NovelToon NovelToon
Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta setelah menikah / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Keluarga / Dokter
Popularitas:420.8k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Jangan lupa follow Author yaaaaa!!!!!!!

Hidup Kayla yang awalnya begitu tenang berubah ketika Ayahnya menjodohkannya dengan seorang pria yang begitu dingin, cuek dan disiplin. Baru satu hari menikah, sang suami sudah pergi karena ada pekerjaan mendesak.

Setelah dua bulan, Kayla pun harus melaksanakan koas di kota kelahirannya, ketika Kayla tengah bertugas tiba-tiba ia bertemu dengan pria yang sudah sah menjadi suaminya tengah mengobati pasien di rumah sakit tempat Kayla bertugas.

Bagaimana kelanjutannya? Bagaimana reaksi Kayla ketika melihat suaminya adalah Dokter di rumah sakit tempatnya bertugas? Apa penjelasan yang diberikan sang suami pada Kayla?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga Hari, Dok?

Satu minggu berlalu dan hari ini adalah hari yang paling mendebarkan bagi para Dokter muda di departemen bedah saraf, karena hari ini adalah Ujian Evaluasi Bangsal.

​"Kayla, ayo cepat! Dokter Arthur sudah menunggu di ruang konferensi," ajak Celine.

​Kayla menarik napas panjang, mencoba menenangkan jantungnya yang berdegup kencang. Ia tahu, meskipun semalam ia sudah belajar, di ruang ujian nanti suaminya itu tidak akan memberinya ampun, Arthur tetaplah penguji paling objektif dan kejam yang pernah ada.

​Ruang konferensi terasa sangat dingin, Arthur duduk di tengah meja panjang, didampingi oleh Dokter Bian. Di depan mereka, tumpukan berkas kasus sudah disiapkan, para koas duduk berjejer dengan keringat dingin.

​"Sistem ujian hari ini sederhana, saya akan memberikan satu skenario kasus gawat darurat. Kalian harus memberikan diagnosis, langkah penanganan primer hingga teknik pembedahan yang tepat. Jika jawaban kalian salah atau ragu-ragu, nilai kalian nol dan tidak akan ada remedial," ucap Arthur dengan suara yang menggema di ruangan yang sunyi itu.

​Dokter Bian melirik Arthur, lalu tersenyum tipis pada para koas, "Santai saja, jangan tegang," ucap Dokter Bian yang mencoba menenangkan para koas.

​"Tidak ada kata santai untuk nyawa pasien, Dokter Bian, baik kita mulai dari Dokter Muda Celine," ucap Arthur.

​Satu per satu koas diuji, Celine berhasil menjawab dengan gemetar, sementara Nadia sempat tersendat saat ditanya soal dosis obat pasca-operasi, lalu beberapa koas lainnya juga berhasil meskipun sedikit gemetar hingga akhirnya giliran Kayla tiba, di mana Kayla mendapat nomor urut terakhir.

​"Kayla," panggil Arthur datar.

Arthur memberikan sebuah hasil CT Scan ke atas meja, "Pasien laki-laki 25 tahun, kecelakaan motor tanpa helm, penurunan kesadaran mendadak, pupil anisokor kanan, hasil scan menunjukkan Epidural Hematoma masif. Apa tindakan pertamamu?" tanya Arthur.

"Stabilisasi jalan napas dan sirkulasi, segera berikan manitol untuk menurunkan tekanan intrakranial lalu lakukan craniotomy evakuasi cito untuk mengeluarkan bekuan darahnya, Dok," jawab Kayla gugup.

​"Teknik craniotomynya? Di mana kau akan membuat lubang bor?" tanya Arthur yang tidak memberikan jeda Kayla untuk santai bahkan bernapas.

​Kayla terdiam sejenak, mengingat anatomi yang ia pelajari semalam, "Pada titik pterion, karena arteri meningea media biasanya pecah di sana pada kasus EDH temporal," jawab Kayla.

​Arthur menyandarkan punggungnya di kursi, matanya menatap Kayla tajam. "Jika saat dibuka perdarahan masih aktif dan tekanan otak tetap tinggi, apa langkah cadanganmu?" tanya Arthur.

