NovelToon NovelToon
Kyara, Bangkitnya Istri Yang Tersakiti

Kyara, Bangkitnya Istri Yang Tersakiti

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Selingkuh / CEO
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ama Apr

Punya rumah tangga bahagia adalah dambaan setiap orang. Apalagi bagi seorang wanita. Suami dan mertua yang baik adalah anugerah yang tak ternilai harganya.

Seperti itulah harapan Kyara Nawasena. Menikah dengan lelaki yang ia cintai dan mencintainya ternyata tidak menjamin rumah tangganya berjalan mulus.

"Mas, tidakkah kau punya sedikit pun rasa iba kepadaku? Aku ini istrimu, bukan seorang babu!"

"Kalau kau sudah tak mau menuruti semua perintahku, lebih baik kau keluar dari rumah ini! Aku capek dan muak setiap pulang kerja harus mendengar ocehanmu! Kau itu adalah istri yang menyusahkan dan pembangkang!" Doni menghardik Kyara seraya melemparkan bantal ke wajah istrinya.

Kyara tersenyum getir, "Jika aku istri pembangkang, berarti kau adalah suami yang tidak bertanggung jawab!"

"Kyaraaa!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ama Apr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

"Kamu serius, Mas?" Setelah beberapa detik tertegun, Kyara mengeluarkan suaranya. "Kamu tidak sedang mengolok-olokku 'kan?"

"Tidak, Kya! Aku serius dan aku tidak sedang mengolok-olok dirimu. Ambil semuanya, Kya." Doni menyimpan uang dan kartu debit itu di pangkuan istrinya. "Jangan bekerja ya?" ulangnya untuk kedua kali.

"Hm," Kyara membatin. "Ini kesempatanku untuk mengumpulkan uang. Terserah Doni mau berpura-pura atau apa pun itu. Yang jelas, aku harus memanfaatkan kesempatan ini." Perlahan, Kyara menggerakkan jemarinya, dan menggenggam uang serta kartu debit yang diberikan suaminya. "Baiklah, Mas. Aku akan membatalkan niatku untuk bekerja, tapi satu hal lagi ... aku nggak mau kerja di rumah makan Mama lagi. Aku mau beres-beres di rumah saja."

Mata Doni seketika melebar mendengar permintaan Kyara. Ia ingin berkata, "Enak saja", tapi mulutnya seolah dikunci oleh ketakutan jatuhnya reputasi dirinya sebagai suami yang bertanggung jawab dan sabar, karena rela bertahan dalam rumah tangga yang tak bahagia karena istri yang semena-mena. Ia harus menjaga imej itu. "B-Baiklah, Kya. Nanti aku akan bicara sama Mama."

Kyara menggeleng cepat. "Jangan nanti, Mas. Aku maunya sekarang!" ucap Kyara tegas. Sikap penurut yang selama ini selalu Kyara tunjukkan, malam itu tiba-tiba menghilang. Diganti dengan sikap yang cukup berani, dan mengintimidasi.

"Sialan!" Doni hanya mampu mengumpat dalam hatinya. "Kalau bukan untuk menyelamatkan reputasiku, tak sudi aku berbaikan lagi denganmu, wanita kucel."

"Gimana, Mas. Sanggup tidak bicara ke Mama sekar-"

"Iya. Aku sanggup," potong Doni dengan cepat. "Aku ke kamar Mama sekarang juga." Doni berbalik, lalu melangkah keluar dari kamar.

"Alhamdulillah." Kyara meyentuh dadanya sambil menutup mata. "Aku harus segera mengirim Pesan pada Erna." Mata Kyara kembali terbuka. Ia lekas merogoh ponsel di saku sweaternya. Lalu mencari nama Erna. Ia pun menulis pesan. Mengabarkan tentang apa yang baru saja terjadi pada dirinya.

Pesan itu langsung dibaca, dan Erna langsung mengetik. Tak lama, muncullah pesan balasan itu.

