NovelToon NovelToon
GADIS MANJA DAN PANGERAN DINGIN

GADIS MANJA DAN PANGERAN DINGIN

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Romansa-Teen school / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:30.9M
Nilai: 4.7
Nama Author: Mae_jer

Akibat trauma masa lalu, Chaby tumbuh menjadi gadis yang sangat manja. Ia hidup bergantung pada kakaknya sekaligus satu-satunya keluarga yang peduli padanya.

Di hari pertamanya sekolah, ia bertemu dengan Pika, gadis tomboi yang mengajaknya loncat pagar. Kesialan menimpanya, ia tidak tahu cara turun. Matanya berkaca-kaca menahan tangis. Disaat yang sama, muncul pria tampan bernama Decklan membantunya turun.

Decklan itu kakaknya Pika. Tapi pria itu sangat dingin, dan suka membentak. Tatapan mengintimidasinya selalu membuat Chaby menunduk takut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23

"Kenapa natap aku kayak gitu hm?"

Suara rendah Decklan yang terkesan dingin membuat Chaby cepat-cepat membuang mukanya ke arah lain. Decklan menatapnya dalam. Ia baru sadar gaya bahasa yang dipakainya tidak seperti biasanya dan nada bicaranya pun lembut. Tanpa sadar kedua tangannya terangkat menangkup pipi gadis itu menghadapnya hingga membuat sih gadis berwajah manis itu mau tak mau membalas tatapannya. Decklan tersenyum tipis melihat wajah polos itu. Baru saja ia akan mengatakan sesuatu tapi tidak jadi karena seseorang tiba-tiba mengetuk-ngetuk kuat pintu toilet yang tadi dikunci olehnya. 

"Kak, bukain pintunya!" terdengar seseorang memanggil dari luar sambil terus menggedor-gedor pintu toilet itu.

Decklan mengerang kesal, ia tahu siapa itu. Memangnya tidak bisa apa dia mengetuk pelan-pelan. Kedua orang yang berada didalam itu sama-sama mengenal suara cempreng Pika. Tak butuh waktu lama bagi Decklan untuk berjalan mundur ke arah pintu dan membukanya, membiarkan adiknya yang selalu heboh kemana-mana itu masuk.

"Urusan lo sekarang." katanya pendek menatap Pika. Ia sekali lagi melirik Chaby singkat sebelum keluar dari situ.

Pika menatap kepergian kakaknya dengan wajah cengo beberapa saat, setelah itu ia cepat-cepat berjalan mendekati Chaby.

"Sorry-sorry By, gue lupa. Abisnya kakak gue aneh banget." seru Pika ke Chaby yang sekarang balik menatapnya dengan wajah bingung.

"Gimana mata lo, masih perih? tanyanya.

Chaby menggeleng.

"Ya udah kalo gitu, sekarang ganti baju lo sama ini."

Pika menyodorkan sepasang pakaian olahraga kedepan Chaby.

Chaby melihat pakaian itu dan berpikir, pakaian itu terlihat sangat besar jika dibandingkan dengan ukuran tubuhnya yang mungil. Ia ingin bertanya itu baju punya siapa tapi Pika cepat-cepat mendorongnya kedalam bilik, mau tak mau gadis itu hanya mengikuti kata temannya itu. Seragamnya sudah basah dan bau jadi lebih baik ia ganti saja, daripada seluruh tubuhnya lengket.

                           

                                 ***

Ditempat lain, dahi Decklan berkerut samar. Kemana pakaian olahraganya? Ia ingat sekali sudah menaruhnya di lokernya tadi pagi. Siapa yang ambil, apalagi ini jam pelajaran olahraga mereka, batinnya geram.

"Lo nggak ganti baju?" tanya Andra menatap Decklan. Ia bingung melihat pria itu yang masih lengkap dengan seragam sekolahnya.

"Baju gue hilang." balasnya langsung. Saat ini hanya ada mereka berdua diruang ganti. Bara ijin pulang karena harus menemani mamanya periksa kesehatan. Teman-teman sekelas yang lain sudah ke lapangan.

