NovelToon NovelToon
Affair With My Bos

Affair With My Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kuswara

Dahlia seorang istri yang sangat dikecewakan suami yang sangat dicintainya. Namun Dahlia tetap memilih untuk bertahan mempertahankan rumah tangganya. Dahlia tidak mau seperti ibu dan kakaknya yang menyandang status janda juga. Dahlia pun lebih memilih melampiaskan kekecewaan dan rasa sakit hatinya dengan menjalin hubungan terlarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kuswara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Dua Belas

Pak Adnan tidak memanfaatkan izin yang diberikan Dahlia padahal dia sangat menyukai Dahlia bahkan ingin serius dengan perempuan itu.

Walau tinggal berdua di rumah besar itu namun Pak Adnan sangat menjaga Dahlia, tidak membiarkan Dahlia disentuhnya berlebihan hanya cium kening atau pipi saja.

Tinggal lebih lama di kamar berdua dengan hasrat dan gairah yang mulai bekerja sangat tidak aman bagi Pak Adnan. Lama-lama dia bisa terpancing dan lepas kendali. Makanya dia membawa Dahlia ke dapur karena perutnya yang sudah keroncongan.

"Pak Adnan bisa masak?."

"Karena aku tinggal sendiri jadi aku harus bisa mengerjakannya sendiri."

"Kan bisa ada mbak atau beli."

"Iya, bisa, tapi aku nggak usah ada orang lain di rumah ini selain kamu."

"Gombal terusssss..."

Pak Adnan terkekeh.

"Tapi kamu seneng 'kan?."

"Seneng kalau Pak Adnan yang ngegombal."

Dahlia tersenyum simpul.

Dahlia yang hendak membantu di larang Pak Adnan, jadinya perempuan itu hanya melihat saja.

Dua mangkuk sup daging sudah terhidang di meja, Dahlia mencium aroma nikmat pada sup yang dibuat Pak Adnan.

"Pasti rasanya sangat enak."

Dengan tulus Dahlia memuji walau belum tahu rasanya. Benar saja, rasanya memang sangat enak.

"Jauh lebih kamu, Ia."

Seketika Dahlia tersedak dengan kata-kata Pak Adnan. Laki-laki itu mengitari meja mendekati Dahlia, memberinya air minum sampai Dahlia merasa baik.

Tiba-tiba saja mantan istri Pak Adnan sudah berada di sana saat Pak Adnan memberikan sisa-sisa kuah sup yang ada di sekitar bibir Dahlia.

"Ups, maaf, aku ke sini nggak tepat waktu."

Pak Adnan dan Dahlia sama-sama menatap Fera.

"Nggak apa-apa, ada apa?."

Adnan tidak beranjak sejengkal pun dari Dahlia.

"Anak-anak memintaku ke sini, mengajakmu untuk ke hotel karena ada acara yang dibuat Melodi untuk kita. Tapi kalau kamu nggak bisa, ya, nggak apa-apa juga. Melodi pasti mengerti, iya 'kan?."

"Tenang aja, aku akan datang. Kamu mau ikut makan?."

"Boleh, asal kekasihmu nggak keberatan aku di sini."

Sambil tersenyum pada Dahlia.

Dahlia pun tersenyum membalas.

"Tentu aja nggak, Dahlia udah tahu tentang kita."

Lalu Pak Adnan menyiapkan satu mangkuk sup lagi untuk Vera yang sudah mengambil posisi duduk di sebalah tempat duduknya.

Pak Adnan menghidangkannya lalu duduk dan lanjut menyantap supnya.

Mereka bertiga makan dengan tenang. Beberapa kali terdengar pujian yang dilontarkan Vera terhadap mantan suaminya itu terkait sup daging yang dibuatnya.

"Apa kamu mau ajak Dahlia juga ke hotel?."

Vera bersiap hendak berangkat lagi.

"Nggak, Dahlia masih harus istirahat. Bokongnya sedang bermasalah."

Vera menoleh ke arah Pak Adnan yang tersenyum ke arah Dahlia lalu Vera mengikuti tatapan Pak Adnan yang mendapatkan balasan senyum dari Dahlia.

"Oke, kamu mau berangkat bersamaku?."

"Nggak, nanti aku nyusul."

Vera pun segera pergi dari sana. Pak Adnan dan Dahlia saling tatap.

"Apa yang kamu pikirkan, Ia?."

"Aku rasa mantan istri Pak Adnan masih sangat mencintai Pak Adnan."

Pak Adnan tersenyum lalu bangkit dan mulai merapikan meja makan. Mencuci alat-alat makan yang baru digunakannya lalu menarik kursi yang ada di sebalah Dahlia. Duduk di sana menghadap perempuan yang memiliki hatinya.

"Aku nggak ngerasa seperti itu, Ia. Dulu iya, aku pernah berpikir kaya kamu. Tapi, dia nggak mau aku ajak rujuk jadi semuanya udah berakhir buat aku. Dan, aku udah nggak ngerasa begitu lagi. Yang sekarang aku rasain tentang kamu, hanya kamu."

