NovelToon NovelToon
CINTA Di BALIK 9 M

CINTA Di BALIK 9 M

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Dijodohkan Orang Tua / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Azkyra

Yurie Harielyn Nazeeran kehilangan ibunya di usia lima tahun. Kematian yang disebut karena sakit itu menyimpan kebenaran kelam—diracun oleh Agnesa, wanita yang dua hari kemudian menikahi ayahnya. Tak ada yang percaya pada kesaksian Yurie kecil, bahkan ayahnya sendiri memilih berpihak.

Sejak saat itu, Yurie hidup sebagai bayangan di rumahnya sendiri hingga di usia delapan belas tahun, ia dijodohkan demi uang sembilan miliar dari keluarga Reynard. Pernikahan itu menyeretnya ke dalam rangkaian misteri:

kematian, pengkhianatan, dan rahasia besar yang berpusat pada keluarga Nazeeran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azkyra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 7

Yurie terbangun dengan perasaan asing yang sulit ia beri nama.

Bukan takut.

Bukan gelisah.

Bukan pula waspada seperti biasanya.

Ada rasa ringan di dadanya, seperti beban lama yang diletakkan sebentar di lantai—belum benar-benar hilang, tapi tidak lagi dipanggul sendiri. Ia menatap langit-langit kamar, membiarkan pikirannya berkelana tanpa paksaan untuk segera bangkit.

Di rumah Nazeeran, bangun terlambat berarti masalah. Di sini, tidak ada suara bentakan. Tidak ada ketukan kasar di pintu. Hanya sunyi yang terasa ramah.

Yurie bangkit perlahan, menyentuh lantai dingin dengan telapak kaki telanjang. Ia berjalan menuju jendela dan membuka tirainya sedikit. Cahaya pucat menyelinap masuk, memantul di lantai kayu, membuat kamar itu terasa hidup.

Ia menarik napas dalam-dalam.

Perasaan aman itu masih ada.

Ketika keluar kamar, aroma kopi samar menyambutnya. Langkahnya terhenti di ujung tangga, matanya menangkap sosok Kaiden di dapur. Pria itu berdiri membelakanginya, menggulung lengan kemeja, menuang air panas ke dalam cangkir. Gerakannya tenang, seperti seseorang yang tidak pernah terburu oleh dunia.

Yurie berdiri di sana cukup lama tanpa sadar.

Kaiden menoleh. “Kau sudah bangun.”

Nada suaranya datar, tapi tidak dingin.

“Maaf… aku tidak sengaja mengganggu,” ucap Yurie refleks.

Kaiden mengernyit tipis. “Kau tidak mengganggu siapa pun.”

Ia menggeser satu cangkir ke sisi meja. “Duduklah. Kau pasti belum sarapan.”

Yurie menurut. Ia duduk di kursi tinggi, jemarinya saling bertaut di pangkuan. Ada roti panggang, telur, dan buah di atas meja—lagi-lagi sederhana. Tidak berlebihan. Tidak mengintimidasi.

“Kau yang menyiapkan ini?” tanyanya pelan.

“Sebagian,” jawab Kaiden. “Sisanya dibantu staf.”

Yurie terdiam sejenak sebelum berkata, “Terima kasih.”

Kaiden tidak menanggapi dengan kata-kata. Ia hanya menuang kopi untuk dirinya sendiri, lalu duduk di seberang Yurie. Ada jarak di antara mereka, tapi bukan jarak yang membuat canggung. Lebih seperti ruang bernapas.

“Kau tidur nyenyak?” tanyanya.

Yurie mengangguk. “Sudah lama aku tidak tidur tanpa mimpi buruk.”

Kaiden menatapnya beberapa detik lebih lama dari sebelumnya, seolah mencatat sesuatu di benaknya. “Jika suatu saat kau terbangun karena mimpi itu, kau bisa mengetuk pintu kamarku.”

Yurie membeku. “Aku… tidak ingin merepotkan.”

“Kau tidak merepotkan,” ulang Kaiden, suaranya lebih rendah. “Jangan biasakan meminta maaf hanya karena kau ada.”

Kalimat itu menusuk tepat ke dada Yurie. Ia menunduk, menahan sesuatu yang tiba-tiba menggenang di matanya.

Sarapan berlangsung dalam keheningan yang nyaman. Sesekali, Kaiden memperhatikan Yurie yang makan perlahan—tidak lagi terburu seperti sebelumnya. Itu membuatnya diam-diam merasa lega.

Setelah selesai, Kaiden berdiri. “Aku harus keluar sebentar. Ada urusan keluarga.”

Yurie mengangguk. “Aku akan tetap di rumah.”

“Jika kau ingin berjalan-jalan di taman, silakan.”

Ia ragu sejenak sebelum bertanya, “Aku boleh… masuk perpustakaan?”

Kaiden menoleh. “Itu rumahmu juga.”

Kata itu membuat jantung Yurie berdegup pelan.

......................

Perpustakaan itu besar, dengan rak-rak tinggi yang dipenuhi buku. Yurie berjalan menyusuri lorong di antara rak, menyentuh punggung buku seolah memastikan semuanya nyata. Matanya tertarik pada satu rak khusus berisi dokumen dan album lama.

