NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Razia Pak Polisi

Terjerat Cinta Razia Pak Polisi

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Romansa / Tamat
Popularitas:824.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: ¶`(₡ ฿úñgšù)ᵛⁱᵛⁱ•_•`FIIII

Seasons 1:

Gara-gara kesalahannya yang tidak membawa helm saat berkendara. Ceisya, harus terjebak jaring razia yang membuatnya berpikir keras. Di satu sisi Ceisya tidak keberatan kalau mendapat hukuman. Tapi, di sisi lain dia tidak mau berhadapan dengan Dosen killernya yang terkenal seantero kampus. Berkat usahanya yang keras akhirnya dia bisa lari dari hukumannya.

Bagaimana kah kelanjutan kisah mereka?


Seasons
2 (kisah tentang anak Ceisya & Zafran) :


Judul Novel: (Melody) Terjerat Pesona Dokter Tampan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ¶`(₡ ฿úñgšù)ᵛⁱᵛⁱ•_•`FIIII, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 12

Keesokan harinya, Ceisya sudah mulai memasuki kuliahnya. Tugas-tugasnya menumpuk selama dia tidak masuk lebih dari 1 minggu ini.

Banyaknya tugas membuat Ceisya bingung harus mengerjakan yang mana dulu. Sepertinya sehabis kelas Ceisya memilih untuk pulang saja.

Saat kelasnya sudah selesai, Ceisya langsung menuju tempat parkiran.

"Ceisya!"

Ceisya membalikkan badannya saat ada yang memanggil namanya.

Datanglah Rangga dengan nafas yang ngos-ngosan karena mengejar Ceisya dari pertama keluar kelas. Beruntung Ceisya masih dia temukan.

Ceisya mengernyitkan dahinya bingung. "Ada apa, Ga?"

"Hahhhh...hahhh. I-itu...aku baru melihatmu. Kata Dosen yang lain kamu ada acara keluarga?"

Ceisya hanya mengangguk karena saat dia izin dengan Dosen, Ceisya meminta agar ketidakhadirannya tidak diketahui oleh teman kelasnya dan apa penyebabnya.

"Pasti sudah banyak ketinggalan materi kan? Mau minjam buku-ku tidak?" tawar Rangga.

"Terima kasih atas tawarannya, Ga. Tapi, aku tidak mau merepotkanmu."

"Tidak repot, Sya. Aku suka rela menawarkannya kepadamu."

"Maaf, Ga. Seperti aku tidak butuh itu. Aku tidak mau melakukan apa pun itu dengan instan. Harus ada keringat yang menetes saat aku mengerjakannya." jawab Ceisya.

"Huummm...Baiklah. Aku tidak akan memaksa. Tapi, kalau seandainya kamu butuh bantuan aku pasti selalu ada. Panggil aku kapan pun kamu mau."

Bukannya tersanjung, Ceisya malah semakin risih dibuatnya. Ilfeel? Ceisya rasa itu sedikit mendekati.

Ceisya hanya mengangguk.

"Kamu mau kemana selanjutnya?" tanya Rangga.

"Pulang."

"Tumben. Biasanya kalau kelas selesai kamu ke perpustakaan. Atau mau aku traktir? Kita makan di tempat waktu itu saja."

"Maaf, Ga. Sekarang aku tidak punya waktu untuk itu." jawab Ceisya.

"Baiklah kalau begitu. Aku pamit ya? Maaf sudah mengganggu waktumu."

"Ya."

Ceisya menatap punggung belakang Rangga. Dalam hatinya kenapa pria itu suka sekali mencari perhatiannya.

Entahlah. Ceisya yang kurang peka terhadap perasaannya atau apa. Dia tidak bisa melihat arti tatapan dari pria tersebut.

Ceisya kembali melanjutkan perjalanannya menuju tempat parkir yang hanya berjarak beberapa meter saja dari tempat dia berhenti tadi.

Tidak tahu saja kalau ada sepasang mata yang terus menatapnya sedari tadi. Mungkin tepatnya saat Ceisya mengobrol bersama Rangga. Hatinya terasa aneh. Seperti ada api yang menyala di dadanya. Rasanya sangat panas. Tidak juga melihat gadisnya didekati para lelaki. Gadisnya? Sejak kapan itu?

Ceisya tampak bingung bagaimana cara mengeluarkan motornya dari parkiran karena banyak motor yang terparkir di sana yang menghalangi jalannya. Karena biasanya Ceisya pulang tepat saat parkiran sepi. Itu lah Ceisya sangat suka berdiam diri di perpustakaan atau di taman untuk menunggu parkiran sepi, sekaligus dia bisa mendapatkan sedikit materi karena membaca buku.

"Bisa?"

