NovelToon NovelToon
Dahaga Sang Tuan

Dahaga Sang Tuan

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Cerai / CEO / Duda / Pengasuh / Ibu susu / Tamat
Popularitas:13.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: your grace

Demi melunasi hutang keluarga, Amara (19) nekat merantau ke Jakarta dengan rahasia tubuh yang tak lazim: ia mampu menghasilkan ASI meski masih perawan. Keajaiban itu membawanya menjadi pengasuh bayi milik Arlan, pengusaha dingin yang dikhianati istrinya.

Saat bayi Arlan menolak segala jenis susu formula, hanya "anugerah" dari tubuh Amara yang mampu menenangkannya. Namun, rahasia itu terbongkar. Bukannya marah, Arlan justru terobsesi. Di balik pintu kamar yang tertutup, Arlan menyadari bahwa bukan hanya putranya yang haus akan kehangatan Amara—ia pun menginginkan "jatah" yang sama.

Antara pengabdian dan gairah terlarang, Amara terjebak dalam jerat cinta sang tuan yang posesif. Apakah ini jalan keluar bagi kemiskinannya, atau justru awal dari perbudakan nafsu yang manis?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon your grace, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19: Urusan yang Tertunda

Pagi itu, sinar matahari menembus jendela besar di ruang makan, namun bagi Amara, cahaya itu terasa seperti lampu sorot yang menelanjangi rahasianya. Ia bergerak dengan sangat canggung saat membantu Mbak Lasmi menata piring. Setiap kali ia melangkah, ia teringat dengan apa yang ďíľáķúķáñ Tuan-nya di sana.

Arlan duduk di kepala meja, nampak segar dengan kemeja kerja berwarna biru gelap yang kontras dengan kulitnya yang máśķúlíñ. Ia menyesap jus jeruknya dengan tenang, namun matanya yang tajam terus mengikuti setiap gerak-gerik Amara.

Saat Amara meletakkan piring berisi roti bakar di dekat Arlan, tangannya gemetar hebat hingga sendok berdenting keras. Ia menunduk dalam, tidak berani menatap mata pria yang beberapa jam lalu méñgħíśáp ďáďáñýá dan méñćúķúř búľú-búľú řáħáśíáñýá.

"Amara," panggil Arlan dengan suara bariton yang tenang namun berwibawa.

"I-iya, Tuan?" jawab Amara tanpa berani mendongak.

"Kopi hitam tanpa gula. Antarkan ke ruang kerjaku sepuluh menit lagi. Aku harus memeriksa beberapa dokumen sebelum berangkat ke kantor," perintah Arlan. Matanya berkilat saat melihat rona merah menjalar di tengkuk Amara.

"Baik, Tuan."

Sepuluh menit kemudian, dengan jantung yang berdebar kencang, Amara berdiri di depan pintu ruang kerja Arlan. Ia membawa nampan berisi kopi panas. Setelah menarik napas panjang, ia mengetuk pintu dan masuk.

Cklek.

Arlan tidak sedang memeriksa dokumen. Ia berdiri membelakangi meja kerja, menatap ke luar jendela besar yang memperlihatkan taman belakang. Begitu pintu tertutup dan terkunci secara otomatis, Arlan berbalik.

"Letakkan di meja," ucapnya singkat.

Saat Amara membungkuk untuk meletakkan kopi, Arlan tiba-tiba melangkah mendekat dan berdiri tepat di belakangnya. Arlan menghirup aroma leher Amara yang masih tercium sisa-sisa kegiatannya semalam.

"Kau tahu, Amara... aku tidak suka urusan yang tidak selesai," bisik Arlan tepat di telinga Amara, membuat gadis itu tersentak dan hampir menyenggol cangkir kopinya.

Tangan Arlan merayap ke pinggang Amara, menariknya hingga punggung gadis itu menempel pada ďáďáñýá yang bidang. "Semalam Kenzo menyelamatkanmu. Tapi sekarang, tidak ada siapa-siapa di sini. Dan aku masih bisa merasakan betapa báśáħñýá kau saat berada di atasku semalam."

