Di dunia di mana Peringkat Bakat adalah hukum tertinggi, Lu Chen hanyalah sebutir debu. Saat Upacara Penentuan Takdir, dia dipermalukan di depan seluruh sekte karena hanya memiliki bakat F-Rank dengan afinitas spiritual nol. Dunia mencapnya sebagai sampah, namun mereka tidak tahu bahwa Lu Chen menyembunyikan sistem SSS+ "Omnipotence Mask" yang mampu menutupi keberadaan aslinya dari mata dewa sekalipun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaka's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12: Final yang Membara
Pagi itu, atmosfer di Sekte Langit Biru terasa seperti benang yang ditarik terlalu kencang—siap putus kapan saja. Meski para tetua berusaha menutupi insiden di bawah tanah semalam, kepanikan yang tersembunyi di balik wajah pucat mereka tidak bisa berbohong. Energi spiritual di udara terasa tipis dan tidak stabil. Namun, bagi ribuan murid yang berkumpul di arena, perhatian mereka hanya tertuju pada satu hal: Pertarungan Final Seleksi Murid Dalam.
Lu Chen berdiri di koridor gelap menuju arena utama. Dia bisa merasakan detak jantungnya sendiri yang tenang, kontras dengan gemuruh di luar. Di bahunya, Ignis tidak lagi bergerak-gerak gelisah. Setelah menyerap Warisan Naga Azure semalam, semut itu kini memiliki ketenangan seorang penguasa sejati.
"Lu Chen, kau merasakannya?" bisik Ignis. "Tetua Agung itu... dia terus memperhatikanmu dari tribun. Dia mulai curiga, tapi dia tidak punya bukti. Hari ini, biarkan keberanianmu menjadi bukti yang paling nyata."
"Aku tahu," jawab Lu Chen pendek. Dia menyesuaikan letak kerahnya, menyembunyikan lehernya yang kini memiliki garis merah halus—tanda fisik dari kekuatan Pembangunan Fondasi Puncak yang sedang ditekan paksa oleh sistem.
[Ding! Misi Final Aktif.]
[Tujuan: Kalahkan Han Wei dan Han Feng berturut-turut.]
[Peringatan: Han Wei telah diberikan 'Pil Iblis Pembakar Darah' oleh ayahnya. Kekuatannya akan melonjak secara tidak alami.]
Lu Chen melangkah keluar menuju cahaya matahari yang menyilaukan. Sorak-sorai penonton pecah, namun kali ini ada nada yang berbeda. Tidak ada lagi tawa ejekan yang keras; yang ada adalah rasa penasaran yang mencekam. "Sampah" yang mereka hina telah mencapai final.
Di seberang arena, Han Wei berdiri dengan jubah merah menyala. Matanya merah, bukan hanya karena amarah, tapi karena efek obat terlarang yang mulai bereaksi. Aura di sekelilingnya meledak-ledak, tidak stabil namun sangat berbahaya.
"Lu Chen!" Han Wei meraung, suaranya parau. "Kau mencuri segalanya dariku! Perhatian para tetua, reputasiku, dan ketenangan kakakku! Hari ini, aku tidak akan hanya mengalahkanmu. Aku akan memastikan tidak ada sepotong pun tulang yang tersisa di tubuhmu untuk dikuburkan!"
Wasit, yang kini terlihat berkeringat dingin di bawah tatapan tajam para tetua, mengangkat tangannya. "Final Seleksi Murid Dalam... Dimulai!"
Han Wei tidak menunggu sedetik pun. Dia mengonsumsi seluruh energi dalam tubuhnya untuk satu serangan pembuka. Tubuhnya melesat seperti peluru merah, meninggalkan jejak api di lantai batu arena. "Teknik Penghancur Jantung Iblis!"
Udara di depan Han Wei memadat menjadi cakar api raksasa yang tampak mampu merobek baja. Penonton menahan napas. Ini bukan lagi level seorang murid sekte luar; ini adalah serangan yang mendekati level Pembangunan Fondasi.
Lu Chen tidak bergerak. Dia tidak menggunakan Langkah Bayangan Naga untuk menghindar kali ini. Dia ingin semua orang melihat. Dia ingin meruntuhkan mentalitas "bakat adalah segalanya" yang dianut sekte ini.
Saat cakar api itu hanya berjarak beberapa inci dari wajahnya, Lu Chen mengangkat satu tangannya. Dengan gerakan yang sangat santai, seolah sedang menghalau nyamuk, dia menangkap pergelangan tangan Han Wei yang membara.
Zzzzzzt!
Suara api yang padam seketika terdengar. Cakar api raksasa itu lenyap seperti asap yang ditiup angin. Han Wei mematung, matanya melotot tidak percaya. Tangannya yang seharusnya membakar apa pun yang disentuhnya, kini terasa seperti terjepit di dalam klem baja yang sangat dingin.
