Adven Mahardhika Alkhatiri, seorang lelaki yang penuh rahasia dalam hidupnya. Bahkan keberadaan anaknya juga menjadi rahasia dan teka teki tersendiri untuk keluarga Alkhatiri yang begitu terpandang.
Rahasia besar apakah yang selama ini dia simpan? dan mampukah dia mendapatkan jawaban dari rasa penasarannya terhadap seorang perempuan bernama Sukma Paramitha?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16 ( Kembali 2 )
"Kamu... kamu tidak mencintaiku lagi Paramitha, seperti dalam surat kamu yang mengatakan kalau aku terlalu tua untuk kamu, aku tidak bisa mengimbangi kamu yang punya jiwa muda?" tanya Adven
Sukma menggelengkan kepalanya, dia tidak menulis surat seperti itu, yang saat itu Sukma tulis hanyalah permintaan maaf karena membuat hubungan Adven dan Monica rusak, dan dia meminta supaya Adven merawat Axel dengan penuh kasih sayang.
"Tidak mas, aku tidak menulis seperti itu, aku...."
Sukma menjelaskan semuanya , semua tipu daya Monica juga Sukma ungkapkan di sana, tentang kelahiran Axel yang hanya di hadapi Sukma sendirian karena Monica meninggalkan dia di rumah sakit, tentang kebohongan Monica yang membuat Sukma merasa seolah olah dirinya adalah pelakor di antara Adven dan Monica, bahkan keputusan Sukma untuk kembali ke rumah sakit tapi tidak sampai karena di tabrak Monica juga Sukma katakan pada Adven.
"Dia benar benar kejam, dia hampir membunuh kamu bahkan anak kita Sukma" ungkap Adven mengepalkan tangannya.
"Mas.. jangan tinggalkan aku, aku takut kehilangan kalian lagi, aku tidak mau sendirian lagi" mohon Sukma dengan berderai air mata.
"Tidak Mitha, dulu aku bodoh karena terus percaya pada Monica, tapi tidak dengan sekarang, apalagi bukti kejahatannya juga sudah mulai aku kantongi, di tambah dengan pernyataan kamu barusan, aku semakin yakin untuk menjebloskan dia ke dalam penjara" jawab Adven menggenggam dan menciumi wajah Sukma yang sekarang kita panggil Paramitha.
"Maafkan aku karena tidak percaya pada kamu mas, aku pikir kamu benar benar hanya menginginkan Axel saja saat itu karena tidak membawanya aku pada keluarga kamu"
"Aku tidak membawa kamu karena kamu masih sekolah Mitha, apalagi kalau orang tuaku tahu aku menghamili remaja yang usianya begitu jauh denganku, mereka pasti akan memarahiku, aku belum siap saat itu, aku berpikir kalau aku membawa Axel bersama kita, mereka tidak akan memarahiku" jawab Adven dan Paramitha sedikit terkekeh sambil meringis karena kepalanya terasa berdenyut.
kamu berubah banyak, wajah kamu sekarang ada janggutnya, rambut kamu juga" ucap Sukma mengusap wajah Adven yang sedang terpejam menikmati sentuhan istri kecilnya yang sekarang sudah kembali.
Cup.
"Maafkan kau juga karena setelah membaca surat kamu aku merasa marah Mitha, aku membenci Axel tapi juga menyayanginya, wajahnya yang memiliki kemiripan denganmu membuat aku tidak bisa menahan rasa kecewaku setiap kali melihat Axel, hanya mommy, Daddy dan kak Adam yang menyayangi Axel dengan tulus saat itu"
"Aku.. aku justru sibuk bekerja dan lebih percaya pada Monica yang mengatakan kalau dia akan merawat Axel dengan baik" ungkap Adven terus menciumi tangan Paramitha karena dia merasa menyesal.