Ia menarik satu album dengan hati-hati.

Foto-foto lama tersusun rapi di dalamnya. Keluarga Reynard—tersenyum, berdiri di taman, di ruang tamu, di acara-acara resmi. Yurie berhenti pada satu foto.

Seorang pria muda dengan senyum hangat berdiri di samping Kaiden yang terlihat lebih muda. Ada kemiripan jelas di wajah mereka.

“Jayden Reynard,” gumam Yurie membaca tulisan kecil di bawah foto.

Langkah kaki terdengar dari belakang. Yurie menoleh, mendapati seorang wanita paruh baya berdiri di ambang pintu.

“Itu kakak Kaiden,” ucap wanita itu lembut.

“Almarhum.”

Yurie terkejut. “Maaf… aku tidak bermaksud—”

“Tidak apa-apa,” potongnya sambil tersenyum tipis. “Namaku Clara. Aku pengurus lama keluarga ini.”

Yurie mengangguk sopan. “Saya Yurie.”

“Aku tahu,” kata Clara. “Kaiden banyak berubah sejak kau datang.”

Yurie terdiam. “Berubah?”

Clara mengangguk pelan. “Ia selalu dingin, tapi sejak dulu… ia bukan orang yang tidak peduli. Kehilangan kakaknya membuatnya menutup banyak hal.”

Yurie menatap foto itu lagi. “Apa yang terjadi pada Jayden?”

Clara ragu sejenak. “Itu… ceritanya panjang. Banyak yang tidak pernah benar-benar terjawab.”

“Kematian tanpa sebab?” tanya Yurie lirih.

Clara menatapnya tajam. “Kau tahu?”

“Aku hanya mendengar sedikit,” jawab Yurie jujur.

Clara menarik napas. “Dan istrinya… Elif. Ia menghilang.”

Yurie terdiam. Ada perasaan aneh di dadanya—seperti potongan puzzle yang belum pas.

“Kadang,” lanjut Clara, “kebenaran tidak hilang. Ia hanya disembunyikan.”

Sore menjelang ketika Kaiden kembali. Yurie sedang duduk di taman, memandangi air mancur. Ia tidak menyadari Kaiden berdiri beberapa langkah darinya.

“Kau tampak tenggelam dalam pikiran,” kata Kaiden.

Yurie tersentak kecil, lalu tersenyum samar. “Aku hanya… berpikir.”

“Pikirkan apa?”

Yurie ragu, lalu berkata, “Tentang keluargamu.”

Kaiden menegang sedikit. “Apa yang kau ketahui?”

“Tidak banyak,” jawab Yurie cepat. “Hanya… aku melihat foto Jayden.”

Keheningan menyelimuti mereka. Kaiden menatap air mancur, rahangnya mengeras.

“Aku tidak ingin memaksamu bercerita,” ucap

Yurie pelan. “Aku hanya ingin kau tahu… jika suatu saat kau ingin bicara, aku akan mendengarkan.”

Kaiden menoleh. Tatapan mereka bertemu.

“Apa kau tidak lelah,” tanyanya tiba-tiba, “selalu menjadi pendengar?”

Yurie tersenyum tipis. “Aku terbiasa.”

Kaiden menggeleng. “Aku tidak ingin kau hanya terbiasa. Aku ingin kau juga didengarkan.”

Kata-kata itu membuat Yurie terdiam.

Malam turun perlahan. Mereka duduk berdampingan di bangku taman, jarak di antara mereka tidak terlalu dekat, tapi cukup untuk saling merasakan keberadaan.

“Yurie,” panggil Kaiden.

“Ya?”

“Aku tidak tahu bagaimana pernikahan ini akan berjalan ke depan,” katanya jujur. “Tapi aku berjanji… aku tidak akan membiarkan siapa pun melukaimu lagi.”

Yurie menunduk, jari-jarinya mencengkeram ujung bangku. “Aku tidak meminta banyak,” katanya pelan. “Hanya… jangan tinggalkan aku dalam gelap.”

Kaiden menoleh, lalu mengulurkan tangannya—perlahan, memberi kesempatan. Yurie menatap tangan itu beberapa detik sebelum akhirnya meletakkan tangannya sendiri di sana.

Sentuhan itu ringan. Tidak mengekang. Tidak memaksa. Namun cukup untuk membuat Yurie merasa… tidak sendirian.

Di kejauhan, bayangan masa lalu dan rahasia mulai bergerak pelan, menunggu waktu untuk terkuak. Tapi untuk saat ini, di bangku taman itu, Yurie dan Kaiden duduk dalam keheningan yang hangat—dua jiwa yang terluka, mulai belajar percaya.

Dan tanpa mereka sadari, benang-benang takdir perlahan menaut, membawa mereka lebih dalam ke teka-teki yang akan menguji segalanya.

1
mus lizar
tokoh utamanya kasian banget, kalau aku jadi dia udh ku cabik cabik ibu tiri yang sok ngatur itu
mus lizar
sangat fantastis, bahasanya dan kata katanya jelas dan bisa dibayangkan apa yang terjadi/Smile//Smile//Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!