"Hanya ini?" Lu Chen bertanya dengan nada datar yang menusuk.
"M-mustahil! Bagaimana kau bisa..." Han Wei mencoba menarik tangannya, tapi tubuh Lu Chen tidak bergeming sedikit pun.
"Lu Chen, biarkan dia merasakan sedikit 'Api Azure'," saran Ignis.
Lu Chen menyalurkan sedikit esensi naga melalui ujung jarinya. Secara instan, energi spiritual Han Wei yang sedang mengamuk karena Pil Iblis seolah-olah bertemu dengan predator alaminya. Energi itu berbalik menyerang organ dalam Han Wei sendiri.
"AAARRRGGGHHH!" Han Wei menjerit histeris. Dia jatuh berlutut, memegangi dadanya. Rasa sakit dari energi yang berbalik arah jauh lebih menyiksa daripada luka fisik apa pun.
"Kau menggunakan obat terlarang untuk menang," bisik Lu Chen, hanya bisa didengar oleh Han Wei. "Keluargamu membangun kejayaan di atas kecurangan. Sama seperti sekte ini yang membangun fondasinya di atas penderitaan naga."
Di tribun utama, Penatua Han—ayah Han Wei—berdiri dengan wajah murka. "Lu Chen! Kau menggunakan teknik hitam untuk mencelakai anakku! Wasit, hentikan pertandingan! Tangkap dia!"
Namun, sebelum wasit bisa bergerak, sebuah bayangan perak melompat dari tribun atas langsung ke tengah arena. Han Feng. Murid inti peringkat 10 besar itu tidak bisa lagi menahan diri melihat adiknya dihancurkan.
"Minggir, Wasit!" Han Feng mencabut pedang peraknya yang berkilauan. Aura Pembangunan Fondasi Level 3 miliknya menekan seluruh arena. "Lu Chen, kau telah melukai murid sekte dengan cara yang keji. Sebagai murid inti dan penegak hukum sementara, aku akan mengeksekusimu di sini!"
Lu Chen melepaskan Han Wei yang sudah pingsan dan menatap Han Feng. Senyum tipis muncul di wajahnya. "Eksekusi? Tanpa penyelidikan? Tanpa bukti? Sepertinya hukum di Sekte Langit Biru memang hanya milik mereka yang punya nama besar."
"Diam! Mati kau!" Han Feng menyerang. Pedangnya berubah menjadi puluhan bayangan tajam yang mengincar setiap titik vital Lu Chen.
Ini adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh Ignis. Semut naga itu merayap ke telapak tangan Lu Chen. "Sekarang, Lu Chen! Tunjukkan pada mereka warna api yang sebenarnya!"
Lu Chen mengepalkan tinjunya. Untuk pertama kalinya, dia melepaskan sebagian kecil dari penyamaran sistemnya. Sebuah aura emas kemerahan yang megah meledak dari tubuhnya, membuat seluruh arena berguncang hebat.
"Langkah Bayangan Naga: Bentuk Sempurna!"
Lu Chen menghilang dari pandangan mata manusia. Han Feng hanya melihat bayangan merah lewat di sampingnya. Sebelum dia bisa memutar pedangnya, Lu Chen sudah berada di belakangnya, menempelkan telapak tangannya ke punggung Han Feng.
"Kalian menyebutku sampah selama bertahun-tahun," suara Lu Chen bergema rendah di telinga Han Feng. "Hari ini, aku akan menunjukkan bahwa sampah inilah yang akan membakar seluruh langit kalian."
BOOM!
Sebuah ledakan energi murni tanpa api terlihat menyapu Han Feng keluar dari arena, menghantam pilar utama aula hingga retak seribu. Han Feng, sang jenius sekte dalam, tumbang hanya dalam satu serangan—sama seperti lawannya yang lain.
Arena seketika menjadi sangat sunyi. Para tetua agung kini semuanya berdiri, wajah mereka dipenuhi ketakutan yang mendalam. Mereka tidak lagi melihat seorang pelayan sampah. Mereka melihat sesuatu yang jauh lebih menakutkan: seorang pemangsa yang telah menyamar di antara domba-domba mereka.
Lu Chen berdiri di tengah arena yang hancur, menatap lurus ke arah Penatua Agung. Di bahunya, Ignis mengepakkan sayap kecilnya yang kini berpendar biru.
"Siapa lagi?" tanya Lu Chen, suaranya tenang namun menggetarkan jiwa setiap orang yang mendengarnya.
[Ding! Evolusi Hewan Kontrak Dipercepat.]
[Kultivasi Inang Terdeteksi Stabil pada Puncak Pembangunan Fondasi.]
[Peringatan: Tetua Agung sedang mempersiapkan 'Formasi Penyegel Surga'.]
"Sepertinya pesta yang sebenarnya baru saja dimulai," gumam Lu Chen sambil bersiap menghadapi seluruh kekuatan sekte sendirian.