NovelToon NovelToon
Dinikahi Komandan Galak: Istriku Legenda Forensik

Dinikahi Komandan Galak: Istriku Legenda Forensik

Status: sedang berlangsung
Genre:Kriminal dan Bidadari / Pelakor jahat / Dijodohkan Orang Tua / Mafia / Duda / Berbaikan
Popularitas:90.1k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

Pernikahan Zoya Ravendra dan Kalandra Dirgantara adalah perjodohan mutlak tanpa tanggal kadaluarsa. Bagi Kalandra, Kepala Unit Reskrim yang ditakuti, Zoya hanyalah istri pendiam yang membebani karena selalu mengurung diri di kamar.

​Namun, pandangan itu hancur saat kasus pembunuhan berantai "The Puppeteer" menemui jalan buntu. Zoya tiba-tiba muncul di TKP, menerobos garis polisi dengan tatapan datar dan berkata:

​"Singkirkan tangan kotormu dari leher korban, Komandan. Dia tidak dicekik. Ada residu sianida di kuku jari manisnya dan lebam mayat ini dimanipulasi."


​Hanya dalam lima menit, Zoya memecahkan teka-teki itu. Kalandra terlambat menyadari bahwa istri yang ia abaikan ternyata adalah "The Scalpel," legenda forensik dunia. Kini, Kalandra tidak hanya harus memburu pembunuh, tapi juga mengejar cinta istrinya yang hatinya lebih sulit diotopsi daripada mayat manapun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27: Mayat Palsu & Kalandra yang Paranoid

​​"Gigi bungsunya lengkap. Empat buah, tumbuh sempurna di atas dan bawah."

​Zoya menunjuk rahang mayat yang hangus itu dengan ujung pulpen, sama sekali tidak jijik meski aroma daging terbakar masih menguar kuat di udara malam. Raka dan tim forensik lapangan yang mengerumuni kantong jenazah itu sontak menutup hidung, menahan mual.

​"Maksud Ibu... ini bukan Hanggara?" tanya Raka ragu, matanya melirik Kalandra yang berdiri kaku dengan wajah merah padam.

​"Bukan," jawab Zoya tegas. Dia mematikan senter ponselnya. "Hanggara pernah pamer foto rontgen giginya ke aku dua tahun lalu. Dia menjalani operasi odontektomi alias pencabutan gigi bungsu karena impaksi. Rahangnya harusnya kosong di bagian belakang. Tapi mayat ini? Giginya utuh, sehat, dan tidak pernah tersentuh bor dokter gigi."

​Kalandra menendang ban mobil patroli di sampingnya dengan keras.

​Dug!

​"Bajingan!" teriak Kalandra, suaranya menggema di pinggir tebing yang sepi. "Dia mainin kita! Dia sengaja taruh mayat orang lain di dalam van itu, lalu loncat keluar sebelum mobilnya masuk jurang!"

​"Tenang, Ndan," Raka mencoba menenangkan, meski dia sendiri merinding. "Berarti Hanggara masih ada di sekitar sini. Hutan di sisi tebing ini lebat, dia nggak mungkin lari jauh dengan jalan kaki."

​"Dia nggak lari, Raka. Dia menghilang," potong Kalandra tajam. Dia menyisir rambutnya ke belakang dengan frustrasi. "Dia sudah rencanakan ini. Dia tahu kita bakal ngejar. Dia tahu mobilnya bakal meledak. Ini skenario, dan kita semua aktor bodoh yang menari sesuai naskahnya."

​Kalandra menatap gelapnya hutan di seberang jalan. Dia merasa ada pasang mata yang sedang mengawasi mereka dari balik pepohonan, menertawakan kebodohan polisi.

​"Raka!" bentak Kalandra.

​"Siap, Ndan!"

​"Hubungi pusat komando. Perintahkan lockdown total akses keluar kota. Bandara, stasiun, pelabuhan, terminal bus, semuanya! Periksa setiap bagasi, setiap truk logistik, setiap mobil boks. Wajah Hanggara harus ada di setiap layar TV dan tiang listrik malam ini juga!" perintah Kalandra berapi-api. "Jangan biarkan tikus itu lolos dari lubangnya!"