Suasana semakin tegang, Celine dan Nadia menahan napas, ini adalah pertanyaan jebakan yang biasanya hanya bisa dijawab oleh residen senior.

'Apa yang harus aku lakukan?' batin Kayla.

"Kenapa diam?" tanya Arthur.

​"I-itu lakukan decompressive craniectomy, Dok. Membuka sebagian tulang tengkorak untuk memberi ruang bagi otak yang membengkak," jawab Kayla ragu.

​Keheningan melanda ruangan itu selama beberapa detik, Arthur tidak langsung menjawab, ia menuliskan sesuatu di lembar penilaian dengan ekspresi yang sulit dibaca.

​"Jawaban yang cukup sistematis, ujian selesai dan hasilnya akan ditempel di papan pengumuman sore ini, kalian boleh kembali ke bangsal," ucap Arthur.

​Begitu keluar dari ruangan, Celine langsung memeluk Kayla. "Kay! Gila, kamu keren banget! Kok bisa kepikiran soal craniectomy? Aku tadi udah blank duluan lihat muka Dokter Arthur," ucap Celine.

​"Aku tadi aja hampir lupa, sampai Dokter Arthur tanya dua kali loh," ucap Kayla.

"Gapapa, yang jelas jawaban kamu tadi keren banget," ucap Nadia.

​Sore harinya, saat hasil ujian ditempel, seluruh koas berkumpul. Nama Kayla berada di urutan paling atas dengan nilai A-Mutlak. Namun, di bawah papan pengumuman itu, ada sebuah catatan kecil yang ditulis tangan dengan tinta hitam.

*​*Nilai bagus bukan berarti kau hebat, tetaplah rendah hati dan jangan pernah lepaskan fokusmu. - Dr. Arthur*.

"Kita semua berhasil," ucap Celine.

.

Keberhasilan ujian itu memberikan sedikit napas lega bagi Kayla, namun kebahagiaannya harus sedikit tertahan ketika Arthur memanggilnya ke ruangannya keesokan harinya.

​"Aku harus ke kota B malam ini," ucap Arthur sambil merapikan beberapa dokumen ke dalam tas kerjanya.

"Kenapa?" tanya Kayla.

"Ada rapat konsorsium dokter bedah saraf seluruh negeri selama tiga hari, selama aku tidak ada, Dokter Bian yang akan mengambil alih bimbinganmu," ucap Arthur.

​"Tiga hari, Dok?" tanya Kayla yang merasa kehilangan.

​Arthur berhenti sejenak, menatap Kayla yang tampak lesu. Ia berjalan mendekat dan menepuk puncak kepala Kayla pelan, sebuah gestur langka yang ia lakukan di rumah sakit.

"Hanya tiga hari, angan karena aku tidak ada, kamu jadi bersantai. Aku sudah meminta Dokter Bian untuk memberikan laporan harian tentang kinerjamu," ucap Arthur.

​"Iya, Dok. Hati-hati di jalan," jawab Kayla.

Apartemen terasa sangat luas dan sunyi tanpa kehadiran Arthur, Kayla mencoba menyibukkan diri dengan membaca jurnal di meja makan, tempat biasanya Arthur duduk menyesap kopi pahitnya, Kayla baru menyadari betapa ia sudah terbiasa dengan kehadiran pria kaku itu di sekitarnya.

​Ketika tengah bersantai, tiba-tiba ponselnya bergetar, sebuah pesan singkat masuk.

Jangan lupa kunci pintu balkon, makan malammu sudah kupesankan lewat aplikasi, sebentar lagi sampai, ingat tidur jangan terlalu larut.

^^^​Wah, makasih!!!!!!^^^

Keesokan paginya di rumah sakit, suasana terasa sangat berbeda bagi Kayla, tidak ada tatapan tajam yang mengawasi setiap gerakannya dari balik meja konsul, tidak ada suara berat yang memanggil namanya dengan nada menuntut.

