NovelToon NovelToon
SLEEP WITH MR. MAFIA

SLEEP WITH MR. MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Duda / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:27M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Damian, lelaki yang dikenal dengan julukan "mafia kejam" karena sikapnya bengis dan dingin serta dapat membunuh tanpa ampun.

Namun segalanya berubah ketika dia bertemu dengan Talia, seorang gadis somplak nan ceria yang mengubah dunianya.

Damian yang pernah gagal di masa lalunya perlahan-lahan membuka hati kepada Talia. Keduanya bahkan terlibat dalam permainan-permainan panas yang tak terduga. Yang membuat Damian mampu melupakan mantan istrinya sepenuhnya dan ingin memiliki Talia seutuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 1

Talia Adhisty, 21 tahun. Ceria, bercita-cita menikmati hidup dengan caranya, dan agak sableng. Sejak kecil, ia bercita-cita menjadi penyanyi terkenal yang tampil di panggung besar, dikelilingi sorakan penggemar. Namun, kenyataan tidak seindah mimpinya. Suara Talia … yah, bisa dibilang sangat unik. Dalam keluarga, ia selalu di sebut dengan 'Talia Fals'.

Orang tua dan kakaknya selalu sakit telinga setiap kali dia bernyanyi. Bagaimana tidak sakit telinga coba, suaranya saat bernyanyi memang tidak bisa diharapkan. Lari ke mana-mana pokoknya.

"Don’t stop believin’, hold on to that feelin’!"

Talia melantunkan lirik lagu Journey dengan penuh semangat, menutup telinganya sendiri ketika nada tinggi datang. Dia tahu suaranya tidak pas, tapi itu tidak pernah menghentikannya dan terus bernyanyi. Karena dia suka.

"TA-LIA!" Bisa nggak kamu berhenti teriak-teriak kayak babi berantem?!" teriak suara keras dari luar kamar. Itu suara mamanya, Lala yang sudah kebal dengan kegilaan putrinya.

"Ini bukan teriak, ma. Aku sedang latihan vokal! Ah, mama nggak asik ah!"

Talia berteriak balik sambil memutar matanya. Ia tahu mamanya selalu menganggap hobinya itu buang-buang waktu, tapi bagi Talia, menyanyi adalah kesukaannya. Selagi dia bahagia, dia tidak akan menganggapnya membuang-buang waktu.

Setelah mengenakan jaket kulit hitam, celana hitam,dan memasukkan sepasang headphone ke tas, Talia keluar dari kamar dengan senyum lebar yang seperti tak pernah luntur. Meski sering gagal dalam audisi menyanyi, dia selalu semangat ikut lagi dan lagi, demi kesenangannya. Seperti sore menjelang malam ini, lagi-lagi dia akan mencoba ikut audisi.

Makeup-nya seperti biasa, ala-ala anak punk yang nyentrik. Alis bawah matanya hitam sekali. Lipstik hitam, kuku hitam, pokoknya semuanya serba hitam. Padahal wajah aslinya cantik sekali, tetapi tertutup dengan penampilan nyentriknya yang agak aneh dan tidak biasa di mata orang pada umumnya.

Dia mengikuti audisi pencarian bakat yang diadakan di sebuah mall besar di pusat kota. Kali ini, dia yakin juri akan melihat potensinya. Bukan hanya soal suara, tapi juga soal penampilan dan energi panggungnya yang luar biasa. Talia percaya diri sekali dia akan lolos.

"Tal, yakin mau ikut lagi? Kemarin kan dibilang sama juri  kalo suara lo ... ya gitu, deh,"

Lintang, sahabatnya yang sudah menunggu di depan rumah dengan motor kawasaki ninja kesayangannya memastikan.

Talia naik ke boncengan sambil mendengus.

"Lintang, dengerin ya. Orang sukses itu bukan yang nggak pernah gagal, tapi yang nggak pernah menyerah!"

Lintang mendesah pasrah.

"Iya, iya, calon bintang rock." katanya lalu tertawa.

"Casen mana? Gak ikut?"

Casen adalah sahabat Talia yang lain, cowok keren, cool, dan populer di antara para wanita. Casen sudah populer semenjak mereka duduk di bangku SD. Bukan berarti Lintang tidak keren, Lintang juga keren dan populer seperti Casen, hanya saja kepribadian Casen yang misterius membuat cowok itu lebih banyak digilai para cewek.