Erna: Wah, selamat Kya. Bagus. Manfaatkan kesempatan itu sebaik mungkin untuk menguras uang Doni. Kalau perlu, pindahkan semua uang yang ada di kartu debit itu ke rekeningmu. Kamu punya rekening kan? Kalau tidak punya, kamu bisa mentransfernya ke nomor rekeningku.

Kyara membalas cepat. "Iya, Er. Aku punya rekening kok. Dan aku memang akan memindahkan semua uang ini ke nomor rekeningku untuk jaga-jaga, kalau Doni dan keluarganya mengusirku dari rumah ini. Karena aku tahu, jika Doni pasti pura-pura baik padaku karena ada sesuatu."

Erna: Bagus kalau kamu punya rekening. Segera pindahkan.

"Siap, Er. Tapi aku minta maaf ya, karena aku membuatmu pusing tentang aku yang awalnya ingin sekali bekerja, tapi sekarang malah nggak jadi."

Erna mengirim emoji tertawa. "Nggak apa-apa. Kalau si Doni sudah ngasih kamu uang lagi, dan dia menjamin kamu nggak bakal jadi kuli tanpa digaji di rumah makan Bu Hesti ... ya lebih baik emang nggak usah kerja. Semangat ya, jangan jadi istri yang lembek lagi. Bangkit, Kya! Kamu pasti bisa."

"Oke bestie!"

Jika Kyara sedang mersakan kebebasannya, berbeda dengan Doni yang ragu-ragu mengetuk pintu kamar ibunya. Ketika pintu kamar sang ibu akhirnya terbuka, Doni agak terhenyak.

"Gimana Don, apa kamu berhasil membuat si Kyara nggak jadi kerja dan tetap jadi babu di rumah ini serta di rumah makan?" tanya Hesti sambil merapikan rambutnya.

Doni memijit pelipisnya. "Berhasil, tapi ..." Ucapan itu sengaja Doni gantung.

"Tapi apa?" desak Hesti.

Doni menjatuhkan tubuhnya di sofa sebelum menjawab pertanyaan ibunya. Ia menarik napas panjang. "Aku berhasil melarang dia bekerja, dan Kyara setuju. Tapi untuk dia tetap kerja di rumah makan ... Kya nolak, Ma. Dia katanya cuma mau beres-beres di rumah ini saja. Dan aku ... mengiyakan."

"Hah?!" Pekikan Hesti menggema. "Gila kamu! Kenapa jadi letoy kayak gini?! Lawan dong! Kamu itu kepala rumah tangga, harus bersikap tegas dan keras!" Hesti berbalik mengomeli anak sulungnya.

"Ma, aku nggak letoy!" sanggah Doni. "Aku terpaksa mengiyakan keinginannya. Karena kalau aku nggak mau menyampaikan ini ke Mama, dia akan tetap bekerja. Dan ... Mama jangan salah paham dulu, aku melakukan ini untuk kebaikan kita sekeluarga."

Mata Hesti melotot. "Kebaikan apa, Doni?!" Suaranya meninggi.

"Dengerin aku dulu, Ma." Doni menyentuh kedua tangan ibunya. "Selama ini ... baik orang-orang sekitar sini dan juga semua rekan kerjaku di kantor, tahunya aku adalah suami yang bertanggung jawab dan sabar menghadapi Kyara yang pembangkang. Kalau sampai Kyara kerja ... hancur sudah imej-ku itu." Ia menjelaskan. "Dan satu lagi, selama ini ... Mama juga dikenal sebagai mertua yang baik hati. Semua orang tahunya, Kyara kerja di rumah makan digaji dengan harga tinggi. Kalau tiba-tiba dia kerja jadi pembantu ... hancur dong nama baik Mama. Semua orang akan tahu kebusukan kita. Dan nanti kita akan jadi cemoohan orang-orang, sementara Kyara akan dapat simpati dari semua orang."