"Tapi mas, apa kita sudah bercerai?" tanya Paramitha
"Aku tidak pernah mengurus surat cerai kita Mitha, bahkan aku hanya akan menikahi Monica secara siri saja, tapi sekarang aku tidak ingin menikah dengan pembunuh itu" jawab Adven
"Apa kamu yakin tidak mencintai kak Monica, dia bilang kalian sudah bersama sejak sekolah dan sering melakukan itu" ucap Paramitha
"Kamu tahu aku paling tidak suka di sentuh sembarangan, bahkan saat pengaruh obat itu saja aku tidak membawa perempuan sembarangan, tapi harum tubuh kamu berbeda saat itu, aku merasa nyaman dan tidak bisa berpaling, jadi aku menarik kamu ke dalam kamarku, aku tidak tau kalau Kamu adalah siswa sekolah SMA yang sedang study tour dan menginap di sana juga"
"Hanya kamu Mitha, hanya kamu yang bisa aku sentuh tanpa rasa jijik, Axel juga" ungkap Adven tapi Sukma terlihat ragu
"Aku merasa mungkin kak Monica yang menaruh obat itu di minuman kamu mas" ungkap Paramitha
"Aku juga berpikir begitu" jawab Adven merasa bahagia karena sekarang istrinya sudah kembali.
"Apa Axel akan menerimaku mas?" tanya Paramitha
"Dia menyayangimu, pasti dia akan senang kalau tahu kamu adalah Mommy nya yang sudah hilang lima tahun lalu" jawab Adven
"Apa Axel tidur?"
"Iya, dia di jaga kak Tsania di kamarnya" jawab Adven
"Mas... aku masih tidak percaya aku bisa memeluk kamu" ungkap Paramitha kembali menitikkan air matanya.
"Aku juga, aku pikir aku hanya akan hidup dalam kegelapan tanpa cinta lagi Mitha, sampai aku melihat sosok Sukma dan ternyata itu benar kamu" ungkap Adven
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Pagi hari di rumah Monica.
"Apa ini!" teriak Monica saat melihat berita di internet yang dia baca.
Berita tentang pernikahan Adven sudah di cetak secara tiba tiba, tapi bukan Monica yang jadi istrinya tapi Paramitha, bahkan kebenaran tentang Axel juga sudah di umumkan ke publik membuat Monica semakin murka.
"Ini tidak mungkin, kapan Adven mengetahui kalau Sukma adalah Paramitha! Tidak! Aku tidak bisa kehilangan apa yang sudah aku genggam sejak lama!" teriak Monica menghancurkan semua barang yang ada di rumahnya.
"Aakhhhhh! Paramitha! harusnya aku lindas saja kamu waktu itu, kenapa aku bisa tertipu bujukan dua orang tua Sialan itu!" teriak Monica
"Nona Monica, di luar ada para anak buah anda yang bekerja di rumah pak Adven, mereka bilang mereka di pecat dan sempat di ancam" ucap seorang asisten rumah tangga kepercayaan Monica
"Minta mereka menemui ku di ruang kerja, dan periksa mereka, aku tidak mau kalau sampai salah satu dari mereka membawa alat penyadap" jawab Monica
"Baik Nona" jawabnya segera pergi ke arah luar rumah.
"Akan aku balas kamu Adven, kamu sudah membodohi aku bahkan memanfaatkan rasa cintaku padamu, akan aku buat kamu kembali memohon perlindungan dariku" kesal Monica
Dia naik ke lantai tiga rumahnya, tempat dia merencanakan semua siasat licik, tak pernah ada yang meleset tapi kali ini dia gagal karena ulah Axel yang tiba tiba saja menjadi berani melawannya.
"Semua CCTV rumah ternyata sudah di ganti Nona, saya tidak tahu karena semuanya di lakukan oleh anggota Dark Dragon, mereka membantu pak Adven" ungkap anak buah Monica
"Sial, kenapa kelompok sebesar itu mau mengurusi masalah Adven, apa mereka punya hubungan darah, setahuku hanya orang yang punya hubungan darah dan para sahabatnya saja yang akan langsung di bantu Dark Dragon" tanya Monica
"Tidak sama sekali Nona, saya sudah memeriksa semuanya, mereka bahkan tidak saling mengenal, hanya..."
"Hanya apa?" tanya Monica dengan nada tinggi
"Perempuan bernama Sukma itu pernah bekerja sebagai kasir dan barista di Safira world bakery selama dua tahun" jawabnya
"Apa sebaik itu pemilik toko kue membantu seorang pegawai yang sudah resign" gumam Monica yang tau siapa pemilik toko kue itu.