NovelToon NovelToon
Taubatnya Si Kupu-Kupu Malam

Taubatnya Si Kupu-Kupu Malam

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Yatim Piatu / Cinta Seiring Waktu / Romansa / PSK / Konflik etika / Mengubah Takdir
Popularitas:39.4k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Kayla dikenal sebagai Queen, seorang kupu-kupu malam yang terkenal akan kecantikan wajahnya dan bermata indah.

Suatu hari Kayla menghindar motor yang tiba-tiba muncul dari arah samping, sehingga mengalami kecelakaan dan koma. Dalam alam bawah sadarnya, Kayla melihat mendiang kedua orang tuanya sedang disiksa di dalam neraka, begitu juga dengan ketiga adik kesayangannya. Begitu sadar dari koma, Kayla berjanji akan bertaubat.

Ashabi, orang yang menyebabkan Kayla kecelakaan, mendukung perubahannya. Dia menebus pembebasan Kayla dari Mami Rose, sebanyak 100 juta.

Ketika Kayla diajak ke rumah Ashabi, dia melihat Dalfa, pria yang merudapaksa dirinya saat masih remaja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Kayla memperhatikan setiap sudut dengan saksama, memetakan pekerjaannya dalam pikiran. Tanpa menunggu lama, ia langsung menggulung lengan bajunya.

“Kalau begitu, saya mulai bekerja, ya, Bu?” katanya sopan.

Bu Aisyah sempat terkejut. “Kamu tidak mau istirahat dulu?”

Kayla menggeleng. “Tidak apa-apa, Bu. Saya bekerja ingin mulai hari ini.”

Kayla bekerja dengan penuh ketekunan. Ia mulai dari mencuci pakaian di area belakang yang sudah dilengkapi mesin cuci. Meski modern, ia tetap membilas beberapa pakaian secara manual, memastikan semuanya benar-benar bersih.

Setelah itu, ia menyapu seluruh ruangan dengan teliti. Mulai dari ruang tamu, ruang keluarga, hingga lorong-lorong panjang di dalam rumah. Setiap sudut ia perhatikan, tidak ingin ada debu tersisa. Lantai yang mengilap ia pel satu per satu, bergerak cekatan tanpa mengeluh.

Bu Aisyah memperhatikan dari kejauhan, hatinya terenyuh melihat ketelatenan Kayla. Tidak ada sedikit pun sikap malas atau ogah-ogahan. Gerakannya cekatan, rapi, dan penuh tanggung jawab.

Menjelang siang, Kayla melangkah ke dapur. Ia membuka kulkas, meneliti bahan-bahan yang ada: telur, kentang, cabai, bawang, tomat, dan sekantong kerupuk kakap.

Kayla menarik napas pelan. “Semoga enak hasilnya.”

Dengan cekatan, Kayla mengupas kentang, memotongnya rapi, lalu menggorengnya hingga berwarna keemasan. Bau harum mulai tercium.

Di wajan lain, ia membuat telur balado, menumis bumbu halus dengan sabar hingga matang dan mengeluarkan aroma sedap, lalu memasukkan telur yang sudah digoreng. Terakhir, ia menggoreng kerupuk kakap hingga mengembang sempurna, renyah, dan tidak gosong.

Saat jam makan siang tiba, meja makan sudah terisi tiga hidangan sederhana tetapi menggugah selera, telur balado berwarna merah mengilap, sambal goreng kentang yang tampak empuk dan berbumbu, serta kerupuk kakap yang renyah.

Bu Aisyah dan Pak Ramlan duduk di meja makan. Begitu suapan pertama masuk ke mulut mereka, mata Bu Aisyah langsung berbinar.

“MasyaAllah, enak sekali, Kayla,” ujar Bu Aisyah tulus.

Pak Ramlan mengangguk sambil tersenyum. “Bumbunya pas. Kamu pandai memasak.”

Kayla menunduk malu, pipinya memerah. “Alhamdulillah, Pak, saya senang kalau Bapak dan Ibu suka.”

