NovelToon NovelToon
Dewa Kematian Dan Hantu Pedang : Menantang Takdir

Dewa Kematian Dan Hantu Pedang : Menantang Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Fantasi / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:117.7k
Nilai: 5
Nama Author: Boqin Changing

Takdir memang gemar memainkan jalannya sendiri, mempertemukan hal-hal yang tampak mustahil dalam satu waktu yang sama. Di masa ini, takdir mempertemukan dua arus waktu yang saling berlawanan. Seseorang dari masa depan yang kembali ke masa lalunya, dan seseorang yang bangkit dari masa lalunya untuk menapaki kembali jalan yang pernah ia lalui.

Apa yang akan terjadi pada takdir keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencari Pedang Penebas Dewa

Namun naga hijau itu tidak langsung menjawab. Tubuh besarnya sedikit bergerak, sisik hijau yang berkilau tertimpa cahaya senja tampak berpendar lembut. Ia menatap Boqin Changing dengan sorot mata yang lebih dalam, seolah sedang menimbang sesuatu yang penting.

“Aku akan menjawab pertanyaanmu,” ucap naga hijau akhirnya, suaranya bergema berat di antara pepohonan, “tetapi aku memiliki satu syarat.”

Para siluman di belakangnya langsung menegang.

“Jika aku menjawab semua pertanyaanmu… para siluman diperbolehkan pergi.”

Suasana hutan kembali menegang. Boqin Changing memandang naga hijau itu tanpa ekspresi. Angin tipis berembus, menggerakkan ujung jubahnya. Lalu perlahan… senyum tipis muncul di wajahnya.

“Kalian tidak berada dalam posisi untuk menawar,” ucapnya datar.

Ucapan itu membuat beberapa siluman menundukkan kepala, sementara naga merah muda menahan napas.

Namun Boqin Changing tidak melanjutkan ancaman. Ia hanya menatap naga hijau itu dengan mata tenang, seolah membaca seluruh isi pikirannya.

“Tetapi percayalah,” lanjutnya pelan, “aku akan menepati janjiku. Jika jawabanmu memuaskan.”

Naga hijau menatapnya beberapa saat. Sebagai makhluk yang telah hidup selama lama, ia mampu membedakan kebohongan dari kejujuran. Anehnya… ia tidak merasakan niat menipu dari pemuda di hadapannya.

Akhirnya, naga hijau itu mengangguk perlahan.

“Aku setuju.”

Boqin Changing tidak berkata apa-apa lagi. Ia hanya memutar pergelangan tangannya.

Srak.

Pedang Penguasa masuk ke sarungnya.

Srak.

Pedang Neraka Kegelapan menyusul.

Aura kematian pekat yang sebelumnya menekan seluruh hutan perlahan memudar, meski sisa-sisanya masih terasa seperti bayangan dingin yang menempel di udara. Di sampingnya, Sha Nuo tersenyum tipis sebelum ikut menurunkan pedangnya dan menyarungkannya.

Boqin Changing kemudian berjalan santai menuju sebuah batu besar yang setengah tertutup akar pohon tua. Ia duduk di atasnya, posisi yang begitu santai hingga kontras dengan lautan mayat di sekelilingnya.

Ia menatap naga hijau. Lalu pertanyaan pertama keluar.

“Apakah kalian pernah mendengar… Pedang Penebas Dewa?”

Keheningan tercipta. Pupil naga hijau menyempit. Ia jelas tidak mengenali nama itu. Tubuhnya sedikit bergerak sebelum ia menoleh ke belakang.

Suara aneh segera terdengar. Desisan. Dengungan. Getaran halus seperti batu yang bergesekan. Bahasa siluman.

Para siluman mulai berdiskusi, saling menatap, mengeluarkan suara-suara yang tidak mungkin dipahami manusia biasa. Beberapa raja siluman menggeleng. Yang lain hanya menunjukkan ekspresi bingung.

Namun Boqin Changing… diam-diam menguping. Ia memang tidak sepenuhnya memahami bahasa siluman, tetapi sebagian kata masih bisa ia tangkap. Cukup untuk mengetahui inti pembicaraan mereka.

Kebingungan. Ketidaktahuan. Tidak ada kepura-puraan.

Naga hijau kembali menoleh ke depan.

“Para siluman di sini juga tidak pernah mendengarnya.”

Boqin Changing tidak menunjukkan reaksi. Ia hanya mengangguk kecil.

Pertanyaan berikutnya langsung menyusul.

“Apakah di sekitar hutan ini ada makam kuno?”

