NovelToon NovelToon
Between Kook & V

Between Kook & V

Status: sedang berlangsung
Genre:BTS / BXB / Teen School/College / Diam-Diam Cinta
Popularitas:946
Nilai: 5
Nama Author: Axeira

Berisi kumpulan cerita KookV dari berbagai semesta. Romantis, komedi, gelap, hangat, sampai kisah yang tak pernah berjalan sesuai rencana.

Karena di antara Kook dan V,
selalu ada cerita yang layak diceritakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Axeira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2 ANAK DARI MASA DEPAN

📍 MANSION JEON — PAGI HARI

“HAH—!”

Jungkook terbangun dengan napas tersengal, dadanya naik turun cepat. Seprai berantakan, rambutnya basah oleh keringat.

Ia menatap langit-langit kamar mansion Jeon dengan dahi berkerut.

“Mimpi apaan gue barusan…”

Tangannya mengusap wajah kasar, mencoba menghapus sisa bayangan aneh yang masih menempel di kepala.

“Anak lima belas tahun… manggil gue Daddy?”

Jungkook duduk di tepi ranjang.

“Jeon… Keonho.”

Ia terdiam.

Nama itu terlalu jelas. Terlalu spesifik untuk sekadar mimpi.

“…Kenapa jelas banget?”

Jungkook mengepalkan tangan perlahan.

“Kim Taehyung…”

Nama itu keluar begitu saja, lirih, tanpa ia sadari.

Jungkook langsung menggeleng keras.

“Gue gak mungkin mimpiin musuh gue. Cuma mimpi. Iya.”

Tapi jantungnya masih berdetak tidak normal.

📍 MANSION KIM — PAGI HARI

“AH!”

Taehyung terbangun mendadak, napasnya terpotong. Tangannya mencengkeram dada sendiri.

“Astaga… jantung gue… kenapa—”

Ia menelan ludah.

“Mimpinya aneh banget…”

Taehyung menatap kosong ke depan. Bayangan anak kecil dengan mata tajam masih melekat jelas.

“Anak kecil… Jeon Keonho.”

Ia memijat pelipis.

“Kenapa nama itu bisa nempel di kepala gue?”

Lalu satu nama lain muncul—tanpa izin.

“Dan kenapa… Jungkook.”

Taehyung memalingkan wajah, kesal pada dirinya sendiri.

“Gue mimpiin musuh bebuyutan gue?”

Ia menghela napas panjang, berusaha menenangkan diri.

Tapi perasaan aneh itu… belum pergi.

📍 KAMPUS — SIANG HARI

Jimin mencondongkan tubuh ke Taehyung yang duduk lemas di bangku taman.

“Taehyung, lo pucet banget.”

“Kurang tidur,” jawab Taehyung singkat.

Seokjin menyipitkan mata.

“Mimpi buruk?”

Wonwoo ikut menoleh.

“Tentang apa?”

Taehyung mendengus.

“Gue mimpi dikejar anak setan.”

Jisoo mengangguk paham.

“Oh… Jungkook.”

Taehyung langsung terkejut.

“HAH?!”

Jisoo cuma senyum santai.

📍 SISI LAIN KAMPUS

Mingyu menepuk bahu Jungkook.

“Kook, mata lo kayak panda.”

Seokmin ikut nimbrung.

“Lo amnesia?”

Namjoon melirik.

“Amnesia?”

“Iya,” Seokmin menunjuk Jungkook. “Itu orang kalo susah tidur.”

Namjoon mendengus.

“Insomnia, tolol!”

“Gue tau,” Seokmin santai. “Gue cuma menguji otak lo.”

Jungkook tidak ikut menanggapi. Pikirannya melayang.

Nama itu…

Keonho.

📍 KORIDOR KAMPUS — SORE

Koridor hampir kosong.

Taehyung melangkah dari arah berlawanan. Dan seperti biasa—

“Tch.”

“Huh.”

Mereka berpapasan tanpa saling menatap.

