NovelToon NovelToon
Cariad

Cariad

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:12.3k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Zion Mateo Lopez adalah definisi dari kesombongan masa muda, tampan, kaya, dan tak terkalahkan. Baginya, Cassie Vorcan hanyalah sebuah target dalam taruhan mahal bersama teman-teman elitnya di SMA Chicago. Namun, apa yang dimulai sebagai permainan kotor berubah menjadi jeratan perasaan yang nyata. Selama dua tahun, Zion jatuh hati sedalam-dalamnya, mencintai Cassie lewat tindakan protektif dan rencana masa depan yang matang di California.
Di sisi lain, Cassie gadis panti asuhan yang pintar dan dingin akhirnya meruntuhkan seluruh benteng pertahanannya demi Zion. Dia percaya telah menemukan rumah, hingga sebuah rahasia di ponsel Zion menghancurkan dunianya: bukti bahwa dia hanyalah "barang taruhan" yang sukses ditaklukkan.
Beberapa Tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali di Chicago dalam sebuah proyek besar. Zion kini adalah pria dewasa yang dihantui penyesalan, sementara Cassie telah menjelma menjadi arsitek sukses yang lebih angkuh dan tak tersentuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#18

Restoran privat itu mendadak sunyi, hanya menyisakan deru pendingin ruangan yang halus. Zion, pria yang biasanya berdiri tegak dengan keangkuhan keluarga Lopez, kini melakukan sesuatu yang tak terbayangkan oleh siapa pun, ia berlutut di atas lantai marmer, tepat di samping kursi Cassie.

Ia tidak memedulikan harga diri atau jas mahalnya. Zion meraih tangan Cassie, menggenggamnya seolah wanita itu adalah satu-satunya pelampung di tengah samudra yang sedang mengamuk.

"Sayang... maafkan aku," bisik Zion, suaranya parau dan bergetar hebat. "Aku benar-benar menyesal, Cassie. Aku tahu kata-kata tidak akan cukup, tapi kumohon... bisakah kau memaafkan ku demi anak kita? Demi Logan?"

Cassie tertegun. Ia menatap kepala Zion yang tertunduk di sampingnya, lalu beralih pada Logan yang duduk di seberang mereka. Air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya tumpah, mengalir deras membasahi pipinya. Ia menarik tangannya dengan kasar, membuat Zion mendongak menatap matanya yang merah.

"Memaafkan mu?" Cassie tertawa getir di sela isaknya. "Kau pikir semudah itu, Zion? Kau memintaku memaafkan mu demi Logan, tapi di mana kau saat aku harus melahirkan anak ini sendirian di London? Di mana kau saat aku terbangun tengah malam karena takut tidak bisa membeli susu besok pagi?"

Cassie memukul dadanya sendiri, suaranya meninggi karena luka yang dipendam selama sepuluh tahun meledak seketika.

"Kau tidak pernah mencintaiku, Zion! Bagimu aku hanya trofi. Aku membencimu... tapi yang paling menyakitkan adalah aku membenci diriku sendiri karena aku sangat mencintaimu!" teriak Cassie. "Aku membenci diriku karena setiap malam selama sepuluh tahun ini, aku selalu menangisi mu karena rindu. Aku benci karena setiap kali aku melihat wajah Logan, aku melihatmu!"

Logan, yang duduk di sana, segera meletakkan garpunya. Anak yang cerdas itu dengan sigap menutup kedua telinganya dengan telapak tangan, matanya terpejam rapat seolah sudah terbiasa dengan drama emosional ibunya, meski kali ini melibatkan sosok baru yang disebut Daddy.

Cassie tidak berhenti. Ia membungkuk, menatap Zion dengan tatapan tajam yang penuh luka. "Kau tahu betapa gilanya aku? Saat aku hamil Logan, aku bahkan pernah mengidam ingin membeli kondom strawberry itu hanya karena baunya mengingatkanku padamu! Aku merasa seperti wanita paling rendah di dunia karena merindukan pria yang membuangku demi mobil balap! Aku... aku sangat membencimu, Zion Mateo Lopez!"

Zion tertegun mendengar pengakuan Cassie. Hatinya hancur berkeping-keping menyadari betapa dalam penderitaan wanita itu. Ia segera meraih bahu Cassie, mencoba menenangkannya.

"Baik... baik, benci aku, Cassie. Benci aku sesukamu, maki aku sepuasmu sayang," bisik Zion protektif. "Tapi kumohon, jangan bahas hal itu di depan anak kita. Jangan bahas benda itu di depan Logan."

Zion melirik Logan yang masih setia menutup telinganya. Hati Zion tersayat melihat kedewasaan anaknya yang lahir dari situasi yang pahit.

Cassie terdiam sejenak, napasnya memburu. Ia melirik Logan, lalu kembali menatap Zion. Dengan nada yang sangat rendah, hampir berbisik di telinga Zion agar tidak terdengar oleh Logan, Cassie mendesis dengan penuh kejengkelan yang amat sangat.

"Rupanya bibitmu memang terlalu unggul, Zion," bisik Cassie tajam. "Hanya sekali itu... hanya sekali kau lupa memakai pengaman karena stokmu habis dan aku lupa meminum pilku karena hatiku hancur... aku langsung bunting. Kau puas sekarang? Kau puas melihatku terjebak dengan versimu yang kecil ini selama sepuluh tahun?"

