semua wanita pasti menginginkan kebahagiaan menjalani rumah tangga nya
begitupun dengan rara, dia menikah dengan pujaan hatinya yang sudah berpacaran selama tiga tahun dan akhirnya Rio menikahinya pesta begitu ramai , namun sangat disayangkan di malam pertama nya rasa harus menjadi janda, dua memilih menjadi janda daripada harus mempertahankan runah tangga nya yang masih seumur satu hari itu, rasa tak sengaja menemukan suaminya sedang bersama seorang wanita dan berapa hancur seketika perasaan rara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SURPRISE UNTUK RIO
rara berbalik melihat siapa yang memberinya selamat
"Rio?? "
"iya.. selamat ya.. maaf untuk semua kesalahan saya ra.. sebenarnya aku masih sangat menc,, "
"sudah lah Rio... yang lalu jadikan masalalu itu jangan pernah ngungkit lagi apalagi sampai bilang masih cinta,sayang, kangen sama aku.. hargai pasangan mu Rio.. cukup aku yang tersakiti oleh mu.. maaf saya lagi ada janjian sama teman saya... assalamu'alaikum!! " pamit rara karna tidak ingin mendengar bla bla bla dari mantannya itu rasanya jengah banget,
"waalaikumsalam!! " jawab Rio lirih setelah rara pergi meninggalkan nya... rasanya ingin menangis setelah melihat rara kembali setelah sekian lama.. wanita itu ada sedikit perubahan dia makin cantik tiba tiba Rio tersadar buru buru dia menggeleng kepala "benar kata kamu ra.. aku akn fokus ke keluargaku cukup kamu saja yang pernah aku sakiti.. semoga kebahagian selalu menyertai mu " doa Rio pada sang mantan, kaki nya melangkah pergi menuju mobilnya
"kamu dari mana aja sih Rio.. lam banget tau nggak" omel sang ibu sedikit kesal pada sang anak karna sudah beberapa menit menunggu namun Rio tak kunjung kembali
"maaf mah.. tadi ada urusan sedikit ! "
Mobil melaju meninggalkan area tersebut
"kamu gak mampir dulu?? " tanya sang ayah setelah Rio sampai dirumah ayah nya..
"nggak dulu pah.. aku pulang saja.. febi pasti sudah menunggu " jawab Rio lalu bersalim pada kedua orang tuanya. pk ahmad menepuk pundak anaknya
"nak.. pertahankan rumah tangga mu dengan febi. jangan berbuat hal bodoh lagi.. cukup kamu menyakiti satu hati wanita!! " ujar pk ahmad
"InsyaAllah pah.. aku pamit dulu!! " Rio pun masuk kedalam mobil lalu menyalakan satu kali klakson sebelum mobilnya pergi
"hem... semoga saja anak itu benar benar tidak melakukan kesalahan lagi.. " ucap pak ahmad sebelum keduanya masuk kedalam rumah nya
"assalamu'alaikum..! "
Rio membuka pintu dan tak melihat febi.. kakinya melangkah masuk sambil terus memanggil nama istrinya namun tetap saja tak ada jawaban.. "mungkin febi lagi keluar" pikirnya Rio menaiki anak tangga menuju kamarnya. saat akan membuka pintu
"ia dong sayang.. aku juga juga kangen banget sama kamu tapi mau gimana lagi dong.. iya nanti kalau ada waktu pasti aku ak,,, "
"mas...!! " panik febi setelah pintu terbuka tiba tiba, dan berdirilah Rio disana
"kenapa?? " tanya Rio terus menatap gelagat aneh istrinya
"kamu.. kamu kenapa gak ngetuk pintu dulu sebelum masuk mas..?? " pertanyaan itu membuat Rio sedikit curiga. padahal Rio masuk tanpa mendengar jelas semua ucapan febi tadi dia langsung masuk saja dan mendapati istrinya terkejut dengan kedatangan nya
"Laah... biasanya kan juga mas masuk tanpa ngetuk dulu... kamu kenapa... kamu nyembunyiin sesuatu dariku?"
"aah.nggak mas... aku.. aku lagi nyiapin sesuatu tadi untuk kamu mas.. rencananya mau surprise tapi kamunya langsung masuk tiba tiba !! " alasan febi dan memang benar hari ini adalah hari ulang tahun Rio dan hari ini juga adalah hari ulang tahun Arya.. Rio yang tadinya sedikit curiga tiba tiba tersenyum setelah mengingat kalau hari ini memang hari ulang tahun nya.
"aku ini giman sih.. bisa bisa nya aku curiga sama istriku sendiri" batik Rio lalu mendekat dan lngsung memeluk tubuh istrinya
"makasi ya sayang.. ternyata kamu selalu ingat hari ulang tahun aku" ucap Rio lalu melepas pelukannya
"ii.ia Maas.. bentar ya aku ambil kadonya dulu" febi melangkah menuju lemari dan membuka pintu lemari nya
"sial.. " umpatnya pelan hingga hanya dirinya sendiri yang bisa mendengar nya.