Namun tepat saat jarak mereka sejajar—

Suara itu terdengar.

Lembut. Bergema. Seolah datang dari ujung waktu.

“Daddy… Mommy…”

Langkah mereka terhenti bersamaan.

Taehyung membalikkan badan.

Jungkook juga.

Mata mereka saling bertemu.

“K… lo denger itu?” Taehyung bertanya pelan.

Jungkook menelan ludah.

“…Iya.”

Koridor itu kosong.

Tidak ada siapa-siapa.

Tapi perasaan itu jelas.

Ini bukan mimpi.

Dan ini bukan kebetulan.

Sesuatu—atau seseorang—

sedang mencoba kembali.

___

“Gue yakin banget,” Taehyung bersedekap, wajah super defensif,

“mimpi kemarin gara-gara kafein.”

Jimin melirik gelas di tangan Taehyung.

“Lo minum es teh.”

Taehyung terdiam sesaat.

“…mungkin es tehnya keras.”

Seokjin mendekat, senyum mencurigakan.

“Terus kenapa lo bengong tiap liat Jungkook?”

“GUE GAK BENGONG.”

Jisoo menepuk bahu Taehyung santai.

“Iya, cuma kedipnya jarang.”

Taehyung membuka mulut—lalu menutupnya lagi.

Dia tidak mau mengakui kalau setiap kali Jungkook lewat, dadanya bereaksi aneh.

📍 SISI LAIN KAMPUS

BRAK.

Jungkook berhenti mendadak setelah nabrak tong sampah.

Mingyu menahan tawa.

“Kook, lo nabrak tong sampah. Lagi"

“Tong sampahnya yang salah tempat,” Jungkook menggerutu.

Yoongi menatapnya lama.

“Lo mikirin Taehyung.”

“Enggak.”

“Lo nyebut namanya pas tidur siang.”

“FITNAH AJA LO!”

Tapi telinganya memerah.

📍 LAPANGAN BELAKANG KAMPUS

Dua geng itu berpapasan lagi.

Seperti biasa.

“Lo lagi,” kata Taehyung datar.

“Tch.”

Dan sebelum pertengkaran bisa dimulai—

Suara kecil itu terdengar.

“Mommy… Daddy.”

Taehyung kaku.

“…Jangan bilang.”

Jungkook langsung menoleh ke sekitar.

“Gak mungkin.”

Di pinggir lapangan, berdiri seorang anak.

Sama persis dengan mimpi.

Sama persis dengan bayangan yang menghantui mereka.

Keonho.

“Kalian lama banget sadar nya” katanya santai.

“What!?”

Semua teman mereka bereaksi bersamaan.

Jungkook melangkah mundur setengah langkah.

“Ini pasti halusinasi.”

Taehyung menatap tangannya sendiri.

“Gue yakin gue belum minum apa-apa pagi ini.”

Keonho tersenyum kecil.

“Aku nyata sekarang.”

“GUE BUKAN DADDY LO!” Jungkook membentak.

“Iya,” Keonho mengangguk. “Sekarang.”

Taehyung memalingkan wajah.

“Gue gak mau berurusan sama dia.”

“Lo pikir gue mau?” Jungkook menyahut cepat.

Keonho melirik tangan mereka.

“Kalian bilang gitu sambil gandengan.”

Hening.

Taehyung menunduk.

“…Lo kenapa pegang tangan gue?”

Jungkook langsung melepas tangannya.

“Refleks. Jangan salah paham.”

Keonho tersenyum kecil—senyum yang terlalu dewasa untuk anak seumuran itu.

“Itu juga kata Daddy nanti.”

Taehyung dan Jungkook saling menatap.

Ekspresi mereka tidak biasa.

Tidak marah.

Tidak sepenuhnya menyangkal.

Takdir baru saja mencatat satu hal kecil:

Sentuhan pertama sudah terjadi.

Dan setelah itu,

tidak ada jalan mundur.

1
elleaa_
kapan lanjut lagi kakkk? aku menunguuuu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!