Dokter Bian jauh lebih santai, "Kayla, hari ini kamu bantu saya di bangsal vvip ya. Santai saja, saya tidak segalak Arthur," canda Dokter Bian saat memulai morning report.

"Iya, Dok," jawab Kayla.

"Setelah kamu jadi anak bimbingan Dokter Arthur, kemampuan kamu meningkat ya," ucap Dokter Bian.

"Iya, Dok. Karena kalau kemampuan saya tidak meningkat bisa-bisa Dokter Arthur marah-marah terus sama saya," ucap Kayla.

Dokter Bian yang mendengarnya pun tertawa, "Dokter Arthur memang orangnya keras, disiplin dan tegas. Tapi, saya akui Dokter Arthur itu Dokter yang jenius, saya saja kagum dengan kemampuan Dokter Arthur," ucap Dokter Bian.

"Dokter Bian sudah kenal lama dengan Dokter Arthur?" tanya Kayla.

"Tidak lama juga sih, saya waktu itu baru dua tahun di rumah sakit ini terus Dokter Arthur datang dan menunjukkan kemampuan yang luar biasa bahkan akhirnya Dokter Arthur diangkat sebagai kepala departemen bedah saraf itu karena kemampuannya yang memang lebih unggul dibanding yang lain. Tapi, meskipun begitu, Dokter Arthur bukan tipe orang yang suka pamer dengan kemampuannya, dia suka mengajarkannya ke dokter-dokter lain, salah satunya ke kamu. Kalau saya jadi koas, saya pasti akan memilih Dokter Arthur," ucap Dokter Bian.

.

.

.

Bersambung.....

1
Bela Viona
typo thor,bkn Aiden tpi Arthur
Bela Viona
klo ga arthur yg cemburu ya kay yg cemburu 🤭
so sweet bgt kalian
Bela Viona
mulaiii...mulai si kay...
lagian udh jdi bini juga knp hrs minder /Smug/
Bela Viona
kesel dgn kay..
klo lgi di RS tuh fokus kay,tinggal kn masalah pribadi,ap lh
Bela Viona
jgn jdi pebinor ya will 🤭🤭
Bela Viona
semngat kay,kuat kn mental. jdi seorang dokter emang gtu,prioritas pasien yg di utamakan,salah sedikit aj laporan bisa berakibat fatal.
Ariany Sudjana
itulah tugas dokter yang utama, menyelamatkan nyawa pasien, ga peduli mau lelah atau jam berapapun, begitu tugas memanggil, harus siap
Ariany Sudjana
puji Tuhan, kehadiran dokter Arthur dan dokter Kayla benar-benar jadi berkat, saat penduduk sekitar memerlukan akses kesehatan, mereka langsung bergerak, tidak peduli lelah setelah beraktivitas seharian 😄
Indriani Kartini
dr Arthur co cweet
RIKA OCTAVIANA Rika
cerita nya bagus ... banyak belajar ttg istilah kedokteran. author nya pintar sekali sampai bisa memahami bahasa kedokteran ...
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
StAr 1086
next
dyah EkaPratiwi
kejar setoran ini dr Arthur 🤭
Atik Marwati
kejutaaannnn🤣🤣🤣🤣🤣
Ariany Sudjana
hahaha dokter Arthur hanya galak ke Kayla sewaktu masih jadi koas dulu, kalau ga gitu, ga mungkin Kayla jadi dokter yang hebat dan kompeten, dan bisa mematahkan semua orang yang meremehkan Kayla
juwita
aq ngehalu ikut pikini di situ🤣🤣
Mommy Ayu
waaaa..... benar benar pasangan yang hebat. saling melengkapi dan saling menguatkan.
ayo lanjut up lagi Thor... semangat ya
Mommy Ayu
mantab Kayla..... keputusan yang sangat bagus, tinggalkan tempat kerjamu yang tidak bisa melindungi dan meragukan dedikasimu
dyah EkaPratiwi
so sweet 😍
Mommy Ayu
citra benar benar tidak pantas menjadi dokter, hatinya terlalu hitam
Mommy Ayu
Mantab pembalasan Arthur sangat elegan pada citra 👏👏👏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!