dira langsung melempar bantal sofa ke arahnya.

“BANG! pulang sana!”

Kenzo tertawa keras sambil menghindar. “Oke oke abang pulang!”

" Beneran pergi " dira mengerucutkan bibirnya

Kenzo tertawa pelan , kemudian mengacak rambut dira.

" Iya.. Kamu sekarang sudah jadi istri orang , jadi harus nurut sama suami kamu. Abang akan tetap sering datangin kamu " Nasehat kenzo

" T-tapi....aku belum terbiasa bang..." Jawab lirih dira

" Kamu akan terbiasa " kenzo membawa dira dalam pelukannya. dira pun membalas pelukan kenzo erat, Bagaimana pun ia selama ini ia hanya tinggal berdua dengan kenzo , yang selalu menjaganya , selalu memanjakan nya , dan menyayangi nya.

" Beneran janji..."

" Iya... abang janji " kemudian melepas pelukannya.

Beberapa menit kemudian Kenzo benar-benar pergi.

Dan sekarang…

tinggal Elvan dan Dira di rumah besar itu.

Sunyi.

Dira langsung berjalan mondar-mandir.

“Ini aneh banget…”

Elvan duduk santai di sofa. “Apa yang aneh?”

Dira menatapnya.

“Kenapa harus aku menikah sama om”

Elvan menjawab tenang. “Iya.”

Dira memegang kepalanya.

“Dan sekarang kita sendirian di rumah.”

Elvan menatapnya.

“Iya.”

Dira langsung menunjuknya.

“Jangan jawab ‘iya’ terus om!”

Elvan sedikit tersenyum.

" Pernikahan ini dirahasiakan kan om ?"

Elvan terdiam sebentar " Iya" jawabnya singkat

" Tapi aku gak janji " sambung nya dalam hati

" Cih , dari tadi jawab iya doang"

Dira mendengus.

Elvan akhirnya membawa Dira ke lantai atas.

“Kamar kamu di sini.”

Dira membuka pintu kamar…

dan langsung membeku.

“KAMAR KAMU?!”

Elvan mengangguk. “Iya.”

Dira langsung menoleh dengan wajah merah. “Kita sekamar om ?!”

Elvan menjawab santai, “Kita sudah menikah.”

Dira menutup wajahnya dengan tangan. “Ya Tuhan… kenapa gak pisah aja om?”

Melihat reaksi elvan yang diam saja , akhirnya dira mengalah. Lagi pula elvan sudah janji tidak akan menyentuhnya tanpa izin darinya.

Namun beberapa detik kemudian ia berkata,

“Tapi aku tidur di sisi kanan ya om ”

Elvan mengangkat alis. “Kenapa?”

“Karena kalau aku bangun tengah malam aku suka jalan ke dapur.”

Elvan mengangguk kecil. “Baik.”

Dira berjalan masuk ke kamar sambil melihat sekeliling.

“Kamar om rapi banget…”

Ia menoleh curiga. “Om robot ya?” dira tersenyum , kemudian lanjut mengelilingi kamar elvan.

Elvan hampir tertawa. Ia senang saat bersama dira .

" Aku selalu suka senyum kamu. Dan aku akan selalu menjaga mu dari dulu hingga sekarang my girl , my love " Batin elvan yang terus memperhatikan gerak - gerik dira.

.

.

.

.

.

Bersambung............

1
Teh Sopiah
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!