Naga hijau menggeleng tanpa ragu.

“Tidak ada.”

Pertanyaan lain datang. Lalu pertanyaan lain dan pertanyaan lain. Tentang reruntuhan kuno. Tentang tempat terlarang. Tentang aura pedang. Tentang legenda senjata. Tentang area yang pernah memakan korban makhluk kuat.

Semua dijawab dengan baik. Namun tidak satu pun jawaban itu mengarah pada Pedang Penebas Dewa.

Akhirnya Boqin Changing menghela napas panjang. Ia menundukkan kepala sedikit, jemarinya memijat pelipisnya perlahan.

“Petunjuknya… benar-benar rumit.”

Di sampingnya, Sha Nuo justru tertawa kecil.

“Heh… sepertinya memang tidak ada yang tahu tempat pedang itu,” katanya santai. “Mungkin karena disegel. Tidak memancarkan aura apa pun. Tidak bisa dirasakan oleh siapa pun di sekitarnya.”

Kalimat itu sederhana. Namun efeknya… luar biasa. Gerakan jari Boqin Changing berhenti. Matanya perlahan terbuka. Lalu dalam sekejap, ia berdiri.

Sha Nuo mengangkat alis. Naga hijau menatapnya.

Boqin Changing memandang lurus ke arah naga hijau, sorot matanya berubah tajam.

“Aku punya pertanyaan lain.”

Naga hijau merasakan sesuatu di dadanya bergetar.

“Apa ada tempat di hutan ini… yang tidak bisa kau tembus?”

Keheningan langsung terasa.

“Tempat di mana saat kau mencoba masuk,” lanjut Boqin Changing pelan, “ada dinding tak kasat mata yang menghalangimu… dan kau akan terpental keluar.”

Kalimat itu baru saja selesai ketika pupil naga hijau mengecil drastis. Tubuh raksasanya menegang. Naga merah muda menoleh cepat. Para siluman saling memandang. Boqin Changing… melihat itu semuanya.

Reaksi itu. Kejutan itu. Kesadaran itu.

Ia tersenyum tipis. Karena ia tahu. Sepertinya Naga hijau itu… jelas mengenal tempat tersebut.

Naga hijau itu tidak langsung menjawab. Tubuh raksasanya tetap diam, tetapi sorot matanya berubah. Kilatan kesadaran yang sebelumnya muncul kini berubah menjadi keraguan yang bercampur kehati-hatian.

Ia tahu pertanyaan itu… bukan pertanyaan biasa. Pemuda di hadapannya seolah mengetahui sesuatu yang bahkan tidak pernah mampu mereka pahami selama ini.

Angin senja kembali berembus. Dedaunan bergemerisik lembut, sementara suasana di antara para siluman menjadi sunyi mencekam. Beberapa saat berlalu sebelum naga hijau itu akhirnya membuka mulutnya.

“Ada.”

Satu kata itu membuat seluruh perhatian tertuju padanya. Boqin Changing tidak bergerak. Ia hanya menunggu. Naga hijau itu menarik napas panjang sebelum melanjutkan.

“Ada satu tempat di hutan ini… yang sesuai dengan apa yang baru saja kau katakan.”

Naga merah muda menoleh cepat, jelas mengetahui tempat yang dimaksud.

“Tempat itu adalah sebuah goa.”

Alis Sha Nuo sedikit terangkat. Boqin Changing tetap diam, tetapi matanya semakin dalam.

“Goa itu tidak memancarkan fluktuasi energi apa pun,” lanjut naga hijau. “Tidak ada aura. Tidak ada tekanan. Tidak ada tanda keberadaan harta atau bahaya.”

“Namun justru karena itu… tempat itu terasa aneh.”

Suasana hutan terasa semakin hening.

“Setiap kali siluman mencoba masuk untuk beristirahat di dalamnya… mereka selalu terpantul keluar.”

Beberapa siluman di belakang naga hijau tanpa sadar menundukkan kepala, seolah mengingat pengalaman yang tidak menyenangkan itu.

“Seakan di depan gua itu terdapat dinding tak kasat mata yang menghalangi siapa pun masuk.”

Mata Boqin Changing sedikit menyipit.

Naga hijau melanjutkan.

“Beberapa siluman bahkan raja siluman pernah mencoba menyerang dinding tak kasat mata itu… berharap dapat menghancurkannya dan masuk ke dalam.”

Ia berhenti sejenak.

“Hasilnya… selalu sama.”

“Terlontar.”

Desisan pelan terdengar dari barisan siluman. Tidak ada yang membantah. Karena itu kenyataan.

“Bahkan aku dan naga merah muda juga pernah mencoba.”

Naga merah muda menatap ke bawah, seolah mengingat benturan yang memalukan itu.

“Kami menggunakan serangan terkuat kami,” ucap naga hijau pelan. “Namun dinding itu… tidak pernah bergerak sedikit pun.”

“Tidak retak.”

“Tidak bergetar.”

“Tidak bereaksi.”

“Seolah serangan kami hanya menyentuh kehampaan.”

Keheningan kembali menyelimuti area itu. Naga hijau memandang Boqin Changing.

“Dinding itu tak pernah berhasil ditembus.”

Ucapan itu jatuh seperti batu di permukaan air tenang. Namun berbeda dengan para siluman… mata Boqin Changing justru perlahan bersinar.

Bukan karena terkejut. Melainkan karena… keyakinan. Sudut bibirnya terangkat.

“Hehehe…”

Tawa kecil keluar darinya. Sha Nuo menoleh. Naga hijau menegang.

Boqin Changing menatap lurus ke arah mereka.

“Goa tanpa aura. Tidak bisa ditembus. Menghalangi makhluk hidup masuk.”

Ia berhenti sejenak. Tatapannya menjadi semakin tajam.

“Tempat seperti itu… biasanya bukan untuk melindungi sesuatu di dalam.”

Kata-katanya pelan. Namun terasa berat.

“Melainkan untuk memastikan… sesuatu di dalam tidak ditemukan.”

Pupil naga hijau menyempit. Sha Nuo tersenyum lebar.

Boqin Changing kemudian melangkah turun dari batu besar tempat ia duduk sebelumnya. Jubahnya berkibar ringan. Aura di sekelilingnya tetap tenang, tetapi tekanan tak kasat mata mulai menyebar perlahan.

“Aku ingin melihat tempat itu.”

Kalimat itu bukan permintaan. Melainkan keputusan.

Naga hijau menatapnya beberapa saat. Lalu perlahan mengangguk.

“Aku akan mengantarmu.”

Seketika beberapa siluman menegang. Karena mereka tahu. Selama ratusan tahun… goa itu hanyalah misteri yang tidak bisa mereka sentuh. Namun hari ini… seseorang yang mampu membuat dua naga memilih menunduk… akan menuju ke sana.

Boqin Changing memandang ke arah kedalaman hutan. Senyumnya muncul kembali. Dalam benaknya, satu nama perlahan bergema. Pedang Penebas Dewa.

Untuk pertama kalinya sejak ia tiba di hutan ini… Ia merasa dirinya benar-benar berada di jalur yang benar.

1
Iqbal Zein
pokokee joss..
Eka Haslinda
sebelum bola pemanggil datang.. Boqin Changing dah merekrut kembali pasukan nya
Rinaldi Sigar
lnjut
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Waooow pendekar langit 🌽🔥
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
/Casual/
angin kelana
lanjuuuuuttt
Akhmad Baihaki
😍😍😍
Ahmad Ridwan
yok yok besok sudah 5 tahun . waktu nya berngkat ke alam yng lebih tinggi🤣
Raju
meng ngemeng !!
udh lulus mesin scanning NT g thor ??
rate novel mu udh Top 3 besar di fiksi pria...
Raju
walaupon si bogin prnh breinkarnasi...
tpi mencapai ranah pendekar langit di usia semuda itu...!!
itu WAAAAH pakai BANGET.,...
tariii
👍👍👍👍👍
Nanik S
Lanjutkan
Nanik S
Akhirnya Paman Nuo berhasil duluan
Zainal Arifin
joooooooosssss 🤲🤲🤲
yayat
mungkinkah boqin akan mendapatkn semua bola2 yg ada terutama bola pemanggil untuk mengumpulkn semua pasukan lamanya dikehidupn pertamanya
syarif ibrahim: kayaknya tidak, karena diambil kaisar xin.... 🙏
total 1 replies
Eko
selamat paman Nuo sudah jadi pendekar langit 👍👍😄😄😄
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Mantap 👍👍 semangat Thor 💪💪
andi widya
oke lanjutkan
hanim ahmad
katanya sudah berada di ranah bumi puncak,swlangkah ke ranah lpendakar lagi,loh kok Masih naiki ranah bumi puncak...gimana thor?
Pandeka Garang: iya pernah di beberapa chapter sebelumnya bahwa boqin changing sudah di pendekar bumi puncak setengah langkah menuju pendekar langit
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!