​"Siap laksanakan!" Raka langsung berlari ke mobilnya, menyambar radio komunikasi.

​Kalandra berbalik menghadap Zoya. Istrinya masih berdiri tenang di samping mayat itu, tapi Kalandra bisa melihat tangan Zoya sedikit gemetar. Zoya bukan takut pada mayat, dia takut pada fakta bahwa Hanggara masih berkeliaran bebas dengan dendam yang belum tuntas.

​Kalandra mencengkram bahu Zoya.

​"Kita pulang," ucap Kalandra, nadanya tidak bisa dibantah. "Mulai detik ini, statusmu karantina total."

​Zoya mendongak. "Maksud Mas?"

​"Kamu nggak boleh ke rumah sakit. Nggak boleh praktek. Nggak boleh keluar dari penthouse selangkah pun tanpa aku," tegas Kalandra, matanya menyiratkan keposesifan yang berbahaya. "Hanggara mengincarmu, Zoya. Dia tadi nyamar jadi pelayan cuma buat kasih racun ke kamu. Kalau dia tahu kamu masih hidup, dia bakal datang lagi."

​"Tapi kerjaanku..."

​"Persetan sama kerjaan! Nyawamu lebih penting!" potong Kalandra keras. Dia menarik tangan Zoya, menyeretnya menuju mobil sport mereka yang penyok di bagian samping. "Masuk mobil. Jangan bantah."

​Perjalanan pulang terasa sangat panjang dan mencekam. Kalandra mengemudi dengan satu tangan memegang setir dan satu tangan lagi menggenggam tangan Zoya di pangkuannya. Matanya terus waspada melihat spion, memastikan tidak ada kendaraan yang mengikuti mereka.

​Zoya hanya diam menatap jalanan Jakarta yang mulai lengang. Pikirannya melayang. Hanggara bukan pembunuh biasa. Dia cerdas, rapi, dan terobsesi. Kenapa dia begitu ingin membunuh Zoya? Apa cuma karena Zoya bisa membaca triknya? Atau ada alasan lain?

​Mobil Kalandra meluncur masuk ke basement apartemen mewah mereka. Kalandra memarkir mobil di slot khusus VIP yang tertutup gerbang besi.

​"Ayo," ajak Kalandra sambil menenteng jasnya.

​Mereka naik lift privat langsung menuju lantai teratas. Kalandra menempelkan kartu aksesnya, lalu memindai sidik jari dan retina mata.

​Akses Diterima.

​Pintu lift terbuka, menampilkan ruang tamu penthouse yang luas, gelap, dan sunyi. Lampu otomatis menyala begitu sensor mendeteksi gerakan mereka.

​"Kamu langsung mandi air hangat. Biar rileks," suruh Kalandra sambil mengunci pintu ganda penthouse itu. Dia mengaktifkan sistem keamanan perimeter. Tirai-tirai jendela tebal otomatis menutup, mengisolasi mereka dari dunia luar.

​Zoya mengangguk lemah. Kakinya terasa pegal luar biasa setelah berlari tanpa sepatu tadi. Dia berjalan gontai menuju kamar tidur utama—kamar yang sekarang mereka tempati bersama.

​Kalandra menuju dapur untuk mengambil air minum. Tenggorokannya kering karena teriak-teriak tadi.

​Saat Zoya membuka pintu kamar, dia menyalakan lampu tidur di nakas. Suasana kamar itu tenang, rapi, dan dingin karena AC yang menyala 24 jam.

​Zoya melempar tas tangannya ke sofa, lalu berjalan menuju kasur empuk berukuran King Size itu. Dia ingin segera merebahkan diri dan melupakan malam yang gila ini.

​Namun, langkah Zoya terhenti mendadak tepat di tepi kasur.

​Matanya terpaku pada bantal di sisi kiri—sisi tempat dia biasa tidur.

​"Mas..." panggil Zoya pelan.

​Tidak ada jawaban. Kalandra masih di dapur.

​"Mas Kalandra!" panggil Zoya lagi, kali ini suaranya lebih tajam dan mendesak.