"Kok bisa hilang?" tanya Andra ikutan heran. Decklan mengangkat bahunya acuh tak acuh, ia juga tidak tahu. Mereka berdua sama-sama berpikir, tiba-tiba pikiran mereka teralihkan dengan dua gadis yang mereka kenal yang baru saja berjalan melewati ruangan itu. Pintu ruangan itu terbuka lebar jadi mereka bisa melihat jelas siapa saja yang lewat situ.

Alis Decklan terangkat. Pandangannya berhenti ke Chaby dan fokus pada pakaian olahraga yang dipakai gadis itu. Pakaian itu terlihat kebesaran ditubuh mungilnya, gadis itu juga menggulung bagian ujung lengan baju dan celana yang dipakainya karena kepanjangan dibadannya.

Decklan bisa mendengar suara gelak tawa Andra yang berdiri disebelahnya karena merasa lucu. Pandangannya berpindah ke Pika. Pasti gadis itu, siapa lagi coba. Mereka menghampiri dua gadis itu dengan Decklan yang terus menatap Pika tajam.

"Lo ambil baju gue buat dia pake?" tanyanya dengan dagu menunjuk ke Chaby.

Pika mengangguk mengiyakan dengan wajah polosnya.

"Kan tadi kakak sendiri yang kasih perintah ambilin baju ganti, ya aku ambil." ucapnya polos.

Decklan menutup matanya menahan kesal. Ia ingin sekali membentak adiknya itu tapi ditahannya.

"Jadi ini bajunya kak Decklan?" giliran Chaby yang bertanya ke Pika setengah berbisik. Pika menjawab pertanyaan itu dengan cengengesan. Chaby mendesah pelan, pantes gede banget ucapnya dalam hati.

"Jadi gimana lo masuk kelasnya? Baju lo udah di badannya dia." mereka mendengar Andra bertanya dengan pandangan melirik Decklan.

Decklan tidak menjawab, ia malah melirik Chaby yang balas menatapnya dengan ekspresi tidak enak karena sudah memakai seragamnya.

"Ya udah bolos aja, kakak kan emang sering nggak masuk kelas." kata Pika memberi pendapat. Membuat Decklan lagi-lagi menatapnya tajam. Sesaat kemudian ia berjalan keluar dari bilik itu tanpa sepatah katapun. Pika mencebik melihat kepergian pria itu.

"Dasar aneh." umpatnya terus menatap Decklan yang hampir menghilang dari pandangan mereka. Andra yang masih berada disitu mau tak mau harus masuk kelas sendirian. Ia pamit pada Chaby dan Pika lalu berbalik pergi.

                                    ***

"Gimana kalo kak Decklan marah sama aku?"

"Aku ganti baju aja deh ya? Aku takut ngadepin kak Decklan. Pik...Pikaa..."

Rengek Chaby menggoyang-goyang badan Pika.

Pika tidak merespon sedikitpun perkataan gadis itu dan pura-pura fokus menulis. Ia merasa Chaby terlalu penakut, malah sekarang pas pelajarannya pak Yuda lagi, guru paling killer berkepala botak itu. Jadi biar aman, ia lebih baik tidak merespon apapun semua perkataan Chaby.

"Pika... gi..gimana dong?"

Chaby masih terus merengek.

"CHABY!"

Gadis cepat-cepat menunduk saat mendengar namanya dipanggil. Ia baru sadar ternyata yang ngajar hari ini adalah pak Yuda sih guru killer. Pantas saja Pika tidak merespon daritadi. Gadis itu merutuki kebodohannya sendiri.

"Kamu tuh dari tadi saya lihat tidak pernah fokus sama pelajaran saya, sekarang kamu keluar, tidak usah ikut pelajaran saya hari ini." tukas pak Yuda tegas.

Mata Chaby membulat besar, perasaan kesalahannya tidak fatal sampai harus dikeluarkan dari kelas.

"T..tapi pak," ia menatap pak Yuda berharap guru itu membatalkan perkataannya tadi.

"Tidak ada tapi-tapi, mau saya tambah hukumannya?" seru pak Yuda lagi sarkas, mau tak mau Chaby menurut. Ia melirik Pika sesaat, gadis itu malah menyengir menatapnya. Dasar tidak setia kawan.