Sejak saat itu, hati Bu Aisyah dan Pak Ramlan benar-benar jatuh pada masakan Kayla. Bukan hanya karena rasanya, tetapi karena keikhlasan yang terasa dalam setiap hidangan.

Sore hari, saat Kayla hendak pulang, Bu Aisyah memanggilnya.

“Nak Kayla, tunggu sebentar.”

Wanita itu datang membawa beberapa kantong berisi oleh-oleh umrah. Ada mukena cantik, kurma, air zamzam dalam botol kecil, dan beberapa kain.

“Ini untuk kamu,” kata Bu Aisyah lembut.

Kayla terkejut. “Astaghfirullah, Bu, saya tidak bisa terima.”

Bu Aisyah tersenyum. “Ambil saja, Nak. Anggap ini tanda terima kasih.”

Tidak hanya itu, Bu Aisyah juga membungkus lauk pauk yang masih tersisa—telur balado dan sambal goreng kentang—untuk dibawa pulang Kayla.

“Biar adik-adikmu bisa makan enak malam ini,” kata Bu Aisyah.

Kayla hampir menangis. Ia mengangguk dengan mata berkaca-kaca. “Terima kasih ... terima kasih banyak, Bu.”

Malam itu, saat Kayla tiba di kontrakan, adik-adiknya makan dengan lahap, dan Kayla kembali menahan tangis melihat wajah bahagia mereka.

Hari pertama bekerja terasa sangat memuaskan.

Keesokan harinya, sebelum subuh benar-benar terang, Kayla sudah terbangun. Ia menyiapkan sarapan untuk adik-adiknya, membersihkan kontrakan, lalu berangkat lebih awal dari biasanya.

Perjalanan ke rumah Pak Ramlan memakan waktu sekitar tiga puluh menit jika lancar. Namun, Kayla tetap berangkat dengan hati-hati, tidak ingin terlambat sedikit pun.

Saat ia tiba, gerbang masih tertutup. Rumah masih tampak sunyi. Beberapa menit kemudian, pintu terbuka dan Ashabi muncul, terlihat sedikit terkejut melihat Kayla sudah berdiri di teras.

“Kamu sudah sampai sini sepagi ini?” tanya Ashabi heran.

Kayla tersenyum tipis. “Iya. Saya tidak mau terlambat.”

Ashabi menggeleng pelan, tersenyum kagum.

Di dalam rumah, Bu Aisyah dan Pak Ramlan mengamati dari kejauhan. Mereka saling bertukar pandang.

“Anak itu benar-benar rajin,” ujar Bu Aisyah pelan.

Pak Ramlan mengangguk. “Ashabi terlalu baik padanya.”

Malam itu, saat makan bersama, Pak Ramlan akhirnya berbicara kepada putranya. “Bi, kamu kenal Kayla dari mana?” tanyanya hati-hati.

Ashabi menarik napas panjang. Ia tidak ingin berbohong.

“Dulu, Kayla mengalami kecelakaan hebat, Pak. Dan itu karena aku,” kata Ashabi jujur.

Bu Aisyah terkejut. “Kecelakaan?”

Ashabi mengangguk. “Aku tidak sengaja nyelonong dari jalur lain, membuat mobil Kayla banting setir dan menabrak pohon.”

Pak Ramlan menghela napas. “Pantas kamu begitu ingin menolongnya.”

Ashabi menunduk. “Aku merasa bertanggung jawab.”

Bu Aisyah menatap putranya dengan lembut. “Selama niatmu baik, Ibu tidak keberatan.”

Ashabi tidak menceritakan pekerjaan Kayla di masa lalu. Ia ingin orang tuanya melihat Kayla sebagai perempuan yang sedang berjuang berubah, bukan sebagai sosok dengan masa lalu kelam.

Hari ketiga Kayla bekerja, suasana rumah terasa berbeda.

Bu Aisyah mendekati Kayla di dapur dengan senyum lebar. “Hari ini kamu masak seafood, ya. Dalfa pulang dari luar negeri.”

Kayla menoleh, sedikit gugup. “Seafood, Bu?”