"Ada, katanya dia bakalan langsung ke mall."

"Oh, okey jalan!" Talia menepuk bahu Lintang kuat.

Lintang menggeleng-geleng lalu menyalakan mesin motornya.

Sesampainya di mall, antrean peserta audisi sudah memanjang seperti ular. Ada yang berpakaian kasual, ada yang tampil glamor. Tapi jelas, hanya satu yang berdandan ala anak pang dengan makeup nyentriknya, Talia Adhisty.

Ketika gilirannya tiba, ia melangkah ke atas panggung kecil dengan penuh percaya diri. Juri di depannya, tiga orang dengan ekspresi datar, menatapnya penuh harap ... atau mungkin waspada.

Lintang dan Casen yang baru datang, menunggu di luar ruangan audisi. Di dalam, Talia memulai dengan perkenalan diri di hadapan ke-tiga juri.

"Halo juri, perkenalkan nama aku Talia Adhisty. Umur 21 tahun. Hari ini aku akan membawakan lagu Bohemian Rhapsody!"

Seorang juri berkacamata langsung mengernyit.

"Lagu yang ... cukup menantang. Kamu yakin akan membawakan lagu itu?"

Talia mengangguk kuat dan tersenyum lebar, mengambil napas, lalu mulai bernyanyi.

"Is this the real life? Is this just fantasy?"

Sepersekian detik, juri terdiam. Penonton pun ikut terkesima, bukan karena indahnya suara Talia, tapi karena …

Mereka tak yakin suara itu berasal dari manusia. Nada-nada tinggi terdengar seperti teriakan burung gagak kesurupan. Beberapa kru yang berada di dalam ruangan itu bahkan mulai menahan tawa.

Talia, seperti biasa, tetap percaya diri. Dia menutup mata, meresapi lagunya. Hingga akhirnya, seorang juri mengangkat tangan, menghentikannya.

"Stop! Stop ... cukup."

Talia membuka mata, tersenyum lebar.

"Keren, ya? Aku bisa nyanyi lagu yang susah!"

Juri menghela napas panjang. Salah satu di antara mereka menahan tawa, beberapa orang di belakang bahkan sudah tidak tahan dan tertawa dalam diam.

"Talia, nama kamu Talia kan?"

Talia menganggukkan kepala.

"Talia, suaramu sangat, sangat … unik."

"Aku tahu! Itu ciri khas aku!" balas Talia tersenyum lebar.

Juri menatapnya lama, lalu berkata,

"Aku suka semangatmu. Tapi... aku rasa panggung ini bukan untukmu. Kamu tidak lolos."

Talia terdiam sejenak. Lalu dengan senyum khasnya, ia berkata,

"Baiklah. Kalau nggak lolos di sini, aku pasti lolos di tempat lain! Terimakasih juru!"

Gadis itu pun turun dari panggung dengan langkah tegap, diiringi tatapan bingung penonton dan sahabatnya yang sudah siap menyambut dengan helaan napas panjang.

"Tal, lo nggak sedih?" tanya Lintang saat Talia keluar ruangan.

Lintang dan Casen berdiri bersebelahan, sama-sama menatapnya. Talia menatap kedua sahabatnya itu bergantian, ia belum bicara apa-apa. Sesaat kemudian ...

"Hwaaaa!"

Tangisan kencangnya berhasil mencuri perhatian orang-orang yang sedang mengantri di luar lapangan.

"Gue nggak lolos lagi! Padahal ini udah puluhan kalinya gue ikut audisi, kenapa sih juri nggak nyadar-nyadar kalau suara gue itu unik dan sulit di cari? Memangnya mereka pengennya suara yang kayak gimana? Suara unik, penampilan unik, wajah, jangan ditanya lagi. Menjual banget, tapi kenapa gak pernah di lolosin sih? Gue sedih, hwaaaa!"

Suara kencang Talia membuat orang-orang yang berada di sana merasa lucu bahkan ada yang tertawa. Ada yang merasa dia lebay, tapi kebanyakan merasa dia adalah tipe cewek percaya diri yang menghibur. Dia sedih, tapi gaya sedihnya menghibur orang-orang di tempat itu.

Lintang dan Casen yang malu. Kedua cowok itu memang selalu malu saat lagi bareng Talia, tapi sudah terbiasa juga. Karena dari kecil sudah bersama, pastinya mereka sudah tahu jelas sahabat mereka ini seperti apa. Malu-maluin, tapi kalo gak ada dia gak rame.