Ceisya langsung membalikkan badannya saat mendengar suara seseorang yang terasa sangat dekat.

Dugh

"Aduh!"

"Ini apa sih? Seperti menabrak dinding pembatas saja." batin Ceisya sambil mengusap dahinya.

Setelah beberapa menit berperang dengan segala isi otaknya, Ceisya mendongakkan kepalanya ke atas melihat siapa sesosok manusia itu.

"Yaaaaakkkkk!!!" refleks Ceisya mendorong dada bidang itu hingga pemilik tubuh sedikit terhuyung ke belakang karena belum ada persiapan menghadapi keterkagetannya. Biasanya dia selalu tanggap saat menghadapi musuh-musuhnya. Tapi sekarang? Dia menjadi lamban dan kurang persiapan. Seharusnya dia sudah memikirkan itu sedari awal.

"ASTAGA, OM!!!" teriak Ceisya sambil menutup mata dengan kedua tangannya.

"Sttstttt...jangan berteriak di keramaian. Nanti mereka pikir aku menculikmu bocah ingusan!" ujar Zafran dengan tangannya yang masih menutup mulut Ceisya karena sebelumnya dia sudah membekap mulutnya Ceisya menggunakan tangannya tepat saat setelah Ceisya berteriak.

Melihat Ceisya terdiam tidak menjawab perkataannya membuat Zafran kesal. "Bicara bodohh! Kenapa kau diam, hah!"

Bagaimana tidak bicara, Ceisya sedari tadi diam karena ulahnya.

Seakan tersadar, Zafran langsung melepaskan tangannya yang membekap mulut Ceisya. Dia jadi kikuk.

"Hahhh...hahhh. Tapi, kalau Om benar-benar menculikku bagaimana?" tanya Ceisya dengan nafas yang terengah. "Atau, Om itu sebenarnya memang penculik sungguhan. Oh God!"

"Sekali lagi kau mengataiku penculik, maka aku akan menggantung tubuhmu yang kerdil ini ke atas pohon beringin." amuk Zafran.

"Silahkan! Coba saja, Om!" balas Ceisya dengan santai.

"Astaga! Kau membuatku darah tinggi." Zafran memejamkan matanya sejenak.

"Salah sendiri. Makanya jangan galak-galak. Dan juga, jauhi makanan yang membuatmu darah tinggi, Om. Aku takut nanti kau akan mati muda." gertak Ceisya membuat Zafran membelalakkan kedua matanya.

"Kau baru saja mendo'akanku agar cepat mati?"

"Ya. Secara tidak langsung, mungkin."

"Heh! Kalau aku mati kau juga harus ikut mati." ujar Zafran.

"Kenapa bisa begitu, Om? Memangnya ada peraturan yang seperti itu di negara merah putih ini?"

"Tentu saja ada!" jawab Zafran membanggakan diri dengan berdiri cool di depan Ceisya.

"Ihhh! Ekspresimu jangan seperti itu, Om. Nanti banyak serangga yang akan menempel denganmu!"

"Serangga? Memangnya kenapa dengan serangga kalau menempel denganku. Tidak tahu saja serangga itu kalau berani-beraninya menempel denganku!"

"Ya, Om. Serangga. Mereka menempel denganmu karena..." jeda Ceisya sebentar.

"Karena?"

"Karena kau jelek, Om!"

Tuinggg

Zafran rasanya seperti jatuh dari atas puncak menara eiffel.

"Aku jelek?" tanya Zafran pada dirinya sendiri. Melihat pantulan wajahnya dari kaca spion salah satu kendaraan motor.

"Jangan terlalu sering bercermin, Om. Nanti wajahmu di ambil oleh bayangan hantu cermin!" sontak saja Zafran menegakkan tubuhnya sambil merapikan kemeja yang dia pakai.

"Lupakan persoalan hantu cermin, serangga, atau apalah itu. Sekarang kau mau ke mana?" tanya Zafran.

"Pulang, Om. Itu motorku, tidak bisa dikeluarkan." ujar Ceisya menunjukkan motornya.

"Susah. Tidak lihat parkirannya saja sudah penuh?"

"Jadi?"

"Ya, kau harus menunggu parkiran sepi." jawab Zafran enteng.

"Percuma saja aku pergi ke sini ujung-ujungnya pasti pulangnya telat." ucap Ceisya lesu. "Huft! Tugasku banyak, Om."

Zafran yang melihat wajah lesu Ceisya menjadi tidak tega.

"Lalu kau ngapain ke kampusku, Om?" tanya Ceisya sambil mengangkat alisnya sebelah.

"Memangnya ini kampus Nenek moyangmu?"

Ceisya menggeleng.

"Tau pun."