Dahlia tersenyum lebar.

"Semoga aja proses cerai kamu cepat selesai jadi kita bisa cepat-cepat nikah dan bisa melakukan apa yang mau kita lakukan."

Dahlia mengangguk setuju.

"Aku tahu, Ia, kamu udah nggak sabar 'kan?."

"Ih, nyebelin banget sih."

Lalu Dahlia bangkit namun Pak Adnan menarik pinggang Dahlia sampai dia jatuh di atas pangkuannya.

Membelai wajah lalu ke leher dan berhenti di sana, mengusap tulang selangka dengan ibu jarinya.

"Setelah minum obat langsung tidur, nggak usah berpikir macam-macam tentang aku di luar sana. Kalau bisa aku pulang cepet kalau nggak aku tetap akan pulang tapi mungkin pagi."

"Iya."

Dahlia mengikuti apa yang dikatakan Pak Adnan, dia tidur dengan sangat nyenyak. Membiarkan Pak Adnan pergi dan berkumpul dengan keluarganya.

Pak Adnan tiba di hotel, langsung disambut oleh kedua anaknya dengan pelukan yang sangat hangat.

"Papa ter-the best."

"Pesta perayaan apa, Mel?."

Sambil merangkul anak perempuannya yang beranjak dewasa.

"Nggak perayaan apa-apa sih, pa,cuma pesta biasa. Tapi sejujurnya ini pesta khusus untuk mama sama papa. Kalian masih bersama sampai detik ini untuk aku dan Richard. Sejujurnya lagi, kami berdua ingin kita tinggal bareng-bareng satu atap yang sama. Aku, mama dan Richard sudah memutuskan untuk pindah ke sini dan tinggal bersama papa."

Pak Adnan menatap kedua anaknya silih berganti, dia melepaskan rangkulannya pada Melodi. Membawa anak gadisnya duduk di salah satu yang ada di sana.

"Kamu tahu, sampai kapan pun papa akan selalu ada untukmu dan Richard. Kalian boleh tinggal bersamaku selama yang kalian mau. Akan tetapi, dengan mama kalian, cerita kami sebagai pasangan sudah berakhir. Kalian juga tahu, dulu, bagaimana usaha papa untuk kembali dengan mama dan kalian. Papa nggak marah, dendam apalagi sampai benci. Tapi untuk sekarang, papa akan melanjutkan hidup papa bersama perempuan lain tanpa harus membuang kalian."

Sekarang giliran Melodi dan Richard yang menatap papanya lalu mereka saling tatap dan menoleh ke arah mamanya yang baru datang.

"Jadi, papa udah ada pengganti mamaku?."

"Iya, Mel, tadi mama udah ketemu di rumah papa. Orangnya cantik dan baik."

Vera yang memberikan jawaban atas pertanyaan Melodi.

"Bener itu, pa?."

Melodi mau mendengar langsung dari papanya.

"Iya, Dahlia ada bersama papa di rumah."

"Kalian udah menikah?."

Kali ini Richard buka suara.

"Belum, tapi sedang proses arah ke sana."

"Tapi udah tinggal satu rumah?. Papa yakin dia perempuan baik-baik?. Mana ada perempuan baik mau tinggal bersama tanpa adanya ikatan?. Ini bukan di luar negeri loh, pa."

Reaksi Richard tidak salah, karena memang kita budaya timur. Tapi ada juga yang seperti Pak Adnan dan Dahlia, nggak banyak yang memilih seperti itu.

Pak Adnan diam, jika dia bicara dan menjelaskan kondisi Dahlia akan sangat tidak bagus untuk Dahlia.

"Nggak gitu, Richard, mama tadi lihat Dahlia sedang sakit dan karena kebaikan papamu dia tinggal di sana."

Hening, tidak ada lagi yang bicara.

"Maaf, papa merusak pestamu."

"Nggak, pa, aku sayang papa."

Melodi yang sekarang merangkul sekaligus memeluk papanya.

"Lupakan yang terjadi, kita nikmati aja pesta malam ini untuk kita berempat. Nggak ada orang lain hanya ada aku, Richard, mama sama papa."

Mereka berempat berpesta, menari, bernyanyi, tertawa, bercanda bahagia. Lalu kemudian Pak Adnan menarik dari dan duduk.

"Dilarang menyendiri, papa."

Melodi menarik tangan papanya, memintanya dansa dengan mamanya.

1
Yanti Gunawan
gak adil banget buat dahlia😫😭😭
Siti Sarifah
keren
Siti Sarifah
ceritanya selalu bagus, gk pernah gagal untuk membuat pembaca ikut larut dlm emosi dr cerita
Linda Yohana
Bagus novelnya
Yanti Gunawan
mbok yo d banyakin thor thor jangan pelit" up😫
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!