Arlan memutar tubuh Amara agar menghadapnya. Ia mendudukkan Amara di atas meja kerja yang penuh dengan berkas penting. "Aku ingin melanjutkan apa yang terhenti di atas ćľóśéť tadi malam. Tapi kali ini, aku ingin merasakannya tanpa kain murahan ini menghalangi."

Tangan Arlan mulai membuka kancing seragam babysitter Amara satu per satu dengan perlahan, seolah sedang membuka kado yang sangat ia nantikan. "Kopinya bisa menunggu, Amara... tapi ďáħágáķú tidak bisa."

Arlan menarik salah satu laci meja kerjanya yang terkunci dan mengeluarkan sebuah kotak hitam elegan dengan pita satin berwarna merah darah. Ia meletakkannya di pangkuan Amara, sementara tangannya masih sibuk mempermainkan kancing seragam Amara yang tersisa.

"Buka," perintah Arlan singkat. Suaranya serak, penuh dengan dominasi yang tak terbantahkan.

Dengan tangan gemetar, Amara membuka kotak itu. Matanya membelalak melihat isinya. Itu adalah sebuah seragam maid atau pelayan, namun ukurannya sangat tidak masuk akal. Bahannya terbuat dari sutra hitam yang sangat tipis dan ľíćíñ, dengan aksen renda putih di bagian ďáďá yang sangat rendah. Roknya begitu pendek, mungkin hanya cukup untuk menutupi bóķóñgñýá sedikit saja.

"T-Tuan... ini... ini terlalu terbuka. Saya tidak bisa memakainya," bisik Amara, wajahnya memanas membayangkan dirinya mengenakan pakaian seminim itu.

Arlan menyeringai, sebuah senyum predator yang membuat bulu kuduk Amara berdiri. "Aku tidak memintamu memakainya untuk bekerja di depan pelayan lain, Amara. Ini adalah seragam khusus. Kau hanya boleh menggunakannya saat malam hari, saat tidak ada seorang pun di mansion ini kecuali diriku."

Arlan menarik Amara bangun dari meja kerja, namun tetap menguncinya dalam jarak yang sangat dekat. "Sekarang, pakai itu. Di depanku. Sekarang juga."

"T-tapi Tuan, di sini? Di ruang kerja?"

"Apa kau ingin aku yang menanggalkan seragam lamamu ini dengan kasar, hm?" ancam Arlan sambil menarik kasar kerah baju Amara hingga satu kancingnya terlepas dan menggelinding di lantai.

Amara menelan ludah. Dengan gerakan yang sangat lambat dan penuh rasa malu, ia mulai menanggalkan seragam babysitter-nya di bawah tatapan ñáfśú Arlan. Arlan bersandar di meja kerjanya, melipat tangan di depan dada sambil menikmati pemandangan kulit putih mulus Amara yang perlahan tersingkap.

Saat Amara mengenakan seragam baru itu, kain sutranya terasa begitu dingin dan śéñśíťíf menyentuh kulitnya yang masih polos tanpa dalaman. Seragam itu benar-benar ketat, menekan páýúďářáñýá yang besar hingga śémbúľ keluar dari balik renda putih, dan roknya yang sangat pendek membuat bagian bawahnya yang baru saja ďíćúķúř béřśíħ tadi malam terasa begitu ťéřéķśpóś.

"Berbaliklah," perintah Arlan.

Amara berputar perlahan. Bagian belakang seragam itu ternyata hanya terdiri dari tali-tali tipis yang menyilang, memperlihatkan seluruh punggungnya yang mulus. Arlan mendekat, tangannya meraba kain sutra di pinggang Amara sebelum akhirnya merosot ke bawah, meremas bóķóñg Amara yang hanya tertutup sedikit kain.

"Sempurna," bisik Arlan di tengkuk Amara. "Kau nampak seperti péľáćúř pribadiku yang sangat cantik, Amara. Seragam ini membuatku ingin merobeknya setiap kali aku melihatmu."