"Tal, ayo pergi dari sini. Lo gak sayang make-up emo lo rusak?"

"Nggak peduli! Malam ini gue mau sedih-sedih sendirian. Lo berdua pulang aja sana." setelah mengatakan itu, Talia berlari meninggalkan mereka.

"Talia! Woy! Udah malam ini! Ya elah tuh cewek." Lintang berteriak kencang, tidak sadar mereka ada di tengah-tengah keramaian.

"Biarin aja. Dia udah biasa gitu kan? Nanti juga dia cariin kita kalo udah bosen, atau pulang sendiri." ucap Casen. Talia memang selalu seperti itu.

1
Lilik Juhariah
meriam kau salah milih lawan
Macrina Catharina
Baguss ceritanya suka dgn karakter yg ceria, tegas, terlebih kelurga yg salingcsayang, teman² nya lanjut ga sabar
Macrina Catharina
Miriam belum tau, sedang berhadapan dgn siapa.
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
nah kan aw sudah bilang, kamu mariam nggak bakalan lolos dari daddy Damian😂
Atalia
rasain kena batu juga kau Miriam bambu
Ros Ani
digiling jadi bakso kamu miriam ...
Ririn Danayanti
miriam tdak tahu siapa keluarga Amara,harusnya miriam bersyukur punya sahabat seperti amara
Nurminah
keluarga mafia hadeh salah cari lawan
Al Fatih
semoga Amara segera d temukan....,, segera d tolong...., Amara bertahan yaaa
lovely_day
siap2 lah kau meriam🤬
Hanima
👍👍
Ngobrolin Bola
suka kl adegan bgini dri pada esek esek mll👍👍👍👍
......bunga
❤️
Syakirah Dzaky
Aduh Miriam, kasian banget sih hidupmu. udah melacur, operasi, durhaka , blm juga sehari merasakan kemewahan itu , sia2 kan apa yg sudah kamu lakukan🤣🤣
🍒WINA🍒
Miriam keluarga mantan ketua mafia kelas kakap dilawan🤣mampooos aja kau miriam klo daddy damian, sudah bertindak dan turun tangan abis kau...
belum tahu kejamnya daddy damian dan tanpa ampun, yg berani mengusik keluarganya...

miriam mimpi kamu itu ketinggian baru jadi amara sehari dah ketahuan, keluarga amara mengenal amara dari kebiasaanya dan sifatnya🤭
wajah boleh sama kayak amara tapi sifat dan kelakuan beda langit dan bumi kali🤣🤭amara palsu penuh kebencian dan ambius...

nikmati aja siksaan dan hukuman dari daddy damian, sampai kau menyesal miriam minta ampun telah berani mengusik keluarga amara....
🍒WINA🍒: Terima hukum dan siksaan dari daddy damian, berani menculik keponakan kesayangannya🤭
total 2 replies
wahyu widayati
semoga amara segera selamat dan ketemu keluarganya dan tentunya erlan....🙂
wahyu widayati
gak iklas aku kl sampai amara dihabisi. mungkin rencana penculikan berhasil. tapi itu gak akan lama krn erlan dan arsen adalah polisi dg kemampuan luar biasa dan mereka langsung menyadari itu bukan amara dan berhasil nyelamatin amara sebelum amara dihabisi. kl mau akting lupa ingatan tetap saja gak akan berhasil. kebiasaan amara pasti akan dikenali. lagian erlan pernah ngerasain amara pakai tangan dan mulutnya 😂 tentunya erlan tahu. gak mungkin miriam tahu bentuk dalamnya amara kan....😆
Riska Baelah
tenang amara kmu pasti selamat,, 👍
tuh dengerin buka telinga mu lebar2 miriam, walau wjh mu sdah d ubah 1000% pun tp klu sifat mu jhat gak akn bisa d ubah ,blum 1 hri udh ketauan kan,, itu damian mau d ajak maen2,, d tunggu hukuman mu, udh lama jg gak luat damian exsekusi orng jhat/Determined//Determined//Determined//Determined/
ardiana dili
lanjut
suara susunan Gigi 🙄
sebulan x cukup utk sembuh 100%
rambut 😌😌😌
ketinggian 🙄
hmmmpp xpa lh nikmati alur cerita🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!