NovelToon NovelToon
After Married

After Married

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: zahra

apa yang akan terjadi jika kamu bangun dari tidur mu , tiba tiba sudah memiliki suami yang begitu menolak mu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

rahasia

Fajar belum bersinar tapi mereka harus pulang ke rumah masing masing untuk tugas yang memang menjadi tanggung jawab mereka

Di tengah kepulan sisa aroma malam yang liar, Ronald menyugar rambutnya yang kusut setelah membasuh wajah.

Ia menjatuhkan tubuhnya di hadapan Cavin sang sahabat dengan binar mata yang sulit diartikan.

"Bro, istrimu... ternyata sangat menggemaskan, ya? Benar-benar di luar dugaanku. Berbeda sekali dengan segala cerita aneh yang kau tumpahkan selama ini," ujar Ronald dengan senyum simpul yang tersungging di bibirnya.

"Usianya aslinya belum genap 20 tahun kan, "imbuh Ronald lagi

Cavin mengernyitkan dahi, membentuk gurat tajam di antara kedua matanya. "Dari mana kau tahu hal aneh itu "

"Aku tak sengaja membaca lembar riwayat hidupnya saat berkunjung ke kantor rekan bisnis kita tempo hari. Sepertinya dia sempat mengajukan berkas magang di sana," jawab Ronald santai.

Cavin mendengus, membuang muka ke arah jendela. "Aku tak peduli. Mengapa pagi-pagi buta begini kau malah sibuk menanyakan kehidupan wanita itu?"

"Kau tidak sedang cemburu, kan?" goda Ronald, mencoba menyelami pikiran sahabatnya.

"Cemburu?" Cavin terkekeh hambar, suara tawa yang kering. "Untuk apa? Aku hanya ingin memperingatkan mu agar tidak terjerat dalam jaring laba-labanya. Jangan sampai hartamu ludes dihisap oleh wanita serakah sepertinya."

Ronald tertawa lepas, "Aku tak keberatan kehilangan harta asalkan imbalannya sepadan dengan keindahannya. Lagipula, jika keuangan ku kosong, aku tinggal meminta pada orang tuaku."

"Urungkan niatmu, Ronald. Dia tidak bisa diceraikan bukan karena aku cinta, tapi karena dia sudah gila, dan pura pura amnesia desis Cavin, sebuah vonis yang ia jatuhkan agar sahabatnya mundur.

Beruntung Thalia, masih di kamar mandi yang tertutup rapat, melindunginya dari kata-kata sang suami yang sanggup mengiris hati.

Sardhi, yang semula terlelap dalam kantuk yang berat, mendadak menegakkan punggungnya. "Apa yang kau katakan? Siapa yang gila?"

"tuh dia bilang Istrinya," timpal Ronald dengan raut wajah yang berubah serius.

"Benarkah dia kehilangan akal sehatnya, Cavin?"

Cavin mengangguk mantap. "Dia bertingkah seolah dunianya baru saja dimulai. Dia tidak mengenali siapa pun. Bahkan sejak kemarin, dia memanggilku dengan sebutan 'Om'."

"Ah, pantas saja! Dia juga memanggilku demikian," sahut Ronald.

"Tapi kalau aku tahu dia sedang dalam kondisi begitu, lebih baik aku mengaku sebagai suaminya saja. Bayangkan jika dia bergantung padaku..."

"Kau memang pantas dipanggil 'Om', usia hampir kepala tiga namun masih menjomblo " ejek sahabat yang lain, memicu perdebatan kecil yang tak bermakna di pagi yang dingin itu. Ya dari mereka berempat Ronald lah yang paling tua sedang kan yang lain hampir kepala tiga sedangkan Ronald udah mencapai angka 36 tahun ini .

Cavin mengusir mereka dengan halus, namun Ronald masih menyimpan rasa ingin tahu yang besar. "Kau yakin dia sedang bersandiwara? Bagaimana jika saat kau terlelap, dia menghunuskan belati ke arah mu karena sikap mu ?"

"Aku tidak sekamar dengannya. Aku tidak ingin tertular penyakit , Lagipula, dia hanyalah wanita lemah yang mudah ku taklukkan, semalam saja aku melupakan nya di dalam mobil"sahut Cavin dingin

" wah ,gila Lo bro"

"Benarkah dia yang menjebak mu untuk menidurinya" tanya Ronald, mengingatkan pada skandal pernikahan mereka yang penuh misteri dan dadakan.

Cavin menatap lurus ke depan dengan pandangan hampa. "Aku bahkan tak pernah menyentuhnya. Sekalipun ia menanggalkan seluruh pakaiannya di hadapanku, nafsuku tak akan pernah bangkit untuknya."

"Wah, sebuah penemuan besar! Ternyata istrimu masih murni," seloroh Ronald dengan nada mengejek.

"Kau tidak tahu wajah aslinya," potong Cavin tajam.

"Alula menceritakan segalanya padaku. Thalia hanyalah seorang 'simpanan' bagi pria-pria tua berperut buncit. Entah berapa banyak lelaki yang telah ia peras sebelum akhirnya aku yang tertimpa sial menjadi korbannya."

Ronald terdiam sejenak. "Dan kau menelan mentah-mentah cerita itu?"

Cavin mengangguk tanpa keraguan sedikit pun. "Tentu saja."

"Kalau begitu, ambillah keuntungan darinya sebelum kau membuangnya, jika tidak biarkan aku mengganti kan mu "saran Ronald dengan nada bercanda yang getir.

"Aku tak sudi," tolak Cavin mentah-mentah.

Suasana kembali sunyi sebelum Ronald memancing lebih dalam.

"Menurutmu, di antara istrimu dan mantan kekasihmu itu... mana yang lebih menarik "

"Dia belum menjadi mantan. Kami belum putus," bantah Cavin cepat, membela Alula yang ia anggap sebagai satu-satunya kekasih hatinya.

"Kau serius tidak menginginkannya? Berikan saja padaku untuk menggantikan gulingku yang selalu jatuh," goda Ronald lagi, yang dibalas dengan lemparan bantal sofa dari tangan Cavin.

Namun, di tengah gelak tawa itu, Sardhi mendadak bangkit dengan tatapan mata yang tajam, seolah baru saja tersadar dari mimpi buruk. Ia merogoh saku celananya dengan terburu-buru.

"Bro, ada sesuatu yang harus kau lihat Kemarin, aku melihat unggahan cerita di media sosial temanku yang baru saja melangsungkan pesta pernikahan. Aku bersumpah, aku melihat kekasihmu, si Alula, ada di sana bersamanya. Sebentar, biarkan kucari rekamannya semoga Rell nya belum hilang "

Suasana di ruangan itu mendadak membeku. Cavin terdiam, sementara napasnya seolah tertahan di tenggorokan, menanti rahasia apa yang akan terungkap dari balik layar persegi yang kini sedang dicari oleh Sardhi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!