Arlan membalikkan tubuh Amara kembali, tangannya langsung menyusup ke balik rok pendek itu, menemukan area kéwáñíťááñ Amara yang sudah mulai báśáħ kembali karena rasa takut dan gáířáħ yang bercampur.

"Ingat aturannya, Amara. Begitu matahari tenggelam dan pelayan lain kembali ke paviliun, kau harus mengenakan ini dan menungguku di kamarku. Jika tidak..." Arlan menggantung kalimatnya sambil memberikan řémáśáñ kuat di antara páħá Amara, membuat gadis itu memekik nikmat.

1
Yulay Yuli
ortu dan adiknya Amara msh dimansion gimana keadaanya thour
Yulay Yuli
bagus😘😘😘
Kembarr Kembaarr
model emak sok paling segalanya. pdhl model begini biasanya suka menghalalkn segl cara yg penting apa yg dia mau tercapai
Kembarr Kembaarr
lalu ibu amara ditnggal di rumah lama bersama dngn mamanya arlan . apa tdk bahaya. apa amara tdk kawatir
Partini Minok Nur Maesa
ruangan CEO gx ada kamar pribadi ya
Partini Minok Nur Maesa
kyk udah lama tp Kenzo bayi terus gx besar2
Partini Minok Nur Maesa
gx ada cctv ya
Kembarr Kembaarr
kebejatan yg sangat luar biasa dr arlan. ma'af yaaa gak lanjut. sangat2 miris bacanya. masalahnya saya orang desa. jd jngn terlalu memperbudak orang dr desa orang desa tdk segoblok itu jg kecuali yg idiot.
Kembarr Kembaarr
heran yaa sementang2 orang dr desa mencontohkn kegoblokannya dn ketololanya yg sangat teramat sangat. harga diri sdh tdk punya dn hanya di perbudak nafsu sama tuannya. setelahnya dina sampai sehina2nya eeeh msh mau melayani nafsu tuannya.
orang desa sex pun tdk sebodoh dn se goblok itu yuuuu.
Kembarr Kembaarr
bener2 tuan berotak bejat. dirinya yg tdk bisa menahan nafsu dn dngn kuasa nya tuan selalu menindas yg lemah hanya karna dia seorang pelayan kini diri nya menyalahkn si pelayan bener2 di luar nalar terlalu bejat dn tdk bermoral sementang2 orang kaya bebas melakukan yg dia mau
Kembarr Kembaarr
orang desa jg tidak sebodoh itu .polos tp nafsunya gila. orang desa rata2 msh punya adap dn menjujung tinggi ahlaqnya makanya sering di bilang kampungan . walau di jmn sekrng ada1/2 ,3 yg memang sdh terkontaminasi oleh jmn. mrk sok gaul kadang sampek kebablasan
Kembarr Kembaarr
sebenarnya ini apa sih. masak iya perbuatan mrk sdh terlalu jauh melampaui batas tp gak ada kejelasan hubungan mrk. mrk hanya meperbudak dirinya sendiri dngn nafsu birahi yg gila
Lolla Alvio Nita
jadi bingung sma si amara, kenapa mau2 aja di nikmati sma si arlan,, g ada niat minta penolakan gitu, atw mnta di nikahin dlu.. bener2 deh si amara🤦🤦🤦
jumirah slavina
halahhhhh... modus Kamu kn.. Kamu pen liat kn... ngaku Kamu... 🤣
jumirah slavina
korek kuping'mu., dengar itu baik²...
jumirah slavina
ya ampun., mo ku ceekeek deh nih orang., astagaaaaaaaa
Nursina
semangat berkarya
Galih Galvin
q males klu orang kaya suka memandang rendah orang miskin padahal d mata Allah sama aja mati pun d bawa harta jabatan g ada apa apanya
Ayla Anindiyafarisa
oh gemblong ini orang g sadar sama kesalahan dia
Sand
hallo semua jagn lupa mapir ya ke novel baru ku dua jemari satu nyata 🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!