NovelToon NovelToon
Kupinjam Waktu Untuk Membalasmu

Kupinjam Waktu Untuk Membalasmu

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Berondong / Ketos / Reinkarnasi / Obsesi / Pembaca Pikiran / Tamat
Popularitas:472
Nilai: 5
Nama Author: Ranu Kallanie Jingga

Seorang wanita yang dikhianati dan dihancurkan hidupnya kembali ke masa kuliah 6 tahun lalu. Berbekal ingatan masa depan, ia bertransformasi dari si "Memey" yang naif menjadi Odelyn yang predator, demi menghancurkan pria yang pernah menghamilinya dan meninggalkannya begitu saja. Memiliki misi Glow Up dan pola hidup sehat secara ekstrem buat balas dendam. Tapi dia malah terjebak di tengah konflik keluarga konglomerat yang misterius.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ranu Kallanie Jingga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pernikahan di Bawah Bayang-Bayang

Tiga tahun berlalu.

​The Hidden Corner tidak pernah dibuka lagi. Bangunannya tetap ada, namun Odelyn telah kembali ke dunia bisnis yang dingin dan tanpa ampun. Ia menjadi lebih kaku, lebih diam, dan selalu mengenakan pakaian hitam—tanda berkabung yang seolah tidak pernah berakhir.

​Hediva selalu ada di sana. Selama tiga tahun, ia tidak pernah memaksa. Ia mengurus Arsa seolah anak itu adalah darah dagingnya sendiri. Ia membangunkan kembali kejayaan keluarga Wijaya yang sempat goyang. Hediva menjadi bayangan pelindung yang tak pernah lelah.

​Namun, di setiap sudut rumah, di setiap aroma kopi, Odelyn hanya melihat Gavin.

Suatu malam, Ayah Odelyn dan Nenek Vandermere duduk bersama. Mereka sepakat bahwa Arsa butuh sosok ayah legal dan keluarga Vandermere butuh pewaris sehebat Odelyn.

Demi stabilitas dua kerajaan bisnis dan masa depan Arsa, pernikahan "politik" pun dirancang.

​Odelyn berdiri di depan cermin besar mengenakan gaun pengantin untuk kedua kalinya. Namun kali ini, tidak ada binar di matanya.

​Hediva masuk ke ruangan, mengenakan tuxedo yang sempurna. Ia melihat Odelyn yang sedang memandangi foto kecil Gavin di dalam liontin kalungnya.

​"Kamu tidak perlu melepas liontin itu, Odelyn," ucap Hediva lembut, namun ada nada kepasrahan di suaranya.

"Aku tahu aku tidak akan pernah bisa mengalahkan dia. Aku hanya ingin menjadi pria yang menemanimu menua, meski hatimu tetap tertinggal di masa lalu."

Pernikahan itu berlangsung megah, namun bagi Odelyn, itu terasa seperti pemakaman kedua.

​Lima tahun setelah pernikahan mereka, Hediva dan Odelyn duduk di balkon rumah mereka di London. Arsa sudah tumbuh menjadi anak yang cerdas, sangat mirip dengan Gavin.

​Hediva memberikan segalanya untuk Odelyn. Harta, tahta, bahkan kesetiaan yang luar biasa. Ia adalah suami yang sempurna di mata dunia. Namun, setiap malam, saat Hediva mencoba memeluk Odelyn, ia bisa merasakan tubuh istrinya yang menegang—sebuah reaksi bawah sadar karena pria itu bukan Gavin.

​"Apa kamu bahagia, Lyn?" tanya Hediva suatu malam.

​Odelyn menatap bulan, matanya berkaca-kaca.

"Aku tenang, Hediva. Kamu memberikan semua yang aku butuhkan."

​Tapi bukan yang aku inginkan, lanjut Odelyn dalam hatinya.Setiap tanggal kematian Gavin, Odelyn akan pergi ke Singapura sendirian.

Ia akan duduk di depan bangunan The Hidden Corner yang sudah berdebu. Di sana, ia akan memesan kopi dari toko sebelah, menutup matanya, dan berpura-pura bahwa pria yang sedang meracik kopi di dalam sana adalah Gavin.

​Hediva tahu. Ia selalu menunggu di dalam mobil di seberang jalan, membiarkan istrinya "berkencan" dengan arwah masa lalunya. Hediva sadar, ia memenangkan raga Odelyn dan masa depan Arsa, tapi ia kalah telak dari seorang pria yang sudah dikubur tanah.

​Di dunia bisnis, mereka adalah pasangan paling berkuasa. Di rumah, mereka adalah dua jiwa yang kesepian; yang satu mencintai bayangan, dan yang satu mencintai seseorang yang tidak akan pernah bisa mencintainya secara utuh.

...

Tahun-tahun berlalu di London dengan kemewahan yang hampa. Hediva adalah suami teladan. Dia tidak pernah absen menjemput Arsa, dia selalu merayakan ulang tahun Odelyn dengan cara yang paling romantis, dan dia bahkan tidak pernah mendesak Odelyn untuk memenuhi kewajiban batin jika Odelyn tidak siap.

​"Aku nggak butuh kamu sempurna, Lyn. Aku cuma butuh kamu ada di sini," ucap Hediva suatu malam saat mereka duduk di depan perapian.

​Odelyn hanya tersenyum tipis, sebuah senyuman formal yang tidak pernah sampai ke mata. Hatinya sudah mati rasa. Baginya, Hediva hanyalah sebuah sistem pendukung yang efisien, bukan tempatnya bersandar.

1
Anonymous
Keren banyak banget plot twisnya😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!