NovelToon NovelToon
My Brother'S Friend Is My Partner

My Brother'S Friend Is My Partner

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat / Cintapertama / Patahhati
Popularitas:24.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Noah Arrayan

Area 21+
Anak di bawah umur dilarang mendekat.

Tentang Bianca yang memendam perasaan cinta terhadap Alexander Valentino sahabat kakaknya. Ia rela dijadikan partner di atas ranjang bagi pria itu meski ia tau hati Alex begitu kuat berpaut pada kekasih yang sangat dicintainya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noah Arrayan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26

"Kita naik mobil kamu aja berdua babe" Rengek Salsa ketika Alex memintanya duduk di kursi paling belakang sementara dia duduk di samping Brian.

"Nggak babe bareng-bareng aja" tolak Alex lembut, ia masih sibuk memasukkan barang bawaan mereka di bagasi.

"Oke tapi kita duduk berdua di kursi belakang" Ucap Salsa.

"Brian masa duduk sendiri, kalo nggak ditemenin ngobrol yang ada nanti Brian ngantuk. Bahaya" Alex menatap Salsa memintanya untuk mengerti.

"Terus kamu tega biarin aku duduk sendirian di belakang?" Gadis itu cemberut dan mulai kesal pada keputusan Alex. Salsa tak bergeming di tempatnya meski Alex telah membuka kan pintu untuk Salsa.

"Gini aja dech, Bella duduk di depan bareng bang Brian. Abang sama kak Salsa duduk di tengah, biar Bian sendirian di belakang" Alex menatap pada Bianca dengan tatapan yang sulit Bianca artikan.

"Ih nggak boleh" jawab Brian cepat.

"Jangan kayak anak kecil dech bang, buruan Bell pindah sana" ucap Bianca sambil berpindah ke belakang begitupun Bella dengan senang hati duduk di sebelah Brian meskipun pria itu mendengus kesal.

"Bi kamu duduk berdua Salsa aja, biar abang yang paling belakang" ucap Alex masih dengan tatapan yang tak terbaca.

"Nggak ah, kebetulan Bian lagi pengen duduk sendiri biar lapang bisa tiduran" tolak gadis itu, ia langsung merebahkan tubuhnya dengan bantal yang sudah ia tata sebelumnya, ia tak lupa membawa boneka kesayangan nya untuk ia peluk. Ia langsung memejamkan matanya, tak peduli pada Alex yang masih setia menatap nya.

Jujur hatinya sakit, dan ia merasa cemburu. Tapi ia tak berhak maka tak ada jalan lain selain menerima keadaan ini. Saat ia memberikan hati dan tubuhnya pada Alex maka ia harus menerima segala kesakitan yang akan ia dapat.

Perjalanan ini terasa lama dan sesak. Bianca dapat mendengar obrolan mesra antara Alex dan Salsa bahkan gadis itu bergelendot mesra di lengan Alex.

Bianca sedikit terhibur pada perdebatan antara Bella dan Brian. Bella yang tak lelah memberikan rayuan serta Brian yang selalu berusaha menangkis upaya Bella tersebut.

Bianca memaksakan untuk tidur saat merasakan tubuhnya mulai lelah, ditambah dengan perasaan nya yang tiba-tiba begitu bersedih. Ia merasa sendiri dan terabaikan, ia menyesal turut serta dalam perjalanan ini.

Diam-diam air matanya meleleh, tak ada yang menyadari bahwa ia sedang bergelut pada kesakitan, Bianca hanya bisa menangis dalam diam, menahan isakan nya agar tak terdengar oleh mereka yang tak mengerti kondisi hatinya kini hingga akhirnya ia benar-benar terpejam, menikmati mimpi yang sedikit menghibur lara di hatinya.

2 jam berlalu, mereka akhirnya tiba di sebuah Villa peninggalan orang tua Brian dan Bianca, Villa yang tidak terlalu mewah namun begitu nyaman dengan pekarangan nya yang luas dan asri. Ada beberapa Villa dengan jarak yang tidak terlalu jauh di tempat ini, Villa yang di jadikan tempat berlibur bagi pemiliknya.

Villa milik keluarga Bian dijaga oleh sepasang suami istri yang setiap hari datang untuk membersihkan nya, jadi tak heran meski jarang dikunjungi namun Villa itu terawat dengan baik.

Mereka sudah beberapa kali menginap di Villa ini bersama Alex dan teman-teman Brian lain bahkan juga bersama Salsa, namun keadaan nya belum seperti sekarang. Bianca masih begitu santai menata hatinya, berbeda dengan sekarang. Ia telah menyerahkan dirinya pada Alex ditambah sekarang ia merasa begitu ketergantungan pada pria itu.

Saat sedang menurunkan barang mereka dikejutkan dengan sebuah mobil yang ikut masuk ke pekarangan Villa keluarga Brian.