Chaby memperlihatkan wajah cemberutnya ke gadis itu lalu berdiri  keluar dari kelas, beberapa teman sekelasnya khususnya para siswi malah tampak senang melihatnya dikeluarkan.

1
Mamah Dini11
terimakasih author bagus ceritanya keren menghibur. terus berkarya semangat 🙏🙏🙏💪💪💪💪💪💪💪/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
Mamah Dini11
ayo danzel giliran kmu kapan nikahnya lama banget nunggu apa sih. harta berlimpah kalian juga sehat2, gk usah lama pacaran danz kmubitu udh tua ponakan udah 2 , selamat ya chaby beby nya pasti cantik kayak kmu , ooooohhh iya itu mh bkn mau lihat bayi chaby dn decklan tpiii mau pawey mentang2 RS sendiri hadeuh 😄😄😄😄😄😄😄
Mamah Dini11
kalau andra gk ada kenapa harus repot di cari2, titip pesan aja sm asistnmu atau sm perawat di sana susah amat. kmu punya asisten gk , masa iya dr gk punya
Mamah Dini11
pika ayo nyusul chaby udh mau 2 tuh kmu udh isi blm ,
Mamah Dini11
gaskn bar gempur terus tenang gk ada yg mengganggu ,
Mamah Dini11
naaahh itu bagus udh nyiapin rumah biar belajar mandiri kan harta kalian. gk di ragukan lgi, saking banyak nya.
Mamah Dini11
harus nya. juga dari dulu pika sm bara udah menikah jadi gk banyak drama , mungkin udah punya. anak malahan, alhmdulilah chaby udh bisa pulang dari RS, sehat terus chaby , oh iya. decklan mungkin kmu harus puasa dulu sebentar jgn minta anu2 karna istrimu baru. sembuh kmukan palingf doyan masalah ranjang b🤭😄😄😄😄😄😄😄😄
Mamah Dini11
nanti author yg cariin buat. galeen
Mamah Dini11
rasain tuh dokter lacknat semoga hidupmu dlm penjara abadi, kesel tuda, chaby cepat sehat lgi ya
Mamah Dini11
mantaap 👍👍 danzel bagus itu , cepetan jg selidikinya jgn pakai lama , aku kasih tau danz si luna yg berbuat dn tenang kmu ada orangf yg merekam ,semoga orang itu buka suara
Mamah Dini11
ya laporkanlah kalau situ punya hati nurani , dan kita2 berterimakasih pdmu. , dn kebaikanmu pasti dapat imbalan nya 🙏🙏🙏🙏🙏
Mamah Dini11
pasti si luna siluman itu , moga aja chaby dn bayinya gk kenapa2 , selamatkan chaby thor 🙏🙏 kalau gk decklan pasti ngamuk
Mamah Dini11
dasar dr. meusum gk tau tempat , gk peka dgn sekelilingnya , selebar apa gordengny sampai kebuka. bisa2 viral tuh besok
Mamah Dini11
lgi sakit woy istrimu
Mamah Dini11
jgn sebulan lgi kelamaan bara , besok nya lgsung nikah. kalau gk buru2 nanti pika kabur lgi ke bar , ciuman lgi sm orang asing ,kayak perempuan murahan
Mamah Dini11
masa udh mabuk berat lgsung sadar sepenuh nya, emang bisa
Ardiana Wahyuningrum
menarik ceritanya, lanjut dong ke cerita cinta setiap tokohnya, kek nya seru deh
Ardiana Wahyuningrum
akur ceritanya menarik dan tidak membosankan saat bacanya
Ardiana Wahyuningrum
sebutnya kakak ipar gitu kan enak Thor, dan td sebutnya papa mertua ke papanya caby
Mamah Dini11
naaaaahhh baru tau rasa heh pika oon , chaby aja yg katanya gadis polos dn manja , gk seperti kmu kelakuan nya , tuh lihat kakakmu semakin. ke. sini makin cinta sm chaby walaupun banyak kurangan nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!