“Iya. Udang, cumi, dan ikan ada di kulkas,” ujar Bu Aisyah sambil menunjuk.

Jantung Kayla berdegup kencang. Ia jarang memasak menu seafood sebanyak ini.

Dengan tangan sedikit gemetar, Kayla mulai membersihkan udang, mencuci cumi, dan menyiapkan ikan segar. Bau laut samar tercium di dapur.

Kayla memasak udang asam manis, cumi goreng tepung, dan ikan bakar dengan bumbu sederhana. Setiap kali mencicipi, ia merasa cemas, takut rasanya tidak pas di lidah Dalfa. Keringat tipis mengalir di pelipisnya.

Menjelang pukul satu siang, suara mobil terdengar di halaman. Bu Aisyah tersenyum lebar.

“Dalfa sudah pulang.”

Kayla menoleh ke arah pintu dapur, hatinya berdebar tanpa alasan jelas.

Langkah kaki terdengar mendekat. Saat sosok seorang pria tinggi, berpostur tegap, dan berwajah tampan memasuki ruang makan, tubuh Kayla mendadak membeku.

Dunia seolah berhenti berputar. Piring yang hampir ia letakkan di meja bergetar di tangannya.

Wajah itu…

Postur itu…

Sorot mata itu…

Bayangan masa lalunya berkelebat seperti kilat di benak Kayla. Dalfa, nama itu belum ia ketahui, tetapi wajah itu, ia mengenalnya.

Laki-laki yang pernah duduk di hadapannya, memandangnya dengan tatapan yang sama seperti sekarang.

Laki-laki yang pernah mengambil kesuciannya saat masih remaja ketika pulang kerja. Laki-laki yang sudah menghancurkan masa depannya sampai membuatnya ingin bunuh diri.

Napas Kayla tertahan. Tubuhnya mematung di ambang pintu dapur, wajahnya memucat, tangan dinginnya gemetar.

Dalfa menoleh, matanya bertemu dengan mata Kayla. Sepersekian detik, ada sesuatu yang berubah di wajahnya.

Kayla merasa lantai seolah bergoyang di bawah kakinya. Masa lalu yang ia coba kubur rapat-rapat tiba-tiba berdiri kembali tepat di hadapannya.

1
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
jadi itu beneran dalfa ya

aduh gimna ini
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
tak apa lah kay itu wajar tp fomuslah dgn kerja saja
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
tp apakah betul itu dalfa atau siapa ya

dan ahh masih bikin bgg
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
ayok lah kay ceritalah jgn kau pe dam biar tahu
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
hahhhh jadi ada alasan nya knp kayla bisa terjerumus ya
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
ehh asabi orang kaya juga ya

trus duit dr mna dia apa g di lertanyakan sm org tuanya ya
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
sabar lah kay

nnti ada wktunya itu klo sudah autornya berkehendak 🙈🙈🙈
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
ohh jd dulu kay org kaya juga ya
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
llha lah

kemasa saja ini orang knp baru muncul aja
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
aduh itulah klo org punya harta

trus se enak nya ya
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
yo harus kuat too kay
ini baru permulaan ya
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
wow kumkira akan lebih dr 100 jt aq dag deg2an klo menyebut nominal dgn depan nya pake M
Naufal Affiq
kenapa di gantung ceritanya,
nuraeinieni
orang itu pintar koreksi kesalahan orang,tapi tdk sadar utk inropeksi mulutnya utk berbicara yg sopan.
nuraeinieni
semoga saja sdh ada calon baby,,,biar aby dan kayla,merasakan juga jadi orang tua.
martiana. tya
bikin penasaran ihhhh.... 😄
Nar Sih
semoga usaha dan ihtiar mu kali ini sgra membuah kan hasil ya kayla sgra hadir buah cinta kalian
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
ken darsihk
Dengan kesabaran dan tawakal pasti semua nya akan indah pada waktu nya
Sugiharti Rusli
bahkan karena itu bu Aisyah tidak ragu tuk membela sang menantu yang sudah dipilih oleh Ashabi karena hatinya yang memilih dan bukan nafsunya,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!