Hesti yang tadinya sudah siap mengeluarkan cerocosan tanpa jeda, kini terdiam. Meresapi penjelasan yang baru saja disampaikan oleh putra sulungnya.

Sejenak, suasana mendadak hening. Mereka berdua tertegun, sibuk dengan pikiran masing-masing.

"Betul juga apa yang kamu katakan, Don." Setelah sekian lama terdiam, Hesti kembali membuka suara. "Kalau sampai si Kyara jadi babu di rumah orang ... berarti semua usaha Mama menjelek-jelekkan dia di hadapan semua orang jadi sia-sia semata. Padahal selama ini, Mama selalu bilang ke semua orang ... kalau si Kya itu menantu yang jorok, malas dan mata duitan."

"Syukurlah kalau Mama mengerti." Doni mengembuskan napas lega.

"Tapi Don," Hesti berbicara lagi. "Kalau dia berhenti bantu-bantu di rumah makan ... Mama bakal kehilangan salah satu koki andalan. Otomatis, Mama harus nyari pegawai lagi, dan itu artinya ... Mama harus keluar uang. Berkurang dong penghasilan Mama. Yang biasanya dapat untung lima belas juta, mau tak mau harus dipotong buat menggaji pegawai baru. Ahh ..." Hesti merengek bak anak balita.

"Ya, ya, aku tahu. Tapi sudahlah, Ma. Lebih baik kehilangan beberapa juta, daripada kita sekeluarga jadi bahan olok-olokan para tetangga. Nanti deh aku pikirin cara untuk membuat Kyara nurut lagi ke aku. Sekarang, kita ikuti saja keinginannya," tukas Doni sambil memijit kepala.

Hesti membuang napas kasar. "Ya udah, deh. Tapi jangan lama-lama mikirnya. Apalagi sampai berbulan-bulan. Mama nggak mau ya."

"Iya." Doni pun beranjak dari sofa di kamar ibunya. "Aku mau kembali ke kamar."

Hesti mengangguk.

Sepanjang menaiki tangga, Doni berpikir keras untuk membuat Kyara patuh lagi padanya. "Duh, gimana caranya supaya si Kya nurut lagi ke aku dan Mama? Kalau dia jadi pemberani kayak gini ... bisa-bisa aku gagal poligami." Ia menepuk jidatnya sendiri.

1
falea sezi
bkin cerai lah lama amat g sat set kya menye menye agak. oon
falea sezi
harusnya semua isi ATM di kuras
falea sezi
muter. doank. sih. Thor hadehh. g sat sett. kelamaan. drama. doank
falea sezi
menye menye oon
stela aza
menjijikan
stela aza
males bgt kebanyakan drama
stela aza
Nora bgt biyunge Doni Karo Doni ,, melayat kaya mau kondangan
Ama Apr: haha orkay sombong adigung kk
total 1 replies
stela aza
Thor emang si Kya g punya kelebihan selain beres2 rumah ,,, kasian amat mau minggat dari rumah itu nunggu ngumpulin duit di kasi Doni 🤦
stela aza: kalau bisa karakter cewenya jgn cuma cantik doank Thor harus punya kelebihan yg bisa di banggakan 🤭
total 2 replies
I Love you,
🤣🤣🤣🤣🤣 kaget ya...🙏🙏
Ama Apr: hehe iya
total 1 replies
I Love you,
nnk karma tunai bayar nya g nyicil loh🤣🤣
Ama Apr: hehehe
total 1 replies
I Love you,
😤😤😤😤selingkuh dia😡😡
Ama Apr: iya kk
total 1 replies
falea sezi
bertele tele tolol males
Ama Apr: skip aja kk
total 1 replies
falea sezi
ngadu ngadu percuma ambil tindakan. lah. goblok. je males. like. lahh g jelas
falea sezi
oon menye menye
Amy
jgn mau kyaa
Ama Apr: semoga kya nggak luluh
total 1 replies
CB-1
lanjut kaak💪
Ama Apr: siap kk, makasih🫰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!