​Kalandra berlari masuk dengan gelas air di tangan, pistol sudah berpindah ke tangan kanannya. "Kenapa? Ada apa?"

​Zoya tidak menoleh. Dia hanya menunjuk ke arah kepala ranjang dengan jari telunjuk yang gemetar.

​"Lihat bantal itu," bisik Zoya.

​Kalandra mengikuti arah telunjuk istrinya. Dua bantal putih bersih tersusun di sana. Terlihat biasa saja bagi mata orang awam.

​"Kenapa sama bantalnya? Kotor?" tanya Kalandra bingung, menurunkan pistolnya sedikit.

​"Posisi," jawab Zoya dingin. "Aku punya OCD, Mas. Mas tahu itu. Tadi pagi, sebelum kita berangkat kerja, aku merapikan bantal ini. Aku selalu menegakkan bantal tidurku dengan posisi vertikal sempurna, tegak lurus sembilan puluh derajat menempel ke headboard. Selalu. Itu kebiasaanku sejak kecil."

​Zoya menelan ludah, menatap bantal di sisi kirinya yang kini tergeletak miring sekitar empat puluh lima derajat, seolah baru saja ada orang yang bersandar di sana.

​"Sekarang bantal ini miring, Mas. Dan ada lekukan kecil di tengahnya."

​Kalandra membeku. Darahnya berdesir hebat. Dia memindai sekeliling kamar dengan tatapan horor. Tidak ada tanda-tanda kerusakan di pintu atau jendela. Sistem keamanan tidak mendeteksi apa pun.

​Zoya menoleh perlahan ke arah suaminya, wajahnya pucat pasi.

​"Ada orang yang masuk ke sini saat kita pergi. Dia berbaring di tempat tidurku. Menunggu."

1
awesome moment
perempuan cerdas dan cerdik. ngapain hrs puyeng mikir klo bisa tinggal terima. 👍👍👍
Sholikhah Sholikhah
kok kita sama Zoya, sama sama pecinta uang apalagi yg gak ada serinya 🤣🤣🤣🤣🤣
Savana Liora: sefrekuensi dg otor nih
total 1 replies
merry
seram bgtt ya nunguin di ats berjm jm trs tdr di tmpt tdr t zoya untg gk lg wik wik 🤭🤭🤭
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
mampussss, hahahaah selamat burhan kamu ketangkap 🤗😤😤😂
awesome moment
smg bukan papa revendra yg makin disandera. jd lbay tar posisinya.
Queenza
aku malah sebel ma lakinya sih katanya komandan tapi emosinya meledak² bikin gak mood sebenarnya mau nerusin tapi Zoya adalah idola aku. masak masalah kayak gini aja selalu pakai kekerasan dan emosi terus dia gak pernah pakai otak Tah sebel aku
Savana Liora: sabar. tak ada manusia yg sempurna. aku nulis ttg manusia bukan malaikat, jadi emang sengaja dibalik kesuksesannya aku lengkapi dg kekurangannya. dan di karakter kalandra, emang disitu kekurangannya. so, srmoga dimengerti
total 1 replies
Nisa Via
licik sih kamu mh Sin🤣🤣🤣
awesome moment
akhirnya...mrk makin solid. harta, tahta, wanita mmg membuat manusia lbh keji dri dajjal.
Naufal hanifah
ceritanya seru,mantap /Good//Good//Good/
Sholikhah Sholikhah
baru kali ini, pengungkapan cinta di jelaskan secara ilmiah 🤔🤔🤔
Ayesaalmira
kena karma langsung Sinta..
awesome moment
smg lancar cari bukti kejahatan tu dajjal bntuk manusia
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
Kalandra jadi malu sendiri tidak tahu bahwa istrinya sehebat itu😅😂
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
😅😅😅🤣🤣 sabar ndan kamu akan dapar kok apa yang kamu mau😭🤣
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
kan kan syok kan kamu Kalandra 😤😂
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
mampusss kalian malu kan pastiii
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
gilaaaa Zoya keren bangettttt😍😍🤗🤗
Alissia
/Joyful/
tutiana
yasalam kalandraa
🍃EllyA🍃
hahahah keren emang pak Kalan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!