"Om ihh. Pertanyaanku belum dijawab. Ngapain Om ke sini? Pasti ngikutin aku ya?" selidiki Ceisya dengan gaya pedenya.

"Ge'er tingkat akut! Suka-suka lah mau kemana saja."

"Tidak apa lah, Om. Percaya diri itu penting."

"Serah."

Zafran hanya memutar bola matanya jengah. "Kau mau pulang tidak?"

"Mau lah, Om. Yakali nginap di kampus. Banyak hantunya."

"Hantu-hantu terus." cibir Zafran dan bersiap untuk meninggalkan area parkir. "Ikut aku!" titah Zafran.

"Tidak mau. Nanti aku diculik." jawab Ceisya asal.

Zafran memijat keningnya pusing. "Tidak akan ada orang yang mau menculik bocah ingusan seperti dirimu. Cepat! Kau mau pulang tidak?!"

"Motorku, Om. Eh, eh...Om, motorku." Ceisya tersentak saat tangannya ditarik tiba-tiba.

"Motormu nanti ku lelangkan."

"Haaaaaaaa...jangan dilelang, Om. Itu motor kesayanganku." teriak Ceisya dan langsung di bekap oleh Zafran.

"Berisik! Sekali lagi kau bicara, aku akan menjahit bibirmu itu!" ancam Zafran yang langsung mendapat anggukan cepat dari Ceisya.

Setelah tangan Zafran terlepas dari mulutnya Ceisya kembali mengoceh. "Memangnya kau tau menjahit, Om?"

Zafran mengangguk.

"Oh ya? Memangnya Om tau menjahit manual atau pakai mesin jahit?"

"Ya. Aku pandai menjahit manual. Memangnya kenapa?"

"Sepertinya meragukan. Aku tidak percaya!" jawab Ceisya dengan lantang.

"Baguslah kalau tidak percaya. Aku akan membuktikannya agar kau percaya. Mau tidak?" tawar Zafran yang langsung mendapat anggukan dari Ceisya.

"Di mana kau akan membuktikannya, Om? Apakah di rumahmu atau di kosanku! Ah, ya. Atau kita langsung ke tukang penjahit. Kita pinjam jarum dengan benang." cerocos Ceisya dengan segala idenya.

"Di sini juga bisa. Di mana-mana juga bisa." jawab Zafran santai.

"Tapi, kau membawa peralatannya kan? Seperti benang dengan jarum?"

Zafran menghentikan langkahnya saat sudah dekat dengan mobilnya. Dengan santai dia berkata yang langsung membuat Ceisya kicep. Takut-takut kalau Zafran akan melakukannya. Walaupun polos tapi Ceisya bukan tidak tahu arti dari maksud perkataan Zafran karena Ceisya sering menonton drama korea.

"Aku tidak butuh jarum atau benang. Hanya dengan tangan kosong..." jeda Zafran beberapa detik sebelum melanjutkan perkataannya. "Aku hanya butuh ini. Ini yang akan membuatmu langsung berhenti mengoceh." jari telunjuk Zafran memegang bibirnya.

1
Nhierwana Bundanya Al
bab ini q ngerasa baca di ulang2
Dewi Kasinji
ijin baca kak
JANE ARDIANA
Luar biasa
JANE ARDIANA
Lumayan
Zahra Nadira
aku ktwa dibagian ini ,🤣🤣🤣🙏
Dilalisa Lisa
Biasa
Dilalisa Lisa
Kecewa
Dela Sapitri
Masya Allah👍
ᶜᵃˡˡ ᴹᵉ ᴶⁱⁿᵍᵍᵃ😜
pedagang berkaki lima,,maksudnya pedagang kaki lima ya kak??😂
ᶜᵃˡˡ ᴹᵉ ᴶⁱⁿᵍᵍᵃ😜: ampun dah 😂
ok lanjut baca
total 2 replies
Trisna Savitri
babag tamvan 🥰🥰🥰🥰
Santy Susanti
bari berapa ban udah suka sama alurnya semngat i
yustina arie
Luar biasa
Irfan Nona Vanessa
menarik😍😍😍
Bungsu_Fii: makasih udh mampir kak🤗 semoga suka 🥰
total 1 replies
Eka Kurniawati
😘😘😘
Eka Kurniawati
🤣🤣🤣🤣
Eka Kurniawati
🤣🤣🤣
Eka Kurniawati
🤣🤣🤣🤣
Tri Susanti
wkwkwkw.... kapan thor disatuin mereka udah gak sabar
Tri Susanti
lanjut thor
Lena Kasenda
thoor masa selama Ceisya di rawat sampai sdh pesantren pacarnya yg polisi tdk ada kabar
Bungsu_Fii: hehe, itu ceritanya om polisi lagi nugas kak dan waktunya cukup lama 🙏🏼
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!