Seseorang turun dari mobil tersebut lalu tersenyum ke arah Bianca, sementara yang lain tampak heran akan keberadaan pria itu.

"Kok cepat kak" suara ceria Bianca menarik perhatian Brian, Bella, Salsa terutama Alex. Mereka menatap Bianca yang tersenyum cerah.

"Tadi kakak langsung berangkat setelah kamu kasih tau, jadi nggak terlalu jauh ketinggalan" Ucapnya. Pria itu terlihat tampan dengan celana pendek berwarna hitam yang ia padukan dengan t-shirt putih dan jaket hitam.

"Kok pada ngeliatin Bian" tanya gadis itu santai saat melihat tatapan heran keempat orang itu.

"Kamu yang ajak dia Bi?" tanya Alex dengan tatapan menusuk pada Bianca. Gadis itu menyeringai.

"Iya, masa Bian jadi obat nyamuk kalian. Ya udah sekalian aja tadi Bian ngechat kak Andre." Saat mendengar Salsa akan ikut, Bianca teringat pada Andre, meski ragu pria itu akan mau mengingat sudah beberapa minggu Andre tak mendekatinya lagi namun Bianca tetap memberanikan untuk mengajaknya, beruntung Andre setuju dan meminta Bianca untuk share lokasi Villa mereka.

Alex tampak mengepalkan tangan nya dengan kuat, ia berusaha meredam perasaan kesal yang tiba-tiba menyerang nya.

"Boleh kan bang?" rengek Bian sambil meraih lengan Brian.

"Iya boleh" ucap Brian, meski tak terlalu dekat namun ia mengenal Andre. Pria itu adalah adik dari salah satu rekan kerja Brian.

"Udah yuk masuk, ngapain pada bengong di sini" Ucap Brian memecah keheningan yang mendadak mewarnai mereka.

"Iya aku capek banget babe pengen istirahat" ucap Salsa manja. Alex mengusap rambut Salsa sembari mengangguk, terlihat begitu manis namun tidak bagi Bianca, hatinya menjerit sakit.

"Aku juga capek sayang" Ucap Bella manja yang dijawab dengan cebikan kesal Brian.

Bianca dan Andre sontak tertawa melihat Bella yang memanyunkan bibirnya.

"Di sini kamarnya ada tiga, Bianca sekamar sama Bella. Aku sama Andre, Alex sama Salsa" Ucap Brian yang lagi-lagi membuat hati Bianca bergemuruh.

Alex tampak panik, ia menatap pada Bianca seolah ingin mengetahui reaksi gadis itu.

"Nggak gitu lah bro, lu tau gue nggak bisa sekamar sama Salsa. Kita ini penganut pacaran sehat" tolak Alex yang membuat Salsa merengut. Ini memang bukan pertama kali liburan bersama dan Alex memang tidak pernah mau sekamar dengan Salsa.

Brian terkekeh.

"Baiklah, gue kira lu uda berubah sedikit nakal. Gue bangga sama lu" Brian menepuk pundak Alex yang terlihat kesal.

'Nakalnya bukan sedikit bang, banyak' gerutu Bianca di dalam hati.

"Kamu sekamar sama mereka bertiga aja ya babe, aku sendiri aja" ucap Alex, Salsa tak merespon. Ia masih memanyunkan bibirnya tapi Alex terlihat tak peduli.

"Ya udah yuk istirahat" Bella yang sepertinya sudah mengantuk berat sudah tak tahan lagi. Ia segera menarik Bianca untuk menunjukkan kamar mereka.

"lu mau yang di ujung sana apa yang di sebelah kamar cewek?" Tanya Brian pada Alex yang masih menatap kepergian 3 gadis itu.

"Yang di sebelah kamar cewek aja bro" Ia tak akan membiarkan kamar Bianca berdekatan dengan kamar Andre. Sejak tadi ia sudah menahan emosinya melihat kedekatan Bianca dan Andre.

1
Lelia Alvin
Luar biasa
Lelia Alvin
Biasa
Lilis Eriska
marpir sini thor di tahun 2025 😊
Mila
Si Alex ini benget ku ulek-ulek engak punya perasaan emang
Kusii Yaati
haruskah seperti itu bi🥺
Emai
apa Bella diperkosa ?? atau mungkin sudah dijodohkan orang tuanya??
Emai
nah itu rasanya
Emai
Hamidun
Emai
kan memang murahan
Vitriani
Luar biasa
Defi Yana
thor ngetik nya jangan ngantuk dong.
Ode Yerti Etty
aduhhh...ada sesuatu
Lenni Namora
Luar biasa
Komariyah
Kecewa
Komariyah
Buruk
laelatul qomar
aku udah baca smua 3novel itu thor,bahkan tragedi bachelor party ak baca 2x..bagus smua nya thor..
laelatul qomar
Luar biasa
byby
Buruk
Virgo Girl
Luar biasa
Mega Casandrabatarasosang
Kecewa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!