Zion tertegun, lalu sebuah senyuman tipis yang sangat tulus—campuran antara rasa bangga yang konyol dan rasa syukur yang luar biasa muncul di bibirnya. Ia menatap Logan, lalu kembali ke Cassie.

"Maafkan aku, Cassie. Aku benar-benar minta maaf. Tapi terima kasih... terima kasih sudah menjaga bibit unggul ini dengan sangat baik," gumam Zion, mencoba meraih wajah Cassie untuk menghapus air matanya.

BRAK!

Pintu restoran privat itu terbuka dengan kasar, menghantam dinding.

"ZION MATEO LOPEZ!"

Deg.

Darah Zion seolah membeku. Ia menoleh perlahan. Di ambang pintu, berdirilah seluruh dinasti Lopez. Mommy yang tampak syok dengan tangan menutup mulut, Mateo Lopez yang berdiri kaku dengan tatapan tajam yang sulit diartikan, serta Lionel dan Laxia yang melongo lebar dengan mata nyaris keluar dari kelopaknya.

Mereka semua menatap pemandangan di depan mereka: Zion yang sedang berlutut, Cassie yang menangis, dan seorang anak laki-laki yang... sangat identik dengan foto masa kecil Zion di ruang keluarga.

"Mommy... Dad...?" Zion berdiri dengan kaku, mencoba menghalangi pandangan mereka dari Logan, namun terlambat.

Laxia adalah yang pertama bersuara. Suaranya melengking tinggi, memecah keheningan restoran. "DEMI TUHAN! LIONEL, LIHAT ITU! DIA BUKAN BAYI SATU TAHUN! DIA VERSI KECIL KAK ZION!"

Mommy Lopez melangkah maju dengan tangan gemetar. Beliau tidak menatap Zion, matanya terkunci sepenuhnya pada Logan. "Zion... siapa anak ini?"

Mateo Lopez melangkah masuk, aura otoritasnya memenuhi ruangan. Ia menatap Logan yang kini menurunkan tangannya dari telinga dan balas menatap Mateo dengan berani.

"Dia tidak butuh tes DNA," gumam Mateo Lopez dengan suara berat yang bergetar. "Dia adalah seorang Lopez."

Cassie berdiri, mencoba menarik Logan ke belakang punggungnya. "Tuan Lopez, ini bukan seperti yang Anda pikirkan..."

"Nona Vorcan," Mateo memotong dengan nada yang kini melunak namun tegas. "Anak ini memiliki mata istriku dan rahang putraku. Jangan mencoba membohongi orang tua yang sudah merindukan cucu selama bertahun-tahun."

Suasana restoran itu mendadak menjadi sangat kacau. Mommy Lopez hampir jatuh pingsan jika tidak ditangkap oleh Lionel, sementara Laxia mulai memotret Logan secara histeris.

Zion menatap Cassie, lalu menatap keluarganya. Ia tahu, mulai detik ini, hidup Cassie dan Logan tidak akan pernah tenang lagi. Chicago akan gempar, dan keluarga Lopez baru saja menemukan harta karun mereka yang paling berharga.

"Selamat datang di keluarga, Logan," bisik Zion pelan, sementara Cassie hanya bisa bersandar di bahu Zion, menyadari bahwa pelariannya selama sepuluh tahun benar-benar telah berakhir di tangan seluruh keluarga Lopez.

🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
Era Simatupang
aduh GK bisa nebak endingnya gmna, makin seru thor
ros 🍂: coba di tebak dulu kak 🤣🙏
total 1 replies
awesome moment
wkwkkwkwkwk...benang yg mbulet
awesome moment
logan n tll sombong dan...ogah blajar dri pengalaman jd...kalah pintar sm keledai
ros 🍂: mari kita kasih paham si logan Kak🤭🤣
total 1 replies
Manis
good issa👍👍👍
Fadhliyah
part paling menyedihkan. aku sampai jeda membaca Krn ikut nangis. malu ketahuan orang😭😭
ros 🍂: Terharu 😭😭😭🥰
total 1 replies
awesome moment
mmg terbuka soal hati tu g gampang
awesome moment
logan sdh dpt rumah
awesome moment
tu lah knp. menangislah saat berdo'a. krn smua akan mengabur
awesome moment
wkkwkwkwk...mo semarah p pun. sebenci p pun. kn d anak.
awesome moment
biar mrk 😭😭😭darah dlu. biar mrk menghargai org
awesome moment
baiknya mmg bgitu. biar zion...bisa menghargai
awesome moment
bagoosh. biar nyesel bin nyesek dlu
awesome moment
twins tu CCTV yg sgt kompeten
awesome moment
laxia n cerdas jg plus sarkastik
awesome moment
CCTV yg sgt detail. bahkan baca gerak bibir😄😄😄
ros 🍂: haha🤣
total 1 replies
awesome moment
hebat
awesome moment
nikmati penyesalanmu, Zion. hati manusia tu yg jd taruhan
awesome moment
logan sdg membohongi diirnya sndiri
awesome moment
bnr2 absurd
Rahayu Ayu
Baik banget dih keluarga Lopez,
mau menerima Cassie dan Logan dengan tangan terbuka